
Kimberly dan Delia saat ini dalam perjalanan pulang ke rumah masing-masing dengan Kimberly yang akan terlebih dahulu mengantarkan Delia sampai di rumahnya.
Awalnya Delia ingin pulang sendiri dengan menggunakan taxi online, namun Kimberly langsung menahannya dan menawarkan diri untuk mengantarnya.
Ketika Delia hendak protes, Kimberly memperlihatkan wajah tak sukanya sehingga membuat Delia pun pasrah.
Sementara di kediaman Aldama dimana Fathir, Nashita dan keempat kakak laki-lakinya yaitu Jason, Uggy, Enda dan Riyan tengah duduk di sofa ruang tengah dengan memikirkan sang kesayangannya yang belum kembali.
Nashita berulang kali menghubungi putri bungsunya itu, namun jawaban dari operator yang selalu menjawab panggilannya itu.
"Sayang, bagaimana ini? Kimberly nya kemana? Ini sudah sore loh. Kimberly nya pergi sudah lama," ucap dan tanya Nashita kepada suaminya.
Ketika mereka tengah memikirkan Kimberly yang belum pulang sejak berangkat sekolah hingga sekarang pukul 5 sore dan bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi. Tiba-tiba mereka semua dikejutkan dengan suara ponsel milik Uggy.
Uggy yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Uggy melihat nama Deryl yang terpampang di layar ponselnya itu.
Tanpa buang-buang waktu lagi, Uggy pun segera menjawab panggilan dari tangan kanannya tersebut.
"Hallo, Deryl. Ada apa?"
"Ach, maaf Bos kalau saya mengganggu."
"Tidak apa-apa Deryl. Katakan padaku ada apa?"
"Saya ingin melaporkan tentang nona Kimberly."
Mendengar nama adik perempuannya membuat Uggy menjadi was-was dan kekhawatiran makin bertambah.
"Kenapa dengan adik perempuanku? Dia baik-baik saja kan?"
Nashita, Fathir, Jason, Enda dan Riyan seketika terkejut ketika mendengar perkataan Uggy.
"Nona baik-baik saja, Bos! Saya hanya ingin memberitahu ada kejadian ketika nona berada di toko buku."
"Kejadian di toko buku? Jadi maksud kamu kalau adik perempuanku pulang sekolah singgah dulu ke toko buku, begitu?"
"Benar, Bos!"
"Lalu kejadian apa yang dialami oleh adik perempuanku itu?"
"Di toko buku itu ada seorang gadis yang usianya dibawah nona yang sedang mendapatkan masalah. Bahkan gadis itu ketika melihat nona, gadis itu langsung menyapa nona. Begitu juga dengan nona sendiri."
"Apa Valen?"
"Bukan, Bos! Kalau wajah nona Valen saya tahu. Dan gadis itu, untuk pertama kalinya saya melihatnya."
"Apa yang terjadi? Tadi kamu bilang kalau gadis itu mendapatkan masalah?"
"Gadis itu dituduh mencuri dua novel. Dan dua novel itu ada di dalam tas gadis itu. Kejadian itu dilihat dan direkam oleh nona. Selesai orang-orang itu menghina, memaki dan lain sebagainya terhadap gadis itu, setelah itu barulah nona bertindak."
"Apa yang dilakukan oleh adik perempuanku terhadap para manusia menjijikkan itu?"
"Intinya nona Kimberly memberikan hukuman kepada orang-orang yang sudah menuduh, menghina dan memaki gadis itu dengan membuat beberapa pengunjung toko buku itu tidak akan bisa lagi memasuki toko buku. Semua toko buku tidak akan menerima mereka termasuk toko buku yang ada di dalam mall. Sama halnya dengan para karyawan toko buku itu, mereka kehilangan pekerjaannya dan tidak akan mendapatkan pekerjaan lagi di tempat lain."
"Jadi dengan kata lain para karyawan toko buku itu sudah masuk ke dalam daftar hitam di semua toko buku atau pun tempat-tempat yang akan mereka datangi untuk melamar pekerjaan yang ada di kota ini, begitu?"
"Benar, Bos!"
"Lalu apa yang dilakukan oleh adik perempuanku terhadap orang yang sudah memasukkan dua novel ke dalam tas gadis itu?"
"Nona meminta saya untuk mencari tahu latar belakang keluarga dari dua gadis SMA itu. Setelah itu, nona meminta saya untuk menghancurkan kedua keluarga tersebut."
"Oh, jadi maksud kamu pelaku yang telah memasukkan dua novel ke dalam tas gadis itu seorang siswi SMA?"
"Iya, Bos!"
"Baik, Bos!"
"Apa kau tahu kemana adik perempuanku setelah dari toko buku itu?"
"Yang saya dengar bahwa nona akan mengantarkan gadis itu pulang ke rumahnya, Bos!"
"Baiklah. Terima kasih informasinya Deryl. Tetap terus awasi dan lindungi adik perempuanku."
"Baik, Bos!"
Setelah mengatakan itu, Uggy pun mematikan panggilannya dan meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
"Apa yang terjadi Uggy?" tanya Fathir.
"Pulang sekolah Kimberly singgah dulu ke toko buku. Kemudian di toko buku itu ada kejadian dimana dua orang siswi SMA memasukkan dua novel ke dalam tas seorang gadis sehingga gadis itu dituduh mencuri dan berakhir penghinaan, cacian dan sebagainya. Gadis itu bahkan kenal dengan Kimberly. Begitu juga dengan Kimberly."
Mendengar cerita dan penjelasan dari Uggy membuat Fathir, Nashita, Jason, Enda dan Riyan memikirkan gadis yang ditolong oleh kesayangannya itu.
Ketika mereka tengah memikirkan Kimberly dan gadis yang ditolongnya, ponsel milik Nashita berbunyi.
Nashita kemudian langsung mengambilnya. Nashita melihat nama 'Alman' di layar ponselnya.
"Siapa sayang?" tanya Fathir.
"Alman," jawab Nashita.
Setelah itu, Nashita pun langsung menjawab panggilan dari adik laki-laki dari Liana adik iparnya.
"Hallo, Alman!"
"Hallo kak Nashita. Kakak ada dimana sekarang?"
"Kakak ada di rumah bersama kakak ipar kamu dan keponakan-keponakan kamu minus Kimberly. Ada apa?"
"Ach, begini kak Nashita! Aku ingin memberitahu bahwa Kimberly sekarang ini berada di rumahku. Kimberly sedang istirahat di kamar. Ketika Kimberly hendak pulang, Kimberly mengeluh sakit perut."
Mendengar perkataan dari Alman seketika membuat Nashita khawatir. Nashita berpikir bahwa sakit perut putrinya itu disebabkan karena maag.
"Apa Kimberly sudah minum obat?"
"Kami sudah memanggil dokter untuk memeriksa Kimberly. Dan dokter itu bilang bahwa maag Kimberly kambuh. Ketika dokter itu hendak memberikan obat, Kimberly langsung menolak dan mengatakan bahwa obatnya masih ada. Dan Kimberly tidak ingin makan obat baru sementara obat yang lama masih ada."
"Dan satu lagi kak Nashita. Kimberly bisa ada di rumahku karena Kimberly telah menyelamatkan putri bungsuku ketika di toko buku. Dan Kimberly juga yang sudah mengantarkan putri bungsuku pulang."
Mendengar pengakuan dari Alman membuat Nashita akhirnya tahu tentang sosok gadis yang ditolong oleh putri bungsunya itu.
"Baiklah, Alman! Kakak dan yang lainnya akan ke rumahmu sekalian membawa obat maag Kimberly. Tolong jaga Kimberly sampai kami tiba."
"Baik, kak! Kakak tidak perlu khawatir. Kimberly akan aman bersama kami."
"Terima kasih, Alman!"
Setelah mengatakan itu, Nashita pun langsung mematikan panggilannya. Nashita menatap wajah suami dan keempat putranya. Begitu juga dengan suami dan keempat putranya.
"Kita ke rumah Alman, sekarang! Kimberly butuh obat maag nya. Kimberly tidak mau meminum obat yang diberikan oleh dokter pribadi keluarga Sheehan."
"Pasti telat makan lagi tuh anak. Bandel banget sih jadi adek," gerutu Riyan.
Mendengar gerutuan Riyan membuat Nashita, Fathir, Jason, Uggy dan Enda tersenyum. Mereka tahu bagaimana besarnya rasa khawatir Riyan ketika mendengar adik perempuannya jatuh sakit.
"Nanti saja marah-marahnya. Adik perempuan kamu yang bandel itu tengah menunggu kedatangan obatnya. Apa kamu tega menahan obatnya disini, hum?" tanya Jason sembari tersenyum.
Setelah itu, mereka semua pun pergi meninggalkan kediaman untuk menuju kediaman keluarga Alman Sheehan.