THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Permintaan Kimberly



Kimberly dan Tommy saat ini berada di perjalanan. Mereka memutuskan untuk pergi jalan-jalan sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah.


Sementara ketiga sepupunya dan sahabat-sahabatnya sudah berada di rumah masing-masing.


"Oh iya, Kim! Berati kamu sudah tahu soal kak Arlo kembali ke Jerman?" tanya Tommy.


"Iya. Kedua orang tuanya kak Arlo bilang akhir bulan ini kak Arlo kembali ke Jerman."


"Apa yang akan kamu lakukan yang pertama kalinya ketika kamu bertemu dengan kak Arlo?" tanya Tommy.


"Eem.. nggak banyak. Dikarenakan ketika pertemuanku dengan kak Arlo waktu itu singkat dan aku juga belum mempertemukan kak Arlo dengan Mommy, Daddy, kak Jason, kak Uggy, kak Enda dan kak Iyan setelah sekian lama berpisah. Hal pertama yang ingin aku lakukan adalah membawa kak Arlo ke rumah agar kak Arlo bisa bicara dengan mereka."


Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Tommy langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Dan aku juga akan cerita kepada mereka tentang pertemuanku dengan kedua orang tuanya kak Arlo serta alasan mereka bertemu denganku," ucap Kimberly.


"Jadi dengan kata lain kedua orang tua kamu akan membantu kamu untuk membujuk kak Arlo agar mau memaafkan kedua orang tuanya. Begitu kan?"


"Hm!"


Tommy tersenyum ketika mendengar jawaban dari Kimberly. Kemudian tangannya mengusap lembut kepala Kimberly.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan. Kini Kimberly dan Tommy sudah berada di sebuah cafe terkenal di kota Hamburg, Jerman.


***


Di kediaman Fathir Aldama terlihat anggota keluarga tengah berkumpul di ruang tengah. Terlihat Fathir, Nashita beserta putranya dan Rafassya dan Helena beserta putra dan putrinya.


"Bagaimana sekolah kalian Aryan, Valen?" tanya Fathir.


"Semuanya lancar Daddy!" Aryan dan Valen menjawab bersamaan.


Mendengar jawaban dari kedua keponakannya seketika terukir senyuman di bibir Fathir.


Aryan menatap wajah sang Paman. Dirinya hendak memberitahu bahwa hubungannya dengan Kimberly sudah membaik.


"Dad, Mom!" panggil Aryan.


"Iya, sayang!" Fathir dan Nashita menjawab bersamaan panggilan dari keponakannya.


"Aku ingin memberitahu Mom dan Dad. Begitu juga dengan kak Jason, kak Uggy, kak Enda dan kak Riyan."


"Apa, sayang?"


"Ini masalahku dengan Kimberly," jawab Aryan.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Uggy.


"Apa Kimberly masih ketus kalau bicara sama kamu?" tanya Jason.


"Apa....?"


Perkataan Enda seketika terhenti karena Aryan langsung memotongnya.


"Aku dan Kimberly sudah baikan ketika di sekolah tadi," sahut Aryan dengan memperlihatkan senyumannya.


Mendengar perkataan dari Aryan membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum. Begitu juga dengan Rafassya, Helena, Pasya, Fathan dan Valen.


"Benarkah sayang?" tanya Nashita.


"Benar, Mom!" jawab Aryan.


Mereka tersenyum bahagia dan bersyukur ketika mendengar jawaban dari Aryan.


"Daddy senang mendengar hubungan kamu dan Kimberly sudah membaik," ucap Daddy.


Aryan tersenyum mendengar perkataan dari Fathir. Bukan hanya keluarganya saja yang bahagia hubungannya dengan Kimberly membaik. Dirinya secara pribadi juga merasakan kebahagiaan.


Yang membuat Aryan bahagia adalah Kimberly yang mau meminta maaf dan mengakui kesalahannya di hadapan dirinya.


"Terima kasih Dad," ucap Aryan.


Rafassya menyadari sesuatu bahwa salah satu keponakannya tidak terlihat di hadapannya.


"Kak Nashita. Kimberly mana? Kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi," ucap dan tanya Rafassya.


Mendengar pertanyaan dari Rafassya membuat Fathir dan Nashita langsung melihat kearah Rafassya.


"Kimberly beberapa menit yang lalu menghubungiku dan minta izin bahwa dia akan pulang terlambat," ujar Enda menjawab pertanyaan dari Rafassya sang Paman.


"Memangnya izin kemana?" tanya Helena.


"Mama Helena kayak tidak pernah muda saja," ledek Riyan.


Mendengar perkataan sekaligus ledekan dari Riyan membuat Helena seketika langsung paham.


"Iya, iya! Mama sudah paham sekarang." Helena langsung menjawab perkataan dari keponakannya itu.


Mereka semua tersenyum mendengar perkataan dari Helena. Apalagi ketika melihat wajah lucu Helena ketika mengatakan kata itu.


Tin.. Tin..


"Nah, tuh anaknya pulang!" seru Uggy dan Fathan bersamaan.


Bertepatan setelah keduanya mengatakan itu, terdengar suara teriakan dari arah ruang tamu menuju ruang tengah.


"Mommy, Daddy! Putrimu yang cantik pulang!"


Mendengar teriakan dari Kimberly. Fathir dan Nashita hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Begitu juga dengan keempat kakak laki-lakinya, Paman, Bibinya dan keempat sepupunya.


Mereka semua melihat kearah Kimberly yang melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dengan senyuman mengembang di bibirnya.


"Mommy," ucap Kimberly langsung menghempaskan tubuhnya di sofa kemudian memeluk tubuh ibunya erat.


Nashita seketika tersenyum ketika mendapatkan pelukan dari putrinya. Tangan kanannya mengusap tangan putrinya yang berada di perutnya bersamaan dengan kecupan di kepala putrinya.


"Sepertinya putri Mommy lagi bahagia, hum?" tanya Nashita.


"Hm!" Kimberly menjawab pertanyaan dari ibunya sembari menganggukkan kepalanya.


Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Fathir dan Nashita tersenyum. Begitu juga dengan keempat kakaknya, Paman, bibi dan keempat sepupunya.


Setelah puas memeluk tubuh ibunya. Kimberly seketika langsung melepaskan pelukannya. Setelah itu, Kimberly menatap wajah cantik ibunya dan beralih menatap wajah tampan ayahnya yang duduk di samping kanan ibunya.


"Mom, Dad!"


"Ada apa, hum?" Fathir dan Nashita menjawab bersamaan.


"Di sekolah aku bertemu dengan kedua orang tuanya kak Arlo."


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Fathir dan Nashita langsung saling tatap. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Kedua orang tuanya Arlo ke sekolah kamu?" tanya Fathir dengan menatap wajah cantik putrinya.


"Iya, Dad!"


"Kok bisa. Dan kenapa kedua orang tuanya Arlo datang ke sekolah kamu?" tanya Uggy.


"Kedua orang tuanya kak Arlo datang ke sekolahku hanya untuk bertemu denganku," jawab Kimberly.


"Apa ini ada hubungannya dengan hubungan yang tak baik antara Arlo dan kedua orang tuanya?" tanya Jason.


"Iya," jawab Kimberly.


"Apa yang dibicarakan oleh kedua orang tuanya Arlo kepadamu, sayang?" tanya Nashita.


"Tidak banyak. Mereka hanya meminta bantuanku untuk membujuk kak Arlo. Mereka ingin berdamai dengan kak Arlo. Mereka ingin kak Arlo kembali kepada mereka dan menjadi sebuah keluarga yang utuh, walau kenyataannya salah satunya sudah pergi."


Mendengar jawaban serta cerita dari Kimberly membuat Fathir dan Nashita merasakan kesedihan akan hubungan Arlo dengan kedua orang tuanya.


"Kedua orang tuanya kak Arlo bilang kalau kak Arlo akan pulang akhir bulan ini ke Jerman."


"Dari mana mereka tahu jika Arlo akan kembali ke Jerman?" tanya Enda.


"Mereka mendatangi Apartemen milik kak Arlo di Amerika setelah usaha mereka mencari tahu keberadaan kak Arlo selama ini. Tapi...."


"Tapi apa sayang?" tanya Fathir.


"Ntah itu benar atau tidak. Kedua orang tuanya kak Arlo mengatakan bahwa kak Arlo sama sekali tidak memberikan maaf. Bahkan kak Arlo bersikap kasar kepada orang tuanya."


Mereka semua terkejut ketika mendengar jawaban dari Kimberly tentang apa yang dilakukan oleh Arlo terhadap kedua orang tuanya.


"Dad," panggil Kimberly.


"Iya, sayang! Ada apa, hum?"


"Aku berencana ingin membawa kak Arlo kesini. Aku ingin....."


"Kamu ingin Daddy dan Mommy membantu membujuk kakak kamu itu agar mau memaafkan kesalahan kedua orang tuanya. Begitu kan?"


"I-iya, Dad!"


Fathir tersenyum mendengar jawaban dari putrinya. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu. Daddy sama Mommy kamu akan berusaha untuk bicara baik-baik dengan Arlo," ucap Fathir.


Seketika Kimberly berdiri dari duduknya lalu berpindah duduk di samping ayahnya.


"Benarkah, Dad?"


"Iya, sayang!"


Grep..


Kimberly langsung memeluk tubuh ayahnya dengan erat. Dirinya benar-benar bahagia saat ini karena ayahnya mau membantunya untuk berbicara dengan Arlo.


"Terima kasih, Dad!"