THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kebersamaan Keluarga Alexander



Kimberly melangkah memasuki rumah mewahnya dan langsung menuju ke arah dapur. Kimberly tahu jika Mommy nya ada di dapur sedang memasak menyiapkan makan siang untuknya, untuk Daddynya dan untuk kakak-kakaknya.


"Mommy, putrimu yang cantik sudah pulang!" teriak Kimberly sembari menduduki pantatnya di kursi meja makan.


Sementara Nashita yang sedang menyiapkan makan siang hanya tersenyum ketika mendengar teriakan putri kesayangannya.


"Mommy, lapar!" teriak Kimberly lagi.


Nashita datang dengan membawa dua kotak susu pisang kesukaan putrinya itu. Susu itu langsung diletakkan tepat di hadapan putrinya itu.


Seketika terukir senyuman manis di bibir Kimberly kala melihat dua susu pisang di hadapannya.


"Mommy, terima kasih!" Kimberly langsung meminum susu pisang itu dengan semangat.


Nashita tersenyum gemas melihat putrinya begitu antusias meminum susu pisang tersebut. "Pelan-pelan, sayang. Gak akan ada yang minta juga kok," ucap Nashita sembari tangannya mengusap lembut kepala putrinya.


"Lebih baik kamu ganti seragamnya dulu. Sebentar lagi Mommy selesai masaknya," ucap Nashita.


"Baik, Mom!"


Kimberly langsung beranjak dari duduknya. Dan melangkahkan kakinya menuju kamar yang ada di lantai dua.


Setelah sepuluh menit Kimberly pergi ke kamarnya. Terdengar bell berbunyi dari luar rumah.


Mendengar bell berbunyi seorang pelayan berlari membukakan pintu. Dan beberapa menit kemudian, terdengar suara dari lima orang yang melangkahkan kaki memasuki ruang tengah.


"Kami pulang!"


Mereka adalah Fathir Aldama dan keempat anak laki-lakinya yaitu Jason, Uggy, Enda dan Riyan.


Fathir dan keempat putranya menduduki pantatnya di sofa. Mereka melepaskan rasa lelahnya sebentar disana.


Sementara Nashita dan dua pelayan sudah selesai lima menit yang lalu menyiapkan dan menata beberapa makanan serta minuman di atas meja.


Setelah selesai, Nashita menuju ruang tengah untuk menghampiri suami dan keempat anak laki-lakinya.


Setibanya di ruang tengah, Nashita tersenyum melihat suami dan keempat anak laki-lakinya terkulai lemah karena lelah habis berperang dengan berkas, laptop dan para karyawannya.


Tangan Nashita membelai lembut kepala suami dan keempat anak laki-lakinya secara bergantian.


Merasakan sentuhan lembut di kepalanya. Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan membuka kedua matanya dan melihat wanita yang paling cantik, paling lembut, penuh cinta tersenyum kepada mereka.


"Kalian pasti lelah. Lebih baik kalian mandi biar segar. Setelah itu kita akan makan siang bersama."


"Apa adik perempuan kami sudah pulang dari sekolahnya, Mom?" tanya Riyan.


"Sudah, sayang! Sekarang Kimberly berada di kamarnya," jawab Nashita.


"Mommy ada nanya gak Kimberly pulang dengan siapa? Bisa saja Kimberly pulang diantar sama Tommy," ucap dan tanya Enda.


Mendengar perkataan Enda. Fathir, Nashita, Jason, Uggu dan Riyan melihat kearah Enda.


"Tommy? Siapa Tommy?" tanya Fathir, Nashita, Jason, Uggu dan Riyan.


"Tommy itu Kakak kelasnya Kimberly dan sahabatnya Billy. Dia berasal dari keluarga Alexander. Aku dapat kabar kalau Tommy ini cinta sama Kimberly sejak pertemuan pertamanya dengan Kimberly di Perpustakaan kota saat itu," jawab Enda.


"Jangan bilang kalau laki-laki yang memeluk Kimberly saat di Perpustakaan itu guna untuk melindungi Kimberly agar tidak ketiban buku-buku tebal itu adalah Tommy?" tanya Jason.


"Iya, Kak! Laki-laki yang memeluk Kimberly saat itu adalah Tommy. Bahkan Tommy sudah minta maaf kepada Kimberly karena sudah lancang meluk Kimberly. Dikarenakan Kimberly sudah takut duluan. Kimberly pergi begitu saja meninggalkan Tommy dan datang ke Perusahaanku." Enda menjelaskan tentang Tommy kepada keluarganya.


Mendengar cerita dari Enda. Fathir, Nashita, Jason, Uggy dan Riyan tersenyum bahagia. Mereka bahagia jika ada yang mencintai putri/adik manis mereka.


"Apa Kimberly juga cinta sama Tommy? Secara Kimberly pernah gagal sekali. Aku tidak mau jika Tommy sama dengan laki-laki brengsek itu, Kak Enda!" Riyan berbicara sembari menatap wajah Enda.


"Kamu tidak perlu khawatir jika Kimberly akan tersakiti untuk yang kedua kali. Tommy tidak sama seperti laki-laki brengsek itu. Bahkan Tommy itu sama seperti Kimberly. Sama-sama tersakiti akan pasangannya dulu," jawab Enda.


"Dan satu lagi. Kalian pasti bakal terkejut apalagi Daddy!" seru Enda sambil melihat kearah ayahnya. Mereka makin menatap Enda dengan raut penasaran.


"Apa itu Enda?" tanya Fathir.


"Jangan buat kami penasaran," sela Uggy.


Enda tersenyum melihat wajah-wajah penasaran kedua orang tuanya, kedua kakaknya dan adiknya.


"Apa Daddy benar-benar melupakan sahabat Daddy yang berasal dari keluarga Alexander itu?" tanya Enda dengan menatap wajah ayahnya.


Mereka semua melihat wajah Fathir. Terlihat jelas jika Fathir sedang berusaha mengingat keluarga Alexander.


Setelah beberapa menit memikirkan tentang keluarga Alexander, seketika Fathir tersenyum. Melihat Fathir yang tersenyum. Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan menyakini bahwa suami/ayah sudah mengingatnya.


"Iya. Daddy sudah ingat. Andrean Alexander, sahabat Daddy ketika sama-sama sekolah dulu. Bahkan kita juga satu Universitas dan satu Fakultas!" seru Fathir.


"Tommy itu adalah putranya dari sahabat Daddy itu!" seru Enda.


"Yang benar, sayang?" tanya Fathir.


"Iya," jawab Enda.


"Dari mana kamu tahu, sayang?" tanya Nashita.


"Aish, Mommy! Apa Mommy lupa jika kami putra-putra Mommy menyuruh beberapa orang untuk mengawasi Kimberly secara diam-diam?" tanya Enda.


"Hehehehe." Nashita hanya terkekeh. "Iya, maaf! Mommy lupa," jawab Nashita.


"Ya, sudah! Sana buruan mandi. Mommy mau ke kamar adik kalian!" seru Nashita kepada keempat putranya.


Nashita melihat kearah suaminya. "Kamu juga sayang."


"Siap, ratuku!"


"Siap ibu suri," sahut Jason dan ketiga adiknya.


^^^


Semuanya telah berkumpul di meja makan. Mereka makan siang dengan penuh hikmat dan sesekali bercanda dan menjahili satu sama lainnya.


"Kim," panggil Fathir.


Mereka tersenyum gemas melihat Kimberly yang mengunyah makanannya. Bagi mereka terlihat imut dan menggemaskan.


"Apa kamu sudah punya pacar, sayang?" tanya Fathir blak-blakkan.


"Uuhuukk." Kimberly seketika tersendat ketika mendengar pertanyaan dari ayahnya.


"Astaga, sayang!" Nashita langsung berdiri dan menghampiri putrinya.


"Kamu tidak apa-apa, Nak? Maafkan Daddy ya sudah ngasih pertanyaan seperti tadi." Fathir terlihat khawatir dan juga panik ketika melihat putrinya tersendat mendengar pertanyaan darinya.


"Kamu tidak apa-apa, sayang?" tanya Nashita sembari mengurut sedikit tengkuk putrinya.


"Aku tidak apa-apa, Mom." Kimberly menjawabnya dengan lembut.


Setelah dipastikan putrinya baik-baik saja. Nashita kembali ke kursinya.


Kimberly melihat kearah ayahnya. Dan dapat dilihat olehnya. Ayahnya menatapnya khawatir. "Dad, jangan melihatku seperti itu. Aku tidak apa-apa, oke! Daddy tidak perlu khawatir."


"Kamu yakin, sayang? Pasti tenggorokannya sakit ketika tadi tersendat," ucap Fathir yang masih khawatir menatap putrinya.


Kimberly berdiri dari duduknya, lalu mendekati ayahnya. Setelah itu, Kimberly memeluk ayahnya dari belakang dan memberikan kecupan sayang di pipi kiri dan kanan.


"Aku baik-baik saja," ucap Kimberly.


"Sekarang Daddy sudah percaya jika putri cantik Daddy ini benar-benar tidak apa-apa," jawab Fathir.


Kimberly langsung melepaskan pelukannya ketika mendengar jawaban dari ayahnya. Kimberly kembali ke kursinya sambil mempoutkan bibirnya kesal. Mereka yang melihatnya tersenyum gemas.


"Kamu lucu sekali, Kim!" goda Riyan.


"Bodo," jawab Kimberly.


"Hahahaha." mereka tertawa.


Mereka kembali melanjutkan makan siangnya walau sesekali mereka melirik kearah Kimberly sembari menahan tawanya kala sang suami/sang ayah yang berhasil menipu Kimberly dan berakhir mendapatkan dua kecupan dari Kimberly.


***


Tommy bersama anggota keluarganya sedang berada di ruang tengah. Mereka selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul disana jika telah selesai dengan kegiatan mereka di luar rumah.


"Bagaimana hubungan kamu dengan Kimberly, Nak?" tanya Lusiana.


"Baik-baik saja, Mi!" Tommy menjawab pertanyaan dari ibunya.


"Apa kamu sudah resmikan hubungan kamu dengan Kimberly?" tanya Salsa.


"Belum. Tapi aku mengatakan kepada Kimberly bahwa dia hanya milikku. Dan tidak ada yang boleh memilikinya," jawab Tommy.


"Apa?! Kamu bilang gitu sama Kimberly?" tanya Sovia terkejut. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Iya," jawab Tommy singkat.


"Terus apa tanggapan Kimberly?" tanya Arka selaku saudara tertua.


"Kimberly hanya tersenyum menatap wajahku. Dan terlihat dari wajahnya yang malu-malu," jawab Tommy.


"Tapi ada sedikit gangguan dalah hubungan kami," sahut Tommy


"Gangguan?" tanya Andrean.


"Iya, Pi! Talitha balik dari Amerika. Lebih parahnya lagi wanita sialan itu mendaftar sekolah di sekolahku. Dan satu kelas dengan Kimberly."


"Apa?" kedua orang tuanya Tommy dan saudara-saudaranya terkejut.


"Apa itu benar, sayang?" tanya Lusiana.


"Iya, Mi!"


"Dasar perempuan gak tahu diri," ucap Lusiana.


"Bukan itu saja. Mantan dari Kimberly juga memutuskan keluar dari sekolah lamanya dan mendaftar ke sekolahnya Kimberly. Nama mantan kekasihnya Kimberly itu adalah Antoni," ucap Tommy.


"Apa?!"mereka kembali terkejut ketika mendengar cerita dari Tommy.


"Aku dan Kimberly memiliki masalah yang sama. Sama-sama tersakiti. Kami sama-sama disakiti oleh pasangan kami dan berakhir dicampakkan. Mantan Kimberly itu bernama Antoni Archard."


"Oh. Jadi mantan kekasihnya Kimberly itu dari keluarga Archard?" tanya Andrean.


"Iya, Pi! Papi kenal dengan keluarga Archard?" tanya Tommy.


"Kenal dekat tidak. Tapi keluarga itu sangat sombong dan angkuh. Suka memandang rendah orang lain. Setiap ada masalah atau jika ada salah satu anggota keluarganya terkena masalah. Keluarga itu langsung menyerang orang tersebut tanpa mencari bukti terlebih dahulu. Dan sialnya. Berakhir mereka mengemis-ngemis minta maaf setelah terbukti bahwa merekalah yang terlebih dahulu berbuat salah." Andrean menceritakan tentang keluarga Archard.


"Hahaha. Dasar," sahut Tommy dengan tawa khasnya. "Keluarga itu sudah mendapatkannya dari keluarganya Kimberly."


"Maksud kamu apa Tommy?" tanya Arka.


"Ibunya Antoni dan kekasih barunya menghina Kimberly di depan umum. Bahkan ibunya Antoni berani menampar Kimberly karena tidak terima calon menantunya dihina. Dan ternyata perbuatan mereka itu telah terekam dan rekaman tersebut langsung dilihat oleh Kakak keduanya Kimberly."


"Benarkah?" tanya Andrean.


"Benar, Pi!"


"Baguslah kalau begitu. Biar mampus mereka. Papi sangat yakin jika keluarga besar Kimberly tidak akan main-main setiap memberikan hukuman kepada orang yang sudah berani mengusik keluarga mereka." Andrean berucap sembari membayangkan bagaimana kejamnya sahabatnya itu.


"Papi benar. Bahkan dua keluarga besar Antoni sekarang ini benar-benar hancur. Perusahaan mereka bangkrut. Semua pebisnis meninggalkan Perusahaan mereka." Tommy membayangkan ketika menyaksikan penderitaan dua keluarga itu.


"Ini pembelajaran untuk kita. Jangan memandang rendah orang yang berada dibawah kita. Justru sebaliknya, kita harus saling menghargai satu sama lainnya. Sekali pun mereka berasal dari kalangan bawah." Lusiana berbicara sembari menatap wajah suami dan anak-anaknya.


"Itulah yang dilakukan oleh Kimberly, Mi! Selama Kimberly pacaran dengan Antoni. Kimberly tidak memberitahu status aslinya kepada Antoni. Bahkan satu sekolah saja tidak tahu jika Kimberly itu putri orang kaya nomor satu di dunia dan di jerman kecuali kepala sekolah. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu dimana keluarga Antoni datang marah-marah ingin menemui Kimberly. Dari situlah semua murid mengetahuinya." Tommy menjelaskannya.


"Mami makin sayang dan bangga sama calon menantu Mami itu,"sahut Lusiana.


Mereka semua tersenyum bahagia saat mendengar ucapan dari ibunya/istrinya. Tak terkecuali Tommy. Tommy benar-benar bahagia dan juga bersyukur bahwa anggota keluarganya begitu bahagia menerima Kimberly menjadi bagian dari keluarga Alexander.


"Aku akan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Kimberly," batin Tommy.