
Kimberly saat ini dalam perjalanan menuju sebuah perusahaan calon rekan kerjanya. Seperti yang dikatakan oleh Nickholas bahwa perusahaan MN'Da Corp adalah perusahaan sudah sejak lama ini bekerja sama dengan perusahaan KM Advertising. Bahkan perusahaan tersebut sudah berulang kali menyerahkan berkas kerja sama, namun perusahaan itu selalu terlambat karena perusahaan KM Advertising menerima calon rekan kerjanya hanya sedikit.
Ketika perusahaan KM Advertising membuka rencana investasi jangka panjang untuk pemula ditambah rencana tersebut sudah sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang.
Mendengar rencana tersebut, perusahaan MN'Da Corp orang pertama yang langsung menyerahkan sebuah berkas kerjasama kepada perusahaan KM Advertising. Berkas itu sudah diterima oleh Kimberly dan telah dibaca.
Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam, mobil yang membawa Kimberly sampai di depan perusahaan MN'Da Corp.
Kimberly melangkahkan kakinya menyusuri luasnya perusahaan MN'Da Corp, walau tak seluas perusahaan KM Advertising milik ayahnya untuk menuju ruangan sang Asisten yang mana asisten tersebut dipercayai untuk mengerjakan semua keperluan perusahaan.
Cklek..
Kimberly membuka pintu ruangan asisten dari pemilik perusahaan tersebut.
Setelah pintu terbuka, Kimberly melangkah masuk. Dan Kimberly melihat seorang gadis tengah duduk di sofa sembari memegang sebuah berkas.
"Maaf, Kimberly. Apa presiden Leon ada?"
Gadis yang duduk di sofa itu langsung melihat kearah Kimberly dengan tatapan angkuhnya.
"Orang desa dan udik sepertimu untuk apa mencari presiden Lala?"
Gadis itu langsung berdiri. "Baiklah. Aku akan memanggilnya."
^^^
"Presiden Lala. Jika proyek ini berhasil. Kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar." kata sang Asisten.
Ketika Presiden Lala dan asisten sedang berdiskusi, tiba-tiba seseorang datang. Orang itu adalah sekretarisnya.
"Presiden Lala, ada seorang buruh datang mencarimu."
"Mencariku?" tanya Presiden Lala.
"Iya, presiden Lala."
"Siapa?" tanya Presiden Lala.
"Dia seorang buruh."
"Buruh?" tanya Presiden Lala tersebut.
Presiden Lala melihat kearah asistennya. "Kau tangani proyek ini."
"Baik, Presiden!"
Setelah itu, Presiden Lala tersebut pun pergi meninggalkan ruangan Asistennya untuk menuju ruangan pribadinya.
^^^
Kimberly saat ini berada di ruangan seorang Presiden Lala. Dia tengah melihat benda-benda unik di dalam ruangan tersebut.
Ketika sedang melihat-lihat, Kimberly tertarik dengan sebuah gelas. Kimberly pun mengambilnya untuk melihatnya.
"Siapa suruh kau memegang gelasku!" teriak sang Presiden yang melangkah masuk ke dalam ruangannya.
Mendengar teriakan tersebut membuat Kimberly terkejut. Ditambah lagi, perempuan itu tersebut dengan kasar merampas gelas tersebut dari tangannya.
"Maaf. Aku hanya melihatnya saja," ucap Kimberly.
Setelah itu, Kimberly menduduki pantatnya di sebuah sofa.
Namun detik kemudian, sang presiden tersebut menarik tangan Kimberly untuk berdiri dengan kasar.
"Kenapa kau duduk di situ. Apa kau tahu berapa harga sofa itu? Jika rusak, apa kau sanggup menggantinya?" sang presiden Lala itu berucap begitu kejamnya dengan tatapan matanya menatap merendah kearah Kimberly.
Kimberly masih bersikap seolah-olah dirinya benar-benar rendah dan juga miskin di hadapan gadis angkuh dan sombong.
"Sombong sekali lo. Udah merasa hebat sekarang karena sudah menjadi seorang presiden di sebuah perusahaan yang tak ada apa-apa dengan perusahaan keluargaku. Sikap lo masih saja seperti dulu, suka merendahkan orang lain hanya karena penampilannya."
Kimberly kenal dengan gadis yang ada di hadapannya itu. Gadis itu adalah mantan teman sekolahnya ketika di SMP. Namanya adalah Lala.
Kenapa Lala bisa menjadi seorang presiden di sebuah perusahaan, itu dikarenakan Lala adalah putri dari pemilik perusahaan MN'Da Corp. Sang ayah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin perusahaan tersebut.
Mendapatkan perintah dari ayahnya, Lala pun langsung mengiyakan keinginan ayahnya itu untuk memimpin perusahaan tersebut sehingga Lala memutuskan untuk berhenti sekolah.
Lala dikenal sebagai gadis sombong dan angkuh semasa sekolahnya. Suka menghina dan merendahkan teman-temannya yang dibawa dirinya, termasuk Kimberly yang dulu dalam penyamaran identitas.
"Sepertinya kau tidak menyambut kedatanganku ke perusahaan ini," ucap Kimberly.
Mendengar perkataan Kimberly membuat Lala menatap jijik kearah Kimberly.
"Kasihan sekali nasibmu Kimberly. Hidupmu berubah drastis. Nanti jika keluar. Jangan bilang kalau kau kenal denganku. Jika sampai kau mengatakan itu, maka aku akan sangat malu."
"Maaf," ucap singkat Kimberly yang masih bersikap biasa.
"Sarah! Ambilkan kursi dan bawa kesini?" teriak Lala dari dalam ruangannya dengan bergaya angkuh dan sombong.
Lala melihat kearah Sarah. Begitu juga dengan Sarah. Keduanya tersebut licik.
"Duduk disini," ucap Sarah sembari meletakkan kursi itu di dekat Kimberly.
Ketika Kimberly hendak menduduki pantatnya, tiba-tiba Sarah dengan sengaja mendorong kursi tersebut sehingga membuat Kimberly terjatuh ke lantai.
"Aakkhhh!"
"Hahahaha." Lala dan Sarah tertawa.
"Kimberly, kamu tidak apa-apa." Lala berbicara sambil mengulurkan tangannya kearah Kimberly bermaksud untuk membantu Kimberly berdiri.
Namun ketika Kimberly hendak bangun, Lala dengan sengaja melepaskan pegangannya sehingga membuat Kimberly kembali jatuh.
"Oh, Kimberly! Maafkan aku. Tanganku tiba-tiba licin."
Kimberly menatap tajam kearah Lala. Setelah itu, Kimberly bangkit dari jatuhkan.
"Setelah lama tidak bertemu. Dengan kata lain kamu menghilang begitu saja. Sekarang ketika bertemu, kamu seenaknya meremehkanku dan juga merendahkanku." Kimberly menatap penuh amarah.
"Buruh seperti kamu datang kesini jika bukan datang untuk menjilat presiden Lala. Berarti kamu mau pinjam uang dengan presiden Lala." Sarah berucap dengan menatap jijik Kimberly.
"Apa kamu juga berpikir seperti itu padaku, hum?" tanya Kimberly.
"Presiden Lala, apakah anda sudah tahu jika Presiden dari perusahaan KM Advertising akan datang kesini. Bukankah Presiden Lala ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan itu. Ini adalah kesempatan anda presiden Lala," ucap seorang Asistennya yang datang memberitahu.
Mendengar laporan dari asistennya itu, Lala pun meminta Asistennya itu untuk menyiapkan semuanya.
"Jika begitu. Segeralah bersiap-siap. Jika berhasil kerja sama, maka tahun ini kita akan untung besar," ucap Presiden Lala dengan menatap jijik kearah Kimberly.
"Baiklah," jawab Asistennya itu lalu matanya menatap kearah Kimberly.
"Kamu kenapa bisa disini?"
Kimberly langsung melihat kearah asistennya tersebut. "Kebetulan sekali."
Presiden Lala dan sekretarisnya Sarah melihat kearah Kimberly dan asistennya.
"Kalian saling kenal?" tanya Presiden Lala.
"Dia adalah mantan dari Antoni. Antoni membuangnya karena ketahuan tidur bersama laki-laki lain," jawab sang asisten.
"Wah, Kimberly! Nggak nyangka kamu seperti itu," ejek Presiden Lala.
"Kemana saja kalian sehingga tidak mengetahui informasi yang sebenarnya. Katanya pintar, ternyata masih bodoh."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Lala dan kedua bawahannya yang tak lain temannya menatap Kimberly marah.
"Sudahlah. Jangan berdebat lagi. Sebentar lagi presiden perusahaan KM Advertising akan datang untuk melakukan penandatanganan kontrak kerja sama. Dan kau Kimberly! Silahkan pergi dari sini.
Kimberly menatap remeh kedua mantan teman sekolahnya itu dan satu sekretarisnya.
"Apa kalian tidak takut jika presiden perusahaan KM Advertising yang kalian maksud itu adalah aku. Dan apa kalian tidak takut jika aku akan membatalkan semua yang sudah disepakati kedua belah pihak sehingga bisa membuat perusahaanmu dan juga perusahaan keluargamu rugi?" tanya Kimberly dengan wajah menantangnya.
"Penampilan seperti buruh begini mau berpura-pura menjadi seorang presiden perusahaan KM Advertising?" tanya Sarah dengan menatap remeh Kimberly. "Kamu itu layaknya menjadi seorang perempuan murahan," ucap Sarah lagi.
Plak..
"Aakkhh!"
Seketika Kimberly memberikan tamparan keras ke wajah Sarah sehingga menimbulkan luka di sudut bibirnya.
"Diam lo. Lo disini hanya sekretaris. Lo nggak punya hak untuk bicara," ucap Kimberly.
"Beraninya kau menamparku!" bentak Sarah.
Sarah kemudian membalas dengan menampar pipi Kimberly, namun dengan gesitnya Kimberly langsung menahan tangan Sarah dan merematnya kuat.
"Tidak semudah itu kau menindasku. Kalian berdua juga. Aku bersumpah akan membuat kalian membayar perlakuan kalian. Aku tidak akan melupakan kejadian hari ini!"
Kimberly kemudian mendorong Sarah sehingga membuat Sarah tersungkur di lantai.
"Untuk apa kau berpura-pura Kimberly. Lebih baik kau pergi dari sini. Jika tidak, jangan salahkan kami berbuat kasar padamu." Presiden Lala berucap sombong.
Kimberly tersenyum di sudut bibirnya ketika mendengar ucapan dari Lala.
"Baiklah kalau begitu. Perusahaanmu akan hancur di tanganku. Begitu juga dengan perusahaan milik keluargamu. Dan aku juga akan buat semua perusahaan yang di dunia ini tidak menerimamu dan para orang-orangmu."
Setelah mengatakan itu, Kimberly pergi meninggalkan Perusahaan MN'Da Corp.
Setelah kepergian Kimberly, Lala dan orang-orangnya tertawa.
^^^
Kini Kimberly sudah berada di luar. Dirinya tidak sadar bahwa kunci mobilnya terjatuh di dalam perusahaan MN'Da Corp.
Setibanya Kimberly diluar dirinya bertemu dengan seorang laki-laki yang dulu pernah tergila-gila padanya sebelum menjalin hubungan dengan Antoni.
"Sedang apa kau di depan mobilku?"
"Hahaha. Kimberly, sejak kapan kamu punya mobil mewah seperti ini? Melihat penampilan kamu saja sudah menunjukkan bahwa kamu itu miskin."
"Terserah kamu mau ngomong apa. Aku tidak peduli. Minggir!"
"Sudahlah Kimberly, ngaku saja bahwa kamu suka kan sama aku. Kamu tidak lihat bahwa aku sekarang sudah memiliki mobil mewah sekarang. Lebih baik kamu jadi pacarku."
"Jangan ngaco kamu. Aku tahu siapa kamu. Tidak usah ngaku-ngaku kalau mobil ini adalah mobil kamu," ejek Kimberly.
"Sudah miskin, belagu lagi!"
"Kamu tidak jauh beda dengan tiga manusia busuk itu. Bahkan kamu yang paling parah."
Mendengar ucapan kejam dari Kimberly membuat laki-laki itu marah. Dan seketika laki-laki itu mengangkat tangannya hendak menampar Kimberly, namun Kimberly dengan gesit menangkap tangan laki-laki itu.
"Mau menamparku. Kau pikir kau siapa? Kau tidak punya hak untuk menamparku."
Setelah mengatakan itu, Kimberly menghempaskan tangan laki-laki itu dengan kasar.
Sementara laki-laki yang sudah sejak dulu menyukai Kimberly seketika terkejut. Dirinya tidak menyangka jika Kimberly berani melawan.
"Aku katakan sekali lagi ini mobilku. Minggir!" bentak Kimberly.
"Wah! Apa yang kamu bilang Kimberly? Mobil mewah ini adalah mobil kamu?"
Tiba-tiba Lala dan Sarah datang menghampiri Kimberly yang sedang berdebat dengan seorang laki-laki.
"Mereka lagi. Aish! Mau ngapain sih mereka? Tadi ngusir. Sekarang malah kesini menyusulku," batin Kimberly.
"Kenapa? Apa masih ada yang kurang? Apa masih ada kata-kata yang ingin kau sampaikan nona Lala. Jika sudah tidak ada lagi. Jangan campuri masalahku. Dan aku katakan padamu, mobil ini adalah mobilku. Terserah kau dan para manusia busukmu ini percaya atau tidak. Aku tidak peduli."
Setelah itu, Kimberly menatap laki-laki itu. "Minggir!"
Sarah sang sekretaris langsung melihat kearah mobil milik Kimberly.
"Presiden Lala. Sepertinya ini mobil milik presiden perusahaan KM Advertising.
Mendengar ucapan dari Sarah. Lala langsung menyalami laki-laki yang sejak tadi bersandar di mobil milik Kimberly.
"Wah! Ternyata anda menunggu disini presiden KM." Lala berucap penuh semangat.