
Mendengar cerita Prisca membuat Billy, Tommy, Aryan dan para sahabatnya tersenyum bahagia. Mereka ikut merasakan kebahagiaan ketika melihat raut bahagia Prisca.
"Apa lo bahagia?" tanya Aryan.
"Tentu. Gue sangat bahagia. Apalagi yang menjadi sahabat-sahabat gue itu adalah gadis-gadis pemberani dan kuat. Gue suka itu. Sebagai perempuan kita jangan lemah atau pun takut kepada siapa pun. Selama kita nggak salah. Jangan pernah takut. Dan satu hal yang membuat gue kagum sama Kimberly."
"Apa?" tanya Billy dan Aryan penasaran. Begitu juga dengan Tommy dan yang lainnya.
"Kimberly berbeda dengan yang lainnya. Jika orang-orang seusia Kimberly yang orang tuanya kaya raya selalu bersikap sombong dan selalu memandang rendah orang lain. Bahkan suka menghina penampilan orang tersebut. Sedangkan Kimberly tidak. Dia justru tidak memperlihatkan kekayaan keluarganya. Dan dia juga merahasiakan statusnya sebagai putri dari keluarga kaya raya. Bahkan dia juga merahasiakan statusnya sebagai saudara sepupu lo, kak Billy dan kak Triny selama ini sebelum kak Risma masuk sekolah ini."
"Jadi kamu....?" Perkataan Billy terpotong.
"Iya. Aku sudah tahu siapa Kimberly sebenarnya. Dan juga sudah tahu bahwa kak Billy, Aryan, kak Triny dan kak Risma adalah saudara dan saudari sepupunya Kimberly."
"Sejak kapan?" tanya Nathan.
"Sejak kejadian Kimberly yang dipanggil kepala sekolah dan sejak seorang Billy Ravindra dan Tommy Alexander yang berlari menuju ruang kepala sekolah untuk membantu masalah saudari sepupunya dan kekasihnya."
Mendengar jawaban dari Prisca membuat Aryan, Billy dan Tommy membelalakkan matanya karena terkejut. Begitu juga dengan Andhika serta para sahabatnya.
"Jadi kamu lihat dan mendengar semuanya?" tanya Tommy.
"Hm." Prisca bergumam sembari menganggukkan kepalanya.
Billy menatap lekat wajah Prisca. "Sekarang katakan padaku. Siapa orang yang sudah mencampuri udang dan strawberry itu ke dalam makanan dan minuman Kimberly?"
"Tanpa gue kasih tahu orangnya. Kak Billy dan lo Aryan. Kalian pasti sudah tahu siapa orang tersebut. Setidaknya kalian sudah curiga dengan orang itu." Prisca menjawab pertanyaan dari Billy.
Mendengar ucapan dari Prisca membuat Billy tersenyum menyeringai. Dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Prisca. Begitu juga dengan Aryan , Tommy serta yang lainnya.
Para sahabatnya menatap wajah Billy, Tommy dan Aryan. Dan dapat mereka lihat bahwa Billy, Aryan dan Tommy memang mencurigai seseorang.
"Asena, Cherry! Kalian sudah mengibarkan bendera perang sama gue. Tunggu saja apa kejutan yang menanti lo. Begitu juga dengan ketujuh sahabat lo," batin Aryan.
Aryan memang mencurigai Asena, Cherry dan para sahabatnya karena beberapa hari ini mereka selalu mengusik Kimberly. Begitu juga dengan Billy dan Tommy.
Sedangkan untuk Syafina. Beberapa hari ini gadis itu jarang mengganggu Kimberly, walau dua hari yang lalu dia dan ketiga teman-temannya sempat kembali mengganggu Kimberly.
Setelah itu, Syafina dan ketiga teman-temannya itu tidak menggangu Kimberly lagi. Alias menghilang ntah kemana.
Alasan Aryan yang mencurigai Asena, Cherry dan keenam sahabatnya itu adalah karena Asena dan Cherry cemburu terhadap Kimberly. Asena dan Cherry berpikir bahwa Kimberly menyukainya layak dirinya seorang kekasih. Begitu juga dengan Billy dan Tommy.
Bagi Aryan, Billy dan Tommy. Siapa pun yang akan menjadi kekasihnya. Asena, Cherry dan keenam sahabatnya itu tidak berhak untuk ikut campur. Apalagi sampai menyakiti kekasihnya itu. Aryan, Billy dan Tommy sama sekali tidak menyukai Asena, Cherry dan para sahabatnya itu. Apalagi berniat menjadikan kekasih mereka.
Baik Aryan, Billy, Tommy, Andhika maupun sahabat-sahabatnya paling tidak suka jika ada orang yang suka mengusik orang-orang yang dekat dengannya. Apalagi orang yang mendekatinya itu adalah seorang perempuan.
Billy, Aryan dan Tommy berhak bergaul dengan siapa pun. Baik hubungan pertemanan, persahabatan maupun hubungan percintaan.
"Lona dan Asena!"
"Iya. Mereka berdua pelakunya."
"Bagaimana cara mereka melakukannya?" tanya Andry.
"Mereka menemui anak ibu kantin. Mereka meminta anak Ibu kantin untuk mencampur udang kering ke dalam nasi goreng Kimberly. Dan mereka juga meminta untuk mencampurkan buah strawberry ke dalam jus pokat Kimberly dengan cara dihaluskan."
"Kenapa anak Ibu kantin itu mau melakukannya?" tanya Evan.
"Awalnya tidak mau. Tapi karena mendengar ucapan dari Sena yang mengatakan bahwa itu adalah permintaan Kimberly sendiri, makanya anak ibu kantin itu akhirnya mau melakukannya."
"Brengsek!" Billy, Tommy dan Aryan benar-benar marah akan perbuatan yang dilakukan oleh Asena dan Cherry.
"Dan lebih parahnya lagi. Setelah kejadian itu dimana identitas kalian dan Kimberly terbongkar. Dan ketika melihat kondisi Kimberly yang tak baik-baik saja. Lebih tepatnya reaksi Kimberly diluar perkiraan Asena dan Cherry serta keenam sahabatnya. Sena dan Cherry berpikir bahwa Kimberly akan mengalami gatal-gatal biasa sehingga membuat wajah dan kulitnya menjadi jelek. Sena dan Cherry berniat ingin mengancam anak Ibu kantin jika perintahnya tidak dipenuhi."
Mendengar ucapan dari Prisca membuat Billy, Aryan, Tommy, Andhika dan para sahabatnya marah. Mereka tidak menyangka jika Asena dan Cherry akan bertindak diluar batasannya.
"Wah! Ternyata dia mau lari dari tanggung jawab," sahut Jerry.
"Sekarang apa rencana lo, Aryan?" tanya Raka.
"Yang jelas gue bakal buat perhitungan sama mereka berdua. Tapi gue akan bermain cantik," jawab Aryan.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Billy dan Tommy.
"Aku bakal teror mereka berdua setiap hari. Aku bakal teror mereka secara bergantian lewat pesan, telepon dan kiriman paket."
Mendengar ucapan dari Aryan membuat Billy, Tommy, Andhika dan para sahabatnya serta kelima sahabatnya Aryan seketika tersenyum evil. Begitu juga dengan Prisca.
Prisca juga ingin ikut dalam permainan Aryan. Bagaimana pun Asena, Cherry dan kelompoknya juga sudah berani mengusik dirinya.
"Untuk urusan telepon menelpon. Biar jadi urusan gue," ucap Ivan.
"Untuk urusan menulis pesan. Serahkan sama gue," sahut Jerry.
"Dan masalah pengiriman paket. Serahkan sama gue. Gue bakal buat dua cewek itu histeris ketika menerima paket dari gue," ucap Mirza.
"Dan gue bertugas sebagai pengawas si ratu bully itu. Dan memberikan setiap informasi kepada kalian. Jadi dengan begitu kalian akan dengan mudah mengirimkan teror kalian kepada dia," ucap Lian.
"Setuju!" seru Billy, Aryan, Tommy, Andhika dan para sahabatnya bersamaan.
"Boleh gue ikutan? Bagaimana pun dia dan ketujuh sahabatnya sudah menjadi musuhku," ucap dan tanya Prisca.
"Tentu. Dikarenakan lo adalah sahabat dari sepupu gue. Lo boleh ikutan dalam rencana ini."
"Baiklah. Mulai besok gue akan melakukan tugas pertama. Selama di sekolah. Biar gue yang memberikan teror kepada Asena, Cherry dan keenam sahabatnya."
"Baiklah," jawab mereka bersamaan sembari tersenyum bak iblis.