THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Perkataan Kejam Dan Ancaman Ricky



"Kak Ricky," sapa Ashilla balik.


Pemuda yang menghampiri Ashilla itu adalah Ricky Fidelyo.


Ricky memang ada disana. Dirinya berada disana karena habis bertemu dengan kekasihnya.


Dikarenakan kekasihnya tidak kembali juga. Akhirnya Ricky berinisiatif menyusul sang kekasih dan berakhir dirinya melihat dan mendengar keributan di toko baju yang dikunjungi oleh Ashilla.


Kenapa Ashilla memanggil kakak kepada Ricky. Sedangkan dirinya berstatus kekasih dari kakak laki-lakinya yaitu Zivan Fidelyo? Itu dikarenakan usia Ashilla lebih muda dua tahun dari Ricky. Begitu Rehan.


Sementara untuk Triny, usia Ashilla tiga tahun diatas Triny.


Dan kenapa Ricky memanggil kakak kepada Ashilla padahal dirinya lebih tua dari pada Ashilla. Itu dikarenakan Ashilla yang awalnya tidak ingin dipanggil kakak oleh Rehan dan Ricky karena umurnya dibawah mereka berdua.


Namun keduanya tetap ngotot ingin memanggil kakak kepada Ashilla karena Ashilla calon kakak iparnya, perempuan yang dicintai oleh kakaknya yaitu Zivan Fidelyo. Demi menghormati Ashilla yang berstatus kekasih sang kakak, Rehan dan Ricky memutuskan memanggil kakak kepada Ashilla.


Sementara Ashilla memanggil kakak kepada Rehan dan Ricky menghormati keduanya karena keduanya lebih tua dari dirinya. Jadi, intinya mereka saling menghormati satu sama lainnya.


"Kak Ricky disini juga?" tanya Ashilla.


"Sepertinya yang kakak lihat," jawab Ricky.


Setelah mengatakan itu, Ricky mengalihkan pandangannya menatap kearah wanita yang mencari masalah dengan calon kakak iparnya.


"Kalina Martavia! Kita bertemu lagi!"


"Ri-ricky," ucap Kalina gugup.


"Masih ingat ternyata. Ada urusan apa kau dengan kak Ashilla? Mau berusaha untuk menghancurkan hubungan asmara kakakku dengan cara mempermalukan kak Ashilla di depan umum. Jadi, dengan begitu kak Ashilla akan pergi meninggalkan kakakku karena tidak ingin membuat kakakku menanggung malu!" teriak Ricky.


Mendengar perkataan disertai teriakan dari seorang pemuda yang datang tiba-tiba menghampiri seorang gadis yang tasnya dirampas oleh wanita lain membuat para pengunjung terkejut. Begitu juga dengan pemilik toko dan para karyawannya.


"Apa kau belum puas menyakiti kakakku ketika menjalin hubungan asmara denganmu yang berakhir pengkhianatan! Kau mengkhianati cinta tulus kakakku dengan menjalin hubungan dengan laki-laki lain! Kau mendekati kakakku hanya karena materi. Kau lebih memilih laki-laki itu dari pada memilih kakakku! Dan setelah kau mengetahui sifat jahat dari laki-laki pilihanmu itu. Setelah kakakku memutuskan hubungan asmaranya denganmu. Seenaknya saja kau minta balikan dan meminta menjalin hubungan kembali dengan kakakku!"


Semua yang ada di dalam toko itu terkejut ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Ricky. Mereka tidak menyangka jika wanita tersebut sejahat itu kepada kekasihnya.


"Kau mengetahui bahwa kakakku sudah memiliki kekasih baru yang mana kekasih kakakku itu sangat mencintai kakakku. Dia pilihan terakhir sekaligus wanita terakhir kakakku. Mereka sudah pacaran beberapa bulan ini. Dan kau....!"


Ricky berbicara sembari menunjuk kearah Kalina mantan kekasih kakaknya dengan tatapan penuh amarah.


"Kau ingin merebut kembali kakakku dengan cara menyakiti kak Ashilla. Kau mengincar kak Ashilla dan berniat ingin menghancurkan hidupnya. Bahkan kau juga akan membawa-bawa keluarga dari kak Ashilla!" teriak Ricky.


Deg..


Baik Kalina maupun Ashilla sama-sama terkejut. Jika Kalina terkejut karena Ricky tahu rencananya. Sedangkan Ashilla terkejut karena mantan dari kekasihnya itu ingin menghancurkan dirinya dan keluarganya demi mendapatkan kembali miliknya.


Bukan hanya Kalina dan Ashilla saja yang terkejut. Semua orang yang ada di dalam toko itu juga terkejut ketika mendengar ucapan dari Ricky tentang Kalina.


"Kenapa? Kau kaget dengan apa yang aku katakan barusan, hum? Kau tidak lupa siapa aku, kan?"


Kalina hanya diam di tempat dengan tubuh menegangnya. Dirinya tidak menyangka jika semua rencana yang sudah diatur olehnya diketahui oleh Ricky adik kedua Zivan.


"Seharusnya kau bersyukur karena kakakku tidak mempermasalahkan akan pengkhianatanmu itu. Kau sudah banyak menipu kakakku. Salah satunya adalah kau dengan lancang menjual rumah milik kakakku setelah kau memindahkan atas namamu. Tapi kakakku tidak mempermasalahkan hal itu karena bagaimana pun rumah itu memang akan dihadiahkan untukmu ketika setelah menikah nanti!"


Lagi-lagi semua orang terkejut ketika mendengar ucapan dari Ricky tentang kejahatan yang dilakukan oleh Kalina.


Semua para pengunjung mengeluarkan semua hinaan dan makian untuk Kalina. Bahkan mereka semua menatap jijik Kalina.


"Kakakku masih berbaik hati tidak melaporkanmu ke polisi karena bagaimana pun kau pernah hadir dalam kehidupannya dan pernah mencintainya, walau tidak benar-benar mencintainya."


"Dan sekarang kau seenaknya ingin menghancurkan kebahagiaan kakakku dengan memfitnah kekasihnya di hadapan semua orang!"


"Berhentilah mengusik kakakku, berhentilah mengganggunya. Biarkan kakakku bahagia dengan kekasih barunya. Kakakku tidak mendapatkan cinta tulus darimu. Biarkan kakakku mendapatkannya dari orang lain."


"Satu hal lagi dan ini adalah peringatan terakhir dariku dan keluargaku. Jangan buat hidupmu susah dan berakhir menderita. Mau hidup bahagia atau mau hidup menderita. Dua pilihan itu ada di tanganmu. Silahkan pilih! Kau tahu siapa aku dan lebih tepatnya kau tahu siapa itu keluarga Fidelyo!"


Mendengar nama keluarga Fidelyo membuat pengunjung toko itu terkejut. Mereka semua tahu siapa itu keluarga Fidelyo. Dan bagaimana sepak terjangnya keluarga itu.


Setelah mengatakan itu, Ricky mengalihkan perhatiannya menatap kearah Ashilla.


"Apa kak Ashilla sudah selesai?"


"Sudah. Tapi itu," ucap Ashilla sembari menunjuk kearah wanita paruh baya yang memegang tas miliknya.


"Ach, maaf nona! Ini," ucap wanita itu sembari memberikan tas tersebut kepada Ashilla.


Sementara dompet milik Kalina yang dipegang oleh si pemilik toko langsung dikembalikan kepada si pemiliknya dengan cara dilempar begitu saja kearah Kalina. Dan dompet itu jatuh tepat di kaki Kalina.


"Ini pakaian laki-laki semua. Apa ini....." Perkataan Ricky terpotong karena Ashilla langsung menjawabnya malu-malu.


"Iya."


Ricky tersenyum ketika melihat wajah malu Ashilla ketika menjawab pertanyaan dari dirinya.


***


Billy, Aryan dan Triny sudah sampai di belakang sekolah. Tak jauh dari mereka berdiri terlihat sebuah rumah pohon. Bahkan mereka juga melihat dua makhluk jadi-jadian berada di rumah pohon itu.


Ketika Billy, Aryan dan Triny hendak melangkah mendekati rumah pohon itu, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Billy dengan tidak elitnya.


Puk..


Billy seketika melihat ke samping dan dapat dilihat olehnya Tommy, Andhika dan sahabat-sahabatnya datang menyusul dirinya dan kedua sepupunya.


"Kenapa kalian kesini?" tanya Andhika.


"Mau nangkap maling," Jawa Aryan asal.


"Maling? Mana malingnya?" tanya Mirza, Ivan, Andry dan Henry bersamaan."


"Tuh!" Billy, Aryan dan Triny langsung menunjuk kearah Molly dan Sheela yang ada di atas rumah pohon.


Baik Tommy, Andhika maupun Henry, Lionel, Satya, Mirza, Andry, Ivan dan Nathan melihat kearah tunjuk Billy, Aryan dan Triny.


"Molly! Sheela!" seru mereka dengan kompak.


"Jadi...." perkataan Tommy terpotong karena Billy sudah terlebih dulu menyela.


"Jangan berisik. Kalian lihat saja," ucap Billy.


Setelah itu, Billy pergi mendekati rumah pohon itu. Diikuti oleh Aryan, Triny dan yang lainnya.


Sementara Molly dan Sheela yang tak menyadari bahwa nyawanya tengah terancam sedang enak-enakan ngadem di dalam. Kedua sedang tidur-tiduran di dalam rumah pohon tersebut.


Dan detik kemudian..


"Woi! Turun kalian!" teriak Billy dengan kerasnya di bawah.


"Molly! Sheela! Turun kalian!" kini Triny yang berteriak.


"Apa perlu kami ke atas lalu menarik kalian seperti menarik anak kambing!" teriak Aryan yang tak kalah dengan Billy dan Triny.


Sementara Tommy, Andhika dan sahabat-sahabatnya hanya bisa menghela nafas pasrahnya sembari tangannya menutup telinganya.


Molly dan Sheela yang mendengar teriakkan dari tidak orang yang berbeda seketika terkejut.


Baik Molly maupun Sheela langsung bangun dari acara tidur-tidurannya. Kemudian mereka bangkit dan berjalan menuju pintu.


Cklek..


Pintu terbuka lalu keduanya melangkah keluar dari dalam rumah pohon.


Deg..