
Kimberly sudah bangun dari tidurnya selama tiga hari. Ketika mereka melihat Kimberly membuka kedua matanya. Mereka semua tampak bahagia, tak kecuali Tommy, keempat sahabatnya dan para sahabat dari Billy, Aryan dan Triny. Mereka semua berada di ruang rawat Kimberly.
Baik Nashita, Fathir dan keempat kakak-kakaknya secara bergantian memberikan ciuman sayang di kedua pipinya dan keningnya. Begitu juga dengan para kakak-kakak sepupunya serta paman dan Bibinya.
"Mommy bahagia lihat kamu bangun sayang," ucap Nashita lalu kembali mencium pipi putrinya.
"Daddy juga bahagia sayang." Fathir juga memberikan kecupannya di pipi putri satu-satunya.
Kimberly yang mendapatkan ciuman sayang dari kedua orang tuanya tersenyum bahagia.
Senyuman Kimberly makin lebar ketika matanya melihat semua anggota keluarganya dan orang-orang terdekatnya semuanya berada di hadapannya.
Melihat senyuman Kimberly membuat hati mereka menghangat. Terutama untuk Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan.
Namun senyuman Kimberly seketika luntur. Melihat hal itu membuat mereka semua khawatir.
Kimberly merasakan ada yang beda di salah satu kakinya. Kimberly merasakan salah satu kakinya tidak bisa digerakan.
"Mom-mommy," lirih Kimberly dengan tatapan matanya kearah kakinya.
Kimberly menyibak selimut yang menutupi kakinya. Dan kemudian, Kimberly mencoba menggerakkan kedua kakiny.
Kaki kanannya bisa digerakkan. Sementara kaki kirinya tidak bisa sama sekali.
"Sayang," Nashita berucap sambil mengusap lembut kepala putrinya.
"Mommy, kakiku." Kimberly berucap sambil menangis.
Kimberly masih terus menggerakkan kaki kirinya. Namun hasil tetap sama. Kaki kirinya tidak bisa digerakkan.
"Mommy!" teriak Kimberly dan disertai air matanya yang mengalir membasahi wajah cantiknya.
"Sayang. Katakan pada Daddy. Ada apa? Jangan buat Daddy khawatir."
"Daddy, kakiku. Kaki kiriku tidak bisa digerakkin... Hiks," jawab Kimberly disela isakannya.
DEG!
Mereka semua terkejut ketika mendengar perkataan Kimberly yang mengatakan bahwa kaki kirinya tidak bisa digerakkaan.
"Sayang! Kamu Jangan bercanda, Nak! Kamu pasti bohongkan sayang," Nashita berucap lirih dan juga menangis.
"Mommy... Hiks. Aku gak bohong... Hiks... Mommy! Kaki kiriku benar-benar tidak bisa digerakkin." isak tangis Kimberly makin kencang.
Jason yang berdiri di samping ibunya langsung bertukar posisi dengan ibunya. Kemudian Jason langsung memeluk tubuh adiknya itu. Seketika tangis Kimberly makin kencang.
"Kakak Jason... Hiks... Aku... Aku tidak mau lumpuh. Aku ingin jalan lagi... Aku ingin jalan lagi... Hiks... Kak."
Jason menangis ketika mendengar rentetan aduan dari adik perempuannya. Hatinya benar-benar hancur saat ini. Dari Kimberly masih kecil sampai Kimberly tumbuh dewasa. Jason mati-matian menjaga dan melindungi adik perempuan satu-satunya. Begitu juga dengan Uggy, Enda dan Riyan. Dan dibantu oleh para saudara-saudara sepupunya.
Tapi ini apa? Adik perempuannya kembali merasakan kesakitan. Dan kali ini kesakitan yang dirasakan oleh adiknya berkali lipat. Adiknya tidak bisa berjalan. Adiknya mengeluh bahwa kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Dengan adiknya tidak bisa berjalan. Itu akan membuat hidup adiknya hancur.
"Kakak... Hiks... Aku mau jalan lagi. Aku gak mau lumpuh. Aku gak mau lumpuh... Hiks."
Jason mengeratkan pelukannya dan sesekali memberikan kecupan di pucuk kepala adiknya.
"Kamu tidak akan lumpuh sayang. Kakak sangat yakin ini hanya sementara. Dan kamu akan bisa jalan lagi. Sabar, oke!" Jason berusaha menenangkan adiknya.
CEKLEK!
Pintu ruang rawat Kimberly dibuka. Mereka semua melihat kearah pintu dan dapat mereka lihat. Seorang Dokter bersama perawat memasuki ruang rawat Kimberly.
Melihat kedatangan Dokter tersebut. Mereka memberikan ruang untuk Dokter itu. Sementara Jason masih memeluk adiknya karena adiknya juga memeluknya erat.
"Apa yang anda rasakan?" tanya Dokter itu ketika sedang memeriksa Kimberly.
Mendengar jawaban dari Kimberly. Dokter itu pun menyentuh kaki kiri Kimberly. Dokter itu memberikan rangsangan di telapak kaki kiri Kimberly.
"Apa kamu merasakannya?" tanya Dokter itu. Kimberly mengangguk sebagai jawabannya.
Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Dokter itu tersenyum. Dokter itu paham akan ketakutan Kimberly.
"Kamu pasti ketakutan karena kamu tidak bisa menggerakkan kaki kiri kamu kan?" tanya Dokter itu. Kimberly kembali menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Kamu tidak perlu khawatir akan kaki kiri kamu. Itu hanya efek samping dari obat yang disuntikkan ke kaki kiri kamu. Ketika kecelakaan itu. Kedua kaki kamu mengalami luka. Yang mengalami luka serius kaki kiri kamu. Tulang kaki kiri kamu mengalami keretakkan. Obat yang saya suntikan itu untuk membantu menyembuhkan tulang kaki kamu yang retak itu. Makanya saat kamu mau menggerakkan kaki kiri kamu. Kamu gak bisa. Tapi saat diberikan sentuhan, kamu merasakannya." Dokter itu menjelaskan tentang kondisi kaki kiri Kimberly.
Mendengar penjelasan dari Dokter tersebut membuat mereka semua bisa bernafas lega. Mereka semua bersyukur jika kesayangan mereka semua tidak kenapa-kenapa.
"Benarkah Dokter? Dokter tidak bohongkan? Saya bisa jalan lagi kan Dokter?" tanya Kimberly dengan mimik wajah yang siapa pun melihatnya tidak akan tega.
"Seperti itulah kenyataannya. Saya tidak berani berbohong kalau masalah kesehatan dan kondisi pasien saya."
"Berapa lama prose adik saya bisa jalan kembali?" tanya Uggy.
"Tidak lama kok. Tergantung obat itu. Jika obat itu reaksinya cepat. Dan pasien tidak mengeluh kesakitan sama sekali di bagian kaki kirinya. Dalam jangka waktu 10 hari. Pasien sudah bisa berjalan kembali. Tapi saya sarankan selama satu bulan penuh pasien harus istirahat total. Pasien jangan dulu melakukan aktivitas apapun. Boleh bergerak dan boleh berjalan, tapi dibatasi. Jangan terlalu dipaksakan. Setelah satu bulan penuh itu habis. Pasien boleh kembali melakukan apapun yang dia mau tanpa ada halangan maupun hambatan."
"Tuh, Kim! Dengarkan nasehat Dokter. Jangan ngeyel dan jangan keras kepala," sindir Aryan.
Mendengar sindiran dari Aryan membuat Kimberly mendengus kesal. Sementara mereka tersenyum gemas melihat wajah kesal Kimberly akan ulah Aryan.
"Terima kasih Dokter penjelasannya," ucap Fathir.
"Sama-sama, tuan! Kalau begitu saya permisi dulu. Jika butuh apa-apa. Panggil saja saya dan juga perawat saya ini."
"Baik, Dokter." mereka semua menjawabnya sembari membungkuk sopan.
Setelah itu, Dokter dan perawat itu pun pergi meninggalkan ruang rawat Kimberly.
Kimberly berlahan melepaskan pelukannya dari kakak tertuanya. Dan wajahnya juga sedikit lega ketika mendengar penjelasan dari Dokter barusan. Mereka yang melihat itu juga ikut bahagia.
"Bagaimana? Udah tenang, hum?" tanya Fathir dengan mengecup pucuk kepala putrinya.
"Hm." Kimberly menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Dan aku kembali membuat kalian repot," ucap Kimberly.
Mendengar ucapan dari Kimberly mereka hanya bisa tersenyum. Mereka semua tahu bagaimana watak dan sifat Kimberly. Kimberly memiliki sifat yang sensitif jika berhubungan dengan keluarganya. Kimberly selalu menyalahkan dirinya jika melihat anggota keluarganya kerepotan akan dirinya.
"Mommy tidak akan pernah merasa lelah dalam menjagamu dan merawatmu sayang." Nashita berbicara sambil menarik pelan tubuh putrinya dan membawanya ke dalam pelukannya. "Kamu dan kakak-kakak kamu adalah hartanya Mommy dan kebahagiaan Mommy. Apapun akan Mommy lakukan untuk kamu dan kakak-kakak kamu."
Kimberly melingkarkan tangannya ke pinggang ramping ibunya. Dan memeluknya ibunya. "Terima kasih, Mom! I Love You!"
Nashita tersenyum mendengar ucapan dari putrinya. "I Love You princess nya Mommy."
Mereka semua tersenyum bahagia melihat interaksi Kimberly dan Nashita. Kimberly akan berubah manja jika sudah berada di rumah. Beda jika Kimberly berada di luar rumah. Kimberly akan berubah menjadi sosok yang kejam jika ada yang mengusiknya.
"Kami juga menyayangimu, Kimberly!" seru keempat kakaknya dan para saudara sepupunya.
"Tapi aku tidak," jawab Kimberly seenaknya. Kimberly masih memeluk ibunya.
"Hahahahaha."
Para orang tua, Tommy, sahabat dari Aryan, Triny, Billy dan keempat sahabatnya Kimberly tertawa keras ketika mendengar jawaban terlaknat Kimberly.
"Dasar adik terlaknat!" seru Jason, Uggy, Enda, Riyan dan para sepupunya.
Sementara Kimberly hanya tersenyum mendengar perkataan dari keempat kakaknya dan para sepupunya