THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Dijemput Sama Calon Kakak Ipar



Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Dan waktunya para murid-murid untuk pulang. Saat ini Kimberly dan keempat sahabatnya tengah bersiap-siap untuk pulang.


"Kim," panggil Rere.


"Hm." Kimberly hanya berdehem menjawab panggilan dari Rere.


"Lo pulang sama siapa? Lo kan perginya diantar sama kak Jason," ucap Rere.


"Masalah gue pulang sama siapa. Lo nggak usah terlalu memikirkannya, Re!" sahut Kimberly.


"Lah kenapa emangnya?" tanya Rere menatap bingung kearah Kimberly.


Sementara Santy, Sinthia dan Catherine hanya sebagai penyimak dan pendengar setia. Sesekali mereka tersenyum melihat obrolan Kimberly dan Rere.


"Apa lo lupa bahwa gue punya sopir pribadi di sekolah ini, hum?" tanya Kimberly.


"Sopir pribadi?" tanya Rere mengulangi pertanyaan dari Kimberly.


"Iya. Lo lupa?" tanya Kimberly.


Rere berpikir sejenak akan perkataan sekaligus pertanyaan dari Kimberly. Dan detik kemudian, Rere pun paham maksud sopir pribadi yang dikatakan oleh Kimberly.


"Iya, Iya!" Rere manggut-manggut tanda dirinya sudah tahu siapa saja sopir pribadi Kimberly tersebut.


Kimberly tersenyum menatap kearah Rere. "Sudah tahu siapa saja sopir pribadiku di sekolah ini, hum?"


"Hum!" jawab Rere.


"Terus kalau lo minta diantar pulang sama sopir pribadi lo yang ono noh!" Rere berucap sambil menatap wajah Catherine dengan tersenyum manis.


Mendengar perkataan dari Rere sembari menatap kearah Catherine. Kimberly, Santy dan Sinthia langsung melihat kearah Catherine.


"Ngapain lo lihat-lihat gue kayak gitu?" tanya Catherine dengan memberikan pelototan kepada Rere.


"Sensi amat sih bu," sahut Rere.


Rere kembali menatap wajah Kimberly. "Bagaimana Kim? Secara kan sopir pribadi lo yang satu itu hatinya udah milik orang lain. Ntar pemiliknya marah lagi," goda Rere sambil tatapan matanya menatap wajah Catherine.


Kimberly, Santy dan Sinthia seketika tersenyum sambil melihat wajah Catherine yang saat ini kesal akan kelakuan Rere.


"Apa dia tega marahin gue jika gue meminta pujaan hatinya buat antar gue pulang? Secara kan gue ini sahabat terbaiknya," ucap Kimberly yang ikut menggoda Kimberly.


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Rere, Santy dan Sinthia tersenyum menatap wajah Catherine.


Sementara Catherine saat sudah kesal akan kelakuan kedua sahabatnya yang sejak tadi menggodanya terus, terutama Rere.


"Kalian benar-benar ya," kesal Catherine.


Setelah itu, Catherine pergi meninggalkan keempat sahabatnya. Sementara Kimberly, Rere, Santy dan Sinthia tertawa.


"Hahahaha."


^^^


Kini mereka sudah berada di depan gerbang lengkap para kekasih masing-masing dan ketiga sepupu Kimberly.


"Kamu pulang sama siapa Kim?" tanya Billy dengan menatap wajah Kimberly.


Mendengar pertanyaan dari Billy seketika Kimberly tersenyum. Lalu tatapan matanya menatap wajah Catherine.


Catherine yang menyadari tatapan mata Kimberly. Apalagi melihat senyuman lebarnya itu. Seketika membuat Catherine mendengus.


"Lo hobi banget buat gue kesal ya Kim. Lo sama Rere sama-sama resek tahu nggak," ucap Catherine.


Mendengar nada kesal Catherine membuat Kimberly makin tersenyum lebar. Kemudian Kimberly mendekati Catherine lalu merangkulnya.


Setelah itu, Kimberly berubah menjadi sosok anak kecil yang tengah bermanja-manja dengan kakak perempuannya.


"Kakakku yang cantik. Boleh ya aku pulang diantar sama kakak Billy? Aku mau diantar sama Billy. Aku nggak mau sama yang lain."


Kimberly berbicara dengan nada manjanya sambil memeluk tubuh Catherine. Bahkan sesekali Kimberly menekan-nekan pelan pipi Catherine.


Sementara Billy, Aryan, Triny, Tommy Dan yang lainnya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan usil Kimberly terhadap Catherine.


"Jijik gue lihat kelakuan lo Kim," ucap Sinthia.


Seketika Kimberly berhenti dari aksinya menggoda Catherine. Kimberly menatap horor kearah Sinthia. Sementara Sinthia hanya bersikap biasa saja ketika ditatap oleh Kimberly.


"Ganggu aja lo. Jadi gagal kan gue manja-manja sama calon kakak ipar gue," sungut Kimberly.


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Catherine malu. Terlihat jelas dari mimik wajahnya.


Billy yang melihat rona malu di wajah Catherine seketika tersenyum. Dirinya benar-benar bahagia ketika adik sepupunya begitu bersemangat akan hubungannya dengan Catherine sahabatnya.


"Ya, sudah! Yuk balik!" seru Lionel.


Setelah itu, mereka semua pun masuk ke dalam mobil masing-masing, kecuali Kimberly dan keempat sahabatnya. Hanya mereka yang tidak membawa kendaraan.


Ketika Kimberly ingin menuju mobil Tommy, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk. Kimberly berhenti sejenak guna untuk menjawab panggilan tersebut.


Melihat Kimberly yang tiba-tiba berhenti membuat Billy, Triny, Tommy, Aryan dan yang lainnya juga ikut berhenti.


"Kim, ada apa?" tanya Aryan.


Kimberly melihat kearah Aryan dan juga melihat kearah yang lainnya. "Kak Rica menghubungiku."


"Ya, sudah! Buruan angkat!" balas Aryan.


"Ini mau aku angkat. Kamu nya aja yang gangguin aku sehingga tadi nggak jadi angkat," jawab Kimberly.


Mendengar perkataan sekaligus jawaban dari Kimberly membuat Aryan seketika mendengus. Bisa-bisanya Kimberly menyalahkan dirinya.


Sementara yang lainnya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar perkataan Kimberly yang menyalahkan Aryan dan melihat wajah kesal Aryan akan tuduhan dari Kimberly.


"Hallo, kak Rica! Ada apa?"


"Hallo, Kim! Kakak sekarang lagi dalam perjalanan menuju sekolah kamu."


Mendengar jawaban dari calon kakak iparnya itu membuat Kimberly membulatkan matanya dan mulutnya yang berbentuk O.


"Biasa aja kali mulutnya. Jangan terlalu terbuka. Masuk lalat ntar," ucap Tommy lalu mengatup bibir Kimberly dengan tangannya.


"Aish," kesal Kimberly. Tommy tersenyum. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Kak Rica ngapain ke sekolahku? Ini aku sama yang lain udah mau pulang," ucap Kimberly.


"Kak Rica datang ke sekolah," batin Aryan, Billy dan Triny.


"Mau jemput kamu lah! Sekalian kakak mau ajak kamu untuk membeli sesuatu."


"Kenapa nggak ajak kak Jason saja?"


"Justru ini ada hubungannya dengan kakak kamu itu. Sesuatu yang ingin kakak beli itu untuk kakak kamu. Kalau kakak ajak kakak kamu. Berarti gagal dong kejutannya."


Mendengar perkataan sekaligus jawaban dari Rica membuat Kimberly paham. Dan seketika Kimberly tersenyum ketika mendengar hal itu. Dirinya bahagia Rica yang begitu mencintai kakaknya.


Seketika Kimberly memikirkan kakak keempatnya. Kenapa hubungan percintaan kakak keempatnya itu tidak seperti hubungan percintaan ketiga kakaknya yang lain dan juga hubungan percintaan dirinya bersama Tommy? Kenapa kakak keempatnya itu mendapatkan perempuan busuk seperti Aruna.


"Ini kakak sebentar lagi sampai di sekolah kamu, Kim! Bagaimana?"


"Mau bagaimana lagi jika Kak Rica sudah dalam perjalanan menuju sekolah aku. Bahkan kak Rica sudah mau sampai. Apa aku tega nolak permintaan kak Rica?"


Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Rica tersenyum bahagia di seberang telepon. Dirinya benar-benar bahagia memiliki calon adik ipar yang baik seperti Kimberly. Calon adik iparnya itu sangat pintar menjaga perasaan seseorang.


"Ya, sudah kalau begitu. Kakak tutup teleponnya."


Setelah mengatakan itu, Rica pun langsung mematikan panggilannya. Kemudian Kimberly kembali menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.


"Apa kata kak Rica?" tanya Tommy sembari tangannya membelai lembut kepala Kimberly.


"Kak Rica mau jemput aku sekalian mau ajak aku untuk membeli sesuatu untuk kak Jason."


"Terus kamu nya bagaimana?" tanya Tommy.


Kimberly menatap wajah tampan Tommy. "Kamu nya bagaimana? Apa kamu nggak marah aku nggak jadi pulang sama kamu?"


Tommy seketika tersenyum mendengar pertanyaan dari Kimberly. Dirinya benar-benar bahagia memiliki Kimberly di dalam hidupnya. Gadisnya ini sangat-sangat memikirkan perasaan orang-orang terdekatnya.


Tommy mengusap-usap kepala Kimberly dan setelah itu, Tommy memberikan kecupan sayang di kening Kimberly.


"Aku tidak keberatan kalau kamu pulang bersama kak Rica. Secara kak Rica adalah calon kakak ipar kamu. Dan bagaimana pun kalian berdua harus lebih dekat lagi. Jika kamu pulang dengan laki-laki selain keluarga kamu, aku baru keberatan. Aku nggak akan izinkan kamu pulang bersama laki-laki lain."


Mendengar jawaban dari Tommy membuat Kimberly tersenyum bahagia. Lalu Kimberly memberikan ciuman di pipi Tommy.


Mendapatkan ciuman di pipinya dari Kimberly membuat hati Tommy menghangat. Namun detik kemudian, timbul ide jahil di pikiran Tommy.


"Kenapa ciumnya di pipi. Disini dong," ucap Tommy sambil menunjuk bibirnya.


"Ih. Nggak!"


"Oh! Jadi gitu. Ya, udah! Aku tarik lagi kata-kataku barusan. Aku nggak izinkan kamu pulang sama kak Rica."


Seketika Kimberly membulatkan matanya ketika mendengar perkataan dari Tommy. Kimberly menatap tajam kearah Tommy. Sementara Tommy justru memberikan senyuman termanisnya di hadapan Kimberly.


"Mau nggak?"


"Kamu benar-benar ya."


Setelah itu, Kimberly pun mencium bibir Tommy. Dan dibalas oleh Tommy dengan mencium bibir Kimberly lembut.


"Terima kasih sayangku," ucap Tommy setelah ciuman mereka terlepas.


Dan tepat setelah itu, terdengar bunyi klakson mobil di luar gerbang sekolah. Mereka semua melihat kearah luar gerbang sekolah. Terlihat mobil BMW berwarna merah terparkir disana.