THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Penjagaan Ketat



Fathir saat ini berada di ruang kerjanya bersama keempat putranya. Setelah berbicara dengan Andrean di telepon. Fathir menghubungi satu persatu keempat putranya untuk datang menemuinya di ruang kerjanya.


Kini Fathir dan keempat putranya duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya. Baik Jason maupun Uggy, Enda dan Riyan tengah menatap tajam ayahnya.


"Ada apa, Dad?" tanya Jason.


"Perketat pengawasan dan penjagaan terhadap Kimberly. Dan kerahkan juga beberapa anggota-anggota kalian untuk melindungi Catherine!"


Mendengar penuturan dari ayahnya membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut.


"Kenapa Dad? Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Uggy.


"Nyawa adik perempuan kalian dalam bahaya," sahut Fathir.


Deg...


"Apa?!" teriak Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Siapa kali ini?" tanya Enda.


"Dari mana mereka berasal. Daddy belum tahu."


"Lalu Daddy tahu dari mana kalau Kimberly dalam bahaya. Bahkan Daddy meminta memperketat pengawasan dan penjagaan untuk Kimberly," ucap Uggy.


"Daddy juga meminta kami mengerahkan beberapa anggota kami untuk menjaga dan melindungi Catherine," sela Riyan.


"Berarti bukan Kimberly saja yang dalam bahaya. Catherine juga," ucap Enda.


"Sebenarnya orang-orang itu musuh keluarga Alexander!" sahut Fathir.


"Musuh keluarga Alexander?" tanya Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Iya. Mereka dendam dengan keluarga Alexander, tapi menjadi Kimberly sebagai alat balas dendam mereka!"


Mendengar jawaban dari ayahnya membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut dan marah.


"Bagaimana bisa mereka melakukan hal itu?" ucap Jason marah. 


"Apa yang terjadi Dad?" tanya Jason.


"Tommy bersama kakak perempuannya yang bernama Salsa pergi ke toko kue. Lebih tepatnya Tommy menemani kakak perempuannya kesana. Salsa masuk ke dalam toko kue itu, sementara Tommy menunggu diluar. Singkat cerita, Salsa bersitegang dengan beberapa pengunjung disana. Dan dua dari pengunjung itu bersikap kasar bahkan akan melakukan kekerasan terhadap Salsa. Tommy yang menunggu diluar langsung masuk ke dalam ketika mengetahui kakak perempuannya dalam masalah."


"Jadi kesimpulannya, Tommy menyakiti salah satu pengunjung yang akan menyakiti kakak perempuannya," sela Riyan.


"Iya, seperti itulah yang disampaikan Andrean kepada Daddy."


"Lalu apa hubungannya dengan Kimberly?" tanya Enda.


Ketika sang ayah ingin menjelaskan alasan musuh keluarga Alexander yang mengincar Kimberly, tiba-tiba Jason sudah terlebih dulu menyela.


"Kedua pengunjung yang bersitegang dengan Salsa telah mengadukan masalah tersebut kepada keluarganya. Mendengar itu, mereka tak terima dan akan membalas perbuatan Tommy dan Salsa. Kenapa mereka mengincar Kimberly karena Kimberly adalah kekasihnya Tommy. Kimberly adalah kelemahan Tommy. Begitu juga dengan Salsa. Mereka mentargetkan Kimberly agar Tommy dan Salsa meminta maaf kepada mereka."


Mendengar perkataan dari Jason membuat Uggy, Enda dan Riyan langsung menganggukkan kepalanya. Kini mereka sudah paham inti dari yang musuh keluarga Alexander mengincar adik perempuannya.


"Kenapa Daddy mengatakan bahwa nyawa Kimberly dan juga Catherine dalam bahaya, itu karena mereka bukan hanya ingin membalas dendam kepada Salsa dan Tommy melalui Kimberly, tapi mereka juga ingin membalas dendam dengan mengincar perusahaan Al'Xander Group. Ketika di Cafe itu para ayah dari orang yang mencari masalah dengan Salsa dan Tommy sedang merencanakan untuk memasukkan sepuluh orang-orangnya ke dalam perusahaan Al'Xander Group. Dan di cafe itu ada adik perempuan kalian bersama Catherine. Nah, mereka......"


"Jangan bilang kalau mereka mengetahui bahwa Kimberly dan Catherine mendengar obrolan dan rencana mereka itu?" tanya Uggy.


"Dan jangan bilang kalau mereka mengetahui bahwa rencana mereka gagal akibat Kimberly yang telah membocorkan rencana mereka kepada keluarga Alexander?" tanya Enda.


"Seperti itulah yang Daddy dengar dari Andrean. Andrean cerita semua kepada Daddy. Bahkan Andrean meminta maaf kepada Daddy karena sudah melibatkan Kimberly."


"Terus Daddy ngomong apa sama om Andrean? Pasti saat om Andrean menghubungi Daddy, om Andrean benar-benar takut jika terjadi sesuatu terhadap Kimberly dan Catherine," ucap Jason.


"Kamu benar, Nak! Ketika Andrean berbicara dengan Daddy di telepon, terdengar jelas suara bergetarnya. Daddy yakin jika Andrean dalam keadaan menangis. Maka dari itulah kenapa Andrean meminta maaf kepada Daddy."


"Untuk menghilangkan rasa sedih dan rasa bersalahnya, Daddy bilang padanya bahwa dia tidak salah. Daddy juga bilang, lakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk melindungi Kimberly dan Catherine. Begitu juga dengan Daddy disini."


"Baiklah Dad. Sekarang apa yang akan kita lakukan untuk melindungi Kimberly dan Catherine?" tanya Enda.


"Seperti yang sudah Daddy katakan dari awal. Perketat pengawasan dan penjagaan untuk Kimberly. Dan kerahkan beberapa orang untuk menjaga dan melindungi Catherine, terutama ketika Catherine berada di rumahnya."


"Baik, Dad!" jawab Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Kalian cari tahu latar belakang dari orang-orang itu, terutama perempuan mereka. Mereka sudah berani mencari masalah dengan kita," ucap Fathir.


"Baik, Dad!"


"Jason," panggil Fathir.


"Iya, Dad!"


"Kamu nanti hubungi Billy. Dan ceritakan masalah ini padanya. Setidaknya Billy bisa membantu menjaga Kimberly dan Catherine bersamaan ketika di sekolah."


"Baik, Dad!"


"Nanti sekitar pukul 11 siang kita akan bahas masalah ini dengan anggota keluarga kita. Dan kebetulan pukul segitu Kimberly, Aryan, Billy, Triny dan Risma masih berada di sekolahnya."


"Jadi maksud Daddy kalau kita merahasiakan masalah ini dari Kimberly?" tanya Riyan.


"Iya, sayang! Kimberly jangan tahu masalah ini. Daddy takut kalau Kimberly tahu masalah ini akan membuat Kimberly tertekan dan memancing traumanya keluar."


"Baiklah, Dad! Kami mengerti!"


"Ya, sudah! Lebih baik kita langsung ke ruang makan. Pasti dua wanita kesayangan kita sudah menunggu disana!"


Setelah itu, Fathir dan keempat putranya pun pergi meninggalkan ruang kerja Fathir untuk menuju ruang makan.


***


Pagi ini dirinya diantar oleh kakak ketiganya yaitu Enda. Selama di dalam perjalanan menuju ke sekolah, Kimberly dibuat bingung sekaligus kesal oleh kakaknya itu.


Bagaimana tidak bingung dan juga kesal? Sang kakak memperlakukan dirinya sebagai anak kecil. Ditambah lagi Kimberly yang melihat ada dua mobil Van hitam yang mengapit mobil yang ditumpanginya bersama dengan kakaknya.


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam, kini Kimberly dan Enda telah sampai di sekolah.


Sesampainya di sekolah Kimberly langsung keluar dari mobilnya. Namun ketika dirinya hendak keluar, Ende menahan tangannya sehingga membuat Kimberly terkejut dan langsung menatap wajah kakaknya.


"Ada apa?"


"Kamu jangan misah dengan yang lainnya. Mau pergi kemana pun kamu harus ditemani. Harus ada tiga orang yang ikut bersama kamu."


"Lah kenapa gitu? Kalau aku mau ke toilet, bagaimana?"


"Sekali pun kamu ke toilet, tetap ada yang nemani kamu. Ajak Triny dan tiga sahabat kamu."


"Mana bisa gitu kak," ucap Kimberly dengan mempoutkan bibirnya.


"Jangan membantah. Pokoknya kakak nggak mau dengar kamu pergi sendirian. Kemana pun kamu pergi, kamu harus ditemani. Kamu lihat diluar," ucap Enda sambil menunjuk kearah luar mobilnya.


Kimberly melihat kearah luar dimana terlihat sekitar 30 laki-laki berpakaian hitam berdiri sambil melihat-lihat ke sekelilingnya.


"Mereka semua adalah anak buah kakak dan Riyan. Ditambah dengan beberapa anak buahnya kak Uggy yang menjaga dan mengawasi kamu selama ini."


Kimberly menatap wajah kakaknya itu dengan tatapan tak suk dan tak nyaman. "Kenapa harus nambah sih? Apa nggak cukup hanya kakak Deryl dan anggotanya saja yang menjagaku dan mengawasi selama diluar rumah? Kenapa anggota kakak dan kak Iyan juga ikut?"


Mendengar pertanyaan dan melihat wajah sedih serta tatapan kecewa adik perempuannya membuat Enda menjawab tidak tega. Hatinya benar-benar sedih jika sudah melihat wajah sedih adiknya itu.


"Maafkan kakak, sayang! Kakak dan yang lainnya melakukan ini demi kamu. Kakak dan yang lainnya tidak ingin terjadi sesuatu terhadap kamu," batin Enda.


Enda mengusap-usap lembut kepala adiknya hanya untuk sekedar menenangkan adik perempuannya itu agar adik perempuannya itu mau mengerti.


"Hanya untuk sementara saja sayang. Nggak lama-lama kok. Nanti balik lagi seperti biasanya dimana hanya Deryl dan beberapa anggotanya saja yang jagain kamu," ucap Enda lembut.


Mendengar perkataan dari kakaknya membuat Kimberly kembali menatap wajah tampan kakaknya itu. Kimberly menatap tepat di manik hitam sang kakak.


"Benaran? Kakak Enda nggak bohongkan?"


Enda tersenyum mendengar pertanyaan dari adik perempuannya itu sembari tangannya mengusap lembut pipinya.


"Nggak, sayang. Kakak nggak bohong sama kamu. Ini hanya sementara. Nggak lama-lama. Percayalah sama kakak!"


"Baiklah. Aku percaya sama kakak."


Enda tersenyum. "Jadi bagaimana? Apa mau mematuhi semua yang kakak katakan tadi, hum?"


"Baiklah. Aku akan mematuhi semua perintah kakak. Aku nggak akan pergi sendirian. Aku harus ajak tiga orang untuk menemaniku, sekali pun aku mau ke toilet."


Mendengar ucapan dari Kimberly seketika terukir senyuman manis di bibir Enda.


"Ini baru adik perempuannya kakak yang baik dan penurut," ucap Enda lalu memberikan ciuman di kening adiknya itu.


"Udah?" tanya Kimberly.


"Sudah," jawab Enda sembari tersenyum gemas melihat wajah manyun adik perempuannya.


"Udah boleh keluar?"


"Silahkan tuan putri kakak yang cantik."


Setelah itu, Kimberly pun keluar dari mobilnya. Setibanya diluar semua anggota dari Enda dan Riyan membungkukkan badannya.


"Selamat pagi nona!"


Kimberly hanya tersenyum sebagai jawaban dari sapaan anggota kedua kakak laki-lakinya.


Setelah itu, Kimberly melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah dan diikuti oleh anggotanya Riyan yang bertugas menjaga Kimberly dari dalam lingkungan sekolah.


Sementara untuk Deryl dan anggotanya berjaga-jaga di sekitar luar gerbang sekolah.


Enda menatap tangan kanan yaitu Farsat. Dirinya memberikan tanggung jawab penuh untuk menjaga dan melindungi Catherine, sahabat adik perempuannya sekaligus calon istri dari adik sepupunya Billy.


"Farsat, ingat! Tugasmu dan anggotamu adalah menjaga dan melindungi Catherine, sahabat dari adik perempuanku. Sama seperti adik perempuanku. Jangan biarkan Catherine sendirian."


"Baik, Bos!"


"Bekerja sama lah dengan Darian dan Deryl untuk menjaga dan melindungi adik perempuanku dan juga Catherine."


"Baik, Bos!"


"Ya, sudah kalau begitu! Aku pergi. Jika terjadi sesuatu terhadap adik perempuanku, langsung kabari aku!"


"Ingat! Awasi juga orang-orang yang berada di lingkungan sekolah. Jangan hanya fokus pada orang-orang diluar sekolah saja. Kejadian sering terjadi biasanya datang dari orang-orang dalam lingkungan sekolah itu sendiri!"


"Siap, Bos! Saya mengerti!"


Setelah selesai urusannya dengan adik perempuannya dan para anak buahnya, Enda pun memutuskan untuk pergi meninggalkan sekolah adiknya untuk menuju perusahaan.