
Kimberly saat ini berada di ruang tengah. Dirinya tampak melamun memikirkan sesuatu. Lebih tepatnya memikirkan tentang hubungan asmaranya dengan Tommy.
Flashback On
"Tommy, dengarkan aku dulu. Foto itu tidak benar. Kamu jangan percaya." Kimberly berusaha terus untuk meyakinkan Tommy bahwa foto tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
"Tapi di foto itu terlihat kamu begitu senang bahkan kamu tidak memberontak ketika bajingan itu memegang tangan kamu, Kim!" Tommy membalas perkataan dari Kimberly tanpa melihat wajah Kimberly.
Flashback Off
Seketika air mata Kimberly jatuh membasahi pipinya ketika mengingat kejadian kemarin di cafe bersama Tommy.
"Apa hanya sampai disini hubunganku dengan Tommy?" tanya Kimberly pada dirinya sendiri.
Ketika Kimberly tengah bersedih akan hubungannya dengan Tommy. Risma yang kini tengah berbicara dengan seseorang di telepon sembari melangkah menuju ruang tengah seketika terkejut ketika melihat Kimberly yang duduk sendirian di ruang tengah dalam keadaan menangis.
Risma kemudian menyudahi pembicaraannya dengan seseorang di telepon.
"Sudah dulu ya. Nanti aku hubungi lagi."
Pip..
Setelah mengatakan itu, Risma langsung mematikan panggilannya bersamaan dengan dirinya melangkah menghampiri Kimberly.
"Kim, lo kenapa?"
Risma langsung duduk di samping Kimberly. Tatapan matanya menatap khawatir Kimberly.
"Hiks... Hiks." Seketika isak tangis Kimberly pecah kala mendengar pertanyaan Risma sehingga membuat Risma makin khawatir.
"Kim, ada apa? Kenapa lo nangis? Cerita sama gue," ucap Risma sembari tangannya menggenggam tangan Kimberly.
"To-tommy." Kimberly berucap lirih.
"Tommy," ulang Risma. "Kenapa dengan Tommy? Kalian berdua berantem? Atau Tommy nyakitin lo?" tanya Risma dengan tatapan matanya menatap Kimberly.
Kimberly melihat kearah Risma dengan berurai air mata sehingga membuat hati Risma sakit.
"Cerita sama gue, kenapa?"
Ketika Kimberly hendak menjawab pertanyaan dari Risma, tiba-tiba kedua orang tua Kimberly beserta semua anggota keluarga Fidelyo datang. Mereka semua seketika terkejut ketika melihat Kimberly dalam keadaan menangis.
"Sayang." Nashita langsung menghampiri putrinya dan langsung duduk di samping putrinya itu.
Grep..
Kimberly langsung memeluk tubuh ibunya erat. Dan detik itu juga, isak tangisnya kembali terdengar.
"Hiks... Mommy... Hiks."
Mendengar isak tangis putrinya membuat hati Nashita sakit. Dirinya mengeratkan pelukan pada tubuh putrinya sembari memberikan kecupan sayang di pucuk kepalanya.
"Ada apa, hum?" tanya Nashita.
Kimberly tidak menjawab pertanyaan dari ibunya. Justru Kimberly makin mengeratkan pelukannya bersamaan dengan isak tangisnya yang masih terdengar.
"Risma, sebenarnya kenapa dengan Kimberly?" tanya Fathir.
"Aku juga tidak tahu, Dad! Aku sama seperti Daddy dan yang lainnya yang terkejut melihat Kimberly menangis di ruang tengah sendirian," jawab Risma.
"Apa kamu ada nanya?" tanya Indira sang ibu.
"Ada, Mi. Saat aku nanya, Kimberly nyebut nama Tommy."
Mendengar jawaban dari Risma membuat Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan langsung melihat kearah Kimberly. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.
"Sayang, ayolah. Katakan pada Mommy, ada apa? Kenapa kamu nangis? Jangan buat Mommy khawatir, nak!" Nashita mengusap-usap lembut kepala dan pipi putih putrinya.
"Ada apa, hum?"
"Apa aku tidak pantas memiliki kekasih?"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, hum?" tanya Nashita bersamaan tangannya mengusap lembut pipi putih putrinya.
"Karena setiap aku memiliki kekasih, endingnya selalu sedih. Nggak pernah bahagia."
"Dulu ketika pacaran sama Antoni. Laki-laki itu ninggalin aku hanya karena sebuah video. Dia nggak percaya sama aku. Sekarang... Hiks... Tommy melakukan hal yang sama padaku."
"Apa yang terjadi? Katakan pada Mommy."
"Kemarin aku bertemu dengan Antoni. Lebih tepatnya dia yang beberapa hari ini selalu mengejar-ngejar aku."
"Apa?!"
Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan seketika terkejut ketika mendengar ucapan dari Kimberly.
"Jadi laki-laki brengsek itu ada di kota ini?" Tanya Riyan marah.
"Dan dia masih berani mengganggu kamu," ucap Enda.
"Sekarang katakan pada Daddy. Apa yang dilakukan bajingan itu pada kamu?"
"Aku tidak sengaja bertemu dengan dia di Cafe. Dia menghampiri aku dan langsung duduk di kursi kosong tepat di hadapan aku. Dia menatapku sembari tersenyum. Sementara aku hanya fokus pada minumanku dan ponselku. Aku mengabaikannya. Aku sama sekali tidak membalas setiap perkataannya."
"Lalu apa yang dia lakukan ketika melihat kamu yang hanya cuek dan acuh padanya?" tanya Uggy.
"Ketika dia berhenti berbicara. Aku langsung menyuruh pergi."
"Apa dia langsung pergi?" tanya Billy.
"Tidak. Justru dia masih terus menatap wajahku. Dan pada akhirnya, aku yang memilih pergi ninggalin dia. Tapi...."
"Tapi apa?" tanya Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.
"Ketika aku hendak pergi. Laki-laki brengsek itu dengan beraninya memegang tanganku. Bukan itu saja, dia dengan seenaknya mengklaim aku ini adalah istrinya di depan semua pengunjung cafe."
Mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Kimberly membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.
"Brengsek! Berani sekali bajingan busuk itu berbicara seperti di hadapan semua orang," ucap Jason marah.
"Apa dia sudah bosan hidup," ucap Uggy.
"Terus apa hubungannya dengan Tommy? Kenapa kamu bilang bahwa Tommy juga melakukan hal yang sama seperti Antoni?" tanya Riyan.
"Karena Tommy mendapatkan kiriman sebuah foto yang mana foto itu adalah foto aku dan Antoni. Di dalam foto itu Antoni megang tangan aku," jawab Kimberly.
"Jangan bilang kalau Tommy....." perkataan Jason terpotong karena Kimberly langsung bersuara.
"Iya! Tommy lebih mempercayai foto itu dari pada mendengarkan penjelasanku, kak!"
"Bajingan itu sudah merencanakan dengan sangat baik. Dia memang ingin membuat hubungan Kimberly dan Tommy hancur," ucap Uggy.
"Hiks... Mom. Aku nggak mau gagal lagi. Kalau sampai Tommy ninggalin aku hanya karena foto itu, aku nggak mau hidup lagi. Lebih baik aku pergi dari dunia ini Mom."
Deg..
Mereka semua terkejut dan syok ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Mereka tidak menyangka jika Kimberly akan mengatakan hal itu.
Nashita mengeratkan pelukannya pada tubuh putrinya. Hatinya benar-benar sakit ketika mendengar ucapan yang menurutnya begitu memilukan dari putrinya.
"Tommy, jika kamu sampai meninggalkan putri Daddy. Daddy tidak akan memaafkan kamu. Dan Daddy akan benar-benar kecewa sama kamu karena kamu telah melanggar janji kamu untuk membahagiakan putri Daddy." Fathir berucap di dalam hatinya sembari menatap kearah putrinya.