
Sementara Fathir, Nashita dan anggota keluarga lainnya terkejut mendengar perkataan dari sang Dokter.
"Apa maksud Dokter? Kami tidak mengerti. Selama ini kami selalu menjaga pola makan Kimberly dan selalu mengingatkan Kimberly untuk berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman," ucap Nashita.
"Dari hasil pemeriksaan. Di dalam tubuh nona Kimberly terdapat udang dan strawberry. Dan itu membuat tubuh nona Kimberly melemah dan kembali mengalami hal-hal buruk seperti dulu," ucap Dokter itu.
Mendengar ucapan dari sang Dokter membuat Nashita, Fathir dan semua anggota keluarganya terkejut. Di dalam hati mereka masing-masing berkata 'bagaimana mereka bisa kecolongan dan bagaimana bisa Kimberly melupakan bahwa dia memiliki alergi terhadap udang dan strawberry'.
"Sejak kami mengetahui kalau Kimberly memiliki alergi. Kami semua tidak ada yang mengkonsumsi udang dan strawberry. Bahkan kami tidak pernah menyediakan dua itu di rumah," ucap Nashita.
"Begitu juga dengan kami. Setiap Kimberly datang berkunjung. Kami tidak pernah memasak udang dan membuat jus strawberry, walau anak-anak kami sangat menyukai strawberry. Tapi mereka semua rela menghentikannya demi Kimberly," sahut Liana, Helena dan Clarita bersamaan.
"Bagaimana dengan nona Kimberly sendiri? Siapa tahu nona......"
Perkataan sang Dokter terhenti karena Billy sudah terlebih dulu bersuara.
"Adik sepupuku tidak akan melukai dirinya sendiri setelah dia mengetahui alergi yang dia derita membahayakan kesehatan dan nyawanya."
Mendengar ucapan lantang dari Billy. Ditambah lagi dengan wajah dingin Billy ketika menatap wajah sang Dokter membuat Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda, Riyan dan anggota keluarga lainnya sangat tahu akan sikap Billy. Billy begitu menyayangi adik sepupunya. Apapun akan Billy lakukan untuk kebaikan Kimberly. Begitu juga dengan Kimberly.
Fathir, Nashita dan anggota keluarga lainnya juga tahu bagaimana sifat Kimberly. Dua hal yang dimiliki oleh Kimberly jika sudah berhadapan dengan Billy. Dua hal itu adalah Takut dan Penurut. Sama halnya jika berhadapan dengan keempat kakak laki-lakinya.
Kimberly itu paling takut dengan keempat kakak-kakaknya dan Billy. Jika keempat kakak-kakaknya dan Billy sudah dalam keadaan marah. Sekali mereka berucap, Kimberly langsung menurut tanpa memberikan komentar apapun kepada keempat kakak-kakaknya dan juga Billy.
Marahnya keempat kakak-kakaknya dan Billy kepada Kimberly bukan dalam bentakkan atau berkata dengan suara keras. Marahnya mereka adalah dengan menyebut nama lengkap Kimberly sembari memberikan tatapan tajamnya kepada Kimberly. Begitu juga dengan sepupunya yang lain. Kimberly sangat menghormati mereka semua.
"Sayang," ucap Ammar sembari mengusap lembut punggung putranya. Kebetulan Ammar berdiri di samping Billy.
"Adik sepupuku tidak akan salah makan. Apalagi salah minum. Dia selalu berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman. Selama di sekolah Kimberly itu hanya memesan nasi goreng dan jus pokat. Hanya dua itu yang dipesan oleh Kimberly ketika berada di kantin sekolah. Kalau pergi jalan-jalan keluar, Kimberly selalu bersama keempat sahabatnya sahabatnya." Aryan berucap dengan menatap dingin wajah dokter tersebut.
Aryan berbicara dengan wajah dinginnya dan tatapan matanya menatap tak suka kearah sang Dokter yang mengatakan bahwa sepupunya sengaja melukai dirinya sendiri.
"Rere, Santy, Sinthia, Catherine!" panggil Nashita.
"Setiap kita pergi jalan-jalan. Kita pasti selalu singgah ke cafe untuk makan. Dan selama bersahabat dengan Kimberly. Kita hanya melihat Kimberly memesan minuman teh hangat dan juga capuccino. Kadang-kadang juga karena lagi iseng, Kimberly mesan kopi. Hanya itu dan nggak ada yang lainnya."
"Lalu untuk makanannya, bagaimana?" tanya Clarita sang bibi.
"Kimberly akan memesan spaghetti. Dan dua makanan lainnya yaitu pizza dan stik daging."
Mendengar jawaban demi jawaban dari keempat sahabatnya Kimberly membuat semua anggota keluarga merasakan kelegaan. Mereka semua yakin kalau Kimberly tidak akan sembarangan memilih makanan dan minuman. Begitu juga dengan Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan. Mereka percaya kepada putrinya/adik perempuannya.
"Kejadian yang menimpa Kimberly ada hubungannya dengan orang-orang yang tidak menyukai Kimberly selama di sekolah!"
Mereka terkejut dengan perkataan Triny. Mereka semua menatap kearah Triny untuk meminta kejelasan.
"Apa maksudmu, sayang?" tanya Nirvan.
Nirvan dan semua anggota keluarga baik dari keluarga Aldama maupun dari keluarga Fidelyo. Mereka semua tahu bahwa beberapa teman-teman sekolahnya Kimberly tidak menyukai Kimberly. Bahkan mereka sering mengganggu dan mencari masalah dengan Kimberly.
Masalah Kimberly yang dipanggil oleh kepala sekolah karena telah melukai lima teman sekelasnya. Anggota keluarganya juga mengetahuinya. Mereka semua mendapatkan laporan dari Billy dan Aryan.
Mendengar ucapan Triny membuat semua anggota keluarganya terkejut. Mereka tidak menyangka jika teman-teman sekolahnya Kimberly melakukan hal menjijikkan itu.
Jason melihat kearah adik sepupunya. "Apa mereka lagi yang melakukannya?"
Mendengar pertanyaan Jason membuat semua anggota keluarganya kembali terkejut.
"Bukan, kak! Ini orang yang lain. Bukan teman-teman sekelasnya Kimberly," jawab Triny.
Billy menatap wajah kakak sepupunya itu. "Kakak Jason tidak perlu khawatir. Aku janji sama kakak. Aku akan buat perhitungan sama orang itu. Aku nggak akan maafkan orang itu karena sudah nyakitin Kimberly."
"Aku juga akan membalas mereka karena sudah menyakiti Kimberly," sahut Tommy.
"Tapi Mommy minta satu hal sama kalian semua. Jangan terlalu kejam ketika membalas mereka. Dan jangan sampai melukai mereka. Bagaimana pun mereka teman-teman sekolah kalian dan Kimberly. Bukan musuh-musuh keluarga kita."
Jason berbicara lembut kepada keponakan-keponakannya sembari tangannya mengusap lembut kedua pipi Billy, Aryan, Triny dan Risma secara bergantian itu. Nashita tahu bagaimana sifat dan watak keponakan-keponakannya, terutama Billy dan Aryan. Sifat kejam keponakannya itu sama dengan keempat putranya.
"Mommy nggak perlu khawatir. Aku dan yang lainnya nggak akan melewati batasanku ketika memberikan hukuman kepada orang-orang yang sudah menyakiti Kimberly. Dan aku akan selalu mendengar nasehat Mommy, Daddy, Ayah, Bunda, Mami dan Papi!"
Fathir dan Nashita tersenyum ketika mendengar perkataan dari Billy. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.
Fathir menatap kearah sang Dokter lalu berkata, "Lalu bagaimana keadaan putri saya, Dokter?"
"Untuk kondisi nona Kimberly saat ini sangat lemah. Alergi yang diderita nona Kimberly langsung membuat kondisi kesehatan nona Kimberly langsung menurun. Tapi tuan Fathir dan nyonya Nashita tidak perlu khawatir. Hanya butuh tiga atau lima hari dirawat di rumah sakit. Kondisi nona Kimberly akan kembali pulih. Tapi selama satu minggu ke depannya mungkin nona Kimberly akan mengalami mual-mual akibat lambungnya yang mengalami luka akibat udang dan strawberry yang dikonsumsi secara bersamaan dan dalam dosis yang banyak."
Mendengar penjelasan dari sang Dokter membuat mereka semua sedih. Tapi tidak dengan Tommy, Billy, Aryan, Triny dan Risma. Mereka mengepalkan kuat tangannya. Mereka benar-benar marah terhadap orang yang sudah menyakiti kesayangannya.
"Ya, sudah kalau begitu. Saya permisi kembali ke ruangan saya," pamit Dokter itu.
"Baiklah, Dokter!"
Setelah itu, Dokter tersebut pun pergi meninggalkan ruang rawat Kimberly.
Ammar yang masih penasaran dengan penjelasan Billy yang mengatakan bahwa teman-teman sekolahnya yang membuat sepupunya masuk ke rumah sakit kembali bertanya.
"Billy," panggil Ammar.
Billy langsung melihat kearah ayahnya. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Iya, Ayah!"
"Kalau ayah boleh tahu. Kenapa kamu bisa berpikir jika teman-teman sekolah kamu yang melakukan hal menjijikkan itu kepada Kimberly? Dan kenapa kamu bisa tahu bahwa ada yang mencampuri makanan dan minuman milik Kimberly?"
"Aku tahu dari sahabatku Mirza. Mirza menghubungiku dan mengatakan bahwa ada udang dan strawberry di dalam makanan dan minuman Kimberly."
"Terus sahabat kamu itu tahu dari mana?" tanya Rafassya.
"Dia membawa makanan dan minuman Kimberly ke laboratorium dan mengeceknya disana," jawab Billy.
Mendengar jawaban demi jawaban dari Billy membuat mereka semua tersenyum. Mereka bahkan tak menyangka jika sahabatnya Billy itu sampai melakukan hal itu demi Kimberly.