THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kesakitan Santy



Di rumah sakit terlihat dan di sebuah ruangan perawatan terlihat beberapa orang sedang membicarakan sesuatu. Mereka membahas masalah yang terjadi terhadap istrinya/ibunya/kakak perempuan/adik perempuannya yang telah dianiaya oleh seorang gadis dua hari yang lalu di mall.


"Bagaimana? Apa kalian sudah mengetahui siapa yang sudah menyebabkan istriku sampai koma di rumah sakit?"


"Belum kak. Sampai detik ini anak buahku belum mendapatkan informasi apapun tentang kejadian tersebut," jawab adik pertama dari pria itu.


"Brengsek! Siapa orang yang sudah menyakiti istriku," ucap pria itu marah.


Cklek..


Pintu dibuka seseorang. Dan setelah itu, masuk orang tersebut ke dalam ruang rawat tersebut.


"Attar!"


Yah! Laki-laki yang memasuki ruang rawat tersebut adalah Attar, adik ketiga dari pria yang istrinya sedang koma.


Attar duduk di sofa dengan posisi menatap semua anggota keluarganya. Tatapan matanya fokus ke pria yang berstatus kakak laki-laki tertuanya.


"Aku ada kabar baik sekaligus kabar buruk untukmu, kak!" seru pria itu. "Dan untuk kita semua." lanjutnya lagi.


"Katakan, Attar!"


"Pertama, aku sudah mengetahui awal mula kejadian tersebut sehingga membuat kak Raya koma di rumah sakit. Dan kedua, orang yang sudah menyebabkan kak Raya koma berasal dari keluarga kaya raya, keluarga terpandang, keluarga berpengaruh di dunia dan di Jerman."


Mendengar perkataan dari Attar membuat mereka seketika terkejut, apalagi ketika mendengar asal usul dari orang yang sudah menyebabkan Raya koma.


"Sejak awal aku tidak setuju dengan rencana kakak untuk membalas orang yang sudah menyakiti kak Raya. Bagaimana pun aku dan kita semua sudah tahu sifat kak Raya seperti apa, apalagi kalau sudah berbicara dengan seseorang. Kak Raya tanpa berperasaan dan tanpa mempedulikan perasaan orang lain jika sudah mengeluarkan kata-katanya. Disini aku hanya membantu mencari tahu orang yang sudah menyakiti kak Raya. Setelah itu, aku tidak akan ikut campur masalah ini."


Attar berbicara sambil menatap kakak laki-lakinya itu, lalu beralih menatap wajah ketiga keponakannya.


"Saran dariku. Urungkan niat kalian itu jika tidak ingin masalah menjadi makin buruk."


Attar mengeluarkan ponselnya, lalu membuka aplikasi Galeri guna mencari sebuah video yang dia dapat dari tangan kanannya.


"Ini, kalian lihatlah sendiri seperti apa kronologi yang sebenarnya ketika kak Raya pergi ke mall dua hari yang lalu," ucap Attar sembari menyodorkan ponselnya kepada kakak laki-lakinya.


Pria itu mengambil ponsel milik adik ketiganya, lalu menatap kearah layar ponsel tersebut. Dan pria itu pun menyaksikan adegan demi adegan yang berputar di ponsel tersebut. Begitu juga dengan ketiga anaknya.


Wajah keempatnya tampak tegang. Begitu juga dengan yang lain ketika setelah menyaksikan video itu.


"Kakak sudah lihat bukan! Dalam video itu terbukti bagaimana kak Raya menghina dan merendahkan gadis tersebut. Bahkan kak Raya dengan keji mengatakan hal yang tak pantas."


"Di dalam video itu terlihat suasana sudah sangat menegangkan dan menyeramkan. Terlihat bagaimana marahnya gadis itu yang dituduh macam-macam. Dan juga terlihat gadis itu berusaha untuk menahan emosinya, namun seketika emosi gadis itu tak terkendali lagi akibat ucapan dari kak Raya dan juga seorang pria. Seperti yang kalian lihat dan kalian dengar di dalam video itu."


Mendengar perkataan dari Attar membuat suami dari Raya serta ketiga anaknya dan anggota keluarga lainnya hanya diam. Di dalam hatinya mengatakan bahwa istrinya/ibunya/kakaknya yang bersalah. Sementara gadis itu hanya membela diri.


"Dan untuk pria yang sudah merendahkan gadis itu saat ini berada di sebuah markas milik salah satu kakak laki-laki dari gadis itu. Dan informasi terakhir yang aku dengar dari tangan kananku bahwa gadis itu sempat mengalami trauma akibat tindakan yang dilakukan oleh kak Raya dan pria itu ketika di mall."


Semuanya diam. Tidak ada yang bersuara setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya.


"Disini aku bukan ingin membela gadis itu dan menyalahkan kak Raya. Aku disini membela yang benar. Gadis itu tidak bersalah. Dan yang bersalah itu ada kak Raya dan orang-orang yang menghinanya. Alasan utama aku mengatakan ini kepada kalian, terutama kepada kakak adalah karena aku sayang dan peduli terhadap kalian semua. Jangan hanya kesalahan satu orang, semuanya terkena imbasnya. Coba kalau misalkan kalian berada di posisi gadis itu. Kalian dihina dan direndahkan di depan umum. Apa kalian akan diam saja? Apa kalian tidak akan membalas orang-orang itu?"


Attar menatap satu persatu wajah anggota keluarganya yang saat ini hanya diam. Attar tahu bahwa saat ini anggota keluarganya itu tengah memikirkan semua yang dia katakan dan juga tentang video itu.


"Kalau kalian berada di posisi gadis itu. Aku sangat yakin kalian akan langsung membalasnya. Itu pun kalau kalian memiliki keberanian dan tidak gampang ditindas," ucap Attar.


"Yang terakhir dimana kalau aku mengatakan tentang kabar buruk. Gadis yang ada di dalam video itu adalah putri bungsu dari Fathir Aldama dan Nashita Fidelyo. Kalian tahu kan siapa itu keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo?" ucap dan tanya Attar.


Deg..


Mereka semua terkejut ketika mendengar identitas tentang gadis yang ada di dalam video itu. Mereka tidak menyangka jika istrinya/ibunya/kakaknya/bibinya berani mengusik permata dari keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo.


"Sekali lagi aku katakan. Batalkan niat kakak atau kalian untuk membalas gadis itu. Tapi jika kakak atau kalian tetap melanjutkannya, silahkan saja! Aku tidak akan ikut campur. Tapi awas saja kalau sampai keluargaku terkena imbasnya atas perbuatan kalian. Aku tidak akan memaafkan kalian."


Setelah mengatakan itu, Attar bangkit dari duduknya. Dia menatap sejenak wajah keluarganya. Setelah itu, Attar pun pergi meninggalkan ruang rawat tersebut.


***


Di Sekolah saat ini Kimberly dan keempat sahabatnya sedang berada di kelasnya. Mereka tengah mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru bidang studi bahasa Inggris dan matematika. Jik semua soal-soal itu selesai dikerjakan, maka ketua kelas akan mengumpulkannya dan membawa ke kantor.


Tiba-tiba Santy berdiri dari duduknya dan hak itu membuat keempat sahabatnya langsung melihat kearah dirinya.


"Mau kemana?" tanya Sinthia.


" Mau ke toilet. Udah nggak tahan dari tadi."


Setelah mengatakan itu, Santy langsung berlari ke luar meninggalkan kelas untuk menuju toilet. Sedangkan Kimberly, Sinthia, Rere dan Catherine seketika tertawa melihat kelakuan Santy.


"Begitulah Santy!" seru Sinthia dan Catherine bersamaan.


^^^


"Ach, leganya!" seru Santy ketika selesai memenuhi hajatnya.


Santy berdiri di depan cermin sembari merapikan penampilannya. Selesai dengan urusannya, Santy memutuskan untuk kembali ke kelas.


Deg..


Seketika Santy terkejut ketika melihat Adam tujuh siswi yang menghalangi jalannya. Ketujuh siswi itu berdiri tepat di depan pintu keluar.


"Minggir!"


Santy dengan kuat mendorong tubuh siswi yang berdiri di depan sehingga membuat siswi itu terhuyung ke belakang dan mengakibatkan mereka semua terjatuh.


Bruukkk..


Melihat itu, Santy langsung buru-buru pergi meninggalkan toilet. Dia tidak ingin berlama-lama berusaha dengan ketujuh siswi itu.


"Brengsek! Kejar dia!"


Ketujuh siswi itu pun pergi mengejar Santy dengan amarah yang membuncah.


^^^


"Santy kenapa lama sekali?" tanya Sinthia.


Kimberly melihat jam di tangannya. Dan benar! Sahabatnya itu sudah pergi sekitar 15 menit. Seharusnya sahabatnya itu sudah kembali.


"Mungkin sebentar lagi. Kita tunggu saja. Kalau Santy belum kembali juga dalam lima menit. Kita susul dia," sahut Kimberly.


"Baiklah!" Rere, Sinthia dan Catherine berucap bersamaan.


^^^


Plak..


"Aakkhhh! teriak Santy merasakan sakit di pipinya akibat tamparan dari salah satu siswi yang berdiri di hadapannya.


"Kenapa lo nampar gue, hah?! Apa salah gue sama lo?!" bentak Santy dengan menatap tajam kearah siswi itu.


"Berani lo sama gue, hah?!" bentak siswi itu.


"Emangnya lo siapa?! Lo itu hanya murid baru disini. Dan lo belum ada dua minggu sekolah disini. Udah belagu aja lo!"


"Gue terlebih dahulu sekolah disini. Lo dan antek-antek busuk lo itu hanya orang asing di sekolah ini. Nggak usah bertingkah aneh-aneh deh. Apalagi mau jadi penguasa di sekolah ini. Sekali pun itu terjadi. Hal itu nggak ngaruh sama gue dan keempat sahabat-sahabat gue!"


Mendengar ucapan demi ucapan dari Santy membuat siswi itu dan teman-temannya mengepal kuat tangannya. Mereka menatap penuh amarah kearah Santy.


Siswi yang diduga menyukai Lionel melihat kearah dua temannya, lalu siswi itu memberikan kode kepada kedua temannya tersebut.


Mendapatkan kode dari temannya. Keduanya langsung mengerti. Setelah itu, keduanya berjalan mendekati Santy.


Dan seketika keduanya langsung memegang kedua tangannya Santy. Mereka berdua memegang tangan Santy dengan sangat kuat sehingga Santy tidak bisa melepaskan diri.


"Lo ternyata kalau ngomong pedas juga ya? Salut gue sama lo. Gue peringkatkan sama lo untuk menjauh dari Lionel. Dia cowok gue," ucap siswi itu sembari tangannya meremat kuat dagu Santy.


"Hahahaha. Sejak kapan Lionel menjalin hubungan dengan cewek bodoh merangkap gila kayak lo? Gue nggak pernah denger kalau Lionel punya kekasih selain gue."


"Brengsek! Makin melawan lo ya."


Siswi itu menatap tajam kearah Santy. Dia benar-benar marah karena Santy terus saja melawan padanya.


Dan detik kemudian...


Bugh... Bugh..


Siswi itu memberikan dua pukulan dengan kuat di perut Santy sehingga membuat Santy seketika merasakan sakit luar biasa di bagian perutnya. Bahkan Santy seketika kesulitan untuk bernafas.


Kedua teman dari siswi itu melepaskan tangan Santy sehingga membuat tubuh Santy seketika tersungkur di tanah.


Sementara ada beberapa siswi yang lewat melihat kejadian itu di lapangan sekolah seketika terkejut. Bagaimana tidak terkejut, beberapa siswi yang lewat itu adalah siswi-siswi yang menyukai Kimberly dan keempat sahabatnya, lalu satu diantara beberapa siswi itu berlari menuju kelasnya Kimberly untuk memberitahu Kimberly dan ketiga sahabatnya.