THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Menceritakan Tentang Niat Molly



Kimberly saat ini berada di ruang tengah. Dia tidak sendirian, melainkan bersama dengan dua kakak laki-lakinya yaitu Enda dan Riyan serta keenam sepupunya yaitu Aryan, Valen, Triny, Ricky, Barra dan Billy.


Keenam sepupunya itu berada di rumahnya karena mereka akan menginap disana sembari menemani Kimberly, Enda dan Riyan.


Fathir dan Nashita pergi keluar negeri selama tiga hari karena ada pertemuan disana. Sedangkan Jason dan Uggy berada di Berlin mengunjungi keluarga Fidelyo disana sembari membantu sedikit masalah di perusahaan.


"Kim," panggil Billy.


"Hm!" Kimberly menjawab dengan deheman tanpa menolehkan wajahnya menatap Billy.


Kimberly saat ini tengah bermain Game di ponselnya. Game yang sudah menjadi candu untuknya sehingga membuatnya selalu ketagihan untuk memainkannya ketika waktu luang.


"Lihat sini dong."


"Aish, Billy! Kalau mau ngomong tinggal ngomong. Apa susahnya sih. Kalau mau nanya juga tinggal ajukan pertanyaan. Ntar jawab pertanyaan kamu itu," jawab Kimberly yang tetap fokus sama permainan Gamenya.


Mendengar jawaban demi jawaban dari Kimberly membuat Billy menatap syok kearah Kimberly. Sedangkan kakak-kakaknya dan sepupu-sepupunya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan dan mendengar jawaban dari Kimberly.


"Boleh nanya kan?" tanya Billy


"Iya, silahkan!" sahut Kimberly.


"Itu kenapa ketika pulang sekolah. Molly bersama dengan anggotanya kakak Deryl? Dan sejak kapan kakak Deryl dan anggotanya sudah berada di dalam sekolah?" tanya Billy bertubi-tubi.


Mendengar pertanyaan dari Billy membuat Kimberly seketika menghentikan bermain Gamenya. Kimberly seketika menatap kearah Billy yang juga tengah menatap dirinya. Begitu juga dengan kedua kakaknya dan sepupunya yang lain.


"Kim," mohon Enda.


"Aku dapat pesan dari pesan dari seseorang. Awalnya aku nggak tahu siapa pengirim pesan itu. Ketika aku hendak membalas pesan tersebut, tiba-tiba kakak Deryl menghubungi aku."


Flashback On


"*Hallo, kakak Deryl. Ada apa?"


"Nona pasti menerima sebuah pesan dari orang yang tidak nona ketahui?"


"Iya, kak. Apa kakak tahu siapa orangnya?"


"Yang mengirim pesan kepada nona itu adalah gadis yang terobsesi dengan tuan Tommy, nona!"


Mendengar jawaban dari Deryl membuat Kimberly seketika tersenyum di sudut bibirnya.


"Apa tujuan perempuan sialan itu mengirimi aku pesan, kak?"


"Perempuan itu ingin mencelakai nona di taman belakang. Dia membayar sepuluh orang untuk mencelakai nona. Namun sebelum mencelakai nona, perempuan itu meminta kepada kesepuluh orang-orang bayarannya itu untuk merusak nona terlebih dahulu."


Mendengar jawaban sekaligus penjelasan dari Deryl akan rencana Molly membuat Kimberly mengepal kuat tangannya.


"Baiklah, kak! Biarkan dia melakukan niatnya itu. Aku akan biarkan dia merasa diatas angin karena berpikir bahwa aku sudah kalah dan tak berkutik sama sekali ketika kesepuluh laki-laki bayarannya itu hendak mencelakaiku. Nah! Ketika kesepuluh laki-laki itu hendak menyentuhku, barulah kakak Deryl dan anggotanya kakak Deryl bertindak. Aku mau anggota kakak Deryl langsung membunuh kesepuluh laki-laki itu tepat di kepala dan jantungnya."


"Siap, nona! Sesuai dengan keinginan nona. Tapi saya minta sama nona untuk berhati-hati ketika berhadapan dengan perempuan itu. Jangan sampai perempuan itu berhasil menyentuh nona."


"Iya, kakak Deryl. Aku akan berhati-hati. Terima kasih karena kakak Deryl sudah mengkhawatirkan aku."


"Sama-sama nona. Saya melakukan ini karena saya sudah anggap nona adik kandung saya sendiri. Saya melindungi nona seolah-olah saya tengah melindungi adik perempuannya."


"*Baiklah kakak Deryl. Aku tutup teleponnya. Kita mulai rencana kita buat menghancurkan perempuan itu."


"Baik, nona!"


Setelah mengatakan itu, baik Kimberly maupun Deryl sama-sama mematikan panggilannya lalu keduanya bersiap-siap untuk menjalankan rencana tersebut*.


Flashback Off


Mendengar cerita sekaligus penjelasan dari Kimberly membuat mereka semua tampak marah atas apa yang dilakukan oleh Molly terhadap Kimberly.


Namun detik kemudian mereka semua tersenyum bahagia terutama Enda dan Riyan akan kepintaran dan kelicikan Kimberly dalam membalas jebakan dari Molly.


"Kakak bangga dan salut sama aksi balas membalas dari kamu untuk musuh-musuh kamu," ucap Enda dengan tatapan teduhnya ketika menatap wajah cantik adik perempuannya itu.


"Sebenarnya aku nggak mau melakukan hal itu kak. Kakak tahu sendirikan seperti apa sifat aku."


"Iya, sayang! Kakak tahu bagaimana sifat dan watak kamu yang sesungguhnya. Kamu itu paling anti yang namanya saling menyakiti. Kamu maunya setiap orang harus saling menyayangi dan berbagi," sahut Enda.


Riyan berdiri dari duduknya lalu berpindah duduk di samping adiknya. Setelah itu, Riyan menarik tubuh adiknya itu dan membawanya ke pelukannya.


"Apa yang kamu lakukan itu sudah benar. Kamu melakukan itu demi melindungi diri kamu bukan untuk menyakiti. Jika kamu memiliki pikiran bahwa kamu jahat karena sudah menyakiti mereka, maka buang jauh-jauh pikiran itu. Yang jahat mereka, bukan kamu!"


Riyan berbicara sembari tangannya mengusap-usap kepala belakang adiknya dan sesekali memberikan ciuman di pucuk kepala adiknya.


"Apa kamu mendengar apa yang kakak katakan barusan?" tanya Riyan.


"Iya, kak! Aku dengar. Maaf jika aku sempat memiliki pikiran itu."


"Kakak maafkan, tapi jangan diulangi lagi. Apa kamu mengerti?!"


"Baik, kak! Aku janji!"


Riyan tersenyum bersamaan dengan mengeratkan pelukannya agar adiknya merasa nyaman dalam pelukannya.


Bukan hanya Riyan dan Enda saja yang bangga akan Kimberly. Dan bukan hanya Riyan dan Enda saja yang mengetahui sifat dan watak asli Kimberly Valen, Aryan, Barra, Billy, Triny dan Ricky serta para sepupunya yang lain juga tahu seperti apa Kimberly sebenarnya.


"Kalau kakak boleh tahu. Dibawa kemana gadis itu sama Deryl dan anggotanya?" tanya Ricky kepada Kimberly adik sepupunya itu.


Mendengar pertanyaan dari kakak sepupunya membuat Kimberly seketika melepaskan pelukan dari kakak keempatnya lalu menatap kearah Ricky.


"Aku meminta kak Deryl membawa dia kembali ke rumahnya. Sampai disana, aku meminta kakak Deryl melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh kakak Deryl terhadap dia dan keluarganya," jawab Kimberly.


Mendengar jawaban dari Kimberly membuat mereka setuju dengan apa yang dilakukan oleh Kimberly. Tujuan Kimberly melakukan itu adalah untuk membuat keluarga itu lebih mendidik Molly lebih baik lagi. Jika tidak bisa maka Deryl melakukan hal buruk terhadap Molly.


"Yang kamu lakukan itu sudah benar. Semoga keluarga dari gadis itu mendidik anak gadisnya menjadi manusia lebih baik lagi," sahut Barra.


"Hm!" semuanya berdehem sembari menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Barra.


"Sudahlah, jangan kamu pikirkan lagi masalah itu. Fokus saja sama kehidupan kamu," ucap Enda.


"Baik, kak!"