THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Menceritakan Tentang Gracia Dan Ibunya



Kimberly sudah berada di sekolah. Dirinya diantar oleh kakak ketiganya yaitu Enda.


Di dalam perjalanan menuju sekolah, Kimberly meminta kakaknya itu untuk berhenti di sebuah supermarket. Kimberly kesana untuk membeli beberapa makanan dan minuman.


Kimberly turun dari mobil dan diikuti oleh Enda. Kimberly berhenti di samping mobil. Sedangkan Enda melangkah ke belakang mobil untuk membuka pintu belakang mobil.


Lima menit kemudian, terdengar bunyi klason yang terdengar beberapa mobil.


Kimberly langsung melihat keasal suara klason itu. Begitu juga dengan Enda. Dan dapat dilihat oleh Kimberly dan Enda. Ada 10 mobil mewah yang berjalan mengarah kearah Kimberly dan Enda.


Kesepuluh mobil itu berhenti lalu keluarlah para pemuda-pemuda tampan dari dalam mobil tersebut.


"Kak Enda, Kim!" Billy dan Aryan menyapa kedua sepupunya.


Tommy melirik kearah bagasi mobil milik Enda. Dan dapat dilihat oleh Tommy ada beberapa makanan dan minuman disana.


Tommy yang mengerti langsung mendekati calon kakak iparnya itu karena dirinya tahu bahwa semua makanan dan minuman yang ada di bagasi mobil calon kakak iparnya itu untuk dibawa ke kota Berlin.


"Kak itu semua......" Perkataan Tommy langsung dipotong oleh Enda.


"Iya, Tommy. Itu barang belanjaan anak kelinci itu," jawab Enda.


Mendengar perkataan kejam dari kakaknya membuat Kimberly mendengus kesal. Hari masih pagi, tapi kakaknya itu sudah membuat moodnya hancur.


Melihat wajah cemberut adik perempuannya seketika Enda tersenyum. Dirinya memang hobi sekali membuat adiknya itu kesal.


Sementara Tommy, Billy, Aryan dan yang lainnya tersenyum gemas melihat wajah cemberut Kimberly akan perkataan kejam dari kakaknya.


"Udah jangan cemberut gitu. Ntar cantiknya hilang. Kalau cantiknya hilang. Tommy akan berpaling mencari wanita lain," goda Enda sembari tangannya mengacak-acak rambut adiknya.


Mendengar perkataan dari kakaknya seketika Kimberly langsung menatap wajah Tommy yang memang saat ini juga menatap dirinya.


"Benar kamu bakal ninggalin aku dan berpaling mencari wanita lain kalau aku nggak cantik lagi?"


Seketika Tommy membelalakkan matanya ketika mendengar pertanyaan dari Kimberly. Dirinya tidak menyangka jika Kimberly akan bertanya seperti itu kepadanya.


Bukan hanya Tommy saja yang terkejut. Enda, Billy, Aryan dan para sahabatnya juga terkejut. Mereka semua tidak menyangka jika Kimberly akan bertanya hal itu kepada Tommy.


Tommy tidak langsung menjawab pertanyaan dari Kimberly. Justru Tommy malah tersenyum.


"Tommy, jawab!" Kimberly memberikan tatapan tajamnya kepada Tommy.


"Eeemm... Bagaimana ya?"


Tommy memang sengaja membuat Kimberly kesal. Dengan melihat kekesalan dari gadisnya itu hidupnya makin penuh warna. Apalagi ketika melihat gadisnya yang berubah manja kepadanya. Tommy akan merasakan kebahagiaan berkali-kali lipat.


"Kalau kamu sampai berani mencari perempuan lain hanya karena aku sudah tidak cantik lagi. Aku bakal potong masa depan kamu itu," ucap dan ancam Kimberly kepada Tommy dengan tatapan matanya menatap kearah milik Tommy.


Mendengar perkataan sekaligus ancaman dari Kimberly membuat Tommy seketika menelan ludahnya secara kasar dan bersamaan dengan kedua tangan menutup miliknya.


Sementara Enda, Billy, Aryan dan para sahabatnya tersenyum geli ketika melihat wajah syok Tommy ketika mendengar ucapan dari Kimberly.


Tommy kemudian melangkah mendekati gadisnya. Setelah berdiri di hadapan gadisnya, Tommy langsung memberikan pelukannya.


"Jangan marah ya. Percayalah! Hanya kamu yang aku cintai. Hanya kamu juga yang akan menjadi ibu dari anak-anakku di masa depan."


"Sekali pun kau udah nggak cantik lagi?"


"Sekali pun kamu sudah menjadi nenek-nenek, aku akan tetap mencintai kamu."


Seketika terukir senyuman manis di bibir Kimberly ketika mendengar jawaban-jawaban tulus dari Tommy.


Ya! Apa yang dikatakan oleh Tommy barusan tulus dari hati kecilnya. Bukan sekedar merayu semata. Di hati Tommy hanya ada nama Kimberly. Sekali pun nanti ada masalah yang datang dalam hubungan asmaranya dengan Kimberly.


"Jangan pernah berhenti mencintaiku."


"Tidak akan."


Mendengar ucapan demi ucapan dari Tommy dan Kimberly membuat Enda tersenyum bahagia. Dirinya bahagia melihat hubungan asmara adiknya dengan Tommy.


Enda bersyukur adik perempuannya mendapatkan pasangan yang benar-benar tulus mencintainya. Enda juga berharap kelak adik laki-lakinya Riyan bernasib sama seperti adik perempuannya yang mendapatkan pasangan yang benar-benar mencintainya.


"Kakak senang melihat kalian berdua. Bahagia terus untuk kalian," ucap Enda.


Mendengar perkataan dari kakaknya, Kimberly melepaskan pelukan Tommy. Tatapan matanya langsung menatap kearah kakaknya itu.


"Kakak."


Enda mengusap lembut pipi putih adiknya. "Berbahagialah."


"Kakak juga. Aku juga ingin melihat kakak bahagia bersama kak Zaskiya."


"Ya, sudah. Kakak harus ke perusahaan sekarang. Kalian hati-hati di jalan ketika berangkat ke Berlin," ucap Enda.


"Baik, kak!"


Billy, Aryan, Tommy serta sahabatnya menjawab bersamaan.


"Kakak juga hati-hati bawa mobilnya ketika menuju ke perusahaan," ucap Kimberly.


Dan setelah itu, Enda pun pergi meninggalkan sekolah adiknya untuk menuju perusahaan miliknya.


***


Uggy saat ini bersama dengan Deryl di perusahaannya. Lebih tepatnya keduanya berada di ruang kerja.


Alasan Uggy meminta Deryl untuk datang adalah dirinya ingin mengetahui dari Deryl informasi apa yang sudah disampaikan oleh tangan kanannya itu kepada adik perempuannya sehingga membuat adik perempuannya terlihat begitu bahagia.


"Sekarang katakan padaku. Informasi apa yang telah kau sampaikan kepada adik perempuanku?"


"Jadi nona belum memberitahu apapun pada Bos?"


"Belum. Adikku belum cerita apa-apa padaku dan pada yang lainnya juga. Termasuk video yang kau kirim itu," jawab Uggy.


"Apa nona marah ketika saya mengirimkan video itu pada Bos?"


"Marah tidak. Kesal iya. Adikku kesal karena kau tidak mau menuruti kemauannya."


"Maafkan saya Bos. Saat itu saya sudah terlebih dulu mengirimkan video itu kepada Bos. Selang beberapa menit barulah pesan wa dari nona masuk."


Uggy tersenyum ketika mendengar ucapan maaf serta wajah bersalah Deryl. Sejujurnya Uggy tidak marah terhadap Deryl. Justru Uggy bangga akan ketulusan dan kepatuhan Deryl padanya dan adik perempuannya. Begitu juga dengan anggota keluarganya yang lain.


"Tidak apa-apa. Jangan diambil hati. Adik perempuanku tidak benar-benar marah padamu. Justru adik perempuanku itu sudah menganggapmu sebagai kakak laki-lakinya."


"Terima kasih Bos."


"Sekarang katakan kepadaku semuanya."


"Perempuan yang ada di video yang saya kirim kepada Bos beberapa hari yang lalu itu adalah istri dari tuan Gustavo Chena Aditya. Lebih tepatnya istri kedua."


"Keluarga Aditya? Bukankah keluarga itu keluarga yang sudah menolak perjodohan itu. Lebih tepatnya putrinya? Dan keluarga itu juga yang kebusukan dan kecurangannya selama ini berhasil didapatkan oleh kakakku?"


"Benar Bos. Tapi ada yang salah atas informasi yang didapat oleh Bos Jason."


"Salah bagaimana? Tidak mungkin kakakku salah mendapatkan informasi tentang keluarga itu?


"Bos Jason memang mendapatkan tentang kebusukan dan kecurangan keluarga Aditya. Tapi sebenarnya yang melakukan kebusukan dan kecurangan itu bukan keluarga Aditya. Melainkan wanita itu! Keluarga Aditya bersih."


"Maksud kamu istri dari tuan Gustavo Chena Aditya yang melakukan semua ini?"


"Iya, Bos. Keluarga besar Aditya termasuk tuan Gustavo sendiri tidak mengetahui tentang semua ini. Dan kemarinlah semuanya terbongkar sehingga membuat wanita itu dan putrinya diusir dari keluarga Aditya."


"Terus apa hubungannya dengan adik perempuanku? Kenapa wanita itu datang ke sekolah adikku dengan membawa beberapa orang. Bahkan perempuan itu berani menghina adik dan ibuku."


"Bos tidak lupakan kejadian dimana tuan Tommy yang tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan nona?"


Mendengar pertanyaan dari tangan kanannya membuat Uggy berpikir sejenak. Dan detik kemudian, Uggy pun teringat kejadian dimana Tommy yang tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan adik perempuannya.


"Iya, aku ingat."


"Perempuan itu mendatangi nona ke sekolah karena perempuan itu marah putrinya masuk rumah sakit bahkan tak sadarkan diri beberapa akibat pukulan dan tendangan dari nona. Bukan hanya putrinya saja. Keenam teman-temannya juga bernasib sama dengan putrinya."


"Seperti yang Bos dengar dan lihat bahwa nona memberikan kesempatan kepada perempuan itu untuk tidak mengusiknya lagi. Begitu juga dengan putrinya. Jika mereka masih saja mencari masalah dengan nona, maka nona akan membuat mereka berdua terusir dari keluarga Aditya."


"Dikarenakan mereka tidak mengindahkan peringatan dari nona, maka dari itulah nona terpaksa melakukan hal itu."


"Apa yang diketahui oleh adikku tentang perempuan itu?"


"Semua kejahatan perempuan itu yang bermain curang dengan menggunakan nama keluarga Aditya. Nona mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh perempuan itu terhadap tuan Gustavo sehingga perempuan itu berhasil menjadi istri tuan Gustavo hingga membuat istri sah tuan Gustavo meninggal. Bahkan nona juga tahu bahwa istri sah tuan Gustavo meninggal akibat ulah dari perempuan itu."


"Dan lebih parahnya lagi putri yang selama ini tuan Gustavo rawat dan dibesarkan bukanlah putri kandungnya. Untuk lebih jelasnya, Bos tanyakan saja langsung kepada nona. Saya mengetahui bahwa nona menyelidiki latar belakang perempuan itu dari salah satu anak buah saya. Nona tidak mengatakan apapun pada saya. Nona hanya menyuruh saya untuk mengawasi perempuan itu dan putrinya ketika berada di kediaman keluarga Aditya."


"Baiklah. Lalu apa yang akan dilakukan oleh adikku selanjutnya?"


"Nona hanya menunggu kedua perempuan itu jika kedua perempuan itu membalas nona. Saat ini kedua perempuan itu kembali tinggal di kediaman Ameera. Dan saya mendapatkan informasi bahwa saudara tertua dari keluarga Ameera tidak menyukai seorang pengkhianat atau penjahat. Jika kedapatan, maka saudara tertua dari keluarga Ameera akan mengusir si pengkhianat atau penjahat tersebut dari keluarga Ameera. Tak terkecuali keluarga sendiri.


"Dan nona akan membuat kedua perempuan itu kembali terusir untuk yang kedua kalinya jika masih mengusik nona."


Mendengar ucapan serta penjelasan dari Deryl membuat Uggy tersenyum bahagia dan juga bangga akan apa yang telah dilakukan oleh adik perempuannya. Dirinya tidak menyangka jika adik perempuannya yang dulunya lembut dan tidak suka melihat orang menderita. Sekarang berubah menjadi gadis yang kejam.


"Baiklah, Deryl! Aku mempercayai adik perempuanku padamu selama berada diluar rumah. Jaga dan lindungi adikku. Begitu juga dengan adik-adik sepupuku dan orang-orang terdekat mereka."


"Siap, Bos! Saya akan berusaha semampu saya untuk menjaga dan melindungi nona, tuan Aryan, nona Triny, tuan Billy dan para sahabat-sahabatnya. Bahkan saya sudah mengerahkan beberapa anak buah saya untuk selalu mengawasi mereka semua."


"Terima kasih Deryl."


"Sama-sama, Bos! Saya melakukan semua ini hanya untuk membalas kebaikan Bos dan keluarga Bos terhadap keluarga saya. Jika bukan karena bantuan Bos dan keluarga besar Bos. Mungkin keluarga saya sudah tidak ada di dunia ini lagi. Apalagi adik perempuan saya."


Uggy tersenyum sembari menatap wajah tampan Deryl. Dirinya bangga memiliki kepercayaan seperti Deryl.


"Kalau begitu saya pamit dulu Bos!"


"Ya, silahkan!"


Setelah itu, Deryl pun pergi meninggalkan ruang kerja Uggy untuk kembali ke sekolah Kimberly.