THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kabar Dari Clarita



Nashita menjawab panggilan dari adik perempuannya dan tak lupa meloadspeaker panggilannya tersebut agar suami dan keempat putranya bisa mendengarnya.


"Hallo Clarita. Ada apa menghubungi kakak?"


"Kak! Aku, Ammar dan anak-anak ingin beritahu sesuatu sama kakak, terutama Riyan!"


Mendengar perkataan dari Clarita membuat Nashita menatap Fathir dan keempat putranya. Begitu juga dengan Fathir dan keempat putranya yang menatap Nashita.


"Hal apa yang ingin kamu sampaikan? Katakanlah."


"Ini masalah hubungan Riyan dan Aruna, kak! Lebih baik Riyan memutuskan hubungannya dengan Aruna. Jangan dilanjutkan lagi. Aruna selama ini sudah membohongi kita semua, terutama Riyan! Aruna tidak benar-benar mencintai Riyan."


Deg!


Mendengar perkataan dari Clarita membuat Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut. Yang paling terkejut disini adalah Riyan.


"Bunda," panggil Riyan.


Clarita yang mendengar panggilan dari Riyan ditambah lagi ketika mendengar suaranya menjadi tidak tega. Namun dirinya harus mengatakan semuanya sebelum terlambat.


"Riyan. Dengarkan Bunda, nak! Bunda tahu bagaimana besarnya cinta kamu sama Aruna. Tapi disini hanya kamu yang mencintai Aruna. Sementara Aruna tidak sama sekali. Aruna hanya memanfaatkan kamu selama ini."


"Bunda tahu dari mana kalau Aruna tidak benar-benar mencintaiku dan hanya memanfaatkan aku saja?" tanya Riyan.


"Dari kakakmu Athaya. Kakak kamu bertemu dengan Aruna di mall bersama dengan seorang laki-laki. Kakak kamu melihat kemesraan keduanya. Bahkan kakak kamu mendengar langsung ucapan laki-laki bersama Aruna itu."


"Laki-laki itu mengatakan apa, Bunda?" tanya Enda.


"Athaya bilang sama Bunda dan yang lainnya bahwa laki-laki itu adalah calon suami Aruna. Mereka akan segera menikah. Mereka menikah ketika pertunangan Riyan dan Aruna terlaksana. Setelah satu minggu bertunangan Riyan dan Aruna, maka Aruna akan segera menikah dengan kekasihnya yang sebenarnya. Untuk semua dana pernikahan tersebut didapat dari Riyan dengan cara Aruna meminta dengan cara halus."


Mendengar penjelasan dari Clarita membuat Riyan seketika marah. Begitu juga dengan Fathir, Nashita, Jason, Uggy dan Enda.


"Riyan," panggil Clarita.


"Iya, Bunda."


"Sebelum Athaya mengetahui kebusukan Aruna. Ada satu orang yang sudah lebih dulu mengetahui tentang Aruna."


Mendengar perkataan dari Clarita membuat Jason, Uggy dan Enda langsung kepikiran Kimberly. Mereka curiga jika orang itu adalah adik perempuannya.


"Bunda," panggil Jason.


"Iya, Jason."


"Apa orang yang Bunda maksud adalah Kimberly?"


"Apa alasan kamu jika orang itu adalah Kimberly?"


"Karena kemarin Kimberly sempat mengatakan bahwa dia tidak menyukai Aruna. Bahkan Kimberly bertanya kepada Riyan jika dia meminta Riyan memutuskan hubungan dengan Aruna, apakah Riyan akan mengabulkan permintaannya itu."


"Kalau Kimberly sudah berbicara seperti itu. Berarti Kimberly sudah mengetahui tentang Aruna."


"Bunda, tolong katakan padaku. Apa benar Kimberly sudah mengetahui tentang Aruna?" tanya Riyan.


"Iya. Adik perempuan kamu itu sudah mengetahui tentang Kebusukan Aruna. Bahkan Kimberly sudah menceritakannya sama Billy, Triny, Aryan dan yang lainnya. Kimberly juga punya bukti."


Mendengar jawaban dari Clarita seketika Riyan menangis. Nangisnya Riyan bukan karena mengetahui kebusukan Aruna. Justru nangisnya Riyan karena tidak tidak bisa menangkap setiap ucapan dari adik perempuannya. Nangisnya Riyan karena tidak langsung menyadari akan perubahan sikap adik perempuannya.


Melihat putranya sudah menangis, Nashita berdiri dari duduknya lalu berpindah duduk di samping putranya itu sambil masih berbicara dengan Clarita di telepon.


"Riyan, dengarkan Bunda. Bicaralah baik-baik dengan adikmu. Tanyakan padanya masalah Aruna. Ketika kamu bertanya masalah Aruna kepada adikmu, jangan beritahu adikmu jika kamu sudah tahu kebenarannya. Biarkan adikmu bercerita semua yang dia tahu kepada kamu. Bunda sangat yakin jika hati adikmu sedang merasakan sakit sekarang ini melihat kakak kesayangannya disakiti."


"Baik, Bunda. Aku akan bicara dengan Kimberly."


"Oh iya! Satu lagi yang ingin aku sampaikan kepada kak Nashita dan keluarga."


"Apa itu Clarita?"


"Apa isi pesan dari laki-laki brengsek itu Bunda?" tanya Uggy.


"Laki-laki itu meminta kepada Athaya untuk tutup mulut. Dan tidak membongkar rahasia tersebut kepada Riyan. Jika Athaya tetap membongkarnya, maka laki-laki itu akan mencelakai Athaya. Bukan itu saja, laki-laki itu juga sudah berani mengirim seorang penyusup ke rumah. Dan saat ini penyusup itu sudah di kurung di penjara bawah tanah."


Mendengar jawaban dari Clarita membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan mengepal kuat tangannya.


"Baiklah, Bunda. Bunda tidak perlu khawatir. Semuanya akan baik-baik saja. Aku, Uggy, Enda dan Riyan saat ini sedang menyelidiki masalah Aruna dan juga keluarganya."


"Bunda senang mendengarnya. Jangan lupa selidiki juga laki-laki itu dan keluarganya."


"Untuk rencana pertama. Ambil ponsel milik penyusup itu. Lalu kirim sebuah pesan yang isinya bahwa Athaya tidak akan membongkar masalah Aruna yang bersama laki-laki lain. Untuk rencana selanjutnya biar kami pikirkan."


"Baiklah sayang."


Setelah mengatakan itu, baik Nashita maupun Clarita sama-sama mematikan panggilannya.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika Aruna membohongiku selama ini," ucap Riyan.


Nashita menarik tubuh putranya lalu membawanya ke pelukannya. Dan tangannya mengusap-usap lembut punggung putranya.


Sementara Fathir, Jason, Uggy dan Enda menatap iba kearah Riyan.


"Dan kamu harusnya bersyukur dengan terbongkarnya kebusukan Aruna. Dengan begitu kamu terbebas dari perempuan itu," ucap Jason.


"Kamu laki-laki baik. Dan sudah sepantasnya kamu bersanding dengan perempuan yang baik juga," ucap Uggy.


Ketika mereka semua tengah memikirkan masalah Aruna, tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan memasuki ruang tengah.


"Daddy, Mommy. Putrimu yang cantik sejagat raya pulang!"


Nashita dan Fathir hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar teriakkan putri bungsunya. Begitu juga dengan Jason, Uggy, Enda dan Riyan.


Riyan berdiri dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menghampiri adik perempuannya yang berjalan menuju ruang tengah.


Grep!


Riyan langsung memeluk tubuh adik perempuannya. Sementara Kimberly yang mendapatkan pelukan tiba-tiba dari kakak keempatnya terkejut.


"Kak Iyan."


"Kakak sayang kamu banyak-banyak."


"Tanpa kakak ngomong pun. Aku tahu kalau kakak sayang sama aku. Aku juga sayang sama kakak."


Setelah puas memeluk adik perempuannya, Riyan pun melepaskan pelukannya. Riyan menatap wajah cantik adik perempuannya itu, kemudian memberikan ciuman di keningnya.


Kimberly melangkah menghampiri ibunya. Setelah berada di dekat ibunya, Kimberly langsung memeluk tubuh ibunya dan tak lupa memberikan ciuman di pipi kiri ibunya.


Nashita yang mendapatkan pelukan serta ciuman dari putri sudah paham.  Putrinya saat ini menginginkan sesuatu darinya.


"Pasti ada maunya," sindir Nashita.


Kimberly langsung melepaskan pelukannya lalu menatap wajah cantik ibunya dengan disertai cengiran khasnya.


"Mommy tahu aja."


"Sekarang katakan kepada Mommy. Kamu mau apa, hum?"


"Mau susu coklat."


"Baiklah. Mommy akan buatkan susu coklat buat kamu."


"Terima kasih Mom."


Setelah itu, Nashita pun beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju ke dapur.