THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Mengabari Lewat Grup WhatsApp



[Kediaman Prasetyo]


Terlihat seorang pemuda sedang marah besar di ruang kerjanya. Pemuda itu berteriak seperti orang kesetanan setelah pulang dari kediaman Aldama. Pemuda itu adalah Ragil Prasetyo.


"Brengsek! Dasar perempuan sialan! Jika saja dia tidak menggangguku bersama Uggy. Bisa dipastikan Uggy sudah menandatangani berkas itu!" ucap Ragil sembari berteriak.


Prang..


Prang..


Ragil melempar vas bunga yang ada di atas meja ke lantai dengan kuat sehingga berserakan di lantai tersebut.


"Awas kau, Kimberly! Aku akan membalasmu," ucap Ragil.


Setelah menumpahkan semua kemarahannya terharu apa yang dilakukan oleh Kimberly, adik perempuan dari Uggy. Ragil berjalan menuju kursi kerjanya.


Ragil kemudian duduk disana dan memulai kembali membuat berkas baru untuk dia ajukan kembali kepada Uggy.


***


[Kediaman Fathir Aldama]


Uggy saat ini bersama dengan kedua orang tuanya, bersama kakaknya yaitu Jason, bersama dengan kedua adiknya yaitu Enda dan Riyan serta bersama dengan ketiga adik sepupunya yaitu Billy, Triny dan Aryan di ruang tengah.


Uggy sudah menceritakan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Kimberly. Uggy menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuanya dan ketiga saudara laki-lakinya tanpa ada yang ditutup-tutupinya sedikit pun.


Mendengar cerita dan penjelasan dari Uggy tentang pertengkarannya dengan Kimberly membuat Fathir, Nashita, Jason, Enda dan Riyan terkejut. Mereka terkejut akan sikap Kimberly yang melarang sampai merobek berkas tersebut dan sikap Uggy yang langsung membentak adik perempuannya demi menjaga perasaan temannya.


"Dad, Mom! Maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja membentak Kimberly. Aku....." Uggy menundukkan kepalanya. Dia menangis karena telah bersikap kasar terhadap adik perempuannya.


Nashita berdiri dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menghampiri putra keduanya itu.


Nashita langsung menduduki pantatnya ketika sudah berada di samping putra keduanya itu. Kemudian tangannya menarik tubuh putranya itu dan membawanya ke dalam pelukannya.


Dan seketika tangis Uggy pun pecah di pelukan ibunya sehingga membuat hati Nashita merasakan sesak. Begitu juga dengan Fathir, Jason, Enda dan Riyan.


Bagaimana dengan Billy, Triny dan Aryan? Mereka bertiga juga ikut menangis ketika melihat kakak sepupunya menangis. Bagi mereka ini adalah untuk pertama kalinya kakaknya menangis. Apalagi yang menjadi alasan kakak sepupunya itu menangis karena pertengkarannya dengan adik kesayangannya.


"Mom, maaf!"


Nashita makin mengeratkan pelukannya pada putra keduanya itu. Dirinya paham atas apa yang terjadi terhadap kedua anak-anaknya.


"Mommy paham atas apa yang terjadi antara kamu dengan Kimberly. Mommy tidak menyalahkan kamu. Kamu anak Mommy, Kimberly juga anak Mommy. Jadi Mommy tidak bisa menyalahkan kalian berdua."


Setelah putranya sedikit tenang, Nashita berlahan melepaskan pelukannya. Kemudian Nashita menghapus air mata putranya itu.


"Ya, sudah. Jangan sedih lagi. Untuk saat ini biarkan adikmu itu tenang dulu. Jangan dulu didekati. Tunggu satu hari. Setelah itu, ajaklah adikmu itu bicara. Jika hatinya sudah melunak, tanyakan alasannya sampai melarangmu untuk menandatangani berkas itu."


"Daddy setuju apa yang dikatakan oleh Mommy kamu itu. Berikan waktu pada adik perempuanmu untuk sendiri dulu."


"Baiklah Dad, Mom!"


^^^


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dan waktunya anggota keluarga untuk makan malam bersama.


Semuanya telah berkumpul di meja makan. Hanya Kimberly yang belum bergabung bersama anggota keluarganya.


"Kalian makanlah dulu. Mommy akan panggilkan Kimberly dan membujuknya untuk makan malam bersama."


"Ach, Mom!" seru Triny.


"Iya, sayang!"


"Biarkan aku saja yang panggilkan Kimberly. Mommy kembalilah duduk."


Nashita tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah sayang. Kamu bujuk adikmu itu untuk makan malam bersama."


Setelah itu, Triny langsung berdiri dari duduknya. Kemudian Triny melangkahkan kakinya menuju kamar Kimberly di lantai dua.


^^^


Kini Triny sudah berada di depan pintu kamar Kimberly. Kemudian Triny membuka pintu kamar Kimberly secara berlahan setelah mengetuknya beberapa kali.


CKLEK..


Pinta kamar Kimberly sudah terbuka. Dan Triny sudah berada di dalam kamarnya Kimberly. Triny menatap sekeliling kamar Kimberly. 'Kosong' itulah yang dipikirkan oleh Triny.


"Kenapa Kimberly tidak ada di kamarnya?" tanya Triny dengan kakinya melangkah menuju kamar mandi.


Cklek..


"Pinta kamar mandinya tidak terkunci. Berarti Kimberly tidak ada di dalam. Tidak mungkin Kimberly lupa menguncinya," batin Triny.


Setelah mengecek kamar mandi dan tidak menemukan keberadaan adik sepupunya itu. Triny memutuskan untuk keluar.


Triny mengecek satu persatu barang-barang milik Kimberly. Mulai dari kunci mobil, kunci motor, ponsel dan dompet milik Kimberly.


"Lima kunci mobil dan satu kunci motor masih lengkap. Ponselnya juga ada. Dom....pet..."


Seketika Triny membelalakkan matanya ketika tatapan matanya tidak menemukan dompet milik Kimberly.


Triny kemudian membuka lemari tempat menyimpan beberapa koleksi tas bermerek milik Kimberly. Triny melihat satu persatu tas milik Kimberly yang tersusun disana.


"Hilang satu. Berarti satu tas di...."


"Oh, tidak!"


Setelah mengetahui adiknya yang telah kabur membuat Triny langsung pergi meninggalkan kamarnya Kimberly untuk turun ke bawah.


^^^


"Mom! Dad!" teriak Triny sembari berlari menuju ruang makan.


Fathir dan Nashita langsung melihat kearah Triny yang berlari menuju ruang makan. Begitu juga dengan Jason, Uggy, Enda, Riyan, Billy dan Aryan.


"Ada apa sayang?!" tanya Fathir dan Nashita kompak.


"Mom, Dad! Kimberly tidak ada di kamarnya!"


"Apa?!"


Seketika Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda, Riyan, Billy dan Aryan berdiri dari duduknya.


"Apa yang kamu katakan Triny?" tanya Uggy.


"Kimberly tidak ada di kamarnya. Aku mengecek semuanya termasuk kunci mobil, kunci motor, dompet dan ponselnya Kimberly. Bahkan aku juga mengecek beberapa tas Kimberly. Saat aku memeriksa semua itu yang tidak aku temukan adalah dompet dan juga satu tas. Tas yang biasa Kimberly gunakan ketika dia keluar jalan-jalan."


"Apa jangan-jangan Kimberly pergi dari rumah setelah bertengkar dengan kak Uggy. Kimberly pergi secara diam-diam tanpa kita ketahui," sahut Aryan.


"Kimberly pergi tanpa membawa ponselnya. Alasan dia tidak membawa ponselnya agar kita tidak bisa menghubunginya dan juga melacaknya," sela Billy.


Mendengar ucapan dari Aryan dan Billy membuat semuanya terkejut. Mereka tidak menyangka jika Kimberly akan melakukan hal tersebut. Yang paling terkejut disini adalah Uggy. Dia benar-benar menyesal telah menyakiti adik perempuannya sehingga membuat adik perempuannya itu pergi meninggalkan rumah.


"Aku akan mencari Kimberly dan membawanya pulang."


Setelah mengatakan itu, Uggy pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari kedua orang tuanya dan kakaknya.


Enda dan Riyan langsung berlari menyusul kakaknya itu. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu terhadap kakaknya itu. Apalagi kakaknya itu tengah dalam keadaan tak baik-baik saja setelah bertengkar dengan adik perempuannya.


"Kenapa jadi seperti ini? Kimberly! Kamu pergi kemana nak?" Nashita tidak bisa lagi membendung kesedihannya ketika melihat permasalahan kedua anaknya. Dan sekarang satu anaknya pergi meninggalkan rumah.


Grep..


Fathir seketika langsung memeluk tubuh istrinya. Dirinya ingin memberikan ketenangan pada istrinya karena dia tahu kelemahan istrinya itu. Kelemahan istrinya itu adalah tidak bisa melihat anak-anak bertengkar. Fathir berusaha untuk menenangkan istrinya karena dia tidak ingin istrinya jatuh sakit memikirkan permasalahan anak-anaknya.


"Tenang, oke! Semoga putri kita belum pergi jauh. Dan semoga Uggy berhasil membawa Kimberly pulang," ucap Fathir dengan lembut dan makin mengeratkan pelukannya.


"Kim," batin Jason, Triny, Aryan dan Billy.


Billy dan Aryan diam-diam mengirimkan pesan tentang Kimberly yang pergi meninggalkan rumah ke group WhatsApp Keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo.


...GRUP WHATSAPP...


...Fidelyo Family...


Billy :


Kimberly pergi meninggalkan rumah tanpa ada yang mengetahuinya. Sekarang ini kakak Uggy tengah mencari Kimberly. Kak Uggy pergi dalam keadaan tak baik-baik saja. Kak Enda dan kak Riyan menyusul kak Uggy.


...Aldama Family...


Aryan :


Kimberly pergi dari rumah. Kita tidak tahu kapan dia pergi. Kita baru mengetahuinya ketika kak Triny baru dari kamarnya hendak mengajaknya makan malam. Saat ini kak Uggy sedang diluar mencari Kimberly dan disusul oleh kak Enda dan kak Riyan. Kak Uggy pergi mencari Kimberly dalam keadaan kacau. Takutnya kak Uggy kenapa-kenapa.


Setelah selesai mengirim pesan di Grup WhatsApp. Billy pun kembali memasukkan ponselnya kembali ke saku celananya.


***


Di lokasi yang berbeda dan di waktu yang sama dimana semua anggota keluarga, baik anggota keluarga Fidelyo maupun anggota keluarga Aldama lainnya seketika terkejut ketika mendapatkan pesan Grup dari Billy dan Aryan. Seketika mereka semua ketakutan jika terjadi sesuatu terhadap Kimberly dan juga Uggy yang pergi mencari Kimberly dalam keadaan kacau.


Tanpa berpikir dua kali dan berpikir panjang. Semua anggota keluarga baik anggota keluarga Fidelyo maupun anggota keluarga Aldama langsung pergi meninggalkan kediamannya masing-masing untuk menuju kediaman kakak tertuanya yaitu Fathir dan Nashita.


Sementara untuk Barra, Fathan, Ricky dan Arziki pergi untuk mencari Kimberly. Mereka juga begitu mengkhawatirkan Kimberly. Bagaimana pun Kimberly adalah seorang gadis. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Kimberly.


"Kim, kamu dimana? Apa yang terjadi?"


Itulah yang mereka ucapkan di dalam hati mereka masing-masing.