
Kimberly sudah di sekolahnya. Kini Kimberly berada di kelas sedang mengikuti pelajaran matematika, termasuk lima anak baru yaitu Talitha dan keempat temannya.
Baik Kimberly, keempat sahabatnya dan para teman-teman sekelasnya mengikuti pelajaran matematika tersebut dengan tenang.
Disisi lain, di halaman sekolah tampak ramai. Terlihat keributan disana. Keributan tersebut dibuat oleh keluarga Archard dan Adolfa. Kedua keluarga itu bersikeras ingin bertemu dengan Kimberly.
"Biarkan saya bertemu dengan murid yang bernama Kimberly. Saya dan keluarga saya ingin memberikan pelajaran kepadanya!" bentak kakak laki-laki dari Lana.
"Maaf, tuan! Para murid-murid sedang mengikuti pelajarannya, termasuk murid yang bernama Kimberly. Jadi kami mohon untuk tidak membuat keributan disini." kepala sekolah tersebut berusaha untuk bersikap sabar.
Kepala sekolah sudah mengetahui perihal status Kimberly. Bukan itu saja, Kepala sekolah juga sudah mengetahui hubungan Kimberly dengan murid bernama Billy, Triny dan Aryan. Kepala sekolah mengetahui bahwa Kimberly adalah putri bungsu dari Fathir Aldama pemilik dari GLS GERMAN LANGUAGE SCHOOL. Sekolah elit dan ternama di Jerman.
Baik kepala sekolah maupun para guru-guru sangat mengenal siapa itu keluarga Aldama. Keluarga Aldama adalah keluarga kaya raya yang terkenal nomor satu di dunia dan paling berpengaruh di dunia dan di Jerman.
Charles menarik kerah baju Kepala sekolah tersebut. Dirinya merasa marah keinginannya dan keluarganya tidak dikabulkan.
"Kau berani melawan. Kau tidak tahu siapa kami. Apa kau ingin kami menghancurkanmu dan keluargamu, hah!" bentak Charles.
Kepala sekolah langsung memegang kedua tangan Charles, lalu menarik kasar tangan itu. Setelah itu, kepala sekolah itu langsung menghempaskan tangan Charles.
"Saya tidak takut kepada anda dan juga keluarga anda. Justru saya yang merasa kasihan jika anda tahu siapa lawan anda." kepala sekolah itu menjawab dengan menatap jijik Charles dan keluarganya.
"Banyak omong kau. Ayo, masuk!"
Kakak laki-laki dari Lana langsung masuk begitu saja ke pekarangan sekolah. Sementara kepala sekolah dan para guru-guru mengikuti dari belakang.
"Pak. Kenapa dibiarkan? Kalau terjadi sesuatu dengan murid bernama Kimberly, bagaimana?" tanya wakil kepala sekolah berbisik di telinga kepala sekolah.
"Tenanglah. Tidak akan terjadi apa-apa dengan murid kita itu, Pak! Justru mereka yang akan malu nantinya. Kita cukup lihat saja. Apa yang akan dilakukan oleh keluarga sombong itu?" jawab kepala sekolah itu.
***
Uggy sedang berkutat dengan beberapa berkas yang menumpuk di atas meja. Dan ada beberapa berkas yang harus segera di tandatangani olehnya. Berkas kerja sama dari tiga Perusahaan terkenal di Australia. Perusahaan-perusahaan itu ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan miliknya.
Ketika sedang fokus dengan berkas-berkas kerjanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
TOK!
TOK!
TOK!
"Masuk!" teriak Uggy dari dalam.
CKLEK!
Pintu di buka oleh seseorang. Dan orang itu adalah tangan kanannya. Pria itu masuk dan tak lupa menutup kembali pintu tersebut.
Seperti biasanya, pria itu langsung menduduki pantatnya di sofa dan disusul oleh Uggy.
"Apa ada perkembangan?" tanya Uggy langsung.
"Ada, Bos. Dua keluarga itu sudah bertindak sekarang," jawab pria itu.
"Dua keluarga?" tanya Uggy balik.
"Ya, Bos. Dua keluarga. Keluarga dari suami perempuan itu dan keluarga dari perempuan itu," jawab pria itu.
"Apa yang dilakukan oleh dua keluarga brengsek itu?"
"Mereka mendatangi sekolah nona Kimberly. Bahkan mereka sempat bersitegang dengan kepala sekolah."
Uggy menyeringai di sudut bibirnya. "Ternyata kalian berani juga. Jika lecet sedikit saja adikku oleh kalian. Habis kalian semua," batin Uggy.
"Siapa saja yang mereka bawa?"
"Tidak banyak, Bos. Suami dari perempuan itu bersama dengan satu anak perempuannya dan adik laki-lakinya. Ditamba dengan kakak laki-laki dan adik perempuan dari perempuan itu. Serta perempuan itu sendiri dan calon menantunya."
"Baiklah. Sekarang persiapkan dua puluh orang anggota kita. Setelah itu kau dan dua puluh anggota kita langsung datang ke sekolah adikku. Tunggu aku disana."
"Baik, Bos."
Setelah itu, pria tersebut pun pergi dari ruang kerja Uggy dan menjalankan perintah dari Uggy.
Sementara Uggy langsung menghubungi kakaknya yaitu Jason. Kakaknya itu sudah meminta padanya untuk memberitahu dirinya jika keluarga itu menyerang adik perempuannya.
***
Di perusahaan JS'nAld. Terlihat seorang pemuda tampan tengah duduk di sofa yang ada di ruang kerja miliknya. Pemuda itu adalah Jason Aldama. Putra sulung dari Fathir Aldama dan Nashita Aldama.
Jason saat ini tengah sibuk memeriksa beberapa file di laptop miliknya. File-file yang begitu penting untuk Perusahaannya dan perusahaan keluarganya.
Jason memegang dua Perusahaan. Satu perusahaan miliknya dan satu Perusahaan keluarganya. Perusahaan keluarganya, Jason sebagai Direkturnya. Sementara ayahnya sebagai Prisiden Direkturnya.
Ketika Jason tengah sibuk menatap ke layar laptopnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Jason melihat kearah ponselnya dan dapat dilihat olehanya nama 'Uggy' adik pertamanya di layar ponselnya. Tanpa menunggu lama, Jason langsung menjawab panggilan tersebut.
"Hallo, Uggy. Ada apa?"
"Hallo, Kak Jason. Bersiap-siaplah."
"Bersiap-siap? Kenapa memangnya?"
"Dua keluarga itu telah berada di sekolah Kimberly, Kak! Mereka ingin menyerang Kimberly."
Mendengar ucapan dari Uggy membuat Jason terkejut dan detik kemudian berubah jadi marah.
"Dua keluarga? Maksudmu?"
"Iya, Kak! Dua keluarga. Pihak dari suami perempuan tua itu dan keluarga dari pihak perempuan tua itu. Termasuk calon menantunya."
"Baiklah. Kakak akan langsung ke sekolah Kimberly. Hubungi Billy. Pastikan Billy tahu masalah ini."
"Baik, Kak."
Setelah itu, Jason langsung mematikan teleponnya. Jason langsung bergegas untuk menuju sekolah adiknya.
"Jika kalian berani menyentuh adikku. Habis kalian semua ditanganku," batin Jason.
***
Di sekolah sudah ramai para siswa dan siswi di lapangan. Mereka keluar meninggalkan kelas karena mendengar keributan di lapangan.
Keluarga Archard dan keluarga Adolfa berteriak di lapangan sembari menyebut nama Kimberly.
Sementara Clara tersenyum puas karena telah berhasil menghasut keluarga besar Antoni.
Di kelas Kimberly tampak heboh, terutama Talitha. Gadis itu mengejek dan menghina Kimberly.
Sementara Kimberly hanya menganggapnya angin lalu. Kimberly tidak mempedulikan Talitha dan keempat antek-anteknya.
"Kim. Siapa mereka? Kenapa mereka berteriak memanggil nama kamu?" tanya Sinthia.
"Aku tidak tahu. Mungkin orang gila yang lepas dari rumah sakit jiwa." Kimberly menjawabnya dengan asal.
Mendengar jawaban asal dari Kimberly membuat teman-teman sekelasnya, kecuali Talitha dan keempat antek-anteknya tertawa. Sementara keempat sahabatnya menatap kesal Kimberly.
"Kim. Serius dikit kenapa sih." Rere menatap kesal Kimberly.
"Kita ini mengkhawatirkan kamu, tahu!" seru Santy dan Cathrine.
Kimberly hanya tersenyum mendengar ucapan demi ucapan dari keempat sahabatnya.
"Kalian aja yang terlalu berlebihan. Kenapa harus takut sama para sampah yang ada diluar sana selama kita gak salah? Apalagi aku. Aku merasa tidak pernah melakukan hal-hal buruk selama ini." Kimberly berbicara sembari menatap satu persatu wajah keempat sahabatnya.
Setelah mengatakan hal itu, Kimberly keluar meninggalkan kelas dan diikuti oleh keempat sahabatnya.
Di lapangan sekolah keluarga Archard dan Adolfa masih saja berteriak memanggil nama Kimberly. Mereka benar-benar marah karena sudah satu jam mereka berteriak justru orang yang menjadi korban teriak tak kunjung datang menemui mereka semua.
"Brengsek! Kemana anak sialan itu? Dianggap apa kita ini. Kenapa anak sialan itu tidak juga datang?" Charles benar-benar marah saat ini.
"Mungkin wanita mur*han itu takut, Paman. Secara kan dia memang salah sudah menampar Bibi Lana," sahut Clara yang memanas-manasi keadaan.
"Siapa yang kau bilang takut, hah!" teriak seseorang.
Mendengar teriak dari seseorang. Mereka semua yang ada di lapangan, termasuk keluarga Archard dan Adolfa melihat kearah orang yang berteriak itu.
"Nah. Itu dia orangnya, Paman!" seru Clara sembari menunjuk kearah Kimberly.
Orang yang berteriak itu adalah Kimberly. Kimberly datang bersama keempat sahabatnya dan ketiga saudara sepupunya. Billy, Triny dan Aryan menatap marah kearah keluarga Archard dan Adolfa.
Kini Kimberly, ketiga saudara sepupunya dan keempat sahabatnya sudah berada ditengah-tengah keluarga Archard dan Adolfa.
"Oh. Jadi kau yang bernama Kimberly. Anak yang sudah berani menampar istriku di depan umum, hah!" bentak Charles.
Kimberly menatap tajam kearah perempuan tua yang pernah ditamparnya. Setelah itu, Kimberly menatap balik kearah Charles.
"Iya," jawab Kimberly.
Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Charles murka. Lalu...
PLAAKK!
"Kimberly!" teriak Billy, Triny, Aryan dan keempat sahabatnya.
"Anda sudah membangunkan singa yang sedang tidur, tuan." Billy menatap tajam kearah Charles.
Kimberly meringis merasakan sakit di bagian wajahnya. Sudut bibirnya terluka dan berdarah. Kimberly menatap nyalang Charles. Sementara Clara tersenyum puas melihat Kimberly yang mendapatkan tamparan keras dari Charles. Clara menatap sinis Kimberly.
"Anda berani menampar saya, tuan!" bentak Kimberly dengan tatapan amarahnya.
"Kenapa? Kau pikir aku..."
DUUAAGGHH!
BRUUKK!
Kimberly langsung memberikan tendangan keras tepat di perut Charles sehingga membuat tubuh Charles tersungkur di tanah dengan perut yang terlebih dahulu menghantam tanah. Seketika Charles memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Papa!" teriak anak perempuannya, lalu menghampiri ayahnya.
"Sayang!" teriak Lana.
Melihat kejadian tersebut membuat mereka semua terkejut dan syok. Mereka semua menatap ngeri Kimberly. Dapat mereka lihat, tatapan mata Kimberly yang begitu mengerikan. Tidak seperti biasanya.
"Anda sudah salah mencari masalah denganku," sahut Kimberly dengan suara yang benar-benar terdengar berbeda dengan suara asli Kimberly.
Kimberly menatap nyalang kearah Lana, Clara dan anggota keluarga Archard dan Adolfa. Ketika Kimberly ingin berbicara terdengar suara seseorang yang menghampiri mereka semua.
"Kimberly," panggil Jason dan Uggy yang melangkah menuju kearah Kimberly diikuti dua puluh anggota di belakang.
Mendengar suara Jason dan Uggy. Billy, Triny dan Aryan melihat kearah Jason dan Uggy. Sementara Kimberly menatap nyalang dua keluarga dari perempuan tua tersebut dan Clara.
Ketika Jason dan Uggy sudah berada didekat Kimberly. Keduanya terkejut saat melihat bekas tamparan dan juga sudut bibir adiknya yang terluka.
Jason dan Uggy dapat melihat tatapan mata adiknya. Keduanya menyadari bahwa saat ini tubuh adiknya sudah diambil alih oleh sosok yang ada di dalam diri adiknya itu. Sosok itu akan keluar jika keadaan yang sudah benar tidak bisa dikendalikan.
"Billy. Siapa yang sudah berani menampar Kimberly?" tanya Jason dengan raut amarahnya.
"Laki-laki baj*ng*n itu," jawab Billy dengan menunjuk kearah Charles yang sudah terkapar tak berdaya di tanah.
Jason dan Uggy menatap kearah Charles, lalu terukir senyuman meremehkan di sudut bibir keduanya.
Jason menepuk pelan bahu Kimberly, lalu berbisik di telinga adiknya. "Kami sudah berada disini. Biarkan kami yang menyelesaikan masalah ini. Kami akan melindungi Kimberly."
Setelah mengatakan hal itu, seketika tubuh Kimberly terhuyung ke belakang. Untung Jason dan dibantu oleh Billy langsung menahan tubuh Kimberly sehingga tidak terjatuh ke tanah.
"Kamu baik-baik saja, hum?" suara lembut itu memasuki indera pendengarannya.
Kimberly langsung menolehkan pandangannya kearah samping. Dapat Kimberly lihat kedua kakaknya berada di sampingnya.
"Ka-kakak," lirih Kimberly. Jason dan Uggy mengangguk.
"Aryan, Triny." Uggy memanggil kedua adik sepupunya.
"Iya, Kak." Triny dan Aryan menyahut.
"Bawa Kimberly kembali ke kelasnya. Dan jangan lupa berikan Kimberly minum," ucap Uggy.
"Baik, Kak!" Aryan dan Triny mengambil alih tubuh Kimberly dari Jason dan Billy, lalu membawanya ke kelas dan diikuti oleh keempat sahabatnya.
"Billy, kau tetap disini!" seru Jason.
"Baik, Kak."
Jason, Uggy dan Billy menatap tajam kearah keluarga Archard dan Adolfa.