
"Mereka siapa? Kenapa mereka semua mengikutiku?" tanya Catherine ketika melihat beberapa laki-laki berpakaian hitam mengawasi dirinya dan mengikutinya ketika hendak ke toilet.
Puk..
Tiba-tiba seseorang memukul pelan bahunya sehingga membuat Catherine terkejut dan ketakutan.
"Aakkhhh! Jangan!" teriak Catherine tiba-tiba lalu berjongkok dengan kedua tangannya menutup wajahnya.
Orang yang memukul bahunya seketika merasa bersalah lalu orang itu memposisikan diri berjongkok di samping Catherine.
"Catherine! Ini aku, Billy!"
Mendengar nama kekasihnya disebut dan juga mendengar suara kekasihnya, Catherine langsung menjauhkan tangannya dan melihat keasal suara tersebut.
"Bi-billy," ucap Catherine dengan suara bergetarnya.
Billy tersenyum lalu tangannya mengusap lembut kepala Catherine. Setelah itu, Billy membantu Catherine untuk berdiri.
"Ada apa? Kenapa kamu takut seperti ini?"
Catherine tidak langsung menjawab pertanyaan dari Billy. Namun tatapan matanya melihat kearah beberapa laki-laki berpakaian hitam yang sejak tadi mengawasinya.
Melihat arah tatapan mata Catherine tertuju kepada beberapa laki-laki berpakaian hitam itu seketika membuat Billy paham.
"Ikut aku. Aku akan jelaskan siapa orang-orang itu," ucap Billy lalu menarik tangan Catherine memuji taman bunga yang ada di belakang sekolah.
^^^
Kini Billy dan Catherine sudah berada di taman bunga belakang sekolah. Keduanya duduk di sebuah kursi yang ada disana.
"Kamu pasti bingung, penasaran dan juga takut terhadap orang-orang yang sejak kedatangan kamu ke sekolah terus mengawasi kamu?"
"Iya. Siapa mereka Bil?"
"Sebelum aku kasih tahu kamu tentang mereka siapa. Aku mau nanya sesuatu sama kamu."
"Apa? Kamu mau nanya apa?"
"Apa kamu masih ingat kemana terakhir kamu dan Kimberly pergi? Hanya kamu dan Kimberly," ucap dan tanya Billy.
Mendengar pertanyaan dari Billy membuat Catherine berusaha untuk mengingatnya.
"Aku dan Kimberly pergi ke sebuah Cafe. Sebelum ke cafe, kita berdua ke perpustakaan kota terlebih dahulu. Dari sana baru kita ke cafe."
"Apa saja yang kamu dan Kimberly lakukan selama berada di Cafe itu?" tanya Billy dengan menatap wajah cantik Catherine.
Mendengar pertanyaan dari Billy. Catherine kemudian mengingat apa saja yang dirinya dan Kimberly lakukan disana.
Flashback On
"Kamu pesan apa Kim?" tanya Catherine yang tangannya sedang memegang buku menu.
"Aku pesan Grilled Jam, Fresh Toast sama minumannya Chocolate Milk."
Catherine melihat sang pelayan yang sedang mencatat pesanan Kimberly.
"Kak, samain aja pesanan saya dengan pesanan sahabat saya."
"Baik, kak! Ditunggu sebentar ya kak."
Setelah mengatakan itu, pelayan itu pun pergi meninggalkan Kimberly dan Catherine untuk menuju dapur.
"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan latar belakang dari orang yang sudah bersikap buruk terhadap putrimu dan juga putriku."
"Sudah! Aku mendapatkan informasi tersebut dari tangan kananku"
"Dari keluarga mana mereka?"
"Keluarga Alexander."
Seketika Catherine dan Kimberly terkejut ketika mendengar dua orang pria yang menyebut nama keluarga Alexander.
"Lo nggak salah dengar Cat. Gue juga dengar mereka menyebut nama keluarga Alexander. Sudah, lo diam! Kita dengar apa yang sedang mereka rencanakan," ucap Kimberly.
Setelah itu, Kimberly dan Catherine memasang telinganya dan kembali mendengar pembicaraan dua pria itu.
"Apa rencanamu?"
"Pertama, aku akan menghancurkan perusahaan Al'Xander Group dari dalam. Perusahaan Al'Xander Group itu milik keluarga Alexander."
"Caranya bagaimana?"
"Aku dengar perusahaan itu sedang membuka lowongan pekerjaan untuk mengisi bagian Manager Keuangan dan Bagian Keamanan. Aku akan memasukkan 5 orang ke dalam perusahaan itu melakukan lowongan pekerjaan tersebut. Dikarenakan putrimu juga korban, kamu harus ikut dalam rencana ini dengan memasukkan 5 orang ke dalam perusahaan Al'Xander Group."
"Ide yang bagus. Baiklah!"
"Oh ya! Kamu tahu dari mana jika perusahaan Al'Xander Group itu tengah membuka lowongan pekerjaan?"
"Dari mana lagi kalau bukan dari tangan kananku."
Flashback Off
"Ketika aku dan Kimberly mendengar semua rencana kedua pria itu, Kimberly langsung menghubungi Tommy dan langsung memberitahu Tommy. Bahkan Kimberly meminta kepada Tommy untuk menutup lowongan pekerjaan tersebut."
Mendengar cerita dari Catherine membuat Billy marah. Dirinya marah atas orang-orang yang berani mengusik keluarga dari sahabatnya.
"Sekarang aku akan kasih tahu kamu yang sebenarnya. Tapi aku minta kepada kamu, apa yang aku ceritakan kepada kamu diketahui oleh Kimberly. Kimberly jangan sampai tahu masalah ini."
"Baiklah. Aku janji tidak akan membocorkan masalah ini kepada Kimberly."
"Baiklah. Aku beritahu kamu sesuatu. Kamu dan Kimberly dalam bahaya. Dengan kata lain, kedua pria itu memerintahkan anak buahnya untuk mencari kamu dan Kimberly."
Deg..
Seketika Catherine terkejut dan syok ketika mendengar penuturan dari Billy yang mengatakan bahwa dirinya dan Kimberly dalam bahaya.
"Jadi maksud kamu kedua pria itu tahu bahwa aku dan Kimberly sudah membocorkan rencana mereka kepada keluarga Alexander?" tanya Catherine.
"Iya. Kedua pria itu sudah tahu. Maka dari itulah kenapa kedua pria itu memerintahkan anak buahnya untuk mencari kamu dan Kimberly."
"Orang-orang yang berpakaian hitam yang sejak tadi mengawasi kamu itu adalah anggotanya kak Enda. Dan untuk Kimberly yang biasanya hanya dijaga oleh Deryl dan sepuluh anggotanya kini bertambah. Jadi penjagaan Kimberly diperketat karena mereka memang mengincar Kimberly sejak awal rencana mereka."
Mendengar perkataan dari Billy membuat Catherine terkejut. Dirinya tidak menyangka jika kedua pria itu menargetkan sahabatnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Yang salah itu adalah anak-anak mereka. Anak-anak mereka yang terlebih dahulu mencari masalah dengan kak Salsa, kakak perempuannya Tommy ketika di toko kue. Ketika anak-anak mereka hendak menampar kak Salsa. Tommy yang berada di luar langsung masuk ke dalam dan langsung bersikap kasar terhadap mereka."
"Jadi para orang tua tidak terima lalu ingin membalas perbuatan kak Salsa dan Tommy, begitu?"
"Iya, seperti itulah yang diceritakan oleh Tommy padaku."
"Rencana pertama mereka adalah Kimberly. Dengan mereka menculik Kimberly, maka Tommy dan kak Salsa akan mematuhi perintah mereka. Rencana kedua mereka adalah ingin menghancurkan perusahaan Al'Xander Group dari dalam, namun digagalkan oleh kamu dan Kimberly."
"Jadi Kimberly sudah ditargetkan oleh mereka," sahut Catherine dengan disertai air matanya yang mengalir membasahi wajahnya.
Billy menghapus air mata Catherine. Dirinya tahu bahwa Catherine saat ini benar-benar takut jika terjadi sesuatu terhadap Kimberly.
"Aku minta tolong sama kamu. Usahakan kamu jangan misah dengan Kimberly. Usahakan kemana-mana selalu bersama dengan Rere, Santy dan Sinthia."
"Aku mengerti!"
"Ya, sudah! Sekarang kembalilah ke kelas. Aku akan kembali menemui Tommy, Andhika dan yang lainnya. Ingat, Catherine! Jangan biarkan Kimberly pergi dengan yang lain. Selain bersama kamu, Rere, Santy dan Sinthia, bersama dengan sahabat-sahabatnya Aryan dan sahabat-sahabatnya Triny."
"Aku mengerti!"
"Untuk kamu juga."
"Hm!"
Setelah itu, Catherine dan Billy sama-sama pergi menuju kelas masing-masing.