
Jason berada di ruang kerjanya di perusahaannya. Saat ini Jason sedang mengerjakan sesuatu sebelum pergi untuk menemui seseorang kenalan lamanya di sebuah Cafe terkenal di Jerman.
Setelah membutuhkan beberapa menit mengerjakan pekerjaannya. Akhirnya Jason pun telah selesai menyelesaikan semuanya.
"Hah!"
Jason menghela nafas lega sembari menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi kerjanya.
Ketika Jason tengah merilekskan sedikit tubuhnya, tiba-tiba dirinya teringat akan rapat saham di perusahaan Samuel Grup dan kerja sama dua hari yang lalu bersama perusahaan Artha Company.
Flashback On.
***
[PERUSAHAAN SAMUEL GRUP]
Para karyawan kini terlihat sangat sibuk, mempersiapkan berbagai kebutuhan rapat. Mulai dari dekorasi gedung, tamu undangan serta jamuan makanan dan minuman para tamu.
Bukan hanya karyawan dari Perusahaan SAMUEL GRUP yang disibukkan dengan acara rapat tahunan Pemegang Saham, para wartawan dan berbagai media cetak tak luput dari semua itu. Mereka juga hilir mudik mempersiapkan semua alat kamera mereka untuk mengambil posisi gambar nantinya.
Satu persatu para pemegang saham memasuki gedung megah itu. Kini suara terdengar riuh didalam gedung tersebut. Para wartawan hanya bisa mengambil gambar dari jarak sepuluh meter karena jalan yang dilewati para pemegang saham sudah diberi pembatas dan dijaga ketat oleh polisi dan bodyguard yang sudah dipersiapkan oleh Perusahaan.
Pemilik Perusahaan yaitu Samuel Wong datang terlebih dahulu. Semua bahan rapat telah tersimpan didalam tasnya.
Kini semua pemegang saham telah berada didalam ruangan, termasuk Alana dan Devan. Setelah semuanya lengkap. Sekretaris dari Samuel Wong pun mulai membacakan susunan acara.
"Siang TUAN-TUAN dan NYONYA-NYONYA sekalian. Kami selaku panitia rapat tahunan dan sekaligus penandatanganan kontrak kerja sama dengan Perusahaan Artha Company. Secara Perusahaan Artha Company memiliki saham sebesar 45%. Untuk mempersingkat waktu. Mari kita mulai saja acara rapatnya dan penandatanganan kontrak kerja sama dengan Perusahaan Artha Company," ucap Sekretaris Andi.
"Rapat Tahun ini akan membahas tentang Laporan pelaksanaan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilakukan oleh dewan komisaris selama tahun buku yang baru lampau," pungkas Samuel
Lalu sekretaris Andi membagikan beberapa berkas pada masing-masing pemegang saham.
Kesepuluh pemegang saham membuka berkas tersebut. Mereka membaca dan memahami serta mempelajari isi dari berkas tersebut.
Setelah memahami isi berkas tersebut, para pemegang saham menutup map tersebut.
"Bagaimana Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya?" tanya Sekretaris Andi.
"Kami setuju," jawab pemegang saham secara bersamaan.
"Jadi mulai besok kita akan mulai melaksanakan semuanya," mata Samuel. Semuannya mengangguk.
"Baiklah. Acara intinya sudah selesai. Sekarang saatnya keacara penutup yaitu penandatanganan kontrak kerja sama dengan Perusahaan Artha Company. Silahkan Tuan Ramos Alvaro!" seru Sekretaris Andi.
"Terima kasih, Sekretaris Andi." Ramos Alvaro berucap.
Setelah beberapa menit, mereka semua pun menandatangani berkas tersebut, termasuk Jason dan Fathir. Ramos yang melihat Jason dan Fathir menandatangani berkas tersebut tersenyum kemenangan.
"Rencanaku berjalan sempurna," batin Ramos.
Jason yang memperhatikan wajah Ramos yang sedang tersenyum hanya bersikap biasa saja.
Sepuluh menit kemudian, acara penandatanganan kontrak kerja sama pun selesai. Mereka saling berjabat tangan. Dan terakhir Ramos menjabat tangan Jason dan Fathir.
"Terima kasih, Tuan Fathir. Semoga kerja sama Perusahaan kita berjalan dengan lancar."
"Ya. Saya berharap begitu. Semoga anda tidak menyesal bekerja sama dengan Perusahaan saya," jawab Fathir.
"Tentu tidak, Tuan." Ramos menjawab dengan senyuman kebahagiaan di wajahnya.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi pada Perusahaanmu," batin Fathir.
Fathir sudah tahu rencana licik dari Ramos Alvaro karena putra sulungnya sudah menceritakan semuanya padanya saat di dalam perjalanan menuju Perusahaan Samuel GRUP.
Setelah berjabat tangan dengan Fathir. Kini Ramos berjabat tangan dengan Jason.
"Terima kasih, tuan Jason. Terima kasih Perusahaan anda sudah bersedia bekerja sama dengan Perusahaan saya," ucap Ramos.
"Sama-sama. Sama seperti Tuan Fathir ayah saya. Semoga anda tidak menyesal karena telah memilih bekerja sama dengan Perusahaan saya," ucap Jason.
"Tentu aku tidak akan menyesal. Karena sebentar lagi Perusahaan milikmu menjadi milikku," batin Ramos.
"Sama sekali tidak, tuan. Justru saya merasa bahagia dan bangga bisa bekerja sama dengan Perusahaan anda," jawab Ramos.
"Jangan terlalu senang dulu, Tuan Ramos Alvaro. Justru kaulah yang akan kehilangan Perusahaanmu. Bahkan kau juga akan kehilangan rumah mewahnya. Bukan itu saja kau akan marah besar dengan orang yang sudah meminta bantuan padamu sehingga membuat kau kehilangan segalanya," batin Jason.
"Ach, baiklah! Dikarenakan acaranya sudah selesai. Jadi kami pamit undur karena masih ada pekerjaan yang harus kami selesaikan," ucap Fathir.
"Baiklah tuan Fathir, tuan Jason!" semuanya menjawab bersamaan.
Setelah mengatakan hal itu. Fathir, Jason, Ronald dan Sekretaris Fathir yaitu Zacky pun pergi meninggalkan ruang rapat.
Flashback Off.
Seketika terukir senyuman manis di bibir Jason ketika mengingat rapat saham tahunan tersebut dan juga penandatanganan kontrak kerjasama dengan perusahaan Artha Company dua hari yang lalu. Dia tidak sabar ingin melihat ekspresi wajah terkejut dari seorang Ramos Alvaro ketika mengetahui semua rencananya gagal total. Bahkan dia juga tidak sabar melihat kemarahan seorang Ramos Alvaro mengetahui bahwa perusahaan dan rumah mewah miliknya sudah menjadi milik orang lain.
"Ramos Alvaro. Tunggu kehancuranmu! Ditmar Mandova. Kau sudah berani mengusikku. Dan ini adalah untuk kesekian kalinya. Tunggulah kejutan dariku untukmu. Untuk kali ini aku tidak akan berbaik hati lagi padamu. Kau akan benar-benar hancur ditanganku," batin Jason.