
Arka kini berdiri di hadapan Talitha dengan tatapan matanya menatap tajam Talitha. Sementara Talitha saat ini benar-benar ketakutan. Bahkan dalam hatinya kini merutuki kebodohan yang kembali berurusan dengan wanita iblis seperti Arka.
"Bukankah aku sudah memberikanmu peringatan saat di hotel itu? Apa kau melupakan hal itu, hum?" tanya Arka dengan menatap wajah takut Talitha.
"Seharusnya kau mendengar perkataan, nasehat dan juga peringatan dari kakak Arka saat itu Talitha! Tapi kau malah justru mengabaikannya," ucap Tommy.
"Jika kau saat itu mendengar perkataan dan peringatan dari kakakku, maka hidupmu dan keluargamu tidak seperti ini. Bahkan atas ulahmu semua anggota keluargamu yang tak bersalah terkena imbas akibat kesalahan fatalmu." Kimberly juga ikut bersuara. Tatapan matanya menatap jijik Talitha.
"Kau kembali mengulangi kesalahanmu. Kesalahan yang sama yaitu ingin merusak kebahagiaanku dengan merebutku dari kehidupan Kimberly. Dulu kau mengkhianatiku dengan laki-laki lain hanya karena aku dari keluarga miskin. Bahkan kau dan ibumu dengan sengaja mengundangku untuk memperkenalkan aku dengan calon suamimu sekaligus ingin mempermalukan aku."
"Setelah sekian lama berpisah, tiba-tiba kau kembali dan datang menemuiku. Kau mendaftar sekolah di sekolahku. Kau kembali merayuku dan kembali ingin mendapatkan aku lagi. Semua itu kau lakukan karena kau sudah tahu siapa aku yang sesungguhnya dan berasal dari keluarga mana."
Tommy berucap dengan tatapan matanya menatap tajam kearah Talitha. Dia benar-benar sangat membenci dan juga dendam terhadap Talitha.
Sementara Talitha saat ini benar-benar terkejut ketika mendengar perkataan dari Tommy. Dia tidak menyangka jika Tommy akan berbicara seperti itu kepadanya. Dan Talitha juga terkejut ketika Tommy mengetahui alasan dirinya kembali setelah sekian lama berpisah akibat ulahnya.
Bagaimana dengan keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora ketika mendengar perkataan dari Tommy? Sudah bisa dipastikan kedua keluarga besar itu juga terkejut. Begitu juga dengan ayahnya dan kedua kakak laki-lakinya. Bahkan mereka juga marah terhadap Agatha yang ikut membantu Talitha.
"Apa kau berpikir bahwa seorang Kimberly Aldama akan mengalah dan takut terhadap perempuan sepertimu? Apa kau berpikir seorang Kimberly akan diam saja jika kekasihnya kembali direbut oleh perempuan murahan seperti kamu? Kau salah besar Talitha Robert! Aku bukan wanita lemah yang hanya bisa menangis ketika melihat orang yang dia cintai direbut oleh wanita lain. Justru aku akan berubah menjadi sosok iblis di hadapan orang-orang yang mengusik kehidupanku, apalagi sampai merebut milikku."
"Sekali pun hal itu benar dimana Kimberly takut, lemah dan tidak punya keberanian sama sekali dalam melawan perempuan menjijikkan sepertimu. Kau salah besar jika aku akan tergoda dengan rayuan dan bujukan dari perempuan sepertimu. Jawabannya tentu saja tidak. Aku tidak akan pernah sudi memiliki hubungan lagi dengan perempuan rendahan sepertimu!" bentak Tommy.
"Sekal pun kau berhasil menggoda dan merayu Tomm adikku. Atau bahkan kau berhasil tidur dengannya. Jangan pernah lupakan satu hal, nona Talitha Robert! Tommy adalah putra dari Andrean Alexander. Jadi dengan kata lain kami keluarga besar Alexander dan keluarga besar Almoz tidak sudi menerimamu menjadi bagian dari keluarga kami." Arka berbicara dengan penuh ketegasan dan penekanan di setiap kata.
"Kecuali kau adalah perempuan yang baik, memiliki hati yang bersih dan tidak sombong. Dan tidak mengusik hubungan orang lain. Dengan kata lain kau menyukai seseorang yang ada didalam keluargaku yang belum memiliki pasangan sama sekali. Aku orang yang pertama memberikan restu padamu." Arka berbicara dengan menatap wajah Talitha.
"Tapi sayangnya kau bukanlah perempuan yang kriterianya yang aku sebutkan tadi," ucap Arka lagi.
Mendengar perkataan demi perkataan dari Kimberly, Arka dan Tommy membuat Talitha hanya bisa diam.
Sementara untuk kedua keluarga besar Talitha juga sama seperti Talitha. Mereka semua diam. Mereka tidak tahu mau mengatakan apa lagi untuk meminta pengampunan dari Arka, Tommy dan Kimberly, terutama kepada Tommy orang yang telah disakiti oleh Talitha.
Sejak kedatangan Tommy dan keluarganya. Kedua keluarga besar itu sudah mendapatkan cercaan dan hinaan serta kemarahan yang begitu besar dari tiga keluarga itu.
"Tuan Arka, saya mengerti akan kemarahan anda terhadap Talitha. Saya juga tidak meminta anda untuk memaafkan kesalahannya. Tapi disini kita tidak tahu menahu akan hal ini. Bahkan keluarga kami tidak pernah melakukan hal-hal buruk terhadap siapapun." salah satu anggota keluarga dari pihak Yusran berbicara.
"Iya, tuan. Apa yang dikatakan oleh tuan Andre benar adanya. Kami dari keluarga besar Debora juga tidak pernah mengusik orang-orang diluar sana. Kalau ada, itu karena mereka duluan yang mengusik keluarga kami. Tapi tidak tahu jika Agatha dan Aditya. Kita tidak tahu apa yang mereka lakukan di belakang kami."
Clara yang sedari tadi hanya diam akhirnya angkat bicara. Berlahan Clara berjalan mendekati Talitha.
"Kau sama sekali tidak berubah Talitha. Bahkan sifat jahatmu bertambah dua kali lipat. Kau perempuan ular yang tega mengkhianati kekasihmu dengan cara menjalin hubungan dengan laki-laki lain serta mempermalukan kekasihmu itu. Kau juga seorang wanita yang suka berkhianat ketika diajak kerjasama. Tapi untungnya saat itu aku telah mengetahuinya terlebih dahulu bahwa kau ingin menemuiku dan meminta bantuanku untuk merebut Tommy dari Kimberly sehingga aku mempunyai waktu untuk memikirkan rencana."
Mendengar perkataan dari Clara membuat Talitha terkejut. Dia tidak menyangka jika Clara telah membohonginya.
"Ja-jadi kau...."
Clara tersenyum. Dan detik kemudian...
"Kau pikir aku benar-benar membantumu saat itu, hum? Jawabannya tentu saja tidak," ucap dan tanya Clara.
"Kenapa kau membohongiku, Clara? Bukankah kau sangat membenci Kimberly. Bahkan kau...."
Clara langsung menghentikan perkataan Talitha dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir merahnya.
Clara memegang kuat rahang Talitha sehingga membuat Talitha meringis.
"Dengarkan aku Talitha. Kebencianku terhadap Kimberly di masa lalu itu disebabkan ada masalah di dalam keluargaku. Hal itu tidak ada sangkut-pautnya dengan orang lain. Intinya adalah aku hanya membalas rasa sakitku terhadap perlakuan tak adil kedua orang tuaku dan kakak laki-lakiku terhadapku sehingga aku membalasnya kepada Kimberly. Karena apa? Karena Kimberly memiliki keluarga yang luar biasa perhatian dan peduli terhadap dirinya. Kebencianku terhadap Kimberly karena rasa iri dan cemburuku. Padahal dia sama sekali tidak salah."
Clara makin menguat pegangan tangannya di rahang Talitha sehingga membuat Talitha menjerit kesakitan.
"Berhentilah mengusik kehidupan orang lain. Jangan menjadi parasit."
Setelah mengatakan itu, Clara langsung melepaskan tangannya dan mendorong kuat tubuh Talitha hingga terjatuh di lantai.
"Tuan Tommy, maafkan saya. Masalah tentang perusahaan anda yang sudah menjadi milik saya. Itu hanya pura-pura saja. Ini semua kemauan Talitha. Dia meminta saya untuk melakukan hal itu agar dia bisa mendapatkan anda. Sebenarnya perusahaan itu masih milik anda, tuan Tommy." Yosefh berbicara jujur di hadapan Tommy. Dia berharap Tommy percaya, karena memang seperti itulah kenyataannya.
Tommy yang mendengar perkataan dari Dora dan Yosefh seketika terkejut. Begitu juga dengan Kimberly, Arka dan Clara.
Tommy menatap wajah kakak laki-lakinya. Begitu juga dengan Arka.
Arka seketika langsung menganggukkan kepalanya. Setelah mendapatkan persetujuan dari kakak laki-lakinya dengan anggukan kepala. Tommy kembali menatap wajah Yosefh dan Dora.
"Sebenarnya saya juga sudah tahu jika anda melakukan semua itu atas permintaan dari perempuan sialan itu. Saya sempat mendengar pembicaraannya ketika dia berbicara di telepon. Saya melakukan semua ini hanya untuk memberikan balasan dan hukuman untuknya."
Mendengar perkataan dari Tommy membuat Yosefh dan Dora terkejut. Begitu juga dengan Talitha. Merek tidak menyangka jika Tommy mendengar pembicaraan tersebut.
"Jadi, tuan. Apakah..." perkataan Yosefh terpotong.
"Sama seperti yang barusan anda katakan bahwa perusahaanku itu masih menjadi milikku. Begitu juga dengan perusahaan anda dan juga rumah anda," jawab Tommy.
"Maksud tuan kalau kami tidak benar-benar kehilangan rumah dan perusahaan kami?" tanya Dora dengan linangan air matanya.
"Iya, nyonya."
Yosefh dan Dora saling menatap satu sama lain. Mereka menangis ketika mendengar jawaban dari Tommy.
"Terima kasih, tuan Tommy. Sekali lagi, maafkan kesalahan saya. Kalau begitu kami pamit," ucap Yosefh.
Setelah itu, Yosefh dan Dora langsung pergi meninggalkan rumah milik Yusran. Masalah mereka dengan Tommy telah selesai. Kini tinggal masalah keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora tersisa.
"Tuan Arka, tuan Tommy. Bagaimana dengan kami. Kami sama sekali tidak pernah menyakiti orang. Tolong tuan. Jangan hancurkan keluarga kami hanya karena kesalahan satu orang. Cukup dia saja yang tuan hukum. Jangan bawa-bawa kami."
Seperti yang dikatakan oleh Tommy barusan bahwa semua ini hanya untuk memberikan balasan dan hukuman untuk Talitha.
Baik Tommy maupun Arka sama sekali tidak ada niatan untuk menghancurkan keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora. Apalagi ketika Arka mengetahui latar belakang kedua keluarga besar itu yang jauh dari kata kejahatan dan kecurangan.
Dengan kata lain, dua keluarga besar itu bersih. Kedua keluarga besar itu sama seperti keluarganya dan keluarga Almoz.
"Kalian tidak perlu khawatir. Kami tidak akan membuat hidup kalian hancur hanya karena manusia sampah seperti Talitha," ucap Arka.
"Kami tahu kalian tidak bersalah. Seperti yang dikatakan oleh Tommy barusan bahwa semua ini kami lakukan hanya untuk membalas perbuatan Talitha yang masih mengganggu Kimb dan Tommy," sahut Arka.
"Tapi kami tetap menghukum Talitha. Dan kami tidak akan melepaskannya kali ini. Kami sudah memberikan satu kesempatan padanya dengan memenjarakan dia dan tidak membunuh dia ketika dia menabrak Kimberly, tapi dia justru tidak mempedulikan kesempatan tersebut. Beberapa keluar dari penjara, dia kembali berniat untuk menghancurkan hubunganku dengan Kimberly," ucap Tommy.
"Tak masalah tuan Arka, tuan Tommy. Lakukan saja," ucap bibi Talitha dari keluarga besar Robert.
"Kami tidak keberatan sama sekali," jawab paman Talitha dari keluarga besar Debora.
Arka, Tommy, Kimberly dan Clara tersenyum mendengar perkataan dari anggota keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora.
"Atau begini saja. Bagaimana kalau kalian saja yang memberikan hukuman untuk perempuan tidak tahu diri itu," usul Clara dengan menatap tajam Talitha.
"Yang menentukan hukumannya adalah kami. Yang menjalankannya adalah kalian. Bagaimana?" ucao Tommy.
"Baik. Kami setuju!" seru mereka semua, kecuali Agatha. Agatha hanya menangis tanpa memberikan komentar.
"Baiklah kalau begitu. Jadi hukumannya adalah Talitha harus keluar dari keluarga besar Debora dan keluarga besar Robert. Dia bukan lagi bagian dari kalian. Kalian bahkan harus memutuskan hubungan dengan Talitha. Kecuali untuk tuan Yusran, nyonya Agatha, tuan Aditya dan tuan Divo. Kalian masih bisa berhubungan dengan Talitha. Tapi tidak seperti dulu. Hubungan kalian hanya sebatas kunjungan saja." Arka berbicara sembari menatap semua anggota keluarga Talitha.
"Terserah kalian mau menempatkan Talitha dimana. Mau kalian membuangnya di tempat kumuh atau di rumah kecil yang tak layak ditempati. Itu urusan kalian," ucap Tommy.
"Baik, tuan. Masalah rumah, kami akan mencarinya."
"Tentukan kapan kalian akan menghukumnya. Jika kalian sudah mendapatkan jadwalnya. Hubungi kami, karena kami juga ingin menyaksikan ketika perempuan itu dihukum," ucap Clara.
"Baiklah!" seru mereka semua.
Setelah selesai dengan urusannya. Arka, Tommy, Kimberly dan Clara pun pergi meninggalkan rumah Yusran Dolano Robert.