THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kemarahan Prisca Terhadap Cherry



Zivan berada di perusahaannya. Dan saat ini Zivan berada di ruang kerjanya. Dirinya sibuk berkutat dengan laptop miliknya.


Zivan mempelajari setiap laporan-laporan yang dikirim oleh para tangan kanannya tentang perkembangan proyek yang sedang berjalan di beberapa kota.


Ketika Zivan tengah sibuk menatap layar laptopnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Mendengar suara bunyi ponselnya, Zivan langsung melihat ke samping dimana ponselnya berada. Dan Zivan melihat nama 'Danny' tangan kanannya di layar ponselnya.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Zivan langsung menjawab panggilan dari Danny sang tangan kanannya.


"Hallo Danny."


"Hallo tuan. Perempuan itu akan bertindak hari ini."


"Siapa?"


"Mantannya tuan!"


Seketika terukir senyuman di sudut bibirnya ketika mendengar jawaban dari Danny.


"Eemm... Kau sudah tidak sabar untuk menemui kehancuranmu ya. Baiklah kalau itu yang kau inginkan," batin Zivan tersenyum jahat.


"Apa yang akan wanita murahan itu lakukan?"


"Perempuan itu langsung berurusan dengan nona Ashilla. Kebetulan nona Ashilla akan pergi bersama ibunya berbelanja di mall. Perempuan itu akan mempermalukan nona Ashilla dengan mengaku bahwa dia telah hamil anaknya tuan. Perempuan itu juga akan menyalahkan nona Ashilla atas perpisahannya dengan tuan agar semua orang menghina nona Ashilla."


"Apa dia sendiri melakukannya atau justru dia membawa seseorang?"


"Sepertinya dia membawa dua temannya. Dan temannya itu akan berperan menjadi kakak perempuan anda tuan."


"Baiklah. Kerahkan beberapa orang untuk menjaga dan melindungi kekasihku dan ibunya ketika, terutama saat di hadapan para manusia busuk itu."


"Baik tuan."


"Kalian perhatikan saja dulu permainan mereka. Selama dia tidak menyakiti Ashilla dan ibunya, biarkan saja. Tapi jika mereka sudah bermain fisik, kau masuk dan lindungi Ashilla dan ibunya."


"Baik tuan."


Setelah mengatakan itu, Zivan langsung mematikan panggilannya dan detik kemudian, Zivan tersenyum menyeringai.


"Aku akan membuatmu dan seluruh keluargamu hancur Kalina!"


***


Plak..


Aryan tiba-tiba menampar keras wajah Sherina. Dia benar-benar marah akan sikap Sherina yang sudah menyebarkan foto dirinya bersama Prisca.


Sementara Sherina terpaku dan sekaligus terkejut ketika Aryan yang tiba-tiba memberikan tamparan keras di wajahnya.


Melihat apa yang dilakukan oleh Aryan terhadap Sherina membuat semua murid-murid terkejut. Mereka tidak menyangka jika seorang Aryan berani memukul perempuan.


"Aryan!" teriak beberapa orang yang terlihat berlari menghampiri Aryan dan Sherina.


Orang yang berteriak itu adalah Kimberly, Billy, Triny, Risma. Mereka datang bersama dengan sahabat-sahabatnya.


"Lo apa-apaan, hah?! Kenapa lo nampar perempuan?!" bentak Kimberly dengan mendorong dorong tubuh Aryan.


"Lo bela dia?" tanya Aryan dengan wajah dinginnya.


"Gue nggak bela dia. Tapi gue nggak suka lo main tangan sama perempuan!" Kimberly balik membentak Aryan.


"Hei, sudah!" seru Billy, Triny dan Risma.


Billy membawa tubuh Aryan sedikit menjauh. Begitu juga dengan Tommy yang langsung merangkul bahu Kimberly.


Aryan menatap nyalang kearah Sherina. Dirinya saat ini benar-benar marah atas apa yang telah Sherina lakukan.


"Lo niat banget nyari masalah sama gue?! Gue udah bilang sama lo. Jangan coba-coba lo untuk menyebarkan foto itu. Tapi lo tetap nekat menyebar luas foto itu sehingga membuat semua satu sekolah tahu!" bentak Aryan.


Mendengar ucapan dan tuduhan Sherina akhirnya membuat Sherina paham akan kemarahan Aryan padanya sehingga Aryan tega menampar wajahnya. Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka akhirnya tahu apa yang menyebabkan Aryan bisa sampai kelepasan menampar perempuan.


"Aku sama sekali tidak menyebarkan foto-foto itu, Aryan! Niat aku mengambil foto itu hanya untuk mendapatkan kamu. Aku suka sama kamu. Aku cinta sama kamu. Dengan adanya foto itu aku bisa selalu dekat-dekat dengan kamu, walau kamu jijik berada di dekatku. Soal perkataanku yang akan menyebarkan foto tersebut, itu hanya candaan. Aku tidak akan pernah menyebarkan foto itu kepada siapa pun."


Mendengar ucapan demi ucapan dari Sherina membuat Aryan seketika terdiam. Tatapan matanya menatap lekat manik coklat Sherina. Begitu juga dengan Kimberly, Triny, Risma dan Billy dan yang lainnya. Terlihat kejujuran di mata Sherina.


"Eh, itu Prisca kenapa?!" tanya Dylan.


"Memangnya kenapa dia?" tanya Lian.


"Gue lihat tadi Prisca masuk ke kelas 1 IPA 3, kelasnya Sherina, Talla, Riana dan Alea. Bukannya kelasnya Prisca di kelas 1 IPA 4?" Dylan menjawab pertanyaan dari Lian.


Baik Aryan, kelima sahabatnya, Billy, Tommy, Kimberly, Triny, Risma dan yang lainnya melihat kearah kelas 1 IPA 3. Begitu juga dengan Sherina.


Dan detik kemudian...


"Hei, lihat! Itu... Itu Prisca narik-narik tangannya Cherry menuju lapangan. Ada apa ya? Kenapa Prisca semarah itu kepada Cherry?" seru Catherine.


Dan pada akhirnya, Aryan dan semuanya pergi meninggalkan Sherina untuk menuju lapangan. Begitu juga dengan Sherina. Bahkan semua murid-murid juga ikut menuju lapangan.


^^^


Setiba di lapangan, Prisca mendorong kuat tubuh Cherry sehingga membuat tubuh Cherry terhuyung ke belakang.


Cherry yang diperlakukan buruk oleh Prisca tak terima. Dia menatap tajam kearah Prisca. Begitu juga dengan Prisca. Prisca tak kalah tajam menatap wajah Cherry.


Seandainya Prisca tidak mengingat pesan ibunya, jika Prisca tidak mengingat hukum di negara ini. Hari ini juga Prisca akan membunuh Cherry.


"Lo apa-apaan, hah?! Beraninya lo ngelakuin hal ini sama gue!" bentak Cherry.


"Hei, Prisca! Lo jangan sok jagoan disini!" bentak Elnara.


"Diem lo!" bentak Prisca dengan tatapan matanya yang tajam.


Mendengar bentakan dan tatapan matanya Prisca seketika membuat nyali Elnara ciut.


"Jangan ikut campur masalah gue dan anak yang tidak tahu diri ini," ucap Prisca dengan menatap marah kearah Asena, Caria, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira bergantian.


Prisca kembali menatap wajah Cherry dengan kedua tangannya mengepal kuat.


"Apa begini ajaran dan didikan ibu lo? Apa perempuan gila itu yang nyuruh......"


Plak..


Plak..


Belum sempat Cherry menyelesaikan perkataannya. Prisca sudah terlebih dulu memberikan dua tamparan sekaligus di wajah Cherry sehingga menyebabkan sudut bibirnya Cherry sobek dan berdarah.


Mereka semua termasuk Sherina, ketiga sahabatnya, Kimberly, keempat sahabatnya, Billy, Aryan, Risman, Triny dan para sahabatnya terkejut ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut Cherry. Mereka tidak menyangka jika Cherry berbicara seperti itu terhadap ibunya Prisca.


"Udah puas lo, hah?! Lo udah melewati batasan lo, Cherry! Gue selama ini sudah cukup sabar menerima perlakuan buruk lo. Gue selalu diam. Gue selalu ngalah. Tapi apa yang gue dapatkan! Diamnya gue, sabarnya gue dan sikap ngalahnya gue sama sekali nggak ada artinya di mata lo. Lo masih saja mengusik kehidupan gue dan Mommy!" teriak Prisca.


"Karena lo dan......"


Plak..


Prisca kembali memberikan tamparan keras di pipi Cherry. Dia berniat untuk menghancurkan Cherry hari ini juga sehingga dia tidak akan memberikan sedikit pun kesempatan untuk Cherry memberikan komentar pedasnya.


"Gue dan Mommy sudah pergi menjauh dari lo. Bahkan Mommy rela melepaskan semuanya dan pergi meninggalkan keluarga Girado. Itu semua Mommy lakukan karena Mommy tidak ingin ada keributan di keluarga Girado!" teriak Prisca.


Mendengar ucapan dari Prisca membuat semua orang terkejut. Mereka tahu siapa itu keluarga Girado. Keluarga Girado itu adalah keluarga terkaya nomor dua belas di negara Jerman. Keluarga Girado itu juga termasuk keluarga dermawan, keluarga terpandang dan berpengaruh di beberapa negera dan beberapa kota.


Dan mereka semua berpikir bahwa Cherry dan Prisca memiliki hubungan keluarga.


"Daddy gue putra pertama keluarga Girado. Sementara Daddy lo putra kedua dari keluarga Girado. Baik Daddy gue, Daddy lo dan Tante Amanda. Mereka bertiga memiliki hubungan yang sangat baik. Mereka saling menyayangi satu sama lainnya. Bahkan mereka rela melakukan apa saja demi saudara dan saudarinya. Dan lo lupa, hah?! Sebelum Daddy meninggal, Daddy menitipkan Mommy dan gue sama Daddy lo yang tak lain adalah adik laki-lakinya. Bukan itu saja, Daddy gue juga menitipkan semua keluarga Girado kepada Daddy lo. Karena perbuatan lo, semuanya hancur! Terutama untuk Daddy lo. Lo udah hancurin usaha Daddy lo selama ini. Lo udah buat Daddy menjadi adik laki-laki dan putra laki-laki serta kakak laki-laki terburuk di dalam keluarga!"


Nah! Benarkan dugaan semua murid-murid termasuk Kimberly, Tommy, Billy, Triny, Risma, Aryan dan para sahabatnya yang mengatakan bahwa Cherry dan Prisca memiliki hubungan keluarga.


"Lo jahat Cherry. Apa salah gue dan Mommy! Apa gue dan Mommy tidak berhak untuk tinggal di keluarga Girado sehingga lo tiap hari buat masalah dan cari ribut setiap hari dengan gue. Lo keturunan Girado. Gue juga keturunan Girado. Bahkan kita-kita sama-sama cucu dari nyonya Patricia. Tapi lo dengan bangga mengatakan kepada semua orang hanya lo cucu nyonya Patricia. Sementara untuk yang lainnya, lo anggap sampah!"


"Gue dan Mommy sudah pergi meninggalkan keluarga Girado dan memilih tinggal bersama keluarga Sander yang tak lain adalah keluarga dari Mommy. Tapi tetap saja, lo masih cari masalah dengan gue."


Prisca menatap penuh amarah kearah Cherry. Air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya.


"Apa kesalahan gue sama lo, Cherry?! Kenapa lo tega lakuin hal ini ke gue. Lo boleh nyakitin gue, lo boleh hina gue. Tapi lo jangan bawa-bawa Mommy. Mommy nggak pernah punya salah sama lo. Bahkan Mommy sangat sayang sama lo. Tapi.... Tapi gara-gara perbuatan lo. Sekarang Mommy masuk rumah sakit!" teriak Prisca.


Deg..