THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kesempatan Kedua



"Lebih baik Tante pergi dari sini. Jangan buat keributan disini. Ini sekolah bukan tempat adu kekuatan," ucap Tommy yang menatap wajah perempuan yang hendak menampar Kimberly.


Mendengar perkataan dari Tommy membuat perempuan itu menatap tak percaya.


"Kamu tega mengusir Tante hanya demi perempuan murahan itu," ucap perempuan itu dengan menunjuk kearah Kimberly.


Mendengar perkataan dari perempuan yang ada di hadapannya membuat Tommy mengepalkan tangannya dengan kuat. Begitu juga dengan Billy, Triny dan Aryan. Mereka tidak terima Kimberly disebut sebagai perempuan murahan.


Perempuan paruh baya itu menatap tajam kearah Kimberly. Dirinya benar-benar marah dan dendam terhadap Kimberly.


"Apa kau puas Sekarang, hah?! Kau sudah menghancurkan hubungan putriku dengan calon menantuku dengan kau merebut calon menantuku! Sekarang calon menantuku sudah berani membentakku dan mengusirku demi membelamu. Apa begini cara didikan orang tuamu, hah?! Apa orang tuamu yang mengajarimu menjadi perempuan murahan? Atau jangan-jangan ibumu itu juga seorang wanita murahan yang menikah dengan suami dari wanita lain!"


Mendengar perkataan kejam dari perempuan tersebut membuat Billy, Triny dan Aryan menatap penuh amarah kearah perempuan itu. Mereka tidak terima jika Bibinya dihina dan disebut sebagai perempuan murahan. Begitu juga dengan Kimberly, Tommy serta yang lainnya.


Kimberly menatap penuh amarah dengan tatapan matanya yang sedikit lagi memerah ketika mendengar perkataan yang tak mengenakkan yang ditujukan untuk ibunya.


"Jaga kata-kata anda, Tante! Anda tidak pantas berbicara seperti itu. Anda itu seorang ibu. Seharusnya anda berbicara dengan menggunakan kata-kata yang baik. Bukan dengan menggunakan kata-kata yang buruk. Apalagi kata-kata menghina." Catherine berbicara dengan menatap marah kearah perempuan paruh baya tersebut.


"Apa anda tidak berpikir jika hal itu terjadi pada putri anda? Apa perasaan anda jika ada seseorang yang menghina anda di hadapan putri anda?" tanya Rere.


Perempuan itu menatap marah kearah Rere dan Catherine. Dia tidak terima dinasehati dan juga tidak terima jika putrinya disamakan dengan Kimberly.


"Diam kalian! Jangan ikut campur. Putriku itu anak yang baik-baik. Jadi tidak akan ada yang akan menghinanya dimana pun putriku berada!" bentak perempuan itu.


Perempuan tersebut kembali menatap wajah Kimberly. Kali ini, perempuan itu benar-benar marah dan dendam terhadap Kimberly.


"Kau anak tidak tahu diri. Kau sudah merebut kekasih dari putriku, kau sudah membuat kekasihnya membencinya dan pergi meninggalkannya. Dan kau dengan keji menyakiti putriku sehingga putriku terbaring di rumah sakit dan berakhir koma!" teriak perempuan itu di depan wajah Kimberly.


"Putriku Gracia Aditya koma akibat perlakuan burukmu ketika dia berada di sekolah! Kau sudah berani menyakitinya. Dasar perempuan murahan!" bentak perempuan tersebut sembari tangannya hendak memukul Kimberly.


Dengan gerakan cepat Kimberly langsung menangkap tangan perempuan tersebut dan merematnya kuat sehingga membuat perempuan itu berteriak kesakitan.


"Sejak tadi aku hanya diam mendengar ocehan-ocehan murahan dari anda. Bahkan aku tidak membalas perkataan anda ketika anda menghina kedua orang tua saya, terutama ibu saya. Anda ingin tahu kenapa saya sejak tadi hanya diam saja? Karena saya masih berusaha menghormati anda sebagai orang tua. Jika saya melawan, berarti saya juga melawan kedua orang tua saya."


Kimberly menatap tajam ibunya Gracia dengan tangannya makin meremat kuat pergelangan tangan ibunya Gracia.l sehingga membuat ibunya Gracia kembali berteriak kesakitan.


"Anda menyebut saya dan ibu saya sebagai wanita murahan. Lalu bagaimana dengan anda. Aku beritahu satu hal kepada anda. Saya sudah tahu siapa anda dan bagaimana kehidupan pribadi anda selama ini hingga berakhir menjadi bagian dari keluarga Aditya."


Kimberly berbicara sembari tersenyum manis menatap wajah ibunya Gracia.


Bagaimana dengan Tommy, Aryan, Triny, Billy dan yang lainnya? Sama halnya dengan Kimberly. Mereka menatap wajah ibunya Gracia dan orang-orangnya dengan tatapan meremehkan.


Kimberly menghempaskan kuat tangan ibunya Gracia lalu mendorong kuat tubuh ibunya Gracia sehingga terhuyung ke belakang.


"Kali ini aku memaafkan kesalahan anda. Dan untuk kata-kata indah anda yang barusan anda lontarkan untuk saya dan ibu saya. Saya jamin seratus persen kata-kata indah itu tidak akan terdengar oleh keluarga saya, terutama kedua orang tua saya. Tapi jika anda berulah lagi dan masih mencari masalah dengan saya. Maka bersiaplah untuk kehancuran anda dan keluarga besar anda. Bahkan aku akan buat anda dibuang dari keluarga Aditya."


Kimberly mengeluarkan ponselnya. Setelah itu, Kimberly mengetik sesuatu disana. Setelah selesai, Kimberly memasukkan kembali ponselnya.


"Tolong diingat perkataan dari calon istriku itu Tante Lindaweni Fanetri," ucap Tommy dengan penuh penekanan.


"Jangan diulangi lagi, oke!" ejek Triny.


Setelah itu, mereka semua pergi meninggalkan ibunya Gracia dan orang-orangnya menyusul Kimberly.


***


Sesuai apa yang diinginkan oleh adik perempuannya ketika di dalam perjalanan menuju sekolah yang mana adik perempuannya meminta untuk melepaskan Anshell dari markas lalu menyerahkan kepada Pasya untuk diproses secara hukum. Jason akhirnya membahas hal tersebut kepada adik pertamanya itu.


Jason saat ini berada di perusahaan adik pertamanya yaitu Uggy Aldama. Dan kini berada di ruang kerjanya Uggy.


"Jadi Kimberly yang meminta seperti itu kepada kak Jason?" tanya Uggy.


"Iya, Uggy!"


"Menurut Kakak sendiri, bagaimana? Apa kita akan melepaskan bajingan itu lalu menyerahkannya kepada Pasya?" tanya Uggy.


"Kalau menurut kakak sih, kakak setuju dengan apa yang dikatakan Kimberly. Kita serahkan saja bajingan itu kepada Pasya. Jadi dengan begitu urusan dengan bajingan itu selesai. Bajingan itu sudah mendapatkan hukumannya."


"Bagaimana dengan keluarganya?" tanya Uggy.


"Itu urusan nanti. Selama keluarga itu diam. Kita juga akan diam dan tidak akan melakukan apa-apa. Jika keluarga itu mulai bertindak. Barulah kita memulai permainan kita dengan menghancurkan mereka semua."


"Intinya disini kakak melakukan semua ini demi Kimberly. Kakak tidak ingin membuat Kimberly tertekan dengan masalah ini. Dan juga tidak ingin Kimberly kembali mengingat kejadian itu," ucap Jason.


Mendengar perkataan dari kakaknya membuat Uggy seketika paham maksud dari kakak laki-lakinya memintanya untuk melepaskan Anshell dari ruang penyekapan dan menyerahkan Anshell kepada Pasya.


Uggy juga sama seperti Jason. Dirinya juga tidak ingin adik perempuannya tertekan dengan kembali mengingat kejadian tersebut.


Uggy sudah sangat bahagia ketika melihat raut kebahagiaan adik perempuannya setelah keluar dari rumah sakit akibat kejadian itu. Tidak ada rasa takut dan trauma dari tatapan mata adik perempuannya itu. Adiknya berhasil melewatinya.


"Baiklah. Besok aku akan melepaskan bajingan itu. Tapi sebelumnya kita harus membahas masalah tersebut bersama Daddy, Mommy dan anggota keluarga lainnya terutama kepada Pasya."


"Iya, kakak juga berpikir seperti itu. Kamu hubungi keluarga dari Mommy. Dan kakak akan menghubungi keluarga dari Daddy."


"Baiklah."


Setelah itu, Jason dan Uggy mulai menghubungi anggota keluarganya dan memintanya berkumpul di kediaman Fathir Aldama.