
"Lakukan dengan baik. Jangan sampai gagal," ucap Gracia kepada salah satu murid perempuan yang telah dibayar untuk menjalankan rencananya.
"Baik," jawab murid perempuan itu.
"Jika pekerjaan lo bagus dan membuahkan hasil. Aku akan bayar dua kali lipat. Jika gagal. Lo nggak dapet apa-apa."
"Aku mengerti," jawab murid perempuan itu.
"Sudah sana."
Setelah itu, murid perempuan itu pun pergi meninggalkan Gracia sendirian di toilet.
Gracia tersenyum di sudut bibirnya sembari memikirkan wajah perempuan yang begitu dia benci menangis ketika ditinggal oleh laki-laki dicintai.
^^^
Tommy berjalan di lapangan sekolah hendak menuju kantin. Sementara para sahabat-sahabatnya sudah berada di kantin.
Ketika Tommy melangkahkan kakinya menuju kantin, tiba-tiba seorang gadis dengan sengaja menabrakkan tubuhnya kearah Tommy sehingga membuat tubuhnya menempel dengan tubuh Tommy.
Seketika Tommy terkejut melihat apa yang dilakukan oleh salah satu teman sekolahnya.
Ketika Tommy hendak menjauhkan tubuh gadis itu seketika gadis itu dengan sengaja melilitkan kedua tangannya di belakang tubuh Tommy.
"Yak! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan?!" bentak Tommy.
Tanpa Tommy sadari, murid perempuan itu melepaskan dua kancing seragamnya. Setelah terlepas, murid perempuan seketika berbicara dengan suara yang keras sehingga membuat murid-murid yang tadinya sibuk dengan urusan masing-masing, yang tadinya hanya beberapa orang. Kini berubah ramai akibat suara dan perkataan dari murid perempuan tersebut.
Semua murid-murid berhamburan menuju lapangan dikarenakan ada beberapa murid yang berlari ke kantin hanya untuk memberitahu kejadian di lapangan termasuk para sahabatnya, Triny, Aryan dan sahabat-sahabatnya.
"Kenapa kamu lakukan hal menjijikkan seperti ini padaku Tommy? Apa salahku padamu?"
Tommy menatap dengan tatapan tajam kearah gadis yang ada di hadapannya sembari tatapan matanya melirik kearah tubuh atas gadis itu yang sudah dalam keadaan terbuka dua kancing.
Seketika Tommy tersenyum di sudut bibirnya ketika melihat hal itu. Dalam pikirannya saat ini kenapa dirinya bisa kecolongan?
"Kamu kekasihnya Kimberly. Tapi kamu melakukan hal menjijikkan padaku. Apa kamu nggak malu sebagai laki-laki?"
"Kamu berperan sebagai laki-laki setia di depan Kimberly. Justru di belakang Kimberly, kamu melakukan hal menjijikkan seperti sekarang ini."
Tommy hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata pun. Matanya tetap terus fokus menatap wajah gadis itu dengan tatapan matanya yang tajam. Tommy diam hanya ingin melihat sampai dimana gadis yang ada di hadapannya memainkan dramanya.
Mendengar ucapan demi ucapan dari murid perempuan tersebut membuat sebagian murid-murid yang sudah berada di lapangan menatap jijik kearah Tommy.
Sementara sebagian murid-murid lainnya justru percaya dengan Tommy. Mereka percaya jika Tommy tidak seperti yang dikatakan oleh murid perempuan itu.
Murid-murid yang mempercayai perkataan dari salah satu temannya melontarkan kata-kata hinaan untuk Tommy.
Mendengar kata-kata hinaan tersebut tidak membuat Tommy terpancing atau pun marah. Justru Tommy tetap diam pada posisinya.
Sementara Andhika sudah mengepalkan tangannya kuat mendengar kata-kata hinaan yang ditujukan kepada Tommy. Andhika menatap marah kearah teman-temannya. Begitu juga dengan Billy dan para sahabatnya.
Dan detik kemudian...
Srek!
Tiba-tiba Kimberly datang lalu menarik seragam sekolah murid perempuan itu dari belakang. Setelah itu, Kimberly dengan tidak berperasaan langsung merobek seragam sekolah murid perempuan itu sehingga bagian punggung murid perempuan itu terlihat.
Melihat apa yang dilakukan oleh Kimberly membuat murid perempuan itu langsung memutar tubuhnya untuk menutup bagian punggungnya agar tidak dilihat oleh teman-temannya.
Sementara semua murid-murid yang ada di lapangan itu seketika terkejut dan juga syok ketika melihat tindakan tiba-tiba dari Kimberly.
Bagaimana dengan Tommy, Billy, Andhika, Triny, Aryan dan para sahabatnya? Sudah tentu mereka tersenyum bahagia melihat apa yang dilakukan oleh Kimberly terhadap murid perempuan itu.
Kimberly menatap tajam kearah murid perempuan itu. Sementara murid perempuan itu sudah ketakutan.
"Kenapa? Malu?" tanya Kimberly dengan nada ejekannya.
Sementara murid perempuan itu hanya diam sembari tangannya memegang baju seragam sekolahnya yang sudah koyak di belakang.
"Aku rasa kamu nggak usah pake malu segala. Beberapa menit yang lalu kamu berusaha untuk menggoda Tommy dengan kamu membuka dua kancing seragam kamu? Dan setelah itu, kamu dengan kejinya mengatakan bahwa Tommy berusaha bersikap kurang ajar padamu."
Deg!
Murid perempuan itu terkejut ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Dirinya tidak menyangka jika Kimberly mengetahui rencananya.
Sedangkan untuk murid-murid yang menghina dan menatap jijik Tommy seketika berubah takut ketika Kimberly memberikan tatapan mematikan kearah mereka.
"Kamu pikir aku tidak tahu rencana kamu dan perempuan busuk itu, hum? Kamu disuruh oleh perempuan murahan itu untuk menggoda Tommy. Jika rencana kamu gagal, maka kamu akan menggunakan rencana yang kedua yaitu memfitnah Tommy dan menyebut Tommy sebagai laki-laki brengsek yang telah bersikap kurang ajar padamu. Tujuan kamu melakukan itu agar nantinya aku cemburu dan berakhir aku meninggalkan Tommy."
Kimberly berbicara dengan menatap tajam kearah murid perempuan itu. Sementara semua murid-murid yang ada di lapangan tersebut terkejut, termasuk Murid-murid yang menghina Tommy.
Kimberly menatap wajah kekasihnya. Dan jangan lupa senyuman manis mengembang di bibirnya.
Tommy yang melihat itu langsung mendekati Kimberly lalu memberikan ciuman di pipi kekasihnya itu.
"Apa kamu tidak berniat untuk memberikan hukuman kepada orang yang sudah memfitnah kamu dan juga menghina kamu sayang?" tanya Kimberly yang tiba-tiba bersikap manja kepada Tommy.
Mendengar perkataan dan sikap manja Kimberly membuat Tommy tersenyum. Begitu juga dengan Billy, Triny, Aryan dan para sahabatnya. Mereka semua tersenyum gemas melihat wajah cantik Kimberly ketika mode manjanya keluar.
Sementara untuk murid perempuan tersebut dan sebagian murid-murid yang menghina Tommy seketika ketakutan ketika mendengar pertanyaan dari Kimberly. Seketika tubuh mereka bergetar.
"Tentu saja aku memiliki niat untuk membalas mereka. Kamu pikir aku akan diam saja ketika mendengar ocehan-ocehan murahan dari gadis busuk ini dan juga hinaan-hinaan dari sebagian murid-murid tersebut. Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan."
Mendengar jawaban dari Tommy membuat Kimberly tersenyum manis. Kemudian Kimberly memberikan ciuman di pipi kekasihnya itu.
"Dan aku juga akan membalas orang yang juga sudah memfitnahmu. Orang yang sama yang telah membayar perempuan busuk itu," ucap Tommy dengan menatap tajam kearah murid perempuan tersebut.
"Gracia, sudah cukup kau bermain-main denganku. Sudah waktunya kau berhenti menggangguku. Seperti yang aku pernah katakan padamu bahwa aku akan membuatmu dan ibumu terusir dari keluarga Aditya." Kimberly berucap di dalam hatinya.
Setelah itu, Tommy menggandeng tangan Kimberly dan membawanya ke kantin dan diikuti oleh keempat sahabatnya Kimberly, ketiga sepupunya dan para sahabatnya.