THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Nurani Seorang Kakak



Di ruangan latihan taekwondo sudah berkumpul Aryan, Triny, Billy, para sahabat-sahabatnya dan keempat sahabatnya Kimberly.


Ketika mereka memasuki ruangan latihan taekwondo. Mereka semua melihat terutama Billy, Aryan dan Triny melihat Kimberly yang tertidur dengan paha Tommy sebagai bantalnya.


Ketika Kimberly sedang tertidur, Kimberly mengigau dengan memanggil nama kakak sulungnya.


"Kakak Jason."


Mendengar igaun dari Kimberly membuat Billy, Triny dan Aryan menjadi khawatir. Jika Kimberly tidur dalam keadaan ngigau. Apalagi ngigaunya memanggil nama kakak tertuanya. Itu menandakan bahwa Kimberly dalam keadaan tak baik-baik saja.


"Kakak Jason," igau Kimberly lagi.


"Billy."


Triny menatap kearah Billy. Dia benar-benar khawatir melihat Kimberly saat ini.


Billy mengusap lembut kepala belakang Triny hanya sekedar memberikan ketenangan kepada Triny.


"Kak Billy, apa tidak sebaiknya kita hubungi kakak Jason. Setidaknya jika kakak Jason tahu kondisi Kimberly saat ini. Kakak Jason bisa jemput Kimberly lebih awal. Kan memang kakak Jason yang akan menjemput Kimberly ke sekolah," sahut Aryan.


"Baiklah. Kakak akan hubungi kakak Jason dan memintanya untuk menjemput Kimberly. Jika kakak Jason tidak bisa. Begitu juga dengan kak Uggy, kak Enda dan kak Riyan. Kakak sendiri yang akan antar Kimberly pulang."


"Tidak, Bil! Biarkan aku saja," sela Tommy.


"Kita berdua yang akan antar Kimberly pulang."


"Baiklah."


***


Bugh.. Bugh..


Duagh..


Gedebug..


Brukk..


"Aakkhhh! teriak seorang laki-laki di sebuah markas.


Duagh..


Pemuda itu kembali memberikan tendangan keras diperut laki-laki itu. Tatapan matanya menatap penuh amarah.


Pemuda yang memberikan pukulan dan tendangan keras kepada seorang pria yang usianya empat tahun dibawa ayahnya adalah Uggy Aldama. Dan pria yang menjadi korban pukulan dan tendangan dari Uggy adalah pria yang sudah merendahkan harga diri adik perempuannya.


Deryl sudah melaporkan semua kejadian yang menimpa Kimberly ketika berada di mall dua hari lalu kepada Uggy dengan memperlihatkan sebuah video.


Uggy langsung marah besar ketika dua orang pengunjung yang dengan keji menjatuhkan harga diri adik perempuannya. Dan Uggy tampak bahagia karena adik perempuannya langsung memberikan balasan setimpal terhadap pengunjung perempuan itu.


Saat ini Uggy bersama dengan Deryl. Masih banyak yang ingin dia tanya kepada Deryl selama menjaga dan melindungi asik perempuannya dari jauh.


"Bagaimana dengan kedua gadis itu, para pelayan toko dan beberapa pengunjung yang ikut menghina dan memandang rendah adik perempuanku?"


"Sudah terbalas oleh nona, Bos!"


"Apa yang dilakukan oleh adikku?"


"Nona meminta kepada saya untuk mencari tahu latar belakang keluarga serta usaha dari orang-orang yang sudah menghinanya dan merendahkannya."


"Berhasil?"


"Berhasil, Bos! Sesuai permintaan nona. Mereka semua hancur."


Mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Deryl membuat Uggy tersenyum bahagia. Setidaknya adiknya sudah mengurangi satu tugasnya. Tinggal sisanya yang akan dia selesaikan.


Drrtt..


Drrtt..


Terdengar bunyi ponsel milik Uggy. Mendengar suara ponselnya, Uggy langsung mengambil ponselnya itu di saku celananya.


Saat ponselnya sudah ada di tangannya, Uggy melihat nama kakak sulungnya tertera di layar ponselnya.


Tanpa membuang-buang waktu lagi dan tidak ingin membuat kakaknya itu menunggu lama. Uggy pun langsung menjawabnya.


"Hallo, kak. Kenapa?"


"Kamu dimana?"


"Di markasku kak."


"Bisa tidak kamu jemput Kimberly ke sekolahnya. Tadi Billy menghubungi kakak dan meminta kakak untuk menjemput Kimberly sekarang. Dan kakak tidak bisa karena sudah terlanjur janji dengan rekan kerja kakak. Kalau misalkan Kimberly pulangnya sesuai jadwal. Sudah pasti kakak bisa menjemputnya karena memang kakak sudah janji sama Kimberly."


"Baiklah kak. Aku akan jemput Kimberly sekarang. Kakak fokus saja dulu dengan rekan kerja kakak itu."


"Terima kasih ya Uggy. Kamu memang adik laki-laki kakak yang bisa diandalkan."


"Kakak terlalu memujiku. Enda dan Riyan juga akan melakukan hal sepertiku jika kakak butuh bantuan mereka."


"Baik, kak!"


Tutt.. Tutt..


Panggilan terputus. Jason langsung mematikan panggilannya setelah selesai berbicara dengan adik pertamanya.


***


"Bagaimana? Apa kakak Jason bisa menjemput Kimberly?" tanya Triny.


"Kakak Jason tidak bisa. Tapi kakak Jason bilang akan menghubungi kakak Uggy dan meminta kakak Uggy untuk menjemput Kimberly," jawab Billy.


"Ya, sudah! Kita tunggu saja kakak Uggy nya," pungkas Nathan.


Mereka semua menatap wajah Kimberly dengan tatapan khawatir. Apalagi wajah Kimberly yang terlihat sedikit pucat. Baik Billy, Aryan dan Triny tahu bagaimana kondisi kesehatan Kimberly. Kimberly itu gampang sekali jatuh sakit jika setiap masalah yang datang menghampirinya.


Jika masalah yang datang itu bisa dia atasi, maka dia akan baik-baik saja. Namun jika masalah tersebut berat, sekali pun dia bisa mengatasinya. Belum tentu Kimberly bisa menerimanya. Dengan kata lain, Kimberly masih mengingat masalah tersebut, walau dia berusaha menutupi di depan anggota keluarganya.


Ketika mereka semua tengah memperhatikan Kimberly yang tertidur di beralaskan paha Tommy dengan wajah sedikit pucat, tiba-tiba ponsel milik Billy berbunyi.


Billy yang mendengar suara teleponnya yang mana suaranya itu menandakan panggilan masuk, Billy langsung mengambil ponselnya di dalam saku celananya.


Ketika ponselnya sudah di tangannya, Billy melihat nama 'Kak Uggi' di layar ponselnya.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Billy langsung menjawab panggilan dari kakak sepupunya itu.


"Hallo, kak Uggy."


"Hallo, Billy. Kakak sudah berada di lapangan sekolah. Kamu sama yang lainnya dimana?"


"Kakak sudah sampai ya?"


"Iya, kakak sudah sampai!"


"Ya, sudah kak. Kakak tunggu disana. Nanti Aryan kesana menemui kakak."


"Baiklah."


Setelah itu, baik Billy maupun Uggy sama-sama mematikan'panggilan.


"Aryan, kak Uggy menunggu di lapangan. Pergilah dan bawa kak Uggy kesini."


"Baiklah."


Setelah itu, Aryan langsung pergi meninggalkan ruangan latihan taekwondo untuk menuju lapangan sekolahnya untuk menjemput kakak sepupunya itu.


^^^


Di lapangan Uggy sudah menunggu Aryan adik sepupunya untuk menjemputnya dan membawa menemui adik perempuannya.


Kini Uggy tengah berbicara dengan kakaknya karena kakaknya itu ingin mengetahui apakah dia sudah sampai di sekolah adik perempuannya atau belum.


"Iya, kak! Aku sudah berada di sekolah Kimberly. Saat ini aku di lapangan sekolah sambil menunggu Aryan. Aku tidak tahu dimana mereka berada. Begitu juga dengan Kimberly."


"...."


"Baik, kak! Sampai di rumah. Aku akan hubungi kakak. Untuk saat ini kakak fokus saja dengan pekerjaan kakak. Jangan pikirkan hal lain dulu."


"...."


"Pasti kak. Aku akan menjaga Kimberly. Kebetulan aku tidak ke perusahaan. Aku sudah menyerahkan semuanya kepada kepercayaanku."


"...."


"Baik, kak."


Setelah selesai berbicara dengan kakaknya, Uggy langsung mematikan panggilannya.


Dan bertepatan Uggy yang selesai berbicara dengan kakaknya, tiba-tiba terdengar suara adik sepupunya memanggil dirinya.


"Kak Uggy!"


Uggy langsung melihat kearah Aryan adik sepupunya itu yang berlari kecil menghampiri dirinya.


"Lama nunggu kak?"


"Tidak. Dimana Kimberly?"


"Kimberly ada di ruangan latihan taekwondo. Kami membawanya kesana. Ayo, kak!"


Uggy dan Aryan pun pergi meninggalkan lapangan sekolah untuk menuju ruangan latihan taekwondo. Hati Uggy seketika berubah menjadi panik saat mendengar Aryan yang mengatakan membawa adiknya ke ruangan latihan taekwondo.


Uggy bisa menebak, jika adik perempuannya tengah dijaga dan dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatnya. Pasti adik perempuannya itu sedang tak baik-baik saja.


"Pasti kamu kembali mengingat kejadian di mall itu?" batin Uggy.


"Kakak bersumpah dan berjanji padamu. Jika kamu sakit dan sampai trauma. Maka kakak akan membalas mereka semua," batin Uggy lagi.