
Di sebuah rumah kecil, namun tidak terlalu keci terlihat tiga pemuda sedang mengobrol di teras. Ketiga pemuda itu adalah Antoni dan dua temannya.
"Bagaimana perkembangan hubungan Kimberly dengan pacarnya setelah melihat foto itu, Antoni?" tanya teman pertama.
Antoni tidak langsung menjawabnya pertanyaan dari temannya itu. Justru Antoni mengingat kejadian dimana Kimberly dan Tommy bertengkar.
Flashback On
Antoni saat ini berada di sebuah Cafe. Ketika Antoni tiba disana, tatapan matanya menatap kearah dimana Kimberly dan Tommy berada.
Antoni melihat bahwa Kimberly dan Tommy sedang berdebat dan juga sedikit bertengkar.
Antoni juga dapat melihat bahwa Kimberly berusaha menjelaskan tentang foto tersebut kepada Tommy, sementara Tommy sama sekali tidak mempercayai setiap perkataan Kimberly.
Antoni seketika tersenyum ketika melihat pemandangan tersebut. Kemudian Antoni menduduki pantatnya di salah satu kursi dengan tatapan sesekali melihat kearah Kimberly dan Tommy.
"Ini sangat menarik," ucap Antoni.
"Tommy, dengarkan aku dulu. Foto itu tidak benar. Kamu jangan percaya." Kimberly berusaha terus untuk meyakinkan Tommy bahwa foto tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
"Tapi di foto itu terlihat kamu begitu senang bahkan kamu tidak memberontak ketika bajingan itu memegang tangan kamu, Kim!" Tommy membalas perkataan dari Kimberly tanpa melihat wajah Kimberly.
Antoni semakin tersenyum. Bahkan senyuman semakin lebar ketika mendengar ucapan Kimberly yang mana Kimberly berusaha untuk meyakinkan Tommy bahwa foto tersebut tidaklah benar.
"Ini yang aku inginkan."
Flashback Off
Antoni tersenyum kala mengingat kejadian tersebut. Dirinya benar-benar bahagia melihatnya.
"Sesuai keinginanku. Kimberly dan Tommy sedang bertengkar. Hubungan mereka saat ini sedang renggang."
Mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Antoni membuat kedua temannya itu saling memberikan tatapan. Kemudian keduanya kembali menatap Antoni.
"Benarkah?" tanya teman kedua.
"Benar. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Kimberly yang sedang bersitegang dengan Tommy di sebuah Cafe. Bahkan Tommy sama sekali tidak mau mendengar penjelasan dari Kimberly. Dia lebih mempercayai foto tersebut."
Mendengar ucapan, jawaban sekaligus penjelasan dari Antoni membuat kedua temannya itu tersenyum bahagia. Mereka berdua berharap Antoni bisa kembali menjalin hubungan dengan Kimberly.
"Wah! Kita senang mendengarnya, Ton!"
"Semoga lo balikan sama Kimberly."
Antoni tersenyum mendengar ucapan serta dukungan dari kedua temannya itu.
***
[Kediaman Fidelyo, Berlin]
Fathir, Nashita dan keempat putranya yaitu Jason, Uggy, Enda dan Riyan berada di ruang tengah. Mereka saat ini tengah memikirkan masalah hubungan asmara Kimberly dan Tommy.
"Bagaimana ini, Sayang? Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan putri kita," ucap Nashita.
"Apa kesalahan Kimberly sehingga dia harus kembali merasakan sakit ketika memiliki kekasih. Lagi-lagi kekasihnya tidak mempercayainya," ucap Nashita lagi.
"Daddy benar-benar kecewa terhadap Tommy. Dia mengingkari janjinya pada Daddy," ucap Fathir.
"Bukan Daddy saja yang kecewa terhadap Tommy. Aku juga kecewa terhadap Tommy," sahut Enda.
"Aku juga kecewa terhadap Tommy. Dia lebih mempercayai foto itu dari pada Kimberly," ucap Riyan.
Ketika mereka tengah membahas hubungan Kimberly dan Tommy, tiba-tiba Billy datang bersama anggota keluarga lainnya.
"Dad, Mom, Kak!" sapa Billy lalu menduduki pantatnya di sofa begitu juga dengan yang lainnya.
Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan langsung melihat kedatangan Billy dan anggota keluarga lainnya.
"Bagaimana pekerjaan kalian?" tanya Nashita.
"Beres!" jawab mereka kompak, kecuali Billy.
"Oh, iya! Kimberly dan Risma mana?" tanya Oma Hilda yang tidak melihat keberadaan dua cucu perempuannya.
"Kimberly dan Risma keluar. Lebih tepatnya Risma ajak Kimberly keluarga jalan-jalan," jawab Enda.
Billy menatap wajah Pamannya, Bibinya dan keempat kakak sepupunya. Dia harus meluruskan sesuatu kepada mereka agar tidak ada kesalahpahaman.
"Dad, Mom, kak Jason, kak Uggy, kak Enda, kak Riyan! Aku mau ngomong sesuatu!" seru Billy.
Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan langsung melihat kearah Billy.
"Ada apa, Sayang?" tanya Nashita.
"Kamu mau ngomong apa, hum?" tanya Fathir.
Mendengar ucapan dari Billy dan melihat dari tatapan matanya Billy membuat Jason dan Uggy langsung paham. Jason dan Uggy berpikir bahwa Billy mengetahui sesuatu.
"Apa yang ingin kamu katakan tentang Kimberly dan Tommy?" tanya Fathir.
"Tommy lebih mempercayai Kimberly, Dad! Dia tidak mempercayai foto itu."
"Jika Tommy memper....." perkataan Enda terhenti karena Billy langsung memotongnya.
"Apa kalian tahu alasan kedatangan Tommy ke Berlin?" tanya Billy dengan menatap wajah Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan bergantian.
"Menemui Kimberly, apalagi!" Riyan yang menjawab pertanyaan dari Billy.
"Bukan," jawab Billy.
Mendengar jawaban dari Billy membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.
"Kimberly sudah berjanji kepada Tommy akan bertemu di Hamburg. Kimberly yang akan menemui Tommy. Dengan kata lain, Kimberly menemui Tommy sekaligus meminta maaf karena pergi tanpa kasih kabar sehingga membuat Tommy kesepian dan merasa rindu.
"Mendengar ucapan dan janji Kimberly, maka dari itu Tommy tidak jadi menyusul Kimberly ke Berlin."
"Kembalinya Kimberly dari Berlin, Tommy akan ajak Kimberly jalan-jalan sepuasnya. Tommy dan Kimberly akan menghabiskan waktu berdua sembari merayakan hari jadi mereka."
Mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Billy membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum bahagia.
"Kalau bukan Kimberly, lalu apa tujuan kedatangan Tommy ke Berlin?" tanya Enda.
"Foto itu," jawab Billy. "Tommy mendapatkan kiriman foto yang mana di dalam foto itu ada Kimberly bersama dengan Antoni. Setelah melihat foto itu, Tommy pun memutuskan untuk ke Berlin. Tiba di Berlin, Tommy menghubungiku untuk minta dijemput."
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Jason.
"Tommy langsung menunjuk foto itu padaku. Ketika melihat foto itu, aku kaget. Kemudian aku menatap Tommy dan mengatakan padanya bahwa pantang bagi seorang Kimberly menjalin hubungan dengan mantan, apalagi sampai berpegang tangan. Itu bukan sifat Kimberly."
"Lalu apa jawaban Tommy ketika mendengar ucapan kamu?" tanya Uggy.
"Tommy memilih percaya dengan Kimberly. Tommy sama sekali tidak percaya foto itu."
"Kamu yakin? Bukan karena Tommy itu sahabat kamu?"" tanya Enda menyelidik.
"Jika Tommy lebih memilih percaya akan foto itu, untuk apa Tommy jauh-jauh dari Hamburg datang ke Berlin hanya untuk menunjukkan foto itu padaku?"
"Jika Tommy lebih memilih percaya foto itu, maka yang akan Tommy lakukan adalah dia akan berhenti memikirkan Kimberly. Bahkan lebih parahnya, Tommy tidak akan menghubungi Kimberly. Baik via telepon maupun via WhatsApp."
Mendengar ucapan demi ucapan serta penjelasan dari Billy mengenai Tommy membuat mereka semua terdiam. Terutama Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan. Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan apa yang dikatakan oleh Billy.
"Tommy sangat mencintai Kimberly. Aku yakin dan percaya akan cinta Tommy terhadap Kimberly. Masalah Kimberly yang mengatakan bahwa Tommy lebih mempercayai foto itu. Itu sebenarnya adalah rencana Tommy."
"Haaaa."
Semuanya tampak kaget, bingung dan juga penasaran ketika mendengar ucapan Billy yang terakhir.
"Rencana? Maksud kamu?" tanya Jason.
"Tommy ingin memberikan kejutan kepada Antoni bahwa dia sangat mencintai Kimberly dan tidak akan pernah melepaskan Kimberly. Masalah Kimberly yang kemarin nangis dan mengatakan bahwa Tommy tidak mempercayai dia, itu Tommy memang sengaja melakukan hal itu."
"Saat kejadian dimana Kimberly dan Tommy ribut masalah foto itu, Antoni ada disana. Dan kalian pasti sudah bisa membayangkan reaksi bajingan itu?"
"Dari mana kamu tahu jika bajingan itu melihat pertengkaran Kimberly dan Tommy?" tanya Uggy.
"Tommy sendiri yang bilang padaku. Tommy mengatakan padaku bahwa dia melihat keberadaan Antoni di Cafe."
"Sampai kapan Tommy akan menjalankan rencananya?" tanya Fathir.
"Sampai ulang tahun Kimberly, Dad!"
Mendengar jawaban dari Billy seketika membuat mereka tersadar satu hal. Kesayangan mereka tak lama lagi akan berulang tahun. Dan harinya jatuh sekitar empat hari lagi.
"Mommy baru sadar kalau Sabtu besok princess nya Mommy ulang tahun yang ke 17 tahun," sahut Nashita.
"Baiklah. Kami akan mempersiapkan semuanya!" seru Jason, Uggy, Enda dan Riyan.
"Kami juga!" seru yang lainnya.
Fathir menatap wajah keponakannya itu. "Maafkan Daddy yang sempat berpikir negatif terhadap Tommy."
Billy tersenyum mendengar ucapan maaf dari Pamannya.
"Tak apa, Dad! Daddy seperti itu karena marah ketika putri kesayangannya Daddy kembali dikecewakan oleh seorang laki-laki. Bahkan laki-laki yang menyakiti putri Daddy itu sudah Daddy berikan tanggung jawab dan kepercayaan, tapi justru laki-laki itu berkhianat."
Fathir tersenyum mendengar kata bijak dan penenang dari Billy. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Masalah ini Kimberly jangan sampai tahu. Biarkan dia beranggapan bahwa Tommy sudah jahat padanya," ucap Billy.
"Baiklah!" jawab mereka semua kompak.