THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Ancaman Jason Dan Ketiga Adik Laki-lakinya



"Ada apa ini?!" tanya Fathir yang datang bersama istrinya Nashita dan ketiga putranya yaitu Jason, Uggy dan Riyan.


Mendengar ucapan serta seruan dari Fathir semua orang melihat kearah Fathir dan anggota keluarganya. Termasuk keenam wanita paruh baya yang menghina Kimberly.


"Mom," panggil Enda.


Nashita langsung melihat kearah Enda putra ketiganya itu.


"Ada apa, sayang?"


"Lebih baik Mommy ajak Kimberly untuk menunggu di dalam mobil. Sepertinya Kimberly butuh ketenangan. Kemungkinan Kimberly tak baik-baik saja," ucap Enda yang melirik sekilas kearah adik perempuannya.


Mendengar penuturan dari Enda membuat Nashita langsung melihat kearah putrinya. Begitu juga dengan Fathir, Jason, Uggy dan Riyan. Serta anggota keluarga Alexander. Dapat mereka lihat terlihat gurat kecemasan dan ketakutan.


"Baiklah sayang!"


"Sayang, kamu temani Nashita dan Kimberly!" Andrean berucap kepada istrinya.


"Baiklah sayang!"


Setelah mengatakan itu, Nashita membawa putrinya meninggalkan gedung acara dan ditemani oleh Lusiana.


"Sekarang jawab pertanyaan Daddy barusan, Enda!" seru Fathir.


Enda menatap tajam kearah enam wanita paruh baya itu. Sementara keenam wanita tersebut tak berani menatap wajah Enda.


"Keenam wanita itu telah menghina Kimberly dan Mommy," jawab Enda yang tatapan matanya masih menatap tajam keenam wanita tersebut.


Sementara Fathir, Jason, Uggy dan Riyan seketika mengepal kuat tangannya dan jangan lupakan tatapan mata mereka yang tajam.


"Dua wanita yang berstatus ibu dari Syafina dan Talitha yang memulainya terlebih dahulu. Mereka berdua menyebut Kimberly pembunuh dan perempuan perusak hubungan asmara anak perempuannya sehingga membuat keempat wanita lainnya ikut memaki dan menghina Kimberly. Bahkan mereka dengan lancangnya membawa-bawa Mommy!"


Fathir dan ketiga putranya menatap penuh amarah kearah enam wanita itu. Mereka tidak terima dua wanita kesayangannya dihina dan dipermalukan.


"Anda benar-benar tidak jera, nyonya Agatha! Apa anda benar-benar ingin semua anggota keluarga anda hancur dan menjadi gembel di jalanan. Anda tidak menjadikan pembelajaran atas apa yang kami lakukan saat itu di kediaman Robert," ucap Arka.


"Wanita itu!" tunjuk Enda kearah wanita yang berstatus istri dari pemilik perusahaan Metro Advertising.


Fathir serta yang lainnya langsung melihat kearah tunjuk Enda yang wanita tersebut sedang ketakutan.


"Wanita itu menghina Kimberly dengan menyebut Kimberly anak pembawa sial dan tidak pantas hidup di dunia ini," ucap Enda.


"Bahkan wanita-wanita yang lainnya menyebut Kimberly sebagai perempuan murahan dan menjijikan. Intinya, mereka semua menghina Kimberly dan juga menghina Mommy dengan menyebut Mommy yang tidak bisa mendidik Kimberly dengan baik," ucap Enda dengan emosi membuncah.


Fathir menatap kearah pria yang berstatus sebagai pemilik perusahaan Metro Advertising serta para suami yang mana istri-istrinya telah menghina istri dan anak perempuannya.


"Saya tidak perlu berbicara panjang lebar. Hari ini dan seterusnya, saya memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan kerjasama dengan orang-orang yang sudah menghina istri dan putri saya." Fathir berucap dengan tatapan dinginnya dan tatapan matanya yang tajam menatap keenam wanita-wanita itu.


"Saya Andrean Alexander juga akan melakukan hal yang sama seperti tuan Fathir Aldama. Gadis yang telah kalian hina itu adalah calon menantu keluarga Alexander. Jadi saya selaku calon ayah mertua dari gadis tersebut juga memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan kerjasama dengan orang-orang yang sudah bersikap buruk terhadap calon menantu keluarga Alexander!" Andrean berucap dengan lantang dan tatapan menatap tajam kearah enam wanita tersebut.


Sementara pemilik perusahaan Metro Advertising dan para perusahaan lain yang istri-istrinya yang telah menghina putri bungsu dari Fathir Aldama seketika terkejut dan syok. Mereka secara bersamaan bahkan secara bergantian memohon kepada Fathir dan Andrean untuk tidak memutuskan hubungan kerjasama tersebut. Baik pria pemilik perusahaan Metro Advertising maupun para suami yang istri-istrinya yang telah menghina putri bungsu dan istri dari Fathir Aldama memaksa istri-istrinya bahkan menampar istri-istrinya untuk meminta maaf kepada Fathir Aldama.


Apapun yang dilakukan oleh para pemilik perusahaan tersebut kepada Fathir dan keempat putra-putranya tidak membuat keputusan Fathir dan keempat putranya berubah. Mereka tetap pada keputusannya. Begitu juga dengan Andrean dan keluarganya.


Jason menatap kearah keluarga Robert, terutama pada perempuan yang saat ini tengah ketakutan bahkan sudah mendapatkan perlakuan buruk dari suaminya.


"Untuk keluarga Robert. Adik perempuan saya bahkan Tommy sendiri sudah mendatangi kediaman kalian. Mereka memutuskan untuk tidak membawa Talitha kembali mendekam di dalam penjara. Justru adik perempuanku dan calon adik iparku memberikan kesempatan untuk putri kalian dengan memberikan hukuman terusir dari kediaman Robert. Namun sikap baik adik perempuanku dan calon adik iparku kalian sia-siakan, terutama anda nyonya Agatha. Anda justru menyalahkan adik perempuan saya atas apa yang menimpa putri anda. Anda benar-benar menjijikan nyonya Agatha!" teriak Jason.


"Jika putri anda itu perempuan baik-baik dan perempuan setia, maka putri anda masih bersama Tommy kekasihnya. Justru putri anda berubah menjadi seorang perempuan murahan dengan menjalin hubungan dengan laki-laki lain dan mengkhianati kekasihnya yang dari keluarga miskin," ucap Uggy dan suara keras.


"Putria anda Talitha kembali mengusik kehidupan Tommy ketika putri anda mengetahui status sebenarnya Tommy. Dengan kata lain, putri anda Talitha ingin kembali menjalin hubungan dengan Tommy karena putri anda sudah mengetahui bahwa Tommy berasal dari keluarga kaya raya. Bahkan kekayaan keluarga Tommy jauh diatas dari kekayaan kekasih baru putri anda itu. Putri anda melakukan segala cara untuk mendapatkan Tommy. Bahkan putri anda berniat ingin menghancurkan hubungan asmara adik perempuan saya dengan Tommy!" teriak Uggy.


"Bukan itu saja, putri anda Talitha bekerja sama dengan Syafina dan Daniel mantan kekasih dari adik perempuan saya dengan menjebak adik perempuan saya bersama dengan Daniel di sebuah gudang. Kalian pasti tahu apa yang akan dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap seorang perempuan yang sedang tak sadarkan diri di sebuah gudang! Laki-laki yang bernama Daniel itu hendak merenggut kesucian adik perempuan saya! Jika dia berhasil melakukan hal menjijikan itu, maka dia akan menjadikan adik perempuan saya miliknya sepenuhnya. Dengan begitu Talitha akan lebih mudah mendapatkan Tommy!" teriak Riyan.


"Apa kurang baik kami berulang kali memberikan kesempatan untuk Talitha. Bahkan ketika Talitha menabrak adik perempuan saya, kami keluarga besar Aldama dan keluarga besar Fidelyo tidak menuntut balas kepada keluarga kalian. Kami hanya menyerahkan semua kepada pihak kepolisian sehingga Talitha mendapatkan hukuman penjara!"


Enda menatap kearah ibunya Syafina dengan tatapan penuh amarah. Begitu juga dengan Jason, Uggy dan Riyan.


"Dan untuk anda juga nyonya," ucap Enda kepada ibunya Syafina. "Anda menyebut adik perempuan saya sebagai pembunuh. Lalu putri anda pantasnya disebut apa? Pepatah mengatakan tidak ada asap jika tidak ada api. Adik perempuan saya tidak akan menyakiti putri anda jika putri anda tidak terlebih dahulu mencari masalah dengan adik perempuan saya. Anak mana yang akan diam saja jika ibunya dihina dan ibunya dimaki di depan orang banyak. Bahkan adik perempuan saya sudah berulang kali meminta kepada putri anda untuk menarik semua kata-katanya dan meminta maaf, namun putri anda semakin menjadi-jadi menghina ibunya!" teriak Enda.


"Jika putri anda mati ditangan adik perempuan saya, itu dikarenakan mulut putri anda itu tidak mau berhenti menghina ibu kami. Sekarang anda sudah mengerti kan nyonya?! Jadi enyahlah anda dan keluarga anda dari kehidupan adik perempuan saya. Jika kalian masih saja mengusik adik perempuan saya, maka jangan salahkan saya jika keluarga kalian hancur ditangan saya!"


"Camkan itu. Kami tidak akan pernah main-main dengan ucapan kami. Kalian semua akan hancur tanpa sisa jika kalian masih mengusik adik perempuan kami!" bentak Uggy.


"Ayo, Dad! Kita pergi dari sini," ajak Jason.


"Baiklah," jawab Fathir.


"Ayo, Pi!" ajak Arka.


Fathir, Andrean dan putra-putranya pun pergi meninggalkan gedung tersebut dengan tatapan mata yang tajam dan wajah yang dingin sehingga membuat para tamu undangan menatap takut ketika menatap wajah keluarga Aldama dan keluarga Alexander.


Sementara untuk wanita-wanita yang telah menghina Kimberly mendapatkan perlakuan kejam dari para suaminya. Mereka menarik kasar tangan istrinya untuk meninggalkan gedung tersebut.


Sedangkan untuk kedua orang tuanya Syafina, mereka pergi meninggalkan gedung tersebut dengan wajah yang malu. Para tamu undangan memberikan hinaan kejam untuk keduanya.