THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Jadi Gadis Itu Adik Pemilik Perusahaan?



Kimberly sudah berada di kelasnya bersama keempat sahabatnya. Kini Kimberly tengah menyelesaikan semua soal-soal yang diberikan oleh guru bidang studi matematika dan bahasa Inggris. Begitu juga dengan keempat sahabatnya.


Bagi Kimberly dan keempat sahabatnya, jika bisa dikerjakan hari ini. Kenapa harus menunggu nanti malam? Walau pun soal-soal itu adalah tugas untuk di rumah.


"Kim," panggil Santy.


"Iya," jawab Kimberly tanpa melihat kearah Santy.


"Jadi kita pergi jalan-jalan ke mall?" tanya Santy mengingatkan.


Seketika Kimberly menghentikan kegiatan menulisnya. Lalu tatapan matanya menatap ke depan. Kimberly berpikir sejenak akan janjinya kepada keempat sahabatnya dan janjinya kepada kakak keduanya.


Setelah mengingat kedua itu. Kimberly langsung melihat kearah Santy lalu beralih menatap Rere, Sinthia dan Catherine secara bergantian.


"Untuk hari ini kalian perginya tanpa aku."


"Kenapa?" tanya Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bersamaan.


"Sepulang sekolah aku mau ke kantor kak Uggy. Aku udah janji tadi pagi sebelum berangkat sekolah."


Mendengar jawaban dari Kimberly. Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka tidak marah apalagi kecewa. Lagian Kimberly ke kantor kakak laki-lakinya itu bukan sekedar untuk main-main, melainkan ada urusan.


"Tak apa kan?" tanya Kimberly ketika mendapati keempat sahabatnya hanya diam tanpa berkata apapun.


Seketika Rere, Santy, Sinthia dan Catherine terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Kimberly. Lalu detik kemudian mereka tersenyum menatap wajah Kimberly.


"Tak apa, Kim!" jawab Rere.


"Kamu nggak marah apalagi kecewa karena kamu nggak ikut," jawab Santy.


"Dan kita tahu kalau kamu ke kantor kak Uggy ada sesuatu urusan," ucap Sinthia.


"Dan itu adalah hal yang harus diutamakan. Aku kalau diposisi kamu juga akan seperti itu," ucap Catherine.


Mendengar ucapan demi ucapan dari keempat sahabatnya membuat Kimberly seketika tersenyum. Dirinya bersyukur memiliki sahabat yang mengerti akan dirinya.


"Terima kasih ya."


"Sama-sama!"


"Kamu sendirian aja kesana nya?" tanya Sinthia.


"Iya. Aku bawa mobil."


"Kenapa nggak minta diantar sama Tommy?" usul Rere.


"Tommy nggak untuk antar aku. Dia juga ada keperluan lain," jawab Kimberly.


"Dari mana kamu tahu jika Tommy ada urusan lain? Apa kamu udah ngomong sama Tommy?" tanya Catherine.


"Tadi Tommy kirim pesan sama aku katanya kalau dia akan ke perusahaan pulang sekolah," jawab Kimberly.


"Oh!" Catherine ber o ria ketika mendengar jawaban dari Kimberly. Begitu juga dengan Rere, Santy dan Sinthia.


***


Di perusahaan GG'Al Corp terlihat seorang pemuda tampan yang kini tengah sibuk dengan beberapa berkas di atas meja. Sesekali pemuda itu melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.


Pemuda itu adalah Uggy Aldama. Beberapa menit lagi Uggy akan melakukan meeting dengan beberapa rekan kerjanya. Sebelum meeting dimulai, Uggy mengerjakan sedikit laporan dan mengecek beberapa berkas yang menumpuk di atas meja. Setidaknya sebagian pekerjaannya selesai.


Setelah beberapa menit Uggy mengecek berkas-berkas miliknya dan mengerjakan setidaknya tiga laporan, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang.


Tok... Tok...


"Masuk!"


Cklek...


"Bos, rapat segera dimulai!"


"Baiklah!"


Setelah mengatakan itu, Uggy merapikan berkas-berkas itu. Sementara berkas laporan, Uggy memasukkannya ke dalam laci. Dan tak lupa menguncinya.


Selesai dengan urusannya, Uggy berjalan menghampiri asistennya itu dan berjalan menuju ruang rapat.


"Aku ada tugas untukmu."


"Apa itu Bos?"


"Nanti adik perempuanku akan datang. Selama aku rapat. Layani adik perempuanku."


"Baik, Bos!"


Setelah itu, Uggy melangkah memasuki ruang rapat dengan diikuti oleh sekretarisnya. Sementara asistennya tersebut langsung menjalankan perintah atasannya itu.


***


Kimberly saat ini berada di perjalanan menuju perusahaan kakak laki-laki keduanya. Dirinya tak lupa membelikan makanan kesukaan sang kakak.


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam. Kimberly akhirnya sampai di depan perusahaan kakak laki-lakinya itu.


Sesampainya di depan perusahaan kakaknya, Kimberly memarkirkan mobilnya.


Setelah mobilnya terparkir. Kimberly langsung keluar dari dalam mobil. Kimberly berjalan ke belakang, kemudian tangannya membuka pintu bagasi mobilnya.


Kimberly mengambil kotak besar yang berisi makanan kesukaan sang kakak. Setelah mendapatkannya, Kimberly menutup kembali pintu bagasi mobilnya itu.


"Kakak Uggy pasti senang aku bawakan kue ini," batin Kimberly tersenyum sembari membayangkan wajah bahagia kakak laki-lakinya itu.


Kimberly kemudian melangkahkan kakinya memasuki gedung perusahaan milik kakak laki-laki keduanya itu dengan tersenyum mengembang di bibirnya.


^^^


Bug..


Seketika kotak berisi kue tersebut jatuh di lantai karena tiba-tiba ada beberapa orang yang menabrak dirinya.


Kimberly berdiri mematung sembari tatapan matanya menatap kue yang sudah hancur di lantai.


"Yak! Kau tidak punya mata, hah?! Kalau jalan lihat-lihat!" bentak salah satu dari orang-orang tersebut.


Seketika Kimberly menatap kearah orang yang sudah membentaknya. Kimberly menatap jijik orang tersebut.


"Kenapa kau yang marah padaku? Jelas-jelas kau yang jalan yang tidak pakai mata. Jelas-jelas kau yang jalannya kayak dikejar setan sehingga membuat kue ku jatuh," ucap Kimberly.


Mendengar perkataan sekaligus jawaban dari gadis SMA yang ada di hadapannya membuat orang itu marah. Begitu juga dengan rombongan lainnya. Mereka menatap jijik kearah Kimberly yang tidak bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua darinya.


"Kamu ditegur malah melawan," sahut seorang perempuan yang berdiri di samping orang yang sudah membentak Kimberly.


Kimberly langsung melihat kearah wanita itu. "Apa yang anda bilang? Wanita ini," ucap Kimberly menunjuk kearah orang yang sudah membentak dirinya. Bahkan menyalahkan dirinya. "Memangnya kapan wanita ini menegur? Seingatku tadi wanita ini menuduhku bahkan membentakku." Kimberly menatap tajam kearah wanita itu.


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat orang-orang yang ada di hadapan Kimberly menatap tajam kearah Kimberly. Bahkan mereka menghina dan merendahkan Kimberly.


"Maaf, ada apa ini!" seru seorang perempuan yang berstatus sebagai manager. Kebetulan laki-laki itu tak sengaja melihat dan mendengar keributan.


"Ini Bos. Gadis ini membuat masalah dengan para rekan kerja perusahaan ini," jawab seorang wanita yang berprofesi sebagai resepsionis.


Laki-laki itu menatap kearah Kimberly. Namun sebelumnya laki-laki itu menatap kearah lantai dimana terlihat sebuah kotak berisikan kue yang sudah hancur.


Setelah itu, laki-laki itu menatap kearah Kimberly. "Nona, lebih baik nona pergi dari sini. Jangan buat keributan di perusahaan ini. Apa nona sengaja datang kesini dengan membawa kue itu agar bisa masuk kesini," ucap laki-laki itu.


Mendengar perkataan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu membuat Kimberly mengepalkan kuat kedua tangannya.


"Mungkin saja gadis ini disuruh oleh kedua orang tuanya untuk menjual diri disini dengan cara membawakan kue agar pemilik perusahaan ini mau tidur dengannya," ucap wanita yang membentaknya beberapa menit yang lalu.


"Dan coba lihat kue ini!"


Wanita yang menjadi pembela wanita yang membentak dan menuduh Kimberly langsung menginjak-injak kue tersebut hingga tak berbentuk.


Setelah itu, wanita tersebut mengambil kue itu lalu melumurinya ke wajah Kimberly dan juga ke seragam sekolah Kimberly.


"Hahahaha."


Para rekan kerja perusahaan GG'Al Corp tertawa mengejek kearah Kimberly. Mereka menatap jijik dan merendah kearah Kimberly.


Sementara Kimberly berusaha untuk tidak terpancing, walau dirinya ingin sekali membunuh orang-orang yang ada di hadapannya ini. Kimberly tidak ingin sosok itu keluar.


Ketika salah satu teman dari wanita itu hendak melakukan sesuatu terhadap Kimberly, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mereka yakini suara itu adalah suara orang kepercayaan dari pemilik perusahaan.


Mereka semua melihat kearah seorang laki-laki yang berjalan menuju kerumunan.


Seketika laki-laki itu membelalakkan matanya ketika melihat sosok yang dirinya kenal. Sosok yang tak lain adalah adik perempuan dari Bosnya.


"Nona, ada apa dengan anda? Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan hal keji ini pada anda?"


Mendengar pertanyaan demi pertanyaan dari orang kepercayaan sang pemilik perusahaan membuat semua orang yang ada di sekitarnya terkejut.


"Kakak," ucap Kimberly dengan disertai air matanya yang mengalir membasahi wajahnya.


Melihat adik perempuan dari Bos nya yang sudah menangis. Ditambah lagi mendengar ucapannya membuat laki-laki itu menatap iba.


Laki-laki itu kemudian mendekati Kimberly berniat untuk membawanya ke ruangan pribadi sang Bos. Namun Kimberly langsung menolaknya.


"Panggilkan kakak kesini... Hiks," ucap Kimberly disela isakannya.


"Ba-baiklah nona!"


Setelah itu, laki-laki itu mengambil ponselnya dan langsung menghubungi sang Bos.


^^^


Uggy saat ini sedang memimpin rapat dan ditemani oleh sekertarisnya. Rapat sudah berjalan sekitar 15 menit.


Ketika Uggy sedang berbicara di depan sembari menjelaskan tentang rapatnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Mendengar bunyi ponselnya, Uggy langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.


Uggy melihat nama asistennya di layar ponselnya. Dan tanpa membuang waktu lagi, Uggy langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hallo, Rio."


"Maaf Bos kalau saya mengganggu meeting nya Bos!"


"Tidak apa-apa. Katakan ada apa?"


"Nona sudah datang. Tapi nona tidak mau saya ajak ke ruangan pribadi Bos. Dan... Dan...."


"Dan apa? Katakan! Apa terjadi sesuatu ketika adikku datang kesini?"


Semua penghuni di ruangan rapat seketika terkejut ketika mendengar nada bicara Uggy. Bahkan mereka bisa melihat tatapan amarah di mata Uggy.


"I-iya, Bos! Ketika saya datang, kondisi nona tidak baik-baik saja. Nona...."


"Baiklah. Aku akan ke bawah sekarang!"


Setelah mengatakan itu, Uggy langsung mematikan panggilannya.


"Maafkan saya. Terpaksa saya hentikan rapat ini. Ada hal yang lebih penting dari rapat ini."


Uggy langsung pergi meninggalkan ruangan rapat untuk menemui adik perempuannya.


^^^


"Hiks... Kakak," isak Kimberly.


"Nona, tunggu sebentar ya. Bos sedang menuju kesini."


Tepat setelah laki-laki itu mengatakan itu kepada Kimberly, terdengar suara seseorang memanggil nama Kimberly.


"Kimberly!"


Kimberly langsung melihat kearah seseorang yang memanggil namanya. Dan seketika air matanya kembali mengalir membasahi wajahnya.


"Kakak... Hiks," ucap Kimberly terisak.


Deg..


"Apa? Kakak? Ja-jadi gadis itu adik perempuannya pak Uggy," batin orang-orang yang sudah bersikap buruk terhadap Kimberly. Termasuk beberapa karyawan.


Beberapa detik kemudian, para rekan kerja Uggy yang ada di ruang rapat datang menyusul Uggy.


Uggy mendekati adik perempuannya dengan tatapan amarahnya. Bagaimana tidak marah? Uggy melihat kondisi adiknya yang tak baik-baik saja. Apalagi ketika melihat wajah dan seragam adiknya yang kotor.


"Apa yang terjadi? Katakan pada kakak!"


Kimberly tidak langsung menjawab pertanyaan dari kakaknya. Justru Kimberly menatap kue yang dia beli sudah hancur di lantai.


Uggy langsung melihat arah tatapan mata adiknya. Setelah itu, Uggy melihat adiknya yang menangis ketika menatap kue itu.


" Sekarang katakan pada kakak. Apa yang terjadi?"


"Kue itu.... Kue itu kua kesukaan kakak. Aku sengaja memberikan kue untuk kita makan berdua. Tapi.... Tapi...."


Kimberly menatap wajah tampan kakaknya dengan air matanya yang masih setia mengalir membasahi wajahnya.


"Tapi apa?" tanya Uggy.


Kimberly menatap orang-orang yang beberapa menit yang lalu menghina, memaki dan membentak dirinya.


"Dia!" tunjuk Kimberly kepada seorang wanita yang saat ini tengah ketakutan.


Uggy langsung melihat kearah wanita itu. Lalu setelah itu, Uggy kembali melihat wajah adiknya.


"Kenapa dengan wanita itu?"


"Dia dan rombongannya yang telah menabrakku sehingga membuat kue milikku jatuh. Tapi justru dia menuduhku dan membentakku. Bahkan salah satu dari mereka mengatakan bahwa aku kesini dengan membawa kue hanya untuk membuat pemilik perusahaan tertarik padamu mau tidur denganku. Mereka juga mengatakan bahwa aku seperti ini karena disuruh oleh Mommy."


Mendengar ucapan demi ucapan dari adik perempuannya. Ditambah lagi ketika mendengar isakan demi isakan yang keluar dari bibir adiknya membuat Uggy benar-benar marah.


"Brengsek!" teriak Uggy seketika menggema di dalam perusahaan tersebut.


Uggy menatap tajam kearah semua orang yang ada di hadapannya. "Berani sekali kalian berbicara seperti terhadap adik perempuanku! Apa kalian sudah bosan hidup, hah?!" teriak Uggy.


Semua yang ada disana seketika ketakutan. Tubuh mereka merinding ketika mendengar ucapan dan teriakan dari Uggy.


"Kalian!" Uggy menatap tajam wajah beberapa calon rekan kerjanya yang baru beberapa menit yang lalu melakukan kontrak kerja sama. "Kalian benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya kalian bersikap seperti kepada adikku!"


"Ma-maafkan kami pak Uggy. Ka-kami tidak....."


"Tidak tahu maksud anda, hah! Sekali pun anda dan kalian semua tidak tahu tentang gadis ini. Tidak sepantasnya kalian bersikap seperti itu. Seharusnya kalian berbicara baik-baik. Kalian itu manusia yang memiliki akal pikiran. Kenapa kalian tidak menggunakan akal pikiran itu? Percuma saja kalian sekolah tinggi-tinggi, tapi cara berbicara kalian nol besar!"


"Ini perusahaanku bukan perusahaan kalian. Jika kalian berada di perusahaan kalian. Itu terserah kalian mau melakukan apa. Aku tidak akan ikut campur!" bentak Uggy.


"Maafkan kami pak Uggy," ucap mereka bersamaan.


"Apa kalian bilang? Kalian memintaku memaafkan kesalahan kalian? Enak saja. Setelah kalian menghancurkan kue yang sudah dibeli oleh adik perempuanku untukku, setelah kalian menghina dan membentaknya, setelah kalian menyebut adikku perempuan murahan, setelah kalian mengotori wajah dan seragam sekolah adikku dengan kue itu. Dengan gampangnya kalian meminta maaf kepadaku. Dimana otak kalian, hah?!" teriak Uggy dengan sorot matanya yang mengerikan.


Uggy menatap kearah adik perempuannya. "Dan kamu Kim. Kenapa kamu diam saja ketika mereka memperlakukan kamu seperti ini? Kenapa kamu nggak balas mereka. Kakak sudah berulang kali mengatakan padamu. Balas perbuatan musuhmu. Jangan diam saja."


"Kakak tahu siapa aku, bukan?! Kakak tahukan kalau aku tidak sendirian? Ada sosok lain dalam diriku. Dan aku tidak mau dia keluar," ucap Kimberly menatap wajah kakak laki-lakinya dengan berurai air mata. "Apalagi saat ini aku berada di perusahaan kakak. Dan ini untuk pertama kalinya aku kesini. Kecuali perusahaan kak Jason karena aku sering kesana."


Grep..


Uggy langsung memeluk tubuh adik perempuannya. Dirinya saat ini benar-benar hancur ketika melihat kondisi adiknya.


"Maafkan kakak."


"Seharusnya aku nggak datang."


"Nggak ada yang melarang kamu untuk datang kesini. Kamu adik kesayangannya kakak. Jadi kamu berhak kapan saja mau kesini."


Uggy kemudian melepaskan pelukannya dan menatap wajah basah adiknya.


"Ma-maaf."


"Kamu nggak salah sayang. Sudah jangan nangis lagi," ucap Uggy lalu menghapus air mata adiknya.


"Sekarang kamu ke ruangan kerja kakak dulu. Kamu akan diantar sama Rio asisten kakak. Kamu tunggu kakak disana."


"Baiklah."


"Rio, antarkan adikku ke ruanganku."


"Baik, Bos! Mari nona!"


Setelah itu, Rio membawa Kimberly menuju ruang kerja milik Bos nya. Sementara Uggy akan menyelesaikan masalah adik perempuannya dengan memberikan hukuman berat kepada orang-orang yang sudah menyakiti kesayangannya.