
Plak!
Seorang wanita paruh baya tiba-tiba datang ke kediaman Yusran Dolano Robert dengan wajah marahnya. Dan langsung memberikan tamparan keras kepada putri bungsu dari pasangan Yusran dan Agatha.
Melihat apa yang dilakukan oleh orang itu membuat Agatha menatap tajam. Agatha tak terima putrinya ditampar.
"Dora. Berani sekali kau menampar putriku? Aku saja ibunya belum pernah sekalipun menamparnya!"
Perempuan yang menampar putri bungsu dari Agatha adalah Dora yang tak lain adalah istri dari Yosefh Dolano Robert. Adik laki-laki bungsu dari Yusran Dolano Robert.
"Aku tahu kak Agatha tidak pernah menampar anak tak tahu diri ini, karena kak Agatha selalu memanjakannya. Bahkan kak Agatha tidak tahu apa yang sudah diperbuat selama ini di belakang kak Agatha dan kalian semua!"
"Oh, maaf aku ralat. Kak Agatha mengetahui semua apa yang dilakukan oleh Talitha. Bahkan kak Agatha juga ikut melakukan hal buruk terhadap orang-orang yang menyakiti Talitha."
Dora berbicara dengan nada yang keras dan juga membentak. Bahkan tangannya menunjuk satu persatu wajah Agatha, Yusran, Aditya, Divo dan Talitha.
Agatha seketika terkejut ketika Dora berbicara seperti kepada dirinya di depan suami dan putranya.
"Dan aku sangat yakin jika aku mengatakan apa saja yang sudah diperbuat oleh anak tidak tahu diri itu kepada kalian semua. Maka suami kak Agatha akan melakukan hal yang sama sepertiku yaitu memberikan tamparan keras kepadanya. Bahkan lebih keras dari tamparanku."
Yusran menatap wajah putri bungsunya. "Talitha. Apa yang sudah kau lakukan selama ini? Kenapa Bibimu begitu marah padamu?"
"Dan kau Agatha! Apa maksud dari perkataan Dora yang mengatakan bahwa kau juga sama seperti Talitha?"
Mendengar pertanyaan dan juga tatapan mata ayahnya membuat Talitha sedikit takut. Bagi Talitha, ini adalah pertama kalinya Talitha melihat tatapan mata ayahnya. Begitu juga dengan Agatha. Selama ini suaminya tidak tahu apa yang sudah dia perbuat bersama putrinya di belakangnya.
"Tidak, Papi. Aku tidak melakukan hal-hal buruk selama ini. Justru aku selalu melakukan hal-hal baik," jawab Talitha bohong.
Mendengar jawaban dari Talitha membuat Dora menatap tajam dan sinis kearah Talitha.
"Tidak pernah melakukan hal-hal buruk selama berada di luar rumah. Apalagi selama di luar negeri. Lalu ini apa, hah?!"
Dora berbicara dengan berteriak sambil melemparkan beberapa foto kearah Talitha.
Foto-foto itu berterbangan dan mengenai wajah Yusran, Agatha, Aditya dan Divo.
Mereka mengambil foto-foto itu dan melihatnya. Dan detik kemudian, mereka terkejut ketika melihat foto-foto itu.
Yusran, Aditya dan Divo seketika menatap tajam Talitha. Mereka ingin tahu apa maksud dari foto-foto yang mereka pegang.
"Talitha!" bentak Yusran.
"Papi, itu bukan aku!" Talitha berucap gugup.
"Kalau difoto ini bukan kamu. Apa kau bisa menjelaskannya, hah?!" bentak Aditya.
Lembaran foto yang dipegang oleh Yusran, Aditya dan Divo adalah foto Talitha yang sedang tidur di tempat tidur yang sama dengan seorang pria. Pria itu tak lain adalah Torry, mantan selingkuhannya.
"Itu editan, kakak Aditya. Yang jelas aku tidak pernah melakukan hal menjijikkan itu," ucap Talitha.
Dora yang mendengarnya hanya tersenyum di sudut bibirnya. Keponakan dari suaminya itu masih saja menutupi keburukannya di hadapan kedua orang tua dan kedua kakak laki-lakinya.
"Bibi, apa salahku pada bibi? Kenapa Bibi memfitnahku dengan menyebarkan foto-fotoku seperti itu. Aku tahu hubungan kita selama ini tak baik. Bibi tidak pernah menyukaiku," ucap Talitha dengan memperlihatkan wajah sedihnya.
"Begitukah? Kau beranggapan kalau aku tidak menyukaimu. Atau lebih tepatnya aku membencimu?" tanya Dora kepad Talitha dengan tatapan matanya yang menajam.
"Tapi kenyataannya memang seperti itu. Bibi Dora tidak pernah menyukaiku," jawab Talitha.
"Pemikiran yang picik," ejek Dora.
Dora menatap marah kearah Talitha. "Jika aku membencimu, maka aku tidak akan mengizinkan kamu menginjakkan kakimu di rumahku. Kau tidak lupakan rumah yang aku, anak-anakku serta pamanmu itu tempati? Rumah itu milikku. Warisan dari kedua orang tuaku. Bahkan sejak aku menikah dengan pamanmu. Sejak itulah kami tinggal di rumah itu. Sampai detik ini, pamanmu itu belum membeli rumah untukku dan anak-anakku. Tapi aku tidak mempermasalahkannya. Karena aku tidak menginginkannya. Dan ditambah lagi janji pamanmu kepadaku dan kedua orang tuaku."
"Jika aku membencimu dan tidak menyukaimu, maka aku tidak akan mau repot-repot ikut membantu setiap kau terkena kasus. Setiap kau punya masalah, suamiku yang selalu menanggungnya. Kau selalu merepotkan suamiku. Padahal kau masih memiliki kedua orang tua yang utuh dan juga dua kakak laki-laki."
"Kedua anakku saja sampai detik ini tidak pernah menyusahkan ayahnya. Tapi kau....!" Dora berbicara dengan berteriak sambil jari telunjuknya menunjuk kearah Talitha. "Kau selalu membuatnya malu, mengganggunya ketika dia sedang sibuk di kantor, menghubunginya ketika dia sedang bersama istri dan anak-anaknya!"
"Sekarang katakan padaku, Talitha Robert! Dimana letak ketidaksukaanku padamu! Selama ini akulah yang selalu menggantikan suamiku untuk membantu membereskan masalahmu. Aku melakukan semua itu hanya ingin meringankan beban suamiku agar suamiku tidak tertekan!"
Mendengar perkataan dari Dora membuat Yusran, Agatha, Aditya dan Divo terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa selama ini adik laki-lakinya/Pamannya/adik iparnya selalu membantu putrinya/adik perempuannya.
Sementara untuk Talitha. Dia juga sama terkejutnya dengan kedua orang tuanya dan kedua kakak laki-lakinya. Dia tidak menyangka jika bibinya itu ikut dalam membantu masalahnya selama ini.
"Talitha," panggil Yusran.
"Iya, Papi!"
"Katakan pada Papi. Apa yang sudah kau lakukan selama ini? Kenapa Papi dan kedua kakak laki-laki kamu tidak mengetahui sama sekali apa yang kamu lakukan diluar sana?" tanya Yusran.
Mendengar pertanyaan dari ayahnya membuat Talitha ketakutan. Dia tidak berani menatap wajah ayahnya. Begitu juga wajah kedua kakak laki-lakinya. Ketiganya menatap tajam Talitha.
Sementara Agatha hanya bisa diam tanpa berkomentar apapun setelah mendengar perkataan demi perkataan dari adik iparnya. Bahkan dia juga tidak berani untuk membela Talitha.
Melihat adik perempuannya tak kunjung buka suara membuat Aditya dan Divo murka.
Aditya melihat kearah sang Bibi. Dia berniat ingin langsung bertanya kepada bibinya itu.
"Jangan ada yang ditutupi lagi, Bibi Dora." Divo menambahkan.
Dora menatap wajah Talitha. Di dalam hatinya sebenarnya Dora begitu menyayangi Talitha. Tidak ada kebencian sama sekali terhadap Talitha sekali pun Talitha selalu menyusahkan dirinya, terutama suaminya.
"Dikarenakan Bibi sayang padamu, Talitha. Tapi terserah kau beranggapan bahwa Bibi selama ini membencimu. Bibi tidak akan mengatakan apapun padamu tentang apa yang sudah kau lakukan di belakang ayahmu dan kedua kakak laki-laki kamu. Biarlah Bibi dan pamanmu saja yang mengetahuinya."
Dora menatap wajah kakak iparnya dan dua keponakan laki-lakinya. Hanya dua hal yang akan Dora sampaikan. Dan selebihnya, Dora akan merahasiakannya.
"Talitha sudah banyak melakukan hal-hal buruk di belakang kalian selama ini. Talitha suka mengganggu dan merusak hubungan orang lain."
Mendengar perkataan dari Dora membuat Yusran, Aditya dan Divo terkejut.
"Jadi maksud Bibi kalau Talitha menjadi pihak ketiga dari hubungan orang lain. Baik itu hubungan percintaan sepasang kekasih maupun orang yang sudah menikah?" tanya Divo.
"Iya," jawab Dora. "Dulu ketika pacaran bersama Tommy. Talitha tidak benar-benar mencintainya. Talitha hanya mencintai hartanya. Ketika mendengar kabar bahwa Tommy tidak memiliki apa-apa lagi, Talitha dengan kejam meninggalkan Tommy dan mencari pacar baru. Dan lebih parahnya pacar barunya itu sudah memiliki calon istri."
Mendengar perkataan dari Dora membuat Yusran, Aditya dan Divo terkejut.
"Talitha mengulangi hal yang sama," sahut Dora selanjutnya dengan menatap tajam Talitha.
"Siapa kali ini korbannya?" tanya Aditya.
"Korbannya masih orang yang sama," jawab Dora.
"Maksud Bibi, mantan kekasihnya Talitha?" tanya Divo.
"Iya. Dia adalah Tommy Alexander mantan kekasihnya Talitha. Dan mantan kekasihnya itu sudah memiliki kekasih. Dan nama kekasihnya itu adalah Kimberly Aldama. Dan Talitha ingin kembali merebut Tommy dari Kimberly."
Aditya dan Divo menatap tajam Talitha. Keduanya tak habis pikir akan kelakuan adik perempuannya.
Plak!
Aditya memberikan tamparan keras di wajah Talitha sehingga membuat wajahnya berbekas dan sudut bibirnya berdarah.
"Kau benar-benar menjijikkan, Talitha."
"Yang membuat aku marah sehingga memberikan tamparan keras di wajah Talitha adalah gara-gara ulah Talitha, aku harus kehilangan rumah yang selama ini aku, suamiku dan anak-anakku tinggal," ucap Dora dengan suara lirihnya.
Mendengar perkataan dari Dora membuat Yusran, Agatha, Aditya, dan Divo terkejut. Begitu juga dengan Talitha.
"Apa maksudmu, Dora?" tanya Yusran.
"Talitha meminta suamiku untuk menipu perusahaan Tommy dengan cara mengajak kerjasama."
"Talitha bahkan memberikan ide kepada suamiku dengan membuat dokumen kerjasama dengan menggunakan tinta yang mudah hilang. Jadi dengan begitu....."
Perkataan Dora terpotong karena Divo langsung memotongnya.
"Dengan begitu tulisan yang ada di dalam dokumen itu akan hilang dan menyisakan tanda tangan dari pemilik perusahaan. Dan setelah itu, tulisan-tulisan itu akan dirubah. Benarkan?"
"Iya. Kau benar, Divo!"
Divo terkejut. Begitu juga dengan Yusran dan Aditya. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Talitha akan melakukan hal sekeji itu. Begitu juga dengan Agatha
"Tapi kenapa Paman Yosefh mau melakukannya?" tanya Aditya bingung.
"Seharusnya Paman Yosefh menolaknya," sela Divo.
"Semua itu hanya sandiwara. Paman kalian tidak benar-benar ingin merebut perusahaan itu. Tujuannya agar Talitha bisa menjadi pahlawan didepan Tommy. Jika Talitha berhasil mengembalikan perusahaan itu kepada Tommy, maka Tommy akan jatuh cinta padanya dan meninggalkan Kimberly kekasihnya."
Lagi-lagi perkataan dari Dora membuat Yusran, Aditya dan Divo terkejut.
"Namun sayangnya, akibat ulah Talitha. Paman kalian yang tak lain adalah suamiku harus kehilangan perusahaan. Bahkan aku juga harus kehilangan rumah yang kami tempati selama ini."
"Tommy si pemilik perusahaan TMy'Alxdr Corp yang sudah dicurangi oleh perusahaan Jy'Hs milik suamiku melakukan pembalasan dengan cara yang sama."
Dora berbicara dengan nada lirih dan bergetarnya dan disertai dengan air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya.
Dora menatap tajam Talitha. Dia benar-benar tidak terima jika harus kehilangan rumah.
"Bibi tidak akan pernah memaafkan kamu, Talitha. Gara-gara perbuatanmu bibi harus kehilangan rumah. Paman yang selama ini membelamu juga harus kehilangan perusahaannya. Kau tahukan bagaimana perjuangan dan perjalanan Pamanmu dalam membangun perusahaannya. Dan karena ulahmu semuanya hancur."
"Dan kemungkinan besar Tommy akan melakukan hal yang sama kepada keluarga ini. Bahkan keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora juga ikut terkena imbasnya."
"Tunggu dulu. Apa maksud dari perkataanmu itu, Dora?" tanya Yusran.
"Tommy itu adalah adik laki-laki dari Arka Alexander. Dan Arka Alexander adalah putra sulung dari Andrean Alexander. Kalian pasti mengenal mereka bukan?"
Mendengar Dora menyebut nama Arka Alexander dan Andrean Alexander membuat Yusran, Aditya dan Divo seketika ketakutan. Begitu juga dengan Agatha karena Agatha sudah tahu sejak awal tentang status Tommy. Maka dari itulah kenapa Agatha tiba-tiba menyukai Tommy dan ingin menjadikan Tommy menantunya kembali.
Yusran, Aditya dan Divo sangat mengenal seperti apa sepak terjang dari Arka Alexander dan Andrean Alexander. Keduanya sama seperti keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo. Bahkan mereka juga tahu akan kekejaman ayah dan anak itu.