THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Adik Yang Tak Diakui



Kimberly dan keempat sahabatnya saat ini berada di sebuah Mall. Mall yang dikunjungi Kimberly dan keempat sahabatnya bukan Mall favoritnya, melainkan Mall lain.


Kini Kimberly dan keempat sahabatnya tengah melangkahkan kakinya menyusuri luasnya Mall tersebut dengan tatapan matanya melihat-lihat sekeliling sembari mulutnya berceloteh.


Kimberly maupun keempat sahabatnya kini melangkahkan kakinya menuju sebuah toko tas dan toko pakaian.


^^^


Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine sudah berada di toko tas dan toko pakaian. Setibanya di dalam toko tersebut, mereka langsung berpencar untuk melihat-lihat dan mencari-cari tas dan pakaian yang mereka sukai.


Kimberly melihat-lihat dan memilih-milih beberapa atasan dan beberapa bawahan. Bahkan Kimberly juga memilih beberapa setelan untuk dia kenakan sehari-hari di rumah.


Tak jauh beda dengan Rere, Santy, Sinthia dan Catherine. Keempatnya juga tampak bersemangat memilih-milih beberapa pakaian dan tas untuk dikenakan sehari-hari di rumah dan tas untuk merebut pakai jika berpergian.


Ketika Rere, Santy, Sinthia dan Catherine tengah asyik memilih-milih beberapa pakaian dan tas, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara keributan di luar toko.


Sinthia yang kebetulan melangkah menuju deretan pakaian selanjutnya tak sengaja melihat kearah luar dimana terjadinya keributan.


"Eh! Itukan Luna adiknya kak Rica," ucap Sinthia.


Sinthia langsung menghampiri Kimberly yang saat ini masih sibuk memilih-milih beberapa pakaian. Setelah itu, Sinthia langsung menarik tangan Kimberly dan membawanya keluar.


Melihat apa yang dilakukan oleh Sinthia membuat Rere, Santy dan Catherine seketika menatap Sinthia dengan tatapan bingung dan penasaran.


"Tuh kenapa Sinthia narik-narik tangan Kimberly?" tanya Rere.


Catherine dan Santy langsung mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu. Setelah itu, mereka pun mengikuti Kimberly dan Sinthia keluar.


^^^


Plak..


"Aakkhhh!"


Seorang gadis jahat seketika menampar seorang gadis baik sehingga membuat si gadis baik kesakitan di bagian pipinya. Dia tidak tahu apa kesalahannya sehingga gadis di hadapannya menampar pipinya.


"Lo manusia busuk. Lo merebut perhatian kakak gue. lo merampas kakak gue dari gue!" bentak gadis jahat itu di hadapan gadis baik tersebut.


Sementara gadis baik itu terkejut ketika mendengar penuturan dari gadis jahat tersebut yang mengatakan bahwa dirinya telah merebut kakak perempuannya.


"Apa maksud kamu? Aku benar-benar tidak mengerti yang kamu bicarakan itu," balas gadis baik itu.


Mendengar ucapan sekaligus pertanyaan dari gadis di hadapannya membuat gadis jahat tersebut menatap marah kearah gadis baik tersebut. Kemudian tangannya kembali terangkat hendak menampar gadis baik itu untuk yang kedua kalinya.


Ketika tangan dari gadis jahat itu hendak menyentuh pipi gadis baik itu, seseorang menahannya dan meremat kuat tangannya.


Gadis jahat itu menatap kearah gadis cantik yang memegang tangannya. Tatapan mata gadis jahat itu tajam menatap kearah gadis yang memegang tangannya.


Kimberly seketika langsung menyentak kuat tangan gadis jahat itu.


Kimberly melihat kearah Luna yang saat ini tampak tak baik-baik saja. Dan jangan lupa pipinya yang merah akibat tamparan. Luna sekarang sudah bersama dengan Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.


"Apa kamu baik-baik saja Luna?" tanya Kimberly.


"Aku baik-baik saja kak," jawab Luna.


"Siapa lo? Kenapa lo gangguin urusan gue dengan perempuan perusak itu?!" bentak gadis jahat itu sembari menunjuk kearah Luna.


"Gue nggak akan ikut campur urusan lo jika lo gangguin orang lain. Dikarenakan lo mencari masalah dengan salah satu orang terdekat gue. Dengan terpaksa gue ikut campur," jawab Kimberly dengan tersenyum di sudut bibirnya.


Baik Kimberly maupun keempat sahabatnya menatap tajam kearah gadis jahat itu. Apalagi ketika melihat wajah sombong dan angkuhnya membuat Kimberly dan keempat sahabatnya ingin sekali mencakar-cakar wajah gadis jahat itu dengan kuku panjangnya.


"Oh iya! Tadi gue denger lo nyebut adik gue udah merebut kakak perempuan lo. Memangnya siapa kakak perempuan lo, hum?" tanya Kimberly dengan tatapan mengejeknya.


"Rica Adisti," jawab gadis jahat itu dengan lantangnya.


Mendengar nama calon kakak iparnya disebut membuat Kimberly seketika paham dan langsung tahu siapa gadis di hadapannya ini.


"Oh, jadi lo anak dari perempuan yang tidak punya hati itu ya?" tanya Kimberly dengan tersenyum mengejek.


"Apa maksud lo, hah?!" bentak gadis jahat itu.


"Begini! Rica Adisti Odelia yang lo sebut kakak perempuan lo, dia itu calon kakak ipar gue.Dan dari cerita yang disampaikan oleh calon kakak ipar gue itu mengatakan bahwa dia hanya memiliki satu orang adik perempuan. Adik perempuannya itu bernama Luna Adisti Odelia. Selain itu, calon kakak ipar gue itu tidak memiliki adik yang lain."


Mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Kimberly membuat gadis jahat itu menggeram marah. Tatapan matanya menajam ketika Kimberly.


Ketika gadis jahat itu hendak mengeluarkan kata-kata untuk membalas perkataan Kimberly. Kimberly terlebih dahulu membungkam mulutnya.


"Dengarin gue baik-baik. Lo memang adik dari Rica Adisti. Kalian berdua satu ibu, tapi kakak perempuan lo itu tidak pernah mau mengakui lo sebagai adiknya karena kakak perempuan lo itu memiliki dendam yang begitu besar terhadap ibu lo yang juga ibu dari kakak perempuan lo. Ibu lo udah ninggalin kakak perempuan lo ketika usia kakak perempuan lo terbilang masih kecil dan belum tahu apa-apa. Bukan hanya kakak perempuan lo yang ibu lo tinggalkan, melainkan suami pertama ibu lo juga."


"Jadi singkat cerita ibu lo ninggalin suami dan anaknya demi laki-laki yang lebih kaya karena pada saat itu perusahaan suaminya dalam masalah besar dan akan mengalami bangkrut. Bahkan ibu lo tidak peduli sama anak perempuannya yang pada saat itu sedang sakit."


Mendengar cerita dari Kimberly membuat gadis jahat itu terkejut dan syok. Begitu juga dengan beberapa pengunjung yang sejak tadi melihat kejadian tersebut.


"Apa lo mau tahu siapa laki-laki yang dinikahi oleh ibu lo, hum?" tanya Kimberly dengan tersenyum licik.


Mendengar pertanyaan dari Kimberly membuat gadis itu hanya diam, namun tatapan matanya menatap kearah wajah Kimberly.


"Laki-laki yang dinikahi oleh ibu lo itu adalah ayah kandung lo. Jadi sekarang lo pikir, apakah calon kakak ipar gue itu mau memiliki hubungan dengan lo yang mana lo adalah anak dari laki-laki yang sudah merebut ibunya dari sisinya dan ayahnya?"


"Gue kasih saran sama lo. Jadilah gadis baik-baik. Jangan meniru kelakuan bejad dari kedua orang tua lo. Kedua orang tua lo udah menghancurkan kebahagiaan calon kakak ipar gue dan keluarga besar Odelia. Dan lo jangan meniru kelakuan busuk kedua orang tua lo dengan mengusik kehidupan Luna."


Setelah mengatakan kata-kata itu di hadapan gadis jahat itu, Kimberly langsung menarik lembut tangan Luna. Dia mengajak Luna untuk jalan-jalan bersama dengan keempat sahabatnya.