
"Apa rencana kalian sekarang?" tanya Billy kepada Kimberly dan Tommy.
Semuanya saat ini sudah berkumpul di ruang tengah lengkap dengan beberapa makanan dan minuman di atas meja.
Kimberly melihat kearah Tommy. Begitu juga dengan Tommy. Keduanya saling memberikan tatapan melalui matanya masing-masing.
Setelah itu, Tommy dan Kimberly kembali menatap sepupunya dan sahabat-sahabatnya.
"Aku tetap pada rencana awal," jawab Tommy.
Mereka melihat kearah Kimberly yang masih belum memberikan jawabannya.
Detik kemudian...
Kimberly tersenyum di sudut bibirnya setelah mendapatkan sebuah ide di kepalanya.
Melihat senyuman Kimberly membuat mereka semua langsung paham terutama untuk Billy, Triny dan Aryan.
"Kalian akan tahu apa yang akan aku lakukan pada bajingan busuk itu," sahut Kimberly.
Setelah mengatakan itu, Kimberly menatap wajah keempat sahabatnya terutama wajah Sinthia.
"Santy, Rere, Sinthia dan lo Catherine! Kalian masih punya hutang sama gue. Kapan kalian akan membayar hutang kalian itu, hum?!" Kimberly berbicara dengan memberikan tatapan intimidasi terhadap keempat sahabatnya itu.
Sementara Santy, Rere, Sinthia dan Catherine seketika menelan ludahnya secara kasar. Keempat tahu akan pertanyaan Kimberly yang mengatakan tentang hutang.
Billy, Aryan, Triny dan semuanya langsung melihat kearah Santy, Rere, Sinthia dan Catherine. Mereka semua penasaran akan hutang yang dimaksud oleh Kimberly.
Billy kemudian mendekatkan wajah ke telinga Catherine. Dirinya bermaksud untuk bertanya kepada kekasihnya itu.
"Kamu punya hutang sama Kimberly?"
"Tidak!"
"Kalau tidak ada. Kenapa Kimberly berbicara seperti itu padamu, Santy, Rere dan Sinthia?"
"Ini masalah dimana Antoni yang dulu ingin melecehkan Kimberly di gudang sekolah."
Billy seketika membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban dari Catherine.
"Lah! Kok bisa? Bukannya kita semua sepakat untuk tidak memberitahu Kimberly kejadian itu."
"Tanyakan saja pada Sinthia. Dia yang biang keroknya."
Billy dan Catherine berbicara secara berbisik-bisik sehingga tidak ada satu pun orang-orang yang ada di ruang tengah itu mendengarnya.
Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan Kimberly kepada Santy, Rere, Sinthia dan Catherine. Billy kemudian menjauhkan wajahnya dan duduk seperti biasanya.
Kimberly menatap horor kearah Santy, Rere, Sinthia dan Catherine karena tidak mendapatkan jawabannya. Dirinya benar-benar kesal akan tingkah keempat sahabatnya itu.
"Yak! Santy! Rere! Sinthia! Catherine! Kenapa diam? Mana hutang kalian? Kapan mau dibayar?"
Santy, Rere, Sinthia dan Catherine dengan kompak melihat kearah Kimberly. Bahkan mereka juga dengan kompak memperlihatkan wajah sedihnya di depan Kimberly.
"Kim, apa lo tega nagih hutang ke gue di depan ketiga sepupu lo, di depan cowok lo dan di depan cowok-cowok kita?" tanya Sinthia.
"Kita malu kali Kim!" ucap Rere.
"Iya, Kim. Ntar cowok gue beranggapan aku ini cewek.... Cewek.....," Santy sengaja menghentikan ucapannya. Dia ingin reaksi Kimberly seperti apa.
Dan detik kemudian...
Lionel langsung mengusap-usap lembut kepala belakang Santy.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu apapun yang terjadi. Sekali pun kamu banyak hutang. Tapi hutangnya jangan sama orang yang tidak dikenal. Kamu cukup berhutang sama orang-orang di sekitar kamu. Jadi ketika kamu berat dan kesusahan untuk membayarnya, mereka dengan suka rela mengiklaskannya." Lionel berucap menghibur kekasihnya sembari menjahili sahabat-sahabatnya dan semua yang ada di ruangan tengah itu.
Sontak Lionel mendapatkan pelototan maut dari semua sahabat-sahabatnya, Triny, Aryan dan sahabat-sahabatnya.
"Itu maunya lo, kampret!" ngegas Mirza dengan tatapan mautnya menatap Lionel.
Sementara Lionel seketika memperlihatkan cengiran khasnya di hadapan Mirza dan semua yang ada di ruang tengah tersebut.
Seketika Triny tersenyum evil dengan tatapan matanya masih fokus menatap kearah Tommy.
"Tommy!" panggil Triny.
Tommy yang asyik mengusap-usap kepala belakang Kimberly seketika langsung melihat kearah Triny yang saat ini tengah menatap dirinya.
"Ada apa?" tanya Tommy yang tangannya masih bermain-main di kepala Kimberly.
"Gue sama Lisa, Alisha, Dania dan Danela sudah menemui Tasya. Dan kita juga mengetahui alasan kenapa dia mengusik Kimberly bahkan berani menyakiti Kimberly," sahut Triny.
Tommy seketika fokus menatap Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Tasya bilang sama gue, Lisa, Alisha, Dania dan Danela bahwa lo pernah berjanji sama dia."
"Jangan ngarang lo." Tommy langsung menjawab perkataan dari Triny dengan menatap tajam Triny.
"Ini bukan karangan atau bualan dari Triny. Tapi itu kenyataan," sela Danela.
"Kita ada disana dan kita mendengarnya," ucap Dania.
"Tasya mengatakan sama kita bahwa lo janji bakal jadi pacar dia jika cewek lo yang tak lain Kimberly kedapatan terbukti berkhianat. Lo sebagai kekasihnya nggak akan mau mendengarkan penjelasan apapun. Lo akan langsung memutusi kekasih lo itu," ucap Alisha.
"Tasya juga bilang kekita bahwa dia sudah dapat izin dari lo untuk mencari masalah dengan Kimberly," ucap Lisa.
Mendengar ucapan demi ucapan dari Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela membuat Tommy seketika membelalakkan matanya tak percaya. Di dalam hatinya berkata, bisa-bisa mereka berbicara seperti itu. Apalagi di depan Kimberly.
Sementara Billy, Andhika, Aryan serta yang lainnya tersenyum ketika mendengar ucapan dari Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela dan melihat wajah kesal sekaligus syok Tommy.
"Yak, kalian! Bisa-bisanya kalian mengarang cerita seperti itu! Kalian jangan membuat yang tadinya airnya bersih dan jernih seketika berubah keruh." Tommy berucap dengan menggunakan perumpamaan pepatah bersamaan dirinya melihat kearah Kimberly yang duduk di sampingnya.
Dan benar, Kimberly saat ini menatap dirinya dengan tatapan mata yang besar serta bibir yang manyun. Wajah Kimberly berubah kusam dan tak enak dipandang.
"Kim...."
"Eeeeemmm." Kimberly menggeram kesal dengan makin membesarkan matanya menatap Tommy.
Tommy seketika meneguk ludahnya secara kasar ketika melihat wajah tak mengenakan yang diberikan oleh Kimberly padanya.
"Kim, kamu jangan percaya sama keempat manusia jelek itu." Tommy berucap dengan memohon sembari mengejek Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela.
Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela seketika mendengus ketika mendengar ucapan kejam dari Tommy.
Sementara Billy, Andhika, Aryan dan yang lainnya hanya tersenyum menyaksikan drama yang dimainkan oleh Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela, Kimberly dan Tommy. Mereka ingin melihat endingnya seperti apa m
Kimberly makin menatap dengan mata membesar miliknya bersamaan dengan bibirnya yang dia gerak-gerakin ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah.
"Kamu mau aku percaya sama kamu?" tanya Kimberly.
Mendengar pertanyaan dari Kimberly membuat Tommy langsung menganggukkan kepalanya. "Aku mau kamu percaya sama aku karena di hati aku hanya ada kamu."
Seketika Kimberly tersenyum ketika mendengar ucapan tulus dari Tommy. Hatinya menghangat.
"Baiklah. Jika kamu mau aku percaya sama kamu dan mengabaikan perkataan dari keempat manusia jelek itu, maka kamu harus melakukan satu hal untukku."
Seketika Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Sedangkan Tommy tersenyum kemenangan karena Kimberly mengulangi kata tersebut.
"Apa? Aku harus apa?"
"Kamu harus balaskan rasa sakit di bahu, di kepala dan di pinggang aku akibat lemparan bola basket atas ulah Tasya."
"Aku akan melakukannya. Kapan?"
"Besok."
"Baiklah."
Kimberly tersenyum lebar ketika mendengar jawaban Tommy. Dia begitu bahagia karena permintaannya langsung dipenuhi oleh Tommy.