THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Cerita Prisca



Tommy, Billy, dan Aryan berada di ruang Taekwondo bersama para sahabatnya.


Ketika Aryan, Billy dan Tommy tiba di sekolah. Mereka disambut oleh sahabat-sahabatnya.


Saat ini Billy, Tommy, Aryan dan para sahabatnya tengah membicarakan masalah Kimberly dan dalang yang sudah membuat Kimberly masuk rumah sakit.


"Jadi kalian sudah tahu siapa orang yang sudah buat saudari kembar gue masuk rumah sakit?" tanya Tommy.


"Belum," jawab Ivan.


"Lalu kalian....."


Perkataan Billy terpotong karena Mirza langsung bersuara.


"Kita memang belum mengetahuinya. Dan gue sama Ivan memang sudah berencana untuk mencari tahu siapa yang sudah memasukkan udang dan strawberry ke dalam makanan dan minuman milik Kimberly," ucap Mirza.


"Justru kita bawa kalian kemari karena ada seseorang yang ingin bertemu dengan kalian. Orang itu sudah tahu siapa dalang yang menyebabkan Kimberly masuk rumah sakit," ucap Nathan.


"Orang itu langsung mencari tahu apa penyebab sahabat barunya sampai muntah darah hanya karena habis makan nasi goreng dan meminum jus pokat," ucap Lionel.


Mendengar ucapan dari Lionel membuat Billy, Aryan dan Tommy bingung. Ketiganya menatap wajah Lionel lalu beralih menatap wajah sahabat-sahabatnya yang lain.


"Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine mendapatkan satu sahabat baru. Jadi sekarang mereka sudah memiliki satu sahabat. Sahabat barunya itu yang menyelidiki kasus muntah darah yang dialami oleh Kimberly." Mirza menjelaskan maksud dari perkataan Lionel barusan.


"Siapa sahabat barunya Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine itu?" tanya Billy dan Aryan penasaran.


"Nanti kalian berdua akan tahu sendiri. Sebentar lagi orangnya akan kesini untuk memperlihatkan sebuah video kepada lo dan kita semua" pungkas Andry.


Dan benar saja. Setelah Andry mengatakan itu kepada Billy. Terdengar pintu ruang latihan Taekwondo dibuka oleh seseorang


Baik Billy, Tommy dan Aryan maupun para sahabatnya langsung melihat kearah pintu yang dibuka oleh seseorang. Dan mereka melihat seorang gadis berdiri disana.


"Prisca!" seru Lionel, Henry, Satya, Nathan, Ivan, Andry dan Mirza  bersamaan.


"Lo," ketus Aryan.


"Apa gue ganggu?" tanya Prisca.


Ketika Aryan hendak menjawab pertanyaan dari Prisca, Henry sudah terlebih dulu memotongnya.


"Oh, tidak! Lo datang di waktu yang tepat," jawab Henry.


Mendengar jawaban dari Henry. Seketika Aryan memberikan tatapan mematikan kearah Henry.


Sedangkan Henry yang mendapatkan tatapan tajam dari Aryan hanya bersikap acuh sambil menaikkan kedua bahunya ke atas.


"Masuklah, Prisca. Dan silahkan duduk," tawar Ivan.


Setelah mendapatkan persetujuan dari salah satu kelompok pemuda dingin. Prisca pun melangkah masuk dan duduk di sofa yang kosong. Dia tidak peduli akan tatapan tajam dan menusuk yang diberikan oleh Aryan kepadanya.


Kini Billy, Tommy dan para sahabatnya sudah duduk di sofa bersama Prisca.


Sedangkan Aryan masih di posisinya dengan tatapan matanya menatap tajam kearah Mirza, Ivan dan Prisca.


Lian melihat kearah Aryan yang masih betah di posisinya. Dia menghela nafas sejenak. Setelah itu, Lian pun berucap.


"Bukankah lo beberapa menit yang lalu begitu antusias ingin mengetahui sahabat baru Kimberly? Lo juga penasaran terhadap orang yang membantu mencari tahu dalang yang membuat Kimberly masuk rumah sakit?" tanya Lian.


"Prisca!" Nathan, Lionel, Satya, Henry bersamaan.


Mendengar seruan dari Nathan, Lionel, Satya dan Henry membuat Aryan membelalakkan matanya. Sementara Billy dan Tommy menatap kearah Prisca dengan tatapan seakan-akan tak percaya.


Namun detik kemudian...


"Nggak usah bohong. Nggak usah ngarang. Dan nggak usah....."


"Kita serius Aryan Fidelyo!" seru Lian, Dylan, Raka, Jerry dan Evan bersamaan.


"Dan Prisca adala sepupu gue. Ibunya Prisca kakak perempuan ibu gue," ucap Evan.


Lagi-lagi Aryan membelalakkan matanya ketika mendengar seruan kelima sahabatnya itu. Dan ditambah lagi ucapan dari Evan yang mengatakan bahwa Prisca adalah sepupunya. Begitu juga dengan Billy, Tommy dan sahabat-sahabatnya yang lain. Mereka juga terkejut ketika mendengar fakta bahwa Evan dan Prisca saudara sepupu.


Selama ini mereka tidak tahu hubungan Prisca dan Evan. Keduanya sangat apik menyembunyikan identitas mereka masing-masing


Aryan menatap lekat tepat di manik abu-abu dan coklat keempat sahabatnya itu. Aryan dapat melihat kejujuran disana.


Berlahan Aryan melangkahkan kakinya menuju sofa dan bergabung dengan yang lainnya.


Setibanya disana, Aryan langsung menduduki pantatnya di samping Jerry.


Aryan menatap wajah Prisca. "Jadi benar lo sudah menjalin hubungan persahabatan dengan Kimberly dan keempat sahabatnya?"


"Iya," jawab Prisca.


"Sejak kapan?"


"Sejak kejadian itu."


Aryan menatap lekat wajah Prisca. Begitu juga dengan Billy dan Tommy. Mereka harus mengorek informasi tentang Prisca yang sudah resmi menjadi sahabat sepupunya/kekasihnya.


Prisca yang menyadari akan tatapan kecurigaan dari Aryan, Billy dan Tommy hanya bisa tersenyum. Dia tahu bahwa ketiganya masih belum mempercayainya. Bahkan Prisca bisa melihat dari tatapan mata Aryan kalau Aryan masih menyimpan kekesalan terhadap dirinya akan kejadian di tengah jalan itu.


"Gue resmi jadi sahabatnya Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine kemarin sebelum kejadian itu. Gue dulu pengen punya sahabat namun selalu gagal karena ulahnya Cherry. Cherry sudah membuat berita bohong tentang gue sehingga membuat nama gue jelek dan berakhir nggak ada satu pun yang mau jadi sahabat gue. Tapi bukan berarti gue nggak punya teman. Gue punya teman. Hanya saja gue ingin seperti lo, seperti kak Billy, seperti kak Tommy seperti Cherry dan seperti Sherina yang memiliki sahabat terbaik."


"Gue selalu memperhatikan Kimberly dan keempat sahabatnya yang begitu solit. Bagaimana cara mereka memberikan perhatian, cara mereka memberikan kasih sayang, cara mereka memberikan pelukan ketika salah satunya sedang sedih dan cara mereka ketika membalas para musuh-musuhnya. Gue lihat semuanya. Gue benar-benar bangga akan persahabatan Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine."


"Asal kamu tahu saja Prisca! Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menjalin hubungan persahabatan sejak mereka duduk di kelas 2 sekolah dasar sampai sekarang. Jadi hubungan mereka bukan sekedar persahabatan doang, namun sudah seperti kakak dan adik!" Billy berucap sembari menjelaskan tentang hubungan persahabatan adik sepupunya itu dengan keempat sahabatnya salah satunya kekasihnya.


Mendengar perkataan dari Billy membuat Prisca terkejut. Dirinya tidak menyangka jika hubungan persahabatan Kimberly dengan Rere, Santy, Sinthia dan Catherine sudah terjalin selama 9 tahun.


"Terus apa yang membuat lo sampai bisa menjadi sahabatnya Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine?" tanya Tommy.


"Karena kebaikan serta keberanian Kimberly. Gue selalu memperhatikan Kimberly yang berani melawan para musuh-musuhnya. Mulai dari kelompok Marco, kelompok Ishana, kelompok Talitha, kelompok Syafina dan sekarang kelompok Asena dan Cherry. Bahkan kedua kakak kelas baru yaitu Molly dan Sheela. Selama ini tidak ada yang berani melawan mereka, kecuali kelompok kalian."


"Kalau kamu sendiri bagaimana? Apa selama ini kamu takut dengan kelompok Syafina dan kelompok Sena dan Cherry?" tanya Andhika.


"Aku? Takut sama mereka? Nggak! Aku nggak pernah takut sama siapa pun di dunia ini, kecuali sama perempuan yang sudah melahirkanku. Perempuan itu adalah ibuku. Dan hanya dia aku takuti. Dan hanya dia dan keluarga aku yang aku hormati. Selama ini aku hanya berusaha untuk menghindari kelompok-kelompok yang menjijikkan itu. Aku melakukan itu semua demi ibu aku. Sudah cukup permasalahan di keluarga Girado sehingga membuat Ibu aku tertekan. Dan aku nggak mau menambah masalah dengan aku selalu membuat masalah di sekolah. Walau bukan aku yang terlebih dahulu memulainya."


Mendengar penuturan dari Prisca membuat Billy, Tommy, para sahabatnya dan kelima sahabatnya Aryan menatap penuh bangga akan sikap dewasa Prisca, termasuk Aryan. Baik Billy, Tommy, Aryan maupun para sahabatnya dan para kelima sahabatnya Aryan percaya akan semua yang dikatakan oleh Prisca.


Mereka sudah melihat buktinya sendiri ketika Prisca marah besar terhadap Cherry. Kemarahan Prisca berhasil membuat seorang Cherry ketakutan.


"Karena kebaikan Kimberly yang sudah nolongin gue dari kelompok Sena dan Cherry. Gue makin ingin menjadikan Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine sahabat gue, karena gue memang sejak dulu pengen punya sahabat. Gue memberanikan diri menghampiri Kimberly, Rere, Santy, Sinthia, dan Catherine yang saat itu tengah memesan makanan. Sesampainya didekat mereka, gue langsung mengungkapkan keinginan gue itu. Alhasilnya, gue berhasil! Kimberly dan keempat sahabatnya langsung menerima gue jadi sahabat mereka."