THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Masuk Sekolah Kembali



Satu bulan sudah Kimberly istirahat total di rumah. Kini Kimberly sudah bersiap-siap dengan seragam sekolahnya. Hari ini Kimberly memutuskan untuk masuk sekolah.


Ketika Kimberly sibuk dengan urusannya di dalam kamar. Seketika dirinya dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar.


Tok.. Tok.. Tok..


"Kim, ini kakak. Kakak masuk ya!" teriak Riyan diluar kamar Kimberly.


"Iya, kak Iyan! Masuk aja!" teriak Kimberly di dalam kamarnya sebagai jawabannya.


Setelah mendapatkan jawaban dari adiknya, Riyan pun langsung membuka pintu kamar adiknya itu.


Cklek..


Suara pintu dibuka.


Setelah pintu kamar adiknya terbuka, Riyan melangkah masuk ke dalam kamar adik perempuannya.


Setibanya di dalam kamar adik perempuannya, matanya melihat bahwa adik perempuannya sudah dalam keadaan rapi dengan seragam sekolah membalut tubuh ramping sang adik. Saat ini adik perempuannya itu tengah menatap dirinya sendiri di depan cermin.


"Kamu yakin masuk sekolah hari ini Kim?" tanya Riyan yang sedikit mengkhawatirkan bahu adik perempuannya itu.


Kimberly langsung membalikkan badannya untuk menatap kearah kakaknya itu. Terlihat raut khawatir dari tatapan mata kakaknya itu.


"Kakak nggak usah khawatir ya. Bahu aku udah benar-benar sembuh kok. Ini lihatlah," ucap Kimberly sembari menggerakkan pergelangan tangan kanannya.


Riyan melihat apa yang dilakukan oleh adik perempuannya itu. Dirinya hanya bisa pasrah dan percaya apa yang dirinya lihat saat ini.


"Baiklah kakak percaya. Tapi kakak minta sama kamu. Nanti di sekolah jangan banyak aktivitas. Kurang-kurangi dulu untuk beberapa minggu ini. Pokoknya pergelangan tangan kanan kamu itu jangan terlalu banyak bergerak. Kamu mengerti!"


"Siap!"


Kimberly seketika memberikan hormat di hadapan kakak laki-lakinya itu sehingga membuat Riyan tersenyum gemas melihatnya.


"Ya, sudah! Segera turun ke bawah untuk sarapan. Mommy, Daddy, kak Jason, kak Uggy, kak Enda sudah menunggu di meja makan."


"Hm."


Setelah itu, Riyan langsung pergi meninggalkan adik perempuannya sendirian di dalam kamar untuk menuju lantai bawah.


Sementara Kimberly kembali melanjutkan kesibukannya yang sempat terhenti.


^^^


Kini semuanya sudah berada di meja makan lengkap dengan Kimberly. Mereka akan melaksanakan sarapan pagi mereka seperti biasanya.


"Mom," panggil Kimberly.


"Iya sayang."


"Ini sudah satu bulan. Berarti hari ini Risma akan tinggal bersama kita," ucap Kimberly mengingatkan.


"Iya, Mommy tahu sayang!"


Kimberly menatap wajah keempat kakak-kakaknya yang super tampan.


Jason, Uggy, Enda dan Riyan yang menyadari bahwa adik perempuannya tengah menatapnya langsung menatap balik adik perempuannya itu.


"Ada apa?" tanya kompak Jason, Uggy, Enda dan Riyan.


Seketika Kimberly membulatkan matanya ketika mendengar pertanyaan kompak dari keempat kakak laki-lakinya itu.


Melihat wajah terkejut Kimberly seketika Fathir dan Nashita tersenyum gemas. Begitu juga dengan Jason, Uggy, Enda dan Riyan.


"Aish," kesal Kimberly lalu kembali menyantap sarapannya.


"Oke, oke! Ada apa, hum?" tanya Jason.


"Siapa yang mau antar aku ke sekolah?"


Mendengar pertanyaan dari adik perempuannya seketika terukir senyuman di bibir Jason, Uggy, Enda dan Riyan. Begitu juga dengan Fathir dan Nashita.


"Kamu mau diantar sama siapa, hum?" tanya Uggy.


"Yang ikhlas aja. Yang nggak ikhlas nggak usah antar," jawab Kimberly seenaknya.


Mendengar jawaban yang tak mengenakkan dari adik perempuannya membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan mendengus.


"Jadi selama ini kamu beranggapan kita nggak ikhlas antar jemput kamu sekolah?" tanya Enda.


"Kamu kan bisa lihat dari tatapan matanya," pungkas Riyan.


"Eemm... Yang aku lihat selama ini dari tatapan mata kak Jason, kak Uggy, kak Enda, kak Iyan itu nggak ada keikhlasan sama sekali." Kimberly menjawab pertanyaan dari Riyan sembari mengunyah makanannya.


Mendengar jawaban yang seenaknya dari Kimberly membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan membelalakkan matanya.


Kimberly melirik sekilas keempat kakak laki-lakinya yang kini tengah menatap dirinya dengan tatapan horornya masing-masing. Sementara Kimberly seketika memperlihatkan cengiran khasnya di hadapan keempat kakak laki-lakinya.


"Hah!" Jason, Uggy, Enda dan Riyan hanya bisa menghela nafas pasrahnya melihat kejahilan dari adik perempuannya.


"Jadi?"


"Jadi apa?"


"Siapa yang mau antarin aku ke sekolah?"


"Nggak ada!" Jason, Uggy, Enda dan Riyan menjawab bersamaan.


Mendengar jawaban kompak dari keempat kakak laki-lakinya membuat Kimberly kesal.


"Ya, udah! Aku minta diantar sama Daddy saja."


Kimberly langsung melihat kearah ayahnya sembari memperlihatkan puppy eyes nya di hadapan ayahnya.


"Daddy mau ya antar aku ke sekolah. Daddy belum pernah antar aku ke sekolah."


Melihat wajah dan tatapan menggemaskan serta mendengar permintaan putrinya membuat Fathir seketika tersenyum. Dirinya pun tak tega mengatakan tidak kepada putri satu-satunya itu.


"Baiklah. Daddy akan antar kamu ke sekolah."


Mendengar jawaban dari ayahnya membuat seketika Kimberly tersenyum bahagia.


"Yeeyyy! Aku akan pergi ke sekolah diantar Daddy... Wleee!" Kimberly berucap dengan penuh semangat sembari menjulurkan lidahnya kearah keempat kakak laki-lakinya.


Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum gemas melihat wajah bahagia dan semangat adik perempuannya.


***


Di suasana sekolah sudah terlihat ramai dimana terlihat murid-murid berlalu lalang menyusuri koridor sekolah. Dan ada juga yang baru datang.


Billy, Triny, Aryan, Risma beserta yang lainnya sudah berada di sekolah. Kini mereka tengah berada di lapangan yang biasa digunakan untuk upacara.


"Kira-kira Kimberly hari ini masuk nggak? Kan Kimberly sudah satu bulan istirahatnya," ucap dan tanya Catherine.


"Seharusnya iya. Seperti yang sudah kita kenal bagaimana sifat dan watak Kimberly selama ini. Jika waktu istirahatnya sudah selesai, maka dia akan langsung masuk sekolah." Billy menjawab pertanyaan dari Catherine.


Ketika mereka sedang membahas tentang Kimberly, tiba-tiba ponsel milik Billy berbunyi. Menandakan bahwa ada notifikasi masuk ke ponselnya.


Billy yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya di saku celananya. Setelah ponselnya berada di tangannya, Billy melihat satu pesan WhatsApp dari kakak sepupunya yaitu Enda Aldama.


Billy membuka aplikasi WhatsApp. Setelah itu, Billy membuka pesan dari kakak sepupunya itu kemudian membacanya.


FROM : Kak Enda


Kimberly hari ini masuk sekolah. Daddy yang antar Kimberly.


Selama di sekolah tolong awasi anak kelinci itu. Jangan sampai anak kelinci itu berkeliaran kemana-mana.


Billy seketika tersenyum ketika membaca pesan terakhir dari kakak sepupunya.


TO : Billy


Baik, kak Enda!


Setelah membalas pesan dari kakak sepupunya, Billy kembali memasukkan ponselnya di saku celananya.


"Hari ini Kimberly masuk sekolah. Dan Kimberly diantar oleh Daddy," ucap Billy.


Mendengar perkataan dari Billy seketika Tommy bangkit dari duduknya. Setelah itu, Tommy pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya dan yang lainnya untuk menunggu kekasihnya di gerbang sekolah.


Melihat Tommy yang pergi begitu saja membuat mereka mendengus kesal. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang ikut menyusul Tommy karena mereka tidak ingin mengganggu waktu mereka.


Baik Billy dan para sahabatnya kecuali Tommy dan Andhika. Keempat sahabatnya Kimberly, Risma, Aryan dan kelima sahabatnya serta keempat sahabatnya Triny berencana untuk menjauhkan Molly dan Sheela dari Tommy dan Andhika.


Mereka akan membuat Tommy dan Kimberly serta Triny dan Andhika lebih banyak menghabiskan waktu bersama selama di sekolah sehingga Molly dan Sheela tidak ada waktu untuk mengganggu apalagi mendekati Tommy dan Andhika.


Jika seandainya Molly dan Sheela berani mengusik Kimberly dan Triny. Apalagi sampai menyakiti keduanya, walau nyatanya baik Kimberly maupun Triny tidak akan pernah bisa disentuh oleh siapa pun karena mereka bukanlah gadis lemah. Maka Billy dan yang lainnya akan langsung membalas Molly dan Sheela hari itu juga.