
Setelah mendengar cerita dari Kimberly membuat Billy, Triny, Aryan, Tommy dan yang lainnya terkejut. Mereka semua tidak menyangka jika kedua orang tua dari Arlo sampai rela menemui Kimberly dan meminta bantuan Kimberly untuk bicara dengan Arlo.
"Terus apa yang akan kamu lakukan?" tanya Billy.
"Aku akan bantu mereka untuk mendapatkan maaf dari kak Arlo," jawab Kimberly.
"Jika misalnya kak Arlo tetap pada keputusannya untuk tidak mau memberikan maaf untuk kedua orang tuanya, bagaimana?" tanya Aryan.
"Nggak ada istilah namanya kata jika. Aku yakin kak Arlo bakal nurut apa yang aku minta sekali pun permintaan itu bertentangan dengan kemauannya," jawab Kimberly.
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Aryan hanya bisa diam. Aryan memutuskan untuk tidak bertanya lagi, walau dirinya masih ingin bertanya.
"Iya, aku percaya. Seorang Kimberly tidak akan bisa dibantah. Semua keinginan harus selalu dituruti," ejek Aryan.
Mendengar perkataan sekaligus sindiran dari Aryan membuat Kimberly mendengus kesal dan disertai tatapan mautnya.
"Jangan memancing keributan tuan Aryan! Kita disini masih bermusuhan dan belum berdamai. Apa kamu mau kita perang mulut lagi?"
Mendengar perkataan dan melihat tatapan mata Kimberly membuat Aryan membelalakkan matanya menatap kearah Kimberly. Setelah itu, Aryan membuat wajahnya ke depan dengan wajah kesal.
Sementara Billy, Triny, Tommy serta yang lainnya tersenyum mendengar perkataan Kimberly dan melihat wajah kesal Aryan.
Kimberly serta yang lainnya masih berada di kantin. Dan mereka tengah menikmati makan siangnya bersama.
Ketika Kimberly serta yang lainnya tengah menikmati makan siangnya sembari mengobrol serta bercerita, tiba-tiba terdengar bunyi ponsel. Ponsel tersebut adalah ponsel milik Kimberly.
Mendengar suara ponselnya berbunyi. Kimberly langsung mengambil ponselnya yang ada di saku Almamater.
Setelah ponselnya ada di tangannya. Kimberly melihat nama 'Kak Deryl' tertera di layar ponselnya.
Tanpa berpikir panjang lagi, Kimberly langsung menjawab panggilan dari Deryl.
"Hallo, kakak Deryl!"
Mendengar Kimberly menyebut nama Deryl membuat semuanya melihat kearah Kimberly.
"Hallo, nona! Saya ada terbaru untuk nona."
"Kabar apa kak?"
"Ini mengenai ibunya Gracia dan keluarga Ameera."
"Kenapa dengan mereka?"
"Keluarga Ameera sudah mengetahui tentang apa yang dilakukan oleh ibunya Gracia selama ini, nona!"
Seketika Kimberly membulatkan matanya mendengar jawaban dari Deryl. Dirinya tidak menyangka jika ada yang berhasil membuka video kiriman miliknya di internet yang dikuncinya.
"Bagaimana bisa? Siapa orang yang bisa membuka kunci video itu? Video itu aku kirim dan aku setting hanya keluarga Aditya saja yang bisa melihatnya!"
"Informasi yang saya dapatkan dari beberapa anggota saya yang saya perintahkan untuk terus mengawasi keluarga Aditya mengatakan bahwa salah satu orang kepercayaan dari Kelvin Ameera. Dan Kelvin Ameera itu adalah saudara sepupu tertua dari ibunya Gracia."
"Eemm... Baiklah! Lalu apa yang terjadi setelah keluar Ameera itu mengetahui kebusukan perempuan itu?"
Mendengar pertanyaan dari Kimberly membuat Billy, Triny, Aryan, Tommy beserta yang lainnya menatap Kimberly makin penasaran.
"Yang jelas seluruh anggota keluarga Ameera marah besar terhadap ibunya Gracia. Bahkan sampai detik ini, seluruh anggota keluarga Ameera belum mengetahui jika Gracia berada di dalam penjara karena perempuan itu masih merahasiakannya."
"Apa yang mereka lakukan sekarang ini?"
"Mereka terus mencari tahu dimana Gracia melalui perempuan itu. Jika mereka berhasil menemukan Gracia. Mereka akan mengirim Gracia ke sekolah kedisiplinan yang ada di Amerika."
Mendengar jawaban dari Deryl seketika terukir senyuman manis di bibir Kimberly. Bagi Kimberly, berita yang disampaikan oleh Deryl adalah berita yang sangat membahagiakan dirinya.
"Apa itu benar kak?"
"Iya, nona! Seperti itulah yang disampaikan oleh anggota saya itu kepada saya. Lalu apa yang akan nona lakukan jika keluarga Ameera mengetahui tentang Gracia berada di dalam penjara?"
"Biarkan saja. Ada baiknya juga keluarga itu mengirim dia ke sekolah kedisiplinan di Amerika. Siapa tahu dia berubah menjadi manusia yang sebenarnya. Selama ini kan dia hanya menjadi manusia setengah siluman."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Deryl yang berada di seberang telepon tersenyum.
Bukan hanya Deryl saja yang tersenyum. Billy, Tommy, Triny, Aryan dan yang lainnya juga ikut tersenyum ketika mendengar ucapan dari Kimberly.
"Baiklah, kak Deryl. Terima kasih atas informasinya."
"Ini adalah kabar yang begitu membahagiakan untukku. Kakak Deryl memang yang terbaik."
Deryl kembali tersenyum ketika mendengar ucapan tulus dari adik perempuan Bos nya.
Setelah mengatakan itu, baik Kimberly maupun Deryl sama-sama menutup teleponnya. Kemudian Kimberly kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku Almamater.
Kimberly menatap kearah Aryan. Dirinya ingin mengajak kerja sama sekaligus ingin menyelesaikan masalah.
"Aryan," panggil Kimberly.
Sedangkan Aryan yang dipanggil berpura-pura tidak mendengar panggilan dari Kimberly.
Sementara Kimberly mendengus kesal dengan tatapan tajamnya menatap kearah Aryan.
"Yak! Aryan Fidelyo! Apa kau mendengarkanku!" teriak Kimberly.
Seketika Aryan, Billy, Triny, Tommy dan yang lainnya menutup telinganya masing-masing ketika mendengar teriakan dari Kimberly.
Sedangkan untuk para penghuni kantin lainnya terkejut ketika mendengar teriakannya.
"Kim, kamu apa-apaan sih!" Triny berucap kesal terhadap Kimberly.
"Yeeyy! Jangan salahkan aku dong. Salahkan aja dia," sahut Kimberly sembari menunjuk kearah Aryan dengan dagunya.
Aryan yang melihat tatapan maut dan mendengar ucapan dari Kimberly langsung membelalakkan matanya.
"Apa?!"
"Yeeyy! Santai dong. Nggak usah nyolot gitu," sahut Kimberly.
"Yang nyolot siapa? Kan kamu yang memulainya," jawab Aryan tak terima.
"Aish! Kenapa sih kamu nggak ngalah aja? Umur aja yang tua. Sama adek sendiri nggak mau ngalah sama sekali," sahut Kimberly.
"Hahahaha."
Mereka semua seketika tertawa keras ketika mendengar ucapan dan juga nada kekesalan Kimberly yang ditujukan untuk Aryan.
"Sekarang aku mau kamu serius," ucap Kimberly.
"Memangnya sejak....." Perkataan Aryan seketika terhenti karena mendengar deheman seseorang.
"Eheem!"
Aryan langsung melihat keasal suara. Dan dapat Aryan lihat Billy yang sudah memberikan pelototan kepadanya.
"Hah!" Seketika Aryan menghela nafas pasrahnya.
"Iya, aku serius sekarang!"
Seketika terukir senyuman manis di bibir Kimberly ketika mendengar ucapan dari Aryan.
Sementara Aryan kembali menghela nafas pasrahnya ketika melihat senyuman manis Kimberly.
"Aku mau kamu menyelesaikan masalah kamu dengan Vanny. Jangan kamu teruskan hubungan palsu kamu itu, walau hanya sekedar untuk memberikan pelajaran kepadanya."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Aryan terkejut. Matanya menatap wajah cantik Kimberly dengan tatapan tak percaya.
"Kim, kamu....!"
"Iya. Aku tahu kamu pura-pura masih berhubungan dengan Vanny hanya untuk membuat Vanny dan keluarganya hancur sehingga tidak menggangu kamu lagi. Maafkan aku karena sudah buat kamu sakit hati akan perkataanku beberapa hari yang lalu."
Mendengar perkataan serta penjelasan dari Kimberly membuat Aryan kembali terkejut. Dirinya tidak menyangka jika Kimberly mengetahui rencananya untuk menghancurkan Vanny dan keluarganya.
Bukan hanya terkejut, Aryan juga merasakan kebahagiaan ketika mendengar kata maaf dari Kimberly.
Sejujurnya, Aryan tidak akan mempermasalahkan seandainya Kimberly tidak meminta maaf kepadanya atau masih marah pada dirinya. Secara disini dirinya juga salah. Bukan hanya Kimberly saja.
"Kamu nggak salah. Disini aku yang salah yang tidak menceritakan. Maafkan aku ya," ucap Aryan.
Kimberly tersenyum mendengar perkataan serta ucapan maaf dari Kimberly.
Melihat Aryan dan Kimberly yang sudah berdamai membuat Billy dan Triny ikut bahagia. Keduanya tersenyum menatap Aryan dan Kimberly. Begitu juga dengan Tommy, Andhika serta yang lainnya. Mereka juga ikut bahagia melihat Aryan dan Kimberly yang sudah kembali seperti biasanya.