THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Tamu Tak Diundang



Kimberly dan keempat sahabatnya plus sahabat barunya yaitu Prisca berada di kantin. Mereka akan makan siang bersama karena perut mereka sudah lapar sejak di kelas tadi.


Di kantin tersebut juga ada Tommy, Billy, Aryan, Triny, Risma dan para sahabatnya.


"Tommy, kita tukaran ya."


Kimberly langsung menarik piring Tommy lalu meletakkan piring miliknya di hadapan Tommy.


Setelah itu, Kimberly langsung melahap makanan milik Tommy. Sedangkan Tommy hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kimberly. Begitu juga dengan keempat sahabatnya, Prisca, Risma, Triny, Aryan, Billy, Andhika dan para sahabatnya.


Ketika Kimberly dan yang lainnya sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba datang Asena, Cherry dan keenam sahabatnya sehingga membuat mereka semua kehilangan selera makannya, terutama Kimberly.


"Mau ngapain kalian kemari?" tanya Aryan ketus.


Baik Aryan, Risma, Triny maupun Billy, Tommy serta sahabat-sahabatnya menatap tajam kearah Asena, Caria dan keenam sahabatnya.


"Lebih baik kalian pergi dari sini. Kita lagi makan. Jangan sampai kalian membuat kami semua makin kehilangan selera makan," ucap Tommy dengan kejamnya.


Mendengar perkataan kejam dari Tommy membuat hati Asena sakit. Dirinya tidak menyangka jika Tommy akan berbicara seperti itu. Begitu juga dengan Cherry dan sahabat-sahabatnya.


"Ma-maaf jika kehadiran kami mengganggu kalian. Tapi tujuan kita kesini mau minta maaf. Gue sama Cherry mau minta maaf atas apa yang udah kita perbuat terhadap Kimberly," ucap Asena.


Prang..


Kimberly seketika menghempaskan kuat sendok makannya di atas piring makannya. Tanpa menatap Asena, Cherry dan keenam sahabatnya. Kimberly bersuara.


"Kalian dengar tidak apa yang dikatakan oleh Tommy? Pergi dari sini. Kita lagi makan dan kita nggak ingin melihat wajah menjijikkan kalian itu!" bentak Kimberly.


"Tapi kita....."


Perkataan Cherry terpotong karena Kimberly sudah terlebih dulu menyela.


"Pergi!" teriak Kimberly.


Mendengar teriakkan dari Kimberly membuat Asena, Cherry dan keenam sahabatnya pun pergi meninggalkan kantin. Mereka memutuskan untuk kembali ke kelas.


"Mengganggu saja," ucap Kimberly kesal.


Risma yang kebetulan duduk di samping Kimberly langsung mengusap-usap lembut punggung adik sepupunya itu.


"Sabar," ucap Risma.


"Stok kesabaran aku udah habis untuk mereka. Yang tersisa sekarang ini adalah kemarahan," jawab Kimberly sembari memasukkan satu sendok mie goreng ke dalam mulutnya secara kasar lalu mengunyahnya dengan wajah super kesal.


Mereka yang melihat kekesalan Kimberly apalagi ketika memakan nasi gorengnya secara kasar tersenyum gemas.


***


Di kediaman Fathir Aldama terlihat ramai dimana Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan kedatangan tamu yang tak diundang.


Tamu yang tak diundang sama sekali oleh keluarga Aldama itu adalah keluarga Malachy dan keluarga Shanley. Keluarga dari Molly dan Sheela.


Setelah kedua keluarga itu berembuk dan memikirkan matang-matang akan niatnya itu, baik keluarga Malachy maupun keluarga Shanley memutuskan untuk menemui keluarga dari Kimberly.


Tujuan mereka menemui keluarga Kimberly adalah untuk meminta pertanggung jawaban dari keluarga Kimberly atas apa yang telah terjadi terhadap anak-anak mereka.


"Apa tujuan kalian datang kemari?" tanya Fathir.


"Apa begini cara keluarga Aldama yang menyambut tamunya?" ejek ayahnya Molly.


"Kalian datang kesini tidak udang. Jadi sadar diri. Dan jangan meminta kami melayani kalian," sahut Enda dengan menatap tajam kearah kedua orang tuanya Molly dan Sheela.


Mendengar perkataan dari Enda membuat kedua orang tua Molly dan Sheela tak terima. Mereka menatap marah Enda.


"Kami datang kesini ingin meminta pertanggung jawaban anda atas perbuatan dari putri anda!" ucap ayahnya Sheela dengan menatap tak suka kearah Fathir.


"Memangnya apa yang sudah dilakukan oleh putriku, hum?" tanya Fathir yang pura-pura tidak mengetahui permasalahan tersebut.


"Putri anda yang murahan itu sudah berani menggoda calon suami putriku Molly," sahut ayahnya Molly.


"Dan keponakan anda yang tak jauh beda dengan putri anda yang sama-sama murahan juga sudah merebut calon suami putriku," sela ayahnya Sheela.


Mendengar perkataan dari kedua pria yang ada di hadapannya membuat Fathir mengepal kuat tangannya. Dirinya tidak terima putrinya dan juga keponakannya disebut murahan.


"Apa tidak salah kalian menyebut putriku dan keponakanku murahan, hum? Yakin jika mereka sudah merebut calon suami dari putri kalian?" tanya Fathir.


"Kami tidak salah bicara. Dan kami sangat yakin jika putri anda dan keponakan anda telah merebut calon suami dari putri kami," sahut ayahnya Sheela.


"Memangnya siapa calon suami putri kalian itu?" tanya Fathir.


"Tommy Alexander!"


"Andhika Alexander!"


Ayahnya Molly dan ayahnya Sheela berucap secara bersamaan dengan tatapan matanya menatap jijik kearah Fathir.


"Hahahaha!"


Seketika Jason, Uggy, Enda dan Riyan tertawa keras ketika mendengar jawaban dari kedua pria di depannya.


"Tommy Alexander! Andhika Alexander! Yang benar saja," ucap Riyan dengan aksen mengejeknya.


"Apa kalian benar-benar yakin jika mereka berdua adalah calon suami dari putri kalian itu, hum? Apa kalian sudah bertemu dengan mereka? Apa kalian sudah bertemu dengan keluarga Alexander? Apa kalian sudah mendiskusikan permasalahan tersebut dengan keluarga Alexander?" tanya Jason.


"Ingat tuan-tuan! Jangan menyebar rumor yang tak baik. Bagaimana jika keluarga Alexander mengetahui permasalahan ini? Mereka tidak mengenal putri kalian bahkan bertemu pun tidak pernah, mereka juga tidak pernah membahas masalah perjodohan atau pun pernikahan anak-anaknya dengan putri kalian.


Mereka bisa marah lo terhadap kalian jika seandainya keluarga Alexander mendengar perkataan kalian barusan." Uggy berucap sembari menatap sinis kearah kedua pasangan suami istri di hadapannya.


"Tujuan kedatangan kalian kemari bukan hanya membahas masalah laki-laki yang disukai oleh putri kalian. Tetapi kalian juga ingin membahas apa yang sudah diperbuat oleh putriku terhadap putri kalian sehingga putri kalian masuk rumah sakit," ucap Fathir.


"Jangan kalian pikir kami tidak mengetahui masalah yang sebenarnya. Kami semua sudah mengetahui permasalahan tersebut mulai dari awal sampai akhir. Bahkan kami memegang buktinya. Jika kami mau bukti-bukti itu bisa kami sebarkan ke media sosial biar semua orang tahu seperti apa sifat dan perangai putri kalian itu." Jason berucap dengan menatap tajam kearah dua pasang suami istri itu.


"Pikirkan pake otak. Jangan pake dengkul. Jika semua bukti-bukti itu kami sebar luaskan ke media sosial ditambah ke internet. Besar kemungkinan tidak akan ada laki-laki di dunia ini ingin menjalin hubungan dengan putri kalian. Begitu juga dengan kalian sebagai orang tua," sahut Enda.


"Apa kalian mau putri kalian menjadi perawan tua seumur hidupnya, hum?" tanya Riyan dengan tersenyum di sudut bibirnya.


Mendengar ucapan demi ucapan dari Fathir dan keempat putra-putranya membuat kedua orang tuanya Molly dan kedua orang tuanya Sheela seketika terkejut dan takut. Di dalam hatinya masing-masing mereka tidak ingin putrinya menjadi perawan tua seumur hidup.


"Saya katakan kepada kalian. Siapa yang terlebih dahulu bertemu dengan Tommy dan Andhika. Putriku Kimberly Aldama dan keponakanku Triny Fidelyo. Mereka yang terlebih dahulu mengenal Tommy Alexander dan Andhika Alexander. Bahkan kedua keluarga kami dengan keluarga Alexander sudah saling kenal. Jadi aku tegaskan sekali lagi kepada kalian bahwa putriku dan keponakanku bukan perempuan murahan. Mereka tidak merebut siapa pun. Yang jadi pihak ketiga itu adalah putri kalian bukan putriku dan keponakanku!"


Nashita berbicara dengan penuh penekanan disetiap kata. Bahkan tatapan matanya menatap marah wajah kedua pasang suami istri itu. Nashita begitu marah ketika putrinya dan keponakannya disebut murahan.


"Mumpung kami masih memiliki hati yang baik. Berhentilah untuk mencari masalah dengan keluarga kami. Tolong katakan kepada putri kalian untuk tidak mengganggu kedua calon menantuku yaitu Tommy dan Andhika. Jika kalian dan juga putri kalian masih saja mencari masalah dengan keluargaku terutama putri kesayanganku, maka jangan salahkan aku dan keempat putra-putraku melakukan sesuatu terhadap kalian dan seluruh anggota keluarga Malachy dan keluarga Shanley. Kalian sudah tahukan bagaimana cara kami membalas orang-orang yang selalu mencari masalah dengan keluarga kami?" sahut Fathir dengan senyuman manis tapi menusuk.


"Silahkan kalian cari tahu di internet bagaimana cara keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo membalaskan dendam terhadap orang-orang yang sudah berani mengusiknya keluarganya," sahut Uggy.