THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Sopir Baru



Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Fathir Aldama saat ini terlihat Fathir, Nashita dan keempat putranya tengah duduk santai di ruang tengah. Mereka berkumpul di ruang tengah hanya untuk sekedar menghabiskan waktu bersama.


Kimberly saat ini tengah bermanja-manja dengan ibunya dengan menyenderkan kepalanya di bahu sang ibu.


Melihat sifat manja putri dan adik perempuannya membuat Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum.


"Kim," panggil Fathir lembut.


"Aku masih ngambek sama Daddy," jawab Kimberly dengan membenamkan wajahnya di ceruk leher ibunya.


Fathir seketika menghela nafas pasrahnya ketika mendengar ucapan dari putri bungsunya. Ternyata putri bungsunya masih dalam mode merajuk terhadap dirinya.


Sementara Nashita dan keempat putranya yaitu Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum melihat wajah pasrah suami/ayahnya dan mendengar perkataan dari putri/adik perempuannya.


Ketika Fathir dan keluarganya tengah berkumpul bersama sembari bercerita dan bersenda gurau, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan panggilan masuk.


Fathir yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya yang kebetulan berada di atas meja.


Fathir melihat ke layar ponselnya dan tertera nama 'Helena' adik perempuannya.


Tanpa membuang waktu lagi, Fathir langsung menjawab panggilan dari adik perempuannya itu.


"Hallo, Helena. Ada apa, sayang?"


Mendengar sang ayah yang menyebut nama Bibinya. Jason, Uggy, Enda dan Riyan menatap kearah ayahnya. Begitu juga dengan Kimberly dan Nashita.


"Kak, apa kakak ada di rumah?"


"Iya. Kakak ada di rumah. Ini sedang berkumpul bersama kakak ipar kamu dan keempat keponakan kamu. Kenapa?"


"Aku, Rafassya dan anak-anak mau ke rumah kakak. Apa kedatangan kami tidak menggangu waktu istirahat kakak dan yang lainnya?"


"Tentu tidak Helena. Datanglah. Kakak dan yang lainnya menunggu kamu dan keluargamu datang."


"Baiklah, kak! Aku bersiap-siap dulu."


Setelah mengatakan itu, Helena langsung mematikan panggilannya. Begitu juga dengan Fathir.


"Ada apa, Dad? Kenapa Mami menghubungi Daddy. Biasanya jika ada apa-apa. Mami langsung datang menemui Daddy atau Mommy," ucap dan tanya Jason.


"Daddy juga tidak tahu. Mami kamu hanya bilang kalau dia dan keluarganya akan datang kesini."


***


Kediaman Aditya terlihat seorang gadis cantik tengah duduk di sofa ruang tengah. Di tangannya terlihat memegang gelas yang berisikan wine. Gadis itu adalah Gracia Aditya.


Gracia saat ini tengah memikirkan sebuah rencana untuk menghancurkan hubungan Tommy dan Kimberly. Dirinya tidak rela melihat kemesraan dan keromantisan Tommy dan Kimberly ketika berada di sekolah.


Setelah beberapa menit memikirkan sebuah ide untuk menghancurkan hubungan Tommy dan Kimberly. Seketika Gracia tersenyum.


Gracia akhirnya mendapatkan sebuah ide untuk menghancurkan hubungan Tommy dan Kimberly.


Setelah Gracia mendapatkan sebuah ide untuk menghancurkan hubungan Tommy dan Kimberly. Gracia kemudian mengambil ponselnya.


Ketika ponselnya sudah di tangannya, Gracia membuka grup WA miliknya. Lalu Gracia pun memulai menuliskan sesuatu disana.


Selesai menuliskan sesuatu di grup WA nya. Gracia mematikan kembali ponsel. Kemudian Gracia meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


"Tunggu kejutan dariku, Kimberly!" Gracia berucap dengan penuh percaya diri.


***


Helena, Rafassya dan keempat anak-anak sudah berada di kediaman Fathir Aldama.


Sesampainya di kediaman Fathir Aldama, Helena langsung memeluk tubuh kakak laki-lakinya. Begitu juga Rafassya. Rafassya memeluk tubuh kakak perempuannya.


Kini mereka semua berada di ruang tengah, kecuali Kimberly dan Valen. Keduanya berada di dalam kamarnya Kimberly.


"Sekarang, ceritakan kepada kakak. Ada apa?" tanya Fathir menatap wajah adik perempuannya dan adik iparnya.


"Ini masalah Valen, kak Fathir!" Rafassya menjawab pertanyaan dari kakak iparnya.


"Valen?" tanya Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Kejadian yang dialami Valen itu ulah dari sopir pribadinya," ucap Fathan.


Mendengar perkataan dari Fathan membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut.


"Kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu, Fathan?" tanya Nashita.


"Karena memang dia pelakunya," jawab Fathan.


"Kamu yakin jika sopir pribadi Valen yang sengaja melakukan hal itu?" tanya Jason.


"Dan kamu dapat informasi dari mana?" tanya Uggy.


"Dari dua tangan kananku, Kak Uggy! Ketika kak Jason membawa pulang Valen dan menceritakan kejadian yang menimpa Valen. Ditambah lagi mendengar cerita dari Valen. Dari situlah aku meminta dua tangan kananku untuk menyelidiki sopir pribadinya Valen."


"Kalau boleh tahu. Valen menceritakan apa saja kepada kalian?" tanya Nashita.


"Valen mengatakan kepada kami. Setelah selesai les, Valen langsung menghubungi sopirnya untuk menjemputnya. Dan Valen juga mengatakan bahwa sopir pribadinya itu menyuruh Valen untuk menunggu diluar dan sedikit menjauh dari tempat les nya." Helena menceritakan kepada kakak iparnya apa yang disampaikan oleh putri bungsunya itu.


"Dan lebih parahnya lagi. Keenam laki-laki itu adalah suruhan dari bajingan itu," ucap Fathan.


"Brengsek!" Jason, Uggy, Enda dan Riyan mengumpat penuh amarah.


Pasya, Fathan dan Aryan menatap wajah Jason selaku saudara tertua di keluarga Aldama dan Fidelyo.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, kak Jason?" tanya Pasya.


"Tangan kananku hanya mengetahui tentang kelakuan bajingan itu terhadap Valen. Dan untuk siapa-siapa saja yang ada di belakang bajingan itu. Tangan kananku belum mendapatkan apapun." Fathan berucap sembari menatap wajah kakak sepupunya.


"Kita harus segera mencari tahu dalang sebenarnya, kak Jason?" seru Aryan.


Mendapatkan pertanyaan dari ketiga adik sepupunya membuat Jason menjadi tidak tega. Apalagi melihat wajah khawatir ketiganya.


"Yang pertama, kita carikan sopir baru untuk Valen. Dan untuk calon sopir baru itu dari salah satu tangan kanan kita. Terserah mau tangan kanannya siapa. Aku, Uggy, Enda, Riyan atau kalian bertiga. Atau bisa juga tangan kanan dari salah saudara-saudara kita yang lainnya."


Mendengar perkataan dari Jason membuat mereka semua menganggukkan kepalanya tanda setuju. Menurut mereka, lebih aman menjadikan salah satu tangan kanannya untuk menjadi sopir pribadi Valen dari pada mencari diluar. Mereka semua tidak bisa lagi mempercayai orang luar, terutama untuk Rafassya selaku ayah dari putri bungsunya.


"Oh iya! Dimana sopir itu sekarang?" tanya Jason.


"Kami mengurungnya di penjara bawah tanah, kak Jason!" Aryan yang menjawab pertanyaan dari Jason.


"Bagus. Biarkan dia di tempat itu. Jangan lepaskan dia sebelum kita mengetahui siapa dalangnya. Untuk masalah yang menimpa Valen. Sebisa mungkin jangan sampai beredar keluar. Anggap tidak terjadi apa-apa. Katakan juga kepada Valen untuk bersikap biasa saja. Jika nanti Valen bertanya kenapa sopirnya diganti. Kalian cukup mengatakan bahwa sopirnya sedang izin untuk beberapa bulan."


"Baik, kak!"


"Baiklah, sayang!"


Rafassya, Helena, Pasya, Fathan dan Aryan menjawab bersamaan.


Ketika mereka tengah membahas masalah Valen. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara panggilan dari Valen.


"Mami."


Rafassya, Helena dan yang lainnya langsung melihat keasal suara. Dan mereka semua dapat melihat Valen yang setengah mengantuk menuruni anak tangga.


"Mami disini, sayang!"


Valen melangkah menuju ruang tengah dimana semua anggota keluarganya berada di sana.


"Ada apa, hum?"


Helena bertanya kepada putri bungsunya ketika putri bungsunya sudah berada di sampingnya.


"Masih lama ngobrol sama Daddy?"


"Kenapa, hum?" tanya Rafassya menatap gemas putrinya.


"Pulang," jawab Valen sembari menyenderkan kepalanya di dada ibunya.


"Loh! Tadi katanya mau ngobrol-ngobrol dulu sama kak Kimberly. Kok sekarang minta pulang," ucap Helena dengan tangannya mengusap lembut kepala putrinya.


"Kak Kimberly nya nggak asyik," jawab Valen dengan mempoutkan bibirnya.


"Memangnya kenapa dengan kakak kamu itu, hum?" tanya Nashita.


"Aku lagi serius-seriusnya cerita. Eh, kak Kimberly nya malah tidur."


Mendengar jawaban dan melihat wajah cemberut Valen. Mereka semua hanya tersenyum.


Riyan melirik kearah jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Seketika Riyan tersenyum.


"Wajar saja kakak kamu itu tidur, sayang. Ini sudah pukul 9 malam. Biasanya kakak kamu itu jam segini sudah tidur," sahut Riyan tersenyum menatap wajah adik sepupunya.


"Ah, iya! Mommy baru menyadari hal itu. Memang benar apa yang dikatakan oleh kak Riyan jika kak Kimberly memang langsung tidur jika sudah jam segini," ucap Nashita yang sadar kebiasaan putrinya.


"Lebih baik kalian menginap disini saja," ucap Fathir.


Rafassya dan Helena langsung menatap satu persatu anak-anaknya.


"Bagaimana dengan kalian?" tanya Rafassya.


"Iya, Pi! Kita nginap disini saja," sahut Pasya dan diangguki oleh Fathan dan Aryan.


"Kamu bagaimana sayang?" tanya Helena kepada putrinya.


"Aku menurut saja," jawab Valen.


"Anak pintar," puji Helena lalu mengecup pucuk kepalanya.


"Mau tidak di kamar sendiri atau tidur di kamarnya kak Kimberly?" tanya Enda kepada Valen.


"Eemm... Di kamar kak Kimberly aja deh!"


Setelah mengatakan itu, Valen langsung berdiri dari duduknya. Kemudian langsung berlari menuju kamar Kimberly di lantai dua.


Mereka yang melihat kelakuan Valen hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.