THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Berhasil Menemukan



Kimberly serta yang lainnya sudah berada di halaman depan sekolah. Ketika Kimberly dan yang lainnya sudah berada di halaman Kampus. Ketiga orang yang mencari Kimberly langsung melangkah mendekati Kimberly.


Tatapan mata Kimberly sejak tadi tak lepas menatap tiga orang yang berdiri di hadapannya. Kimberly menatap dingin dan datar ketiga orang itu.


"Ngapain kalian datang ke sekolahku? Sekolahku ini sekolah elit. Dan..." Kimberly tersenyum di sudut bibirnya. "Tak layak untuk kalian bertiga."


Mendengar perkataan kejam dari Kimberly membuat ketiga orang itu hanya diam sembari menundukkan kepalanya.


"Kimberly, aku..."


"Mau minta maaf ya?" tanya Kimberly langsung.


Kimberly sudah tahu tujuan dari tiga orang yang ada di hadapannya itu untuk minta maaf padanya.


Lagi-lagi ketiga orang itu hanya menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap wajah Kimberly.


"Kim, lo punya masalah apa sama Lala? Kenapa dia kesini? Terus tadi lo bilang mau minta maaf! Memangnya ada masalah apa?" tanya Rere.


Ketiga orang itu adalah Lala dan kedua karyawannya sekaligus temannya yaitu Lerry dan Sarah.


"Nanti lo juga bakal tahu tujuan mereka kesini," jawab Kimberly.


Kimberly menatap dingin Lala, Lerry dan Sarah. Dirinya bersumpah tidak akan ada kata damai dan kata maaf untuk ketiganya.


"Kalau tujuan kalian ingin meminta maaf padaku. Maaf, kalian salah datang ke tempat ini. Aku Kimberly Aldama tidak akan pernah sudi memberikan maaf untuk kalian bertiga. Lebih baik kalian pergi dari sini. Gue nggak mau lihat muka kalian terlalu lama."


"Kimberly, gue mohon sama lo. Maafkan gue. Maafkan sikap gue waktu lo datang ke perusahaan gue."


Mendengar perkataan dari Lala seketika membuat Rere, Santy, Sinthia Catherine, Billy, Tommy, Aryan, Triny, Risma dan yang lainnya akhirnya tahu. Kedatangan Lala dan dua temannya ke sekolah ini untuk meminta maaf atas sikap buruknya terhadap Kimberly ketika Kimberly datang ke perusahaan mereka.


"Maafin lo? Setelah lo dan dua manusia busuk itu menghina dan merendahkan gue ketika di perusahaan lo. Sekarang dengan gampangnya lo minta maaf. Dimana otak lo, hah?! Enteng banget lo mulut lo ngomong minta maaf. Lo pikir hati gue terbuat dari baja sehingga tidak merasakan sakit ketika mendengar ucapan-ucapan dari lo dan dua manusia menjijikkan itu!" bentak Kimberly.


"Gua minta maaf. Gue nggak tahu kalau lo....." ucap Lala gugup.


"Hahahaha." Kimberly seketika tertawa ketika mendengar ucapan dari Lala. "Apa lo bilang? Nggak tahu? Hei, nona Lala! Sejak dulu lo memang nggak tahu siapa gue. Masalah disini adalah bukan karena lo yang nggak tahu gue. Tapi sikap lo yang memang sejak dulu suka merendahkan orang lain. Lo nggak pernah menghormati orang yang berada dibawa lo. Hoby lo suk menghina dan merendahkan orang lain. Apalagi ketika lo melihat penampilan seseorang yang kampungan menurut lo." Kimberly menatap marah kearah Lala, Lerry dan Sarah.


Sementara Lala, Lerry dan Sarah merinding ketika menatap mata Kimberly dan juga ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Kimberly.


"Gue bisa terima ketika lo bilang lo nggak tahu siapa gue. Tapi ketika gue kasih ponsel gue ke lo agar lo bisa bicara langsung dengan wakil gue. Dan saat lo dengar perkataan dari wakil gue. Lo masih aja nggak percaya sama gue kalau gue adalah presiden perusahaan KM Advertising yang akan bekerjasama dengan perusahaan MN'Da Corp. Justru lo malah mempercayai laki-laki itu."


"Gue udah berulang kali mengatakan bahwa gue adalah presiden perusahaan KM Advertising, namun lo dan kedua manusia busuk itu tetap saja merendahkan gue. Bahkan ketika gue memberikan ancaman, kalian malah santai dan makin menjadi-jadi merendahkan gue."


Kimberly menatap penuh amarah dan juga dendam terhadap Lala, Lerry dan Sarah.


"Gue tahu alasan kalian datang kesini dan meminta maaf sama gue!" seru Kimberly.


"Kalian kesini karena kalian bertiga dan juga seluruh anggota keluarga kalian sudah hancur. Dengan kalian meminta maaf sama gue, maka kehidupan kalian akan kembali normal. Begitu juga dengan seluruh anggota keluarga kalia. Aku benarkan?"


Lala, Lerry dan Sarah menundukkan kepalanya. Mereka benar-benar takut saat ini.


"Maafkan kami, Nona!" seru Lerry dan Sarah bersamaan.


"Mulut kalian ketika menghina dan merendahkan gue dengan jumlah kata yang begitu banyak. Tapi ketika meminta maaf hanya beberapa kata saja. Wah, hebat! Tak sebanding dengan rasa sakit yang aku terima akibat perkataan kalian itu."


"Seperti yang sudah aku katakan ketika kalian menghinaku dan merendahkanku ketika aku datang ke perusahaan MN'Da Corp. Aku akan buat kalian membayar semuanya."


"Dikarenakan aku sudah melakukan sumpahku dengan membuat kalian hancur. Jadi, terima saja. Dengan kalian hancur. Tidak akan ada lagi yang jadi korban hinaan dari kalian."


Setelah mengatakan itu, Kimberly pun pergi meninggalkan Lala, Lerry dan Sarah. Diikuti oleh keempat sahabatnya keempat sepupunya, kekasihnya dan sahabat-sahabatnya.


***


Di negara Singapura dimana Jacob Liam Rowan tinggal. Saat ini Jacob sedang sibuk mengerjakan tugas-tugas kantornya. Setelah selesai, barulah Jacob akan pulang ke rumah miliknya bukan ke rumah keluarga Rowan.


Ketika Jacob tengah sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar.


Tok.. Tok..


Tok..


Cklek..


Seseorang membuka pintu tersebut. Setelah itu, orang itu melangkah masuk ke dalam ruang tersebut.


"Bos!"


Jacob langsung melihat orang itu. Seketika Jacob tersenyum.


"Duduklah, David!"


Yah! Orang itu adalah David orang kepercayaan Jacob. Jacob memiliki 4 orang kepercayaan yang bekerja untuknya. Masing-masing kepercayaannya itu memiliki anggota sebanyak 300 anggota.


"Apa kau membawa informasi penting untukku?" tanya Jacob.


David tersenyum lalu menganggukkan kepalanya ketika mendengar ucapan dari Bos nya itu.


Jacob seketika menghentikan kegiatannya, lalu fokus kepada David tangan kanannya.


"Katakan David. Buruan!"


"Ach, baiklah Bos! Saya sudah menemukan keberadaan dimana adik perempuan Bos tinggal."


Mendengar perkataan dari David membuat Jacob terkejut dan juga bahagia.


"Katakan dimana adik perempuanku tinggal David?"


"Adik perempuannya Bos saat ini berada di kota Hamburg, Jerman. Dia tinggal di keluarga Aldama yaitu Nashita Aldama. Wanita yang bernama Nashita Aldama itu tak lain adalah kakak sepupu dari ibu kandungnya Bos, nyonya Indira."


"Apa? Ibuku memiliki saudari?"


"Iya, Bos. Nyonya Indira memiliki saudara dan saudari sepupu. Dan hubungan mereka sangat-sangat harmonis. Nyonya Nashita itu adalah kakak tertua dari keluarga Fidelyo. Memiliki tiga adik, satu adik perempuan dan dua adik laki-laki. Serta memiliki dua saudari sepupu yaitu nyonya Indira dan nyonya Tantri."


"Dan saya juga memiliki foto adik perempuannya Bos yang sekarang."


Mendengar perkataan dari David seketika Jacob tersenyum lebar. Dirinya benar-benar bahagia saat ini.


"Mana? Berikan padaku! Buruan!"


"Ini Bos!" David memberikan satu buah foto adik perempuannya Jacob yang dikirimkan oleh salah satu anggotanya. Lalu David mencetaknya agar bisa diberikan kepada Bos nya.


Jacob mengambil foto itu lalu melihatnya. Seketika air mata Jacob jatuh membasahi wajahnya ketika melihat wajah cantik adik perempuannya yang sudah lama dia rindukan.


"Risma Liam Rowan," ucap Jacob.


Jacob melihat kearah David. "Lalu bagaimana ibuku? Dimana ibuku tinggal sekarang?"


"Nyonya Indira menetap di kota Berlin karena di kota itu tempat tinggal keluarga besar Fidelyo. Nyonya Indira bersama adik sepupunya yaitu nyonya Tantri dan dua anaknya serta satu wanita tua yang berstatus sebagai ibu kandung dari nyonya Tantri. Nyonya Indira memanggil wanita tua itu dengan sebutan Mama. Begitu juga dengan nyonya Nashita dan adik-adiknya."


"Berarti dia nenekku juga."


"Iya, Bos! Dia nenek anda, walau wanita tua itu bukan ibu kandung nyonya Indira, melainkan Bibinya nyonya Indira. Tapi wanita itu sangat menyayangi semua keponakannya."


"Apa kau tahu alamat rumah Bibi Nashita?"


"Tahu Bos. Ini Bos!" David mengeluarkan sebuah kertas yang mana sudah David tuliskan nama alamat rumah kediaman Fathir Aldama.


Jacob langsung mengambil kertas itu lalu membacanya. Lagi-lagi Jacob tersenyum. Dirinya sudah tidak sabar untuk bertemu dua perempuan yang begitu dia rindukan. Setidaknya di kota Hamburg Jacob akan bertemu dengan adik perempuannya, walau dia belum bertemu dengan ibunya."


Jacob menatap wajah David. "Terima kasih, David! Berkatmu aku bisa bertemu dengan adik perempuanku."


"Itu sudah menjadi tugasku, Bos!"


"Oh iya! Untuk urusan perusahaan. Aku serahkan padamu. Aku akan pergi ke Hamburg. Aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Aku sudah sangat merindukan adik perempuanku."


"Baik, Bos! Saya akan bekerja keras untuk memimpin perusahaan selama Bos pergi."