
[PERUSAHAAN ARTHA COMPANY]
Ramos masih di ruang kerjanya. Dua puluh menit yang lalu dirinya baru saja bertemu dengan rekan kerjanya dari Perusahaan METRO AG. Mereka membahas tentang pembuatan produk baru yang akan mereka luncurkan pada masyarakat. Perusahaan METRO AG adalah terbesar nomor 12 di Jerman.
Kini Ramos sedang memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan tanda tangan dari pemilik Perusahaan JSn'Ald dan FTR'CORP kembali. Dirinya benar-benar ingin dan berniat untuk mengambil kedua Perusahaan itu.
Saat Ramos sedang memikirkan rencana untuk menjebak kedua musuhnya, tiba-tiba pintu ruang kerjanya diketuk.
TOK..
TOK..
TOK..
"Masuk!"
CKLEK!
Pintu dibuka dan terlihat sekretarisnya telah berdiri di depan pintu.
"Maaf, Bos! Pemilik Perusahaan JSn'Ald yaitu tuan Jason Aldama ingin bertemu."
"Apa?" Ramos terkejut.
Detik kemudian terukir senyuman manis di bibirnya, lebih tepatnya senyuman liciknya. "Wah! Ini kesempatan bagus untukku. Aku baru merencanakan untuk mengajaknya join dalam produk baruku ini, tapi justru dia datang dengan sendirinya," batin Ramos.
"Oke. Langsung suruh tuan Jason ke ruanganku."
"Baik, Bos!"
Setelah mengatakan hal itu, sekretaris itu pun pergi meninggalkan ruang kerja Ramos.
^^^
Kini Jason sudah duduk di sofa yang ada di ruang kerja milik Ramos. Keduanya masih sama-sama diam.
"Kau telah salah masuk ke Perusahaan ini, tuan Jason!" batin Ramos dengan menatap wajah Jason.
"Sebentar lagi kau akan hancur, brengsek! Kau telah salah mencari musuh," batin Jason sambil menatap Ramos dengan wajah datarnya.
"Oh iya! Ada hal penting apa tuan Jason datang kemari?" tanya Ramos yang memulai pembicaraan.
"Oke. Aku langsung saja. Begini, maksud kedatanganku kemari adalah untuk memintamu keluar dari Perusahaan ARTHA COMPANY," ucap lantang Jason dengan tatapan matanya yang tajam.
"Apa kau gila? Ini Perusahaan milikku. Aku yang membangunnya dari nol. Dan kau tidak punya hak menyuruhku untuk pergi meninggalkan Perusahaan ini!" teriak Ramos.
Jason hanya tersenyum. Lebih tepatnya senyum mengejek. "Hahaha. Itu dulu. Tapi sekarang Perusahaan ini sudah menjadi milikku," sahut Jason
"Jangan bermimpi, tuan Jason! Kau jangan coba-coba bermain api denganku!" bentak Ramos.
DEG..
Ramos terkejut saat mendengar penuturan dari Jason. Dirinya benar-benar tidak menyangka jika rencananya diketahui oleh Jason. Dan pikirannya melayang ketika dia berbicara dengan Jason di telepon saat itu.
"Sial. Jadi apa yang dia katakan kemarin di telepon ternyata bukan sekedar bualan. Ternyata bajingan ini tahu tentang kebusukanku. Siapa dia sebenarnya? Dari mana dia mengetahuinya," batin Ramos.
"Kenapa, Tuan Ramos? Kaget? Saat ini kau pasti berpikir dari mana aku mengetahui rencana busukmu itu, hum?" Jason berbicara sambil menatap nyalang Ramos.
"Siapa kau?!" bentak Ramos.
"Seperti yang telah kau tahu bahwa aku adalah Jason Aldama yang arogan, sombong dan juga dingin. Itu berlaku kepada orang-orang yang juga sifatnya sama denganku. Bahkan lebih parah dariku," jawab Jason. "Seperti yang aku katakan padamu. Perusahaan ini sudah menjadi milikku. Perempuan yang mengaku sebagai Direktur dari Perusahaan KIM ADVERTISING itu adalah orang suruhanku sekaligus orang yang dipercayai memimpin perusahaan milik adik perempuanku Kimberly Aldama dan diawasi oleh ayahku," ucap Jason.
"Kimberly Aldama?" tanya Ramos yang berpura-pura terkejut.
"Kimberly Aldama pemilik Perusahaan KIM ADVERTISING," sela Jason.
"Apa?!" Ramos benar-benar terkejut saat mengetahui wanita yang disukainya telah memiliki perusahaan sendir. Dan bahkan wanita itu ikut dalam rencana kakak laki-lakinya.
"Dan aku juga tahu bahwa selama ini kau menaruh rasa suka terhadap adik perempuanku. Kau melakukan segala cara yang busuk salah satunya dengan memberikan berkas palsu. Jadi dengan begitu jika kau berhasil, kau akan menggunakan adik perempuanku. Dengan kata lain kau akan melakukan BARTER dengan adik perempuanku."
Dan untuk kali ini Ramos benar-benar terkejut ketika mendengar ucapan Jason yang mengatakan bahwa dia menaruh suka terhadap adik perempuannya. Dia tidak menyangka jika Jason akan mengetahui hal itu.
Detik kemudian..
"Hahahaha. Kau jangan bermimpi, tuan Jason! Mana mungkin nona Kimberly yang masih sekolah memiliki perusahaan besar seperti itu. Aku tidak akan percaya," sahut Ramos.
"Itu urusanmu. Bukan urusanku. Aku sama sekali tidak peduli. Tujuanku datang kemari hanya untuk memintamu pergi dari Perusahaan ini. Karena mulai sekarang Perusahaan ini menjadi milikku dan adik perempuanku," jawab Jason.
"Tidak akan. Sampai kapanpun Perusahaan ini tidak akan pernah menjadi milikmu!" bentak Ramos.
Jason langsung melemparkan sebuah map di hadapan Ramos. Hal itu sukses membuat dirinya terkejut. Ramos langsung membuka dan membacanya. Sontak hal itu membuat Ramos terkejut. Dalam berkas itu tertulis bahwa Perusahaan ARTHA COMPANY beserta RUMAH MEWAH miliknya telah resmi menjadi milik Devan Alexander Jason Aldama dan Kimberly Aldama. Bahkan rumah kediaman KELUARGA MANDOVA yang ada di Munich juga menjadi milik Jason. Dan dalam berkas itu sudah ada tanda tangan dan cap stempel Perusahaannya.
"Tidak. Ini tidak mungkin." Ramos melemparkan kembali map itu pada Jason. "Kau jangan coba-coba membohongiku dan bermain curang denganku, tuan Jason!" teriak Ramos.
"Membohongimu? Bermain curang? Bukankah kau yang dari awal telah berniat bermain curang denganku dan ayahku Fathir Aldama saat penandatanganan kontrak kerja sama saat rapat Pemegang Saham Tahunan dua hari yang lalu?" tanya Jason menatap tajam kearah manik mata Ramos.
Ramos terdiam mendengar ucapan dari Jason. Dirinya membenarkan apa yang dikatakan oleh Jason.
Melihat Ramos hanya diam dan tak mampu berkata apapun, sebelah sudut bibir Jason terangkat.
"Jika kau tidak bermain curang pada kami berdua. Jika kau tidak berniat untuk merebut Perusahaan kami. Baik aku dan ayahku tidak akan melakukan hal sekeji ini padamu. Dikarenakan kau telah mengusik kehidupan kami dengan cara ingin merebut milik kami, jadi kami terpaksa melakukan hal yang sama sepertimu," ucap Jason.
"Waktumu sampai besok pagi. Jika sampai besok kau masih menempati Perusahaan ini dan juga Rumah Mewahmu itu, maka jangan salahkan aku jika nyawamu yang akan menjadi taruhannya."
Setelah mengatakan hal itu, Jason langsung pergi meninggalkan Ramos sendirian yang masih terdiam. Dan tak lupa membawa berkas itu bersamanya.
Saat tiba diluar, Jason memerintahkan sekitar 30 anggotanya untuk berjaga di Perusahaan dan juga Rumah Mewah milik Ramos.