
Semuanya telah berkumpul di meja makan, hanya menunggu Kimberly yang masih di dalam kamarnya.
Nashita memberikan masing-masing segelas teh hangat kepada suami dan keempat putranya.
"Ini tehmu sayang."
"Terima kasih sayangku."
"Dan teh untuk kalian."
"Terima kasih, Mom!" jawab Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.
Baik Fathir maupun Jason, Uggy, Enda dan Riyan sama-sama meminum teh hangat yang dibuat oleh perempuan yang begitu mereka cinta dengan penuh cinta.
Ketika Fathir dan keempat putranya tengah menikmati teh hangat, sementara Nashita masih menyiapkan sarapan khusus untuk putrinya. Mereka semua dikejutkan dengan suara sapaan dari kesayangannya.
"Selamat pagi semuanya!"
Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum mendengar sapaan dan senyuman dari Kimberly.
Kimberly berjalan mendekat ayahnya lalu memberikan satu kecupan di pipi ayahnya itu.
"Pagi Daddy."
Fathir tersenyum bahagia mendapatkan ciuman dan sapaan dari putrinya.
"Pagi juga sayang," jawab Fathir lalu memberikan ciuman balasan di pipi putrinya.
Kimberly beralih mendekati ibunya yang saat ini tengah menyiapkan sarapan pagi untuknya.
"Pagi Mommy ku yang paling cantik dan paling baik sedunia. Aku sayang Mommy." Kimberly berucap sambil memberikan ciuman di pipi ibunya.
Sama halnya seperti suaminya. Nashita merasakan kehangatan di hatinya ketika putrinya memberikan ciuman di pipinya.
"Mom, ini untukku?"
"Iya, sayang!"
Setelah mendapatkan jawaban dari ibunya, Kimberly langsung mencomot satu lalu langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.
"Mom, ini enak sekali!"
Nashita tersenyum. "Kamu suka?"
"Tentu. Semua masakan Mommy nggak ada yang nggak enak. Semuanya enak!
"Terima kasih sayang," ucap Nashita lalu memberikan ciuman di pipi putrinya itu.
"Sekarang kamu duduk biar kita bisa mulai sarapannya," ucap Nashita lembut.
"Siap, nyonya besar!" Kimberly menjawab disertai dengan memberikan hormat kepada ibunya.
Nashita yang melihat kelakuan putrinya seketika tersenyum. Begitu juga dengan Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan.
Kimberly berjalan menuju kursinya dan tak lupa menyapa keempat kakak laki-lakinya itu. Dan Kimberly juga tak lupa memberikan ciuman di pipi keempat kakak-kakaknya.
Mendapatkan ciuman dari adik perempuannya membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum lebar.
"Terima kasih sayang!"
"Aku sayang kakak!"
Setelah itu, mereka semua mulai menyantap sarapan paginya disertai obrolan-obrolan kecil ditengah-tengahnya.
"Kim," panggil Fathir.
"Iya, Dad!" Kimberly menjawab sembari mengunyah makanannya.
"Boleh Daddy nanya?"
Kimberly menelan makanannya segera. Dan setelah itu, Kimberly pun menjawab pertanyaan dari ayahnya itu.
"Daddy mau nanya apa?"
Fathir menatap keempat putranya secara bergantian. Begitu juga dengan keempat putranya. Lalu mereka secara bersamaan menatap kearah Kimberly yang tampak bingung.
"Ada apa sih? Jangan buat aku takut," ucap dan tanya Kimberly.
Uggy mengeluarkan ponselnya lalu membuka galeri untuk mencari sebuah video.
Setelah mendapatkan video yang dicari, Uggy memperlihatkannya kepada adik perempuannya.
"Ini, lihatlah!"
Kimberly mengambil ponsel milik kakak keduanya itu. Setelah itu, Kimberly melihat ada sebuah video disana.
"Video," batin Kimberly.
Kimberly kemudian menekan tanda segitiga putih di layar ponsel milik Uggy. Dan berputarlah video tersebut.
Seketika Kimberly membelalakkan matanya ketika melihat video tersebut. Dan tanpa sadar Kimberly berucap sehingga membuat Uggy dan yang lainnya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Aish! Sudah dibilang jangan ngadu. Tapi masih saja ngadu. Kenapa sih nggak patuh aja apa yang diperintah oleh adik Bos nya? Ini justru malah ngirimin video sama kak Uggy. Isinya lengkap lagi."
Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum gemas mendengar ucapan demi ucapan dari putrinya/adik perempuannya. Mereka semua tahu sifat dan watak Kimberly. Dan mereka juga tahu alasan Kimberly mengomel seperti itu.
"Sudah selesai ngomelnya?" tanya Uggy ketika melihat adik perempuannya diam.
Kimberly seketika terkejut mendengar pertanyaan dari kakak keduanya itu lalu Kimberly memberikan ponsel tersebut kepada kakaknya dengan wajah cemberutnya.
"Bisa jelaskan maksud dari video itu?" tanya Enda dengan menatap wajah cantik adik perempuannya.
"Apa harus sekarang?" tanya Kimberly.
Kimberly membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban kompak dari keempat kakak laki-lakinya.
"Ceritanya panjang. Akan memakan waktu tiga hari tiga malam," jawab Kimberly asal.
"Jangan lebay," sahut Riyan.
"Jangan mencari-cari alasan," sahut Enda.
"Ceritakan sekarang!" seru Jason dan Uggy bersamaan.
"Huft!" Kimberly menghembuskan nafas pasrahnya ketika mendapatkan pengeroyokan dari keempat kakak laki-lakinya.
Sementara Nashita dan Fathir hanya diam sembari menikmati sarapannya. Mereka tidak ada niatan untuk masuk ke dalam drama Aldama bersaudara.
"Tapi aku mau habiskan sarapanku. Setelah itu, aku harus berangkat ke sekolah. Kalau aku ceritanya sekarang. Aku nggak jadi sarapan. Dan aku juga bakal terlambat ke sekolahnya."
Mendengar perkataan dari adik perempuannya membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan seketika menghela nafasnya. Antara nggak ikhlas dan kasihan.
Nggak ikhlas, karena Kimberly belum cerita tentang asal mula video itu. Kasihan, karena mereka tidak ingin membuat adik perempuannya tidak menghabiskan sarapannya dan juga terlambat ke sekolah.
"Baiklah. Ditunda sampai kamu pulang sekolah," ucap Jason.
"Kita nggak mau dengar alasan apapun dari kamu," ucap Uggy.
"Ceritakan semuanya sama kita ketika kamu pulang sekolah nanti," ucap Enda.
"No debat," ucap Riyan.
Mendengar ucapan demi ucapan dari keempat kakak laki-lakinya membuat Kimberly hanya bisa diam dan pasrah.
"Baiklah," jawab Kimberly pasrah.
Mendengar jawaban pasrah dari Kimberly membuat mereka semua tersenyum gemas.
***
Kimberly saat ini dalam perjalanan menuju sekolah. Dirinya mengendarai mobil mewah yang beberapa hari dibelikan oleh kakak ketiganya yaitu Enda.
Kimberly mengendarai mobilnya dalam kecepatan sedang sembari mendengarkan musik menggunakan earphone di telinga kanannya.
Ketika Kimberly tengah fokus mengendarai mobilnya, matanya tak sengaja melihat sosok yang sangat dikenalinya.
Seketika Kimberly menghentikan laju mobilnya. Tatapan matanya masih fokus menatap kearah sosok itu.
"Apa yang dia lakukan disini? Bukankah dia ada di London?" tanya Kimberly pada dirinya sendiri dengan tatapan matanya masih menatap sosok itu.
Dengan penuh rasa penasaran, Kimberly memutuskan untuk keluar dari dalam mobil. Kimberly berniat untuk mengikuti sosok itu.
^^^
Kimberly sudah berada di sebuah ruangan private dimana ruangan itu sudah dipesan oleh seseorang. Dan orang itu menunggu seseorang yang tak lain adalah sosok yang tengah Kimberly ikuti.
Kimberly bisa masuk ke dalam ruangan itu karena Kimberly menyamar sebagai pelayan pengantar makanan.
Di dalam ruangan itu Kimberly bisa melihat kemesraan dan mendengar ucapan demi ucapan yang dilontarkan oleh kedua pasangan tersebut.
Hati Kimberly benar-benar sakit melihat kedua pasangan tersebut. Apalagi ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut sosok tersebut.
Setelah selesai melakukan tugasnya, Kimberly langsung pergi meninggalkan ruangan itu dengan hati yang terluka.
"Kakak Iyan," ucap Kimberly dengan suara lirihnya.
Kimberly memutuskan pergi meninggalkan cafe itu untuk segera menuju sekolahnya.
***
Billy, Tommy, Andhika, Triny, Aryan dan para sahabatnya sudah berada di sekolah. Begitu juga dengan keempat sahabatnya Kimberly. Mereka semua saat ini tengah berada di halaman depan sekolah. Tujuan mereka ada di sana adalah untuk menunggu kedatangan Kimberly. Yang paling bersemangat disini adalah keempat sahabatnya Kimberly.
Baik Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menunggu Kimberly di depan halaman sekolah agar mereka bisa mencegat langsung Kimberly. Setelah itu, mereka akan menyerang Kimberly dengan banyak pertanyaan.
Billy melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 7. Setelah itu, Billy melihat ke sekelilingnya untuk mencari keberadaan keberadaan Kimberly. Siapa tahu Kimberly sudah memasuki perkampungan sekolah tanpa sepengetahuan dirinya dan yang lainnya. Itu yang dipikirkan oleh Billy
Tak jauh beda dengan Tommy, Triny dan Aryan. Mereka juga melihat jam yang ada di tangan kirinya. Mereka saat ini benar-benar khawatir akan Kimberly yang belum menampakkan diri.
"Kenapa Kimberly lama sekali? Tidak biasanya Kimberly telat seperti ini," ucap dan tanya Aryan.
"Aku sudah hubungi Kimberly. Tapi nggak diangkat," sahut Santy.
"Kim, kamu dimana? Semoga kamu baik-baik saja," batin Tommy.
"Kim," lirih Billy, Triny dan Aryan.
Ketika mereka semua tengah memikirkan Kimberly yang belum menampakkan diri di sekolah, tiba-tiba salah satu sahabatnya Triny melihat mobil Kimberly memasuki perkarangan sekolah.
"Itu mobil Kimberly!" seru Alisha sembari menunjuk kearah mobil Kimberly.
Mendengar seruan dari Alisha. Tommy, Billy, Triny, Aryan dan yang lainnya langsung melihat kearah tunjuk Alisha. Seketika terukir senyuman manis di bibir mereka masing-masing ketika melihat Kimberly yang keluar dari dalam mobil dengan keadaan baik-baik saja.
Billy, Triny, Aryan, Tommy dan yang lainnya masih melihat kearah Kimberly. Pandangan mereka tak lepas dari Kimberly.
"Yak! Apa-apaan mereka?" Aryan berucap kesal ketika melihat tiga murid perempuan melabrak Kimberly.
Aryan dan yang lainnya melihat tiga murid perempuan yang berjalan buru-buru sehingga menabrak Kimberly sehingga mengakibatkan satu murid perempuan tersebut terjatuh.
Melihat hal itu membuat Kimberly melirik sekilas setelah itu Kimberly kembali melangkah karena menurut Kimberly bukan dirinya yang membuat murid perempuan itu terjatuh.
"Mereka yang salah kenapa mereka yang marah dengan Kimberly, ucap Catherine.
Melihat gadisnya dalam masalah membuat Tommy langsung menghampiri gadisnya dan diikuti oleh Billy, Triny, Aryan dan yang lainnya.