
Semuanya berkumpul di rumah Kimberly. Dan kini mereka semua berada di ruang tengah. Sementara Kimberly bersama Tommy berada di paviliun belakang.
Apa yang dialami Kimberly di sekolah sudah terdengar oleh kedua orang tuanya dan keempat kakaknya.
Mendengar kabar itu membuat mereka marah. Baik Fathir, Nashita maupun keempat putra-putranya tak habis pikir akan orang-orang yang suka menyakiti kesayangannya. Selama ini kesayangannya itu tidak pernah mengusik orang lain. Tapi kenapa orang-orang itu mengusik kesayangannya.
"Mau sampai kapan Kimberly akan menjadi bual-bualan orang-orang diluar sana. Apa mereka semua tidak pekerjaan lain selain mengganggu Kimberly?" Uggy berucap penuh kemarahan.
Bagaimana seorang Uggy Aldama tidak marah. Hampir setiap hari tangan kanannya melaporkan masalah orang-orang yang selalu menyakiti adik perempuannya. Bukan saja menyakiti melainkan orang-orang itu juga menghina adik perempuannya.
"Selesai masalah Talitha dan Clara. Mereka kini mendekam dalam penjara seumur hidup mereka. Bukan masalah selesai. Justru datang masalah baru," sahut Riyan.
"Hilang musuh yang satu. Muncul musuh yang lainnya," ucap Enda.
"Itulah yang dialami Kimberly," sela Jason.
Triny menatap wajah tantenya. "Mommy," panggil Triny.
"Iya, sayang. Ada apa, hum?"
"Mom. Sudah cukup kita menuruti keinginan Kimberly untuk menyembunyikan statusnya sebagai putri bungsu kalian. Sudah waktunya orang-orang diluar sana tahu siapa Kimberly!" Triny berbicara dengan tatapan matanya menatap manik tantenya itu.
"Aku setuju apa yang dikatakan oleh Triny, Tante! Setidaknya dengan kita mempublikasikan status Kimberly ke publik. Orang-orang akan berpikir dua kali untuk mencari masalah dengan Kimberly. Setidaknya selama di sekolah. Setiap hari ada saja yang mengganggu Kimberly. Tidak masalah kalau sekedar mengganggu atau sekedar menjahili. Nah! Ini bukan lagi sekedar hanya keusilan belaka. Tapi ini sudah luar biasa dan sudah melampui batas. Kasihan Kimberly nya tante, om. Kimberly tidak pernah tenang selama berada di sekolah." Andhika juga memberikan usul kepada kedua orang tuanya Kimberly.
"Aku juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kak Triny dan Kak Andhika," ucap Santy.
Fathir dan Nashita melihat kearah putra-putranya. Keduanya ingin pendapat dari keempat putra-putranya itu.
"Bagaimana dengan kalian sayang?" tanya Fathir.
"Sejak kejadian dimana Kimberly dihina dan tampar oleh keluarganya Antoni. Sejak itulah Mommy dan Daddy sudah berniat untuk mempublikasikan status Kimberly kepada publik. Namun semuanya gagal. Niat Mommy dan Daddy ketahuan oleh adik kalian itu. Dan kalian tahukan apa yang terjadi selanjutnya?"
Mendengar perkataan dari ibunya membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan hanya diam tanpa berkomentar. Mereka tahu apa yang akan terjadi jika kedua orang tuanya tetap mempublikasikan status adik perempuannya ke publik.
Adik perempuannya akan mogok makan, akan mengurung diri di dalam kamar dan tidak akan mau bicara dengan mereka semua selama satu bulan penuh. Jika hal itu terjadi. Bukan mereka saja yang akan dibuat panik. Tapi Kimberly juga akan terluka akibat ulahnya sendiri.
"Sebenarnya apa alasan Kimberly merahasiakan statusnya om, tante?" tanya Evan.
"Diluar sana banyak anak-anak yang bangga akan kekayaan keluarganya. Mereka bangga terlahir dari keluarga kaya. Bahkan mereka dengan bangga bisa memamerkan apa yang mereka miliki kepada orang-orang yang tidak mampu membelinya," ucap Jerry.
"Bahkan mereka juga saling memamerkan barang-barang mahal mereka dengan sesama mereka," kata Ivan, sahabatnya Billy.
"Billy, Triny dan Aryan adalah saudara sepupu. Bahkan seluruh murid-murid di sekolah juga sudah tahu tentang mereka bertiga. Begitu juga dengan kami," kata Dania.
"Sementara Kimberly. Sejak pertama masuk sekolah. Kimberly sama sekali tidak menunjukkan siapa dia sebenarnya. Dan apa hubungannya dengan Triny, Aryan dan Billy. Semua murid-murid di sekolah mengira kedekatan Kimberly dan keempat sahabatnya hanya sebatas kakak kelas dan adik kelas saja." Nathan juga ikut berbicara.
"Sejak kejadian dimana anggota keluarga dari Antoni datang ke sekolah dan melabrak Kimberly. Dari situlah mereka semua tahu tentang status Kimberly. Hanya saja kelompok Marco, kelompok Ishana, kelompok Talitha dan kelompok Syafina belum mengetahuinya. Karena saat kejadian itu, mereka tidak berada di sekolah." Lisa berbicara sambil mengingat kejadian dimana Kimberly dilabrak oleh keluarganya Antoni.
"Dan pada akhirnya boom itu meledak juga!" seru Rere.
"Boom," ucap Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.
"Meledak," ucap Fathir dan Nashita bersamaan.
"Kak Triny ngamuk beberapa hari yang lalu ketika kita semua tahu tentang pelaku yang menabrak Kimberly. Kak Triny dan juga Kak Billy mengungkapkan semua tentang Kimberly. Bahkan hubungan persaudaraan mereka. Jadi bagi murid-murid yang belum tahu masalah itu akhirnya jadi tahu. Mereka terkejut ketika mengetahui status Kimberly dan hubungannya dengan Kak Billy, Kak Aryan dan Kak Triny." Rere menjelaskan tentang kata boom meledak kepada kedua orang tuanya dan keempat kakaknya Kimberly.
Mendengar penjelasan dari Rere membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum.
"Ternyata keponakan Mommy yang cantik, super kalem dan lemah lembut ketika di rumah. Ternyata bisa berubah jadi macan ketika berada diluar, hum!" goda Nashita.
Mendengar perkataan dari tantenya membuat Triny mendengus kesal.
"Aku berubah jadi macam betina ketika diluar itu juga gara-gara putri Mommy yang keras kepala itu. Jika putri Mommy itu tidak memiliki ide gila dengan menyembunyikan status nya. Gak bakal gini jadinya." Triny menjawab dengan wajah kesalnya.
Mendengar perkataan dari Triny. Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum gemas. Mereka semua tahu bagaimana rasa sayang Triny terhadap Kimberly. Begitu juga dengan Billy dan Aryan. Bahkan keponakan/saudara yang lainnya.
"Terima kasih ya sayang. Kamu sudah menjadi kakak yang baik untuk Kimberly. Dan juga untuk kamu Billy, Aryan. Terima kasih ya. Mommy bangga sama kalian bertiga."
"Sama-sama Mom. Kami sangat menyayangi Kimberly. Begitu juga dengan saudara perempuan yang lainnya," jawab Aryan dan Billy.
"Terus bagaimana Mom, Dad?" tanya Aryan.
"Apanya?" Nashita dan Fathir bertanya balik.
"Aish! Masalah mempublikasikan status Kimberly kepada publik," jawab Aryan.
"Kita akan bahas masalah ini baik-baik dengan Kimberly. Bagaimana pun ini juga menyangkut Kimberly dan Kimberly berhak tahu," sahut Nashita.
"Jika kita gegabah dan langsung bertindak tanpa sepengetahuan Kimberly. Takutnya Kimberly akan marah dan kecewa dengan kita semua," ucap Fathir.
"Kalian gak mau kan jika Kimberly marah dan kecewa dengan kita?" tanya Uggy.
Mereka semua menggelengkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan dari Uggy.
"Kalian tahu sendiri bagaimana sifat dan watak Kimberly. Kimberly punya alasan tersendiri menyembunyikan statusnya dari orang-orang diluar sana. Kimberly menyembunyikan statusnya hanya untuk mencari teman yang benar-benar mau berteman dengannya. Kimberly tidak mau orang-orang dekatin dia hanya karena dia anak orang kaya. Kimberly juga tidak mau jika orang-orang berteman dengannya karena terpaksa. Dengan kata lain mereka mau berteman dengannya hanya karena rasa takut terhadap keluarganya yang memiliki pengaruh yang sangat kuat di negara Jerman." Enda berbicara sambil mengingat tentang sifat baik adik perempuannya.
"Kimberly hanya ingin mencari teman yang mau menerima dia apa adanya. Gak mandang status. Begitu juga dengan Kimberly," ucap Riyan.
"Dan ada beberapa hal yang tidak diinginkan dan paling dibenci oleh Kimberly. Kalian tahukan?" ucap dan tanya Jason dengan menatap wajah Triny, Billy dan Aryan.
"Kimberly paling tidak suka menyombongkan diri kepada orang lain," jawab Triny.
"Kimberly paling anti memamerkan kekayaan keluarganya. Karena itu bukanlah sifatnya," ucap Billy.
"Kimberly tidak suka menghina orang lain apalagi memandang rendah orang itu," ucap Triny.
Jason tersenyum. "Iya, kalian benar! Dan itulah alasan Kimberly kenapa memilih menyembunyikan statusnya didepan publik. Dengan begitu Kimberly bisa melawan orang-orang yang sudah menghina dan merendahkan dia sehingga orang-orang itu terdiam dan tak berkutik."
Mendengar ucapan demi ucapan dari anggota keluarga Kimberly membuat para sahabatnya dari Triny, Billy dan Aryan makin kagum akan kepribadian yang dimiliki oleh Kimberly. Kimberly yang berasal dari keluarga kaya nomor satu dan tiga di dunia dan di Jerman tidak pernah menyombongkan diri dan tidak pernah merendahkan orang lain. Sementara orang-orang yang berada dibawah keluarganya justru bersikap sangat menjijikkan.
Keluarga Kimberly juga sama seperti keluarga Tommy. Begitu juga dengan keluarga para sahabat-sahabatnya dan juga para sahabatnya Triny, Billy dan Aryan. Mereka tidak pernah menyombongkan diri dan tidak pernah merendahkan orang lain yang berada dibawah mereka.
Sifat Tommy dan sifat Kimberly memiliki kesamaan. Sama-sama tidak suka menyombongkan diri. Sama-sama menyembunyikan statusnya didepan publik. Sama-sama mendapatkan hinaan dan cacian dari orang-orang yang berasa diri mereka berada diatas. Ketika mengetahui status asli keduanya. Mereka langsung menyesal dan meminta maaf. Bahkan ingin kembali menjalin sebuah hubungan.
Begitulah sifat para manusia yang serakah dan haus akan kekayaan.