THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Pesan WhatsApp



[Kediaman Alexander]


Tommy saat ini berada di dalam kamarnya. Dirinya kini tengah berbaring di tempat tidur sambil memikirkan Kimberly. Tangannya memegang ponsel yang foto Kimberly sebagai wallpapernya.


"Kim, kamu lagi ngapain sih sayang! Aku kangen berat nih sekarang sama kamu. Kenapa kamu pergi nggak izin dulu sama aku," ucap Tommy.


Sampai detik ini, baik anggota keluarga dari Kimberly maupun Tommy dan yang lainnya belum mengetahui nomor ponsel Kimberly yang sekarang. Termasuk keluarga di Berlin.


Risma mengatakan kepada Billy dan Triny bahwa Kimberly menggunakan ponsel baru, namun dia belum mengetahui nomor Kimberly yang ada di ponsel baru tersebut. Tapi Risma berjanji akan secepatnya mendapatkan nomor Kimberly. Jika sudah mendapatkan nomor tersebut, Risma akan langsung memberikannya kepada Billy atau Triny.


Ketika Tommy sedang bergelut dengan pikirannya akan kerinduannya terhadap Kimberly, tiba-tiba terdengar notifikasi berbunyi.


Ting..


Tommy yang mendengar notifikasi tersebut langsung melihat ke layar. Terlihat sebuah pesan WhatsApp dari Billy.


Dengan penuh penasaran, Tommy langsung membuka notifikasi tersebut.


...Pesan WhatsApp...


Billy : Ini nomor Kimberly +49301243763. Nomor itu di ponsel barunya Kimberly.


Seketika terukir senyuman manis di bibir Tommy ketika mendapatkan nomor kekasihnya.


Tommy : Terima kasih sahabat terbaikku.


Setelah mengirimkan pesan balasan kepada Billy. Tommy pun memulai aksinya untuk menghubungi Kimberly dengan mengirimkan banyak pesan.


***


[Berlin]


Kimberly saat ini di ruang tengah. Dia sedang asyik dengan ponselnya. Apalagi kalau bukan bermain game. Dua jam yang lalu Kimberly baru saja melakukan sesuatu yang berhubungan dengan beberapa kepala keluarga di desa Mitte. Ada sekitar 40 kepala keluarga yang bekerja sebagai karyawan Pabrik milik keluarganya.


Dari hasil pertemuan dan pembicaraan Kimberly dengan 40 kepala keluarga tersebut. Kimberly mendapatkan sedikit bukti tentang Aiden sang Direktur baru itu.


Kini tujuan Kimberly selanjutnya adalah untuk mencari keberadaan tempat tinggal Barry sang Direktur lama. Kimberly ingin mendengar langsung cerita dari pria itu selama bekerja dengan keluarga Fidelyo sebagai Direktur di Pabrik.


Ketika Kimberly sedang fokus bermain game, ditambah lagi beberapa detik lagi dia akan memenangkan pertandingan tersebut. Namun detik kemudian, permainan gamenya itu terganggu dengan bunyi notifikasi yang bertubi-tubi sehingga permainan gamenya mengalami kekalahan.


Ting..


Ting..


Ting..


Ting..


"Yah! Yah! Tidak!"


Seketika Kimberly berteriak karena mengalami kekalahan.


Mendengar teriakkan dari Kimberly membuat semua anggota keluarganya yang tadinya sibuk dengan tugas masing-masing seketika keluar dan berlari menghampiri Kimberly.


Kimberly membuka notifikasi tersebut dengan mengumpat kesal. Dia ingin tahu siapa yang mengirim pesan bertubi-tubi itu padanya. Dan apa isinya.


...Pesan WhatsApp...


+49308076155 : Hallo sayang. Apa kabar?"


+49308076155 : Aku rindu kamu. Rindu banyak-banyak.


+49308076155 : Kapan pulang? Udah nggak sayang lagi ya padaku?


+49308076155 : Betah banget di Berlin!


Kimberly membaca pesan WhatsApp dari nomor yang tidak tersimpan di ponselnya. Dia berulang kali membaca pesan itu dan sesekali mengingat nomor tersebut.


Beberapa detik kemudian..


Seketika Kimberly tersenyum ketika dirinya kembali membaca ulang pesan-pesan tersebut. Sampai detik ini, Kimberly belum menyadari bahwa semua anggota keluarganya sudah duduk di sofa dengan tatapan matanya menatap kearah Kimberly. Seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup karena kesal akan teriakannya.


Kimberly : Hallo sayangku.. Cintaku.. Masa depanku. Kabarku baik-baik saja disini. Bagaimana dengan masa depanku disana?


Kimberly membalas pesan dari Tommy dengan disertai emoticon lucu.


Tommy yang di seberang telepon langsung tersenyum bahagia ketika mendapatkan balasan yang panjang dari kesayangannya. Apalagi ketika membaca tulisan terakhir dari Kimberly yaitu masa depanku


Tommy : Aku juga baik-baik saja disini. Kapan pulang? Udah betah ya di Berlin sehingga kamunya nggak ingat pulang?


Kimberly : Sebenarnya aku akan kembali ke Hamburg hari kamis besok. Tapi nggak jadi karena ada masalah disini.


Tommy : Masalah? Masalah apa, sayang?"


Kimberly : Ini masalah karyawan yang bekerja di Pabrik milik keluarga Fidelyo. Oma serta yang lainnya memecat Direktur lama karena terbukti melakukan korupsi. Bukti itu mereka dapatkan dari wakil Direktur. Dan lebih parahnya lagi, Oma serta yang lainnya langsung percaya dengan semua bukti itu bahkan mereka tidak bertanya kepada di Direktur lama itu.


Kimberly : Jangankan bertanya, memberikan kesempatan kepada si Direktur lama untuk sekedar memberikan penjelasan saja tidak.


Membaca setiap balasan dari Kimberly membuat Tommy tak tega. Dia meyakini bahwa Kimberly kembali merasakan kekecewaan. Ini adalah kedua kalinya. Pertama dari kakaknya. Sekarang dari keluarga Fidelyo di Berlin.


Tommy : Terus apa yang sudah kamu dapatkan setelah mengetahui masalah ini?


Kimberly : Aku baru mendapatkan sedikit yaitu ucapan serta penjelasan dari 40 karyawan pabrik yang memang kebetulan warga desa Mitte. Rata-rata warga-warga disana bekerja pada keluarga Fidelyo. Mereka menjelaskan semua tentang kecurangan yang dilakukan oleh si mantan wakil Direktur yang sekarang menjadi Direktur serta beberapa orang di belakangnya dan beberapa orang-orang yang menjadi tangan kanannya. Bahkan 40 karyawan itu memberikan beberapa bukti. Tapi itu belum cukup.


Tommy : Terus apa yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan bukti-bukti lain, sayang?


Kimberly : Aku akan menemui Direktur lama itu. Dialah kunci utamanya. Aku sangat yakin jika Direktur lama itu tidak bodoh. Dia pasti sudah menyiapkan sesuatu yang akan menghancurkan si Direktur baru serta antek-anteknya.


Tommy : Aku doakan semoga apa yang kamu lakukan membuahkan hasil. Tapi aku minta satu hal. Hati-hati, waspada dan jangan sampai terluka.


Kimberly tersenyum ketika membaca pesan balasan dari Tommy ditambah lagi Tommy yang menyelipkan sebuah emoticon.


Kimberly : Oke! Aku akan mengingat semua nasehatmu.


Kimberly : Eh, tunggu dulu!


Tommy : Apa, sayang?


Kimberly : Kamu dapat dari mana nomor aku?"


Tommy : Dari si bantet. Dia yang kasih nomor kamu.


Kimberly : Terus, si bantet itu tahu dari mana?"


Tommy : Mungkin dari si jelangkung yang ada di sekitar kamu sekarang.


Membaca pesan dari Tommy seketika Kimberly langsung melihat ke sekitarnya. Dan dapat Kimberly lihat semua anggota keluarganya sudah duduk cantik di sofa dengan tatapan matanya menatap kearah dirinya.


Beberapa detik kemudian..


Kimberly kembali fokus pada layar ponselnya dan kembali melanjutkan kegiatan kirim pesan dengan Tommy. Sedangkan anggota keluarganya hanya bisa menghela nafasnya ketika melihat kelakuan Kimberly siang ini.


Kimberly : Kamu benar sayang. Ada banyak jelangkung di sekitarku sekarang. Bahkan mereka semua menatapku seolah-olah hendak memakanku hidup-hidup.


Kimberly menuliskan kata-kata itu sembari tersenyum. Dan sesekali tatapan matanya melirik kearah anggota keluarganya yang masih setia menatap dirinya.


Kimberly : Bahkan mereka semua masih menatapku loh!


Tommy : Wah! Kamu harus hati-hati sayang. Bisa-bisa kamu nanti benaran dimakan hidup-hidup.


Kimberly : Hahahahaha.


Tommy : Hahahahahaha.


Setelah selesai berkirim pesan WhatsApp dengan Tommy. Kimberly pun mematikan ponselnya dan fokus pada keluarganya.