
Azka kini tengah bersiap untuk pergi ke sekolah. Dengan seragam yang di keluarkan membuat dia terlihat sangat cool. Azka melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul setengah tujuh.
Azka segera memasuki mobilnya dan mengendari dengan kecepatan sedang. Walaupun dia cowok nakal di sekolah, namun jika menyangkut masalah waktu Azka selalu on time.
Di tengah perjalanan mobil yang di kendarai Azka tiba-tiba mogok.
"Aakkhhh! ini mobil kenapa sih." kesal Azka dengan frustasi.
Azka pun keluar dari mobilnya untuk mengecek dan ternyata aki mobilnya kering. Azka mendengus kesal. Dia paling malas dengan masalah seperti ini yang membuat dirinya kebingungan di pinggir jalan. Memalukan!
Sebuah mobil berhenti di belakangnya, Azka menoleh menunggu sosok yang ada di dalam mobil itu. Kaca mobil belakang itu mulai di buka menampakkan seorang gadis cantik. Gadis itu adalah Kimberly Aldama. Hari ini Kimberly minta diantar sama sopirnya.
"Mobilnya kenapa?" tanya Kimberly.
Azka diam ia mengamati seragam gadis itu. Setelah memastikan bahwa seragamnya sama. Azka langsung menghampiri mobil perempuan itu dan membuka pintu depan mobilnya. Azka langsung duduk bersampingan dengan supir. Tentu saja Kimberly yang ada di belakangnya tercengang.
"Jalan!" seru Azka datar dan dengan bodohnya sang supir menurutinya.
"Paman Harris, kenapa nurutin perintah dia. Ini kan mobil aku bukan mobilnya dia!" kesal Kimberly.
"Maaf non dari pada non Kimberly telat. Lebih baik Paman menuruti keinginan pemuda ini," jawab Harris.
Kimberly hanya bisa mendengus kesal ketika mendengar jawaban dari Harris. Baru kali ini dia menemui cowok yang kelakuannya nggak sopan! Enak saja main masuk mobil orang.
Kimberly menatap cowok yang duduk di jok depannya itu. Nampaknya cowok itu sedang bermain ponsel dan tangan kananya bersandar dengan santai di sandaran jok. Sepertinya cowok ini selain tidak sopan ia juga lupa diri, lihat saja dia bahkan seakan-akan berada di mobilnya sendiri.
"Nama lo siapa?" tanya Kimberly.
Hening...
Tidak ada jawaban dari Azka. Oke ternyata cowok ini menyebalkan juga. Kimberly membatin
***
Mobil Kimberly sudah sampai di depan sekolah yang sudah terlihat beberapa murid-murid yang hadir. Sedangkan cowok yang duduk di jok depannya sudah bersiap membuka pintu dan dengan santainya berjalan masuk ke dalam gerbang sekolah.
"What?" ucap Kimberly pada dirinya sendiri.
"Bahkan dia nggak bilang terima kasih?" ucap Kimberly menatap kesal cowok tersebut.
Kimberly segera turun dari mobilnya dan mengejar cowok tidak tau diri itu.
"Woyy!" teriak Kimberly kepada Azka.
Azka menoleh dia masih dengan posisi tenang dan menunggu Kimberly menghampirinya.
Pertama yang Kimberly lihat adalah nama tag di seragam cowok itu.
"Azka." desis Kimberly.
"Namanya bagus sih, tapi sayang kelakuannya bar-bar banget!" ucap Kimberly.
Azka hanya díam karena berdebat dengan perempuan bukan levelnya.
"Kayaknya selain lo gak tau diri. Lo juga bisu ya," ejek Kimberly.
Namun sepertinya perempuan ini memancingnya untuk berbicara, its okey!
"Ada urusan sama gue?" tanya Azka.
"Akhirnya ngomong juga lo," batin Kimberly.
"Oh tentu dong. Pertama, lo udah numpang mobil gue seenaknya. Kedua, lo nggak tahu berterima kasih karena udah dapat tumpangan dari gu...."
"Thanks tumpangannya. " potong Azka cepat dan segera berlalu.
Lagi-lagi Kimberly dibuat melongo dengan sikap cowok itu. Seumur hidupnya ini baru pertama kali Kimb mendapat sikap acuh oleh seorang cowok.
"Dasar nggak punya otak! Tampang doang yang ganteng, kelakuan minus!" teriak Kimberly.
"Dasar cowok nggak tahu diri!" teriak Kimberly lagi.
Dan teriakan-teriakannya itu didengar oleh murid-murid yang berlalu lalang. Kimberly yang ditatap oleh para murid-murid lainnya hanya bersikap masa bodoh. Dirinya tidak peduli.
Setelah itu, Kimberly melanjutkan langkahnya untuk menuju kelasnya. Dia bahkan berjalan sambil terus mengomel dan menyumpahi kelakuan cowok tersebut.
^^^
"Sialan, bodoh, kampret, monyet, hitam, bau, dodol!" teriak Kimberly.
"Hahahahahaha."
Satu kelas tertawa keras ketika mendengar kata-kata indah yang keluar dari mulut Kimberly, termasuk Enzi mantan teman Syafina.
Yah! Sejak kejadian dimana Syafina, Molly dan Sheela ingin menyerang Kimberly dan keempat sahabatnya dari belakang hingga berakhir Syafina yang menarik tubuh Enzi sehingga Enzi yang terkena tendangan dari Kimberly, sejak itulah Enzi sadar. Dirinya memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan pertemanan dengan Syafina dan keempat temannya yang lain.
Sementara untuk Syafina dan keempat teman-temannya hanya menatap jijik kearah Kimberly.
Bagaimana dengan Rere, Santy, Sinthia, dan Catherine? Sudah pasti mereka seketika membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan indah yang keluar dari mulut Kimberly.
Setelah mengeluarkan kata-kata indahnya, Kimberly melangkahkan kakinya menuju kursinya dan duduk anteng disana.
Melihat Kimberly sudah duduk di kursinya. Rere, Santy, Sinthia dan Catherine memutuskan untuk duduk kembali di kursinya.
"Kenapa lo?" tanya Rere.
"Kusut amat tuh muka," ejek Rere.
"Jelek tahu," ledek Sinthia
"Kita-kita nggak mau punya sahabat jelek dan butek. Apalagi kayak muka lo yang sekarang ini. Benar-benar jelek," ejek Santy.
Mendengar ejekan dan ledekan dari keempat sahabatnya membuat Kimberly makin memperlihatkan wajah kusutnya.
"Ada apa sih? Cerita dong," tanya Catherine.
"Gue tadi di perjalanan menuju ke sekolah ketemu gorila hitam. Lalu gorila itu masuk ke dalam mobil gue. Gorila nya bisa ngomong dan nyuruh Paman Harris buat menjalankan mobilnya."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Rere, Santy, Sinthia dan Catherine seketika membelalakkan matanya. Begitu juga dengan teman-teman sekelasnya. Dalam hati mereka berkata, "Apa benar ada gorila lalu masuk ke dalam mobilnya Kimberly? Dan apa benar gorila nya bisa ngomong?"
"Yang benar lo?" tanya Sinthia.
"Jadi lo nggak percaya sama gue?" Kimberly balik memberikan pertanyaan kepada Sinthia.
"Ya, bukan gitu. Secara lo bilang ketemu gorila di perjalanan menuju sekolah. Dan gorila itu langsung masuk ke dalam mobil lo," ucap Sinthia.
"Iya, memang begitu!" sahut Kimberly.
"Kalau memang gorila nya masuk ke dalam mobil lo. Seharusnya lo udah nggak ada di dunia ini, Kim!" ucap Rere membalas perkataan Kimberly dan Sinthia.
"Yak, Rere sialan! Lo nyumpahi gue mati, hah?! Sebelum gue mati. Gue bakal buat lo terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta!" teriak melengking Kimberly.
Mendengar ucapan dan teriakan Kimberly membuat Rere seketika menelan ludahnya secara kasar.
Setelah itu, Kimberly langsung mengapit kepala Rere dibawah ketiaknya sehingga membuat Rere berteriak.
"Yak, Kim! Lo benaran mau bunuh gue?!" tanya Rere.
"Iya, kenapa? Apa lo mau mengatakan sesuatu untuk yang terakhir kalinya, hah?!"
"Lo tega mau bunuh gue. Ntar kalau gue mati benaran, bagaimana? Lo nggak sedih? Lo nggak nangis? Secara gue adalah sahabat lo yang paling imut, paling menggemaskan, paling cantik dan paling kece badai. Ntar lo kangen sama gue kalau gue udah nggak ada!"
Mendengar ucapan dari Rere membuat Kimberly membelalakkan matanya syok. Begitu juga dengan Santy, Sinthia dan Catherine. Termasuk teman-teman sekelasnya. Mereka semua tidak menyangka jika Rere akan mengatakan hal itu.
"Dah, Fix! Kim, lanjut!" seru Sinthia dan Catherine bersamaan.
"Sinthia, Catherine! Sialan! Kalian benar-benar ya!" teriak Rere.
"Dah, hajar Kim. Jangan kasih kendor," ucap Santy menambahkan.
"Santy, lo jangan ikut-ikutan!" teriak Rere.
Kimberly masih menekan kepala Rere dengan pergelangan tangannya sehingga membuat wajah Rere mengarah kepada ketiak Kimberly.
"Ketiak lo bau ikan asin, sialan!" teriak Rere.
"Oh, kebetulan. Ini cium."
"Yak! Kimberly setan!" teriak Rere.
"Hahahahahaha!" satu kelas tertawa keras melihat kelakuan Kimberly dan Rere.