THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Menceritakan Tentang Alergi



"Apa yang kamu rasakan sayang?" tanya Nashita yang tangannya mengusap lembut kepala putrinya.


Nashita duduk di samping ranjang putrinya. Dirinya berusaha untuk membuat putrinya itu nyaman.


"Sesak Mom. Perut aku juga sakit dan juga ngilu," jawab Kimberly.


Mendengar jawaban dari putrinya membuat hati Nashita sesak dan sakit. Kemudian Nashita memberikan kecupan-kecupan sayang di kedua pipi dan kening putrinya.


"Keponakannya Bunda kuat," ucap Clarita yang juga memberikan kecupan di kening Kimberly.


Saat ini yang sedang berjaga Kimberly di rumah sakit adalah Nashita, Clarita, Liana dan Helena. Sementara yang lainnya sibuk di kantor, kampus dan sekolah.


Setelah mereka selesai dengan urusannya masing-masing, mereka akan datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Kimberly.


"Kamu mau makan apa, hum?" tanya Helena lembut kepada keponakannya.


"Itu yang ada di atas meja apa saja Mami?" tanya Kimberly melihat beberapa makanan di atas meja samping tempat tidurnya.


"Kalau bubur aku nggak mau," ucap Kimberly.


Baik Helena, Nashita maupun Clarita dan Liana tersenyum. Mereka tahu bahwa Kimberly paling anti dengan makanan lembek alias bubur.


Beda kalau bubur tersebut adalah bubur ayam yang ada rasanya. Sementara bubur yang saat ini adalah bubur yang tidak ada rasa sama sekali.


"Ini enak kok," sahut Helena.


Helena memperlihatkan beberapa menu makanan yang dibawa oleh dirinya, Clarita dan Liana ke hadapan Kimberly. Dibantu oleh Clarita dan Liana.


Mereka menyempatkan diri memasak untuk kesayangannya sebelum ke rumah sakit.


Kimberly langsung melihat beberapa makanan yang ada di hadapannya. Matanya menelisik setiap makanan tersebut.


"Ini boleh?" tanya Kimberly sembari menunjuk kearah sembari menunjuk sop daging plus sayuran yang dipegang oleh Helena.


"Tentu. Jadi pilihannya yang ini?" tanya Helena.


"Iya. Makanan pembukanya ini dulu. Nanti makanan penengah dan penutup baru yang ini dan ini," ucap Kimberly sembari menunjuk makanan yang dipegang oleh Clarita dan Liana.


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Nashita, Helena, Clarita dan Liana tersenyum gemas.


Makanan yang dibawa oleh Clarita dan Liana juga hampir sama seperti makanan yang dibawa oleh Helena. Jika Helena sop daging, maka Clarita sop ayam dan Liana sop tahu. Jadi Kimberly menu makanannya hari ini berkuah.


"Baiklah. Mau disuapin sama siapa, hum?" tanya Liana.


Kimberly menatap satu persatu wajah sang Bibi. Dapat Kimberly lihat bahwa ketiga Bibinya itu ingin sekali menyuapi dirinya.


Kimberly kemudian mengambil jalan tengah agar ketiga bibi kesayangannya itu tidak cemburu.


"Aku mau Mommy saja yang suapin. Kenapa milih Mommy, karena aku nggak mau buat Bunda, Mama dan Mami sedih dan cemburu."


Seketika terukir senyuman manis di bibir Helena, Clarita dan Liana ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Mereka benar-benar bangga akan sifat peka Kimberly.


"Nggak apakan?" tanya Kimberly dengan menatap wajah cantik ketiga Bibinya secara bergantian.


"Tidak apa-apa sayang!" jawab Helena, Clarita dan Liana bersamaan.


"Terima kasih. Aku sayang kalian."


"Mami/Bunda/Mama juga sayang kamu!" Helena, Clarita dan Liana menjawab ucapan dari Kimberly secara bersamaan.


"Baiklah. Waktunya kita makan. Eh, maksud Mami! Waktunya Kimberly makan!"


Mendengar perkataan dari Mami kesayangannya membuat Kimberly tertawa keras. Begitu juga dengan Nashita, Clarita dan Liana.


"Mama juga bawakan minuman kesukaan kamu sayang," sahut Liana.


Mendengar perkataan dari sang Bibinya. Sambil mengunyah makanannya di dalam mulutnya, Kimberly melihat kearah samping. Dapat Kimberly lihat Mama kesayangannya tengah memegang botol susu coklat dan juga susu pisang di kedua tangannya. Seketika terukir senyuman manis di bibir Kimberly.


"Mama Liana, aku mau!" seru Kimberly.


"Oke! Tapi habiskan dulu makan siangnya," ucap Liana.


"Baik," jawab Kimberly dengan semangat.


Mereka semua tersenyum gemas mendengar jawaban semangat dari Kimberly. Ditambah lagi senyuman manis di bibirnya.


"Mommy," panggil Kimberly dengan tatapan matanya menatap wajah ibunya.


"Eemm... Sebenarnya aku kenapa? Sejak aku bangun kemarin. Aku nggak tahu kenapa aku berada di rumah sakit. Seingat aku, aku sedang berada di sekolah. Tepatnya di kantin sama Rere, Santy, Sinthia, Catherine dan teman baru aku Prisca?"


Mendengar pertanyaan beruntun dari putrinya membuat Nashita tersenyum. Begitu juga dengan Clarita, Liana dan Helena. Mereka memang belum memberitahu kepada Kimberly kenapa dia bisa masuk rumah sakit.


"Kamu mengalami alergi sayang." Nashita memberitahu kondisi putrinya yang sebenarnya.


"Maksud Mommy, alergi aku kambuh?" tanya Kimberly.


"Hm!" Nashita berdehem sembari menganggukkan kepalanya.


"Kok bisa? Selama ini aku selalu hati-hati dalam memilih makanan dan minuman. Aku nggak pernah salah makan. Apalagi salah minum. Aku selalu dengarin pesan Mommy, Daddy, kakak Jason, kakak Uggy, kakak Enda dan kakak Iyan. Bahkan omongannya Billy, Triny dan Aryan. Tapi kenapa....."


"Iya, sayang! Mommy tahu hal itu."


Nashita langsung memotong perkataan dari putrinya. Dirinya tidak tega melihat wajah putrinya sudah berubah sedih.


Nashita tahu bahwa saat ini putrinya sedang bersedih dan kecewa karena alerginya kambuh.


"Kenapa bisa kambuh, Mom? Apa aku ada kelupaan?"


Mendengar pertanyaan dan juga nada lirih putrinya membuat hati Nashita sedih, sakit dan sesak. Nashita tahu bagaimana perjuangan putrinya itu untuk lepas dari alerginya itu. Putrinya itu selalu berusaha untuk tidak merasakan sakit lagi akibat alergi yang dia deritanya. Bahkan putrinya itu selalu mendengarkan nasehat darinya, dari ayahnya, dari keempat kakak laki-lakinya, dari para sepupu-sepupunya dan semua anggota keluarganya.


Putrinya itu sudah mati-matian membuat alerginya itu tidak kambuh lagi dengan berhati-hati memilih makanan dan minuman.


Bukan hanya Nashita saja yang sedih ketika mendengar ucapan dan pertanyaan dari Kimberly. Clarita, Liana dan Helena juga sedih sama seperti Nashita. Mereka juga tahu bagaimana perjuangan Kimberly untuk menjauhi makanan yang berjenis seafood dan buah strawberry, walau mereka tahu bahwa Kimberly begitu menyukai olahraga dari seafood seperti kepiting dan kerang serta buah strawberry.


Nashita yang saat ini tengah menyuapi putrinya, tangannya langsung mengusap lembut kepala putrinya itu dengan lembut. Dan tak lupa Nashita memberikan kecupan sayang di kening putrinya itu.


"Tidak sayang. Justru kamu sudah melakukannya dengan sangat hati-hati. Kamu tidak melakukan kesalahan sama sekali."


"Lalu apa Mommy?"


"Apa kamu mau tahu yang sebenarnya?"


"Iya, Mom! Aku mau tahu yang sebenarnya. Ada apa, Mom?"


Nashita tersenyum melihat wajah memohon putrinya sembari tangannya masih bermain-main di kepalanya.


"Ada yang mencampuri udang dan strawberry ke dalam makanan dan minuman kamu ketika di kantin kemarin."


Seketika Kimberly membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan sekaligus cerita dari ibunya. Dirinya tidak menyangka jika ada orang yang tega melakukan hal itu kepada dirinya.


"Siapa yang melakukan hal itu padaku. Syafina, Asena atau Cherry? Hanya mereka yang terlihat begitu dendam padaku dibandingkan teman-temannya," batin Kimberly.


Melihat keterdiaman Kimberly membuat Nashita, Helena, Clarita dan Liana menatap Kimberly khawatir


"Sayang," panggil Nashita dengan mengusap lembut pipi putih putrinya.


Kimberly seketika melihat kearah ibunya. "Apa Mommy dan yang lainnya sudah tahu siapa orangnya?"


"Belum sayang."


"Apa Billy, Triny, Aryan dan yang lainnya nggak kasih tahu Mommy atau Daddy?"


"Mommy dan yang lainnya tahu dari Billy soal makanan dan minuman kamu dicampuri udah dan strawberry. Dan Billy juga yang kasih tahu kita semua  kalau kamu masuk rumah sakit. Sebelum Dokter memberitahu kondisi kamu yang sebenarnya. Billy sudah tahu bahwa makanan dan minuman kamu sudah dicampuri sesuatu. Hanya saja Billy belum tahu siapa orang yang sudah dengan tega mencampuri udang dan strawberry ke dalam makanan dan minuman kamu."


"Ada tiga yang aku curigai," sahut Kimberly.


Mendengar ucapan dari Kimberly serta melihat perubahan wajahnya membuat Nashita dan yang lainnya mengerti.


"Siapa? Katakan pada Mommy."


"Syafina, Asena dan Cherry beserta sahabat-sahabatnya. Hanya mereka yang selalu mengganggu aku di sekolah, terutama Syafina. Dia dan keempat teman-temannya yang selama ini selalu mencari masalah denganku."


"Sudah. Jangan terlalu dipikirkan. Masalah itu biarkan para sepupu kamu dan calon menantu Mommy yang menyelesaikannya. Kamu cukup fokus sama kesembuhan kamu."


"Baik, Mom!"


"Sekarang kita lanjutkan makannya. Sudah lima jam menggantung," ucap Nashita asal.


"Aish! Mana ada sampai lima jam. Satu jam aja nggak nyampe. Jangan asal Mom," ucap Kimberly kesal dengan bibir yang dimanyunkan.


"Hahahaha." Nashita seketika tertawa. Begitu juga dengan Helena, Clarita dan Liana.