THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Pembalasan Tommy



Tommy saat ini berada di dalam perjalanan menuju perusahaan miliknya. Seharusnya Tommy berada di rumah. Dikarenakan asisten di perusahaannya menghubunginya dan memintanya ke perusahaan, maka maka mau tidak mau Tommy pun pergi sehingga membuat acara kencannya dengan Kimberly ditunda.


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam. Tommy pun tiba di depan perusahaannya.


***


Sesampainya di depan perusahaannya, Tommy langsung memarkirkan mobilnya. Dan setelah itu, Tommy pun keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya memasuki perusahaannya.


"Selamat pagi, Bos!" seorang laki-laki yang berstatus asisten Tommy menyapa Tommy ketika memasuki perusahaan.


"Selamat pagi," jawab Tommy.


Tommy berjalan menuju ruang kerja miliknya dan diikuti oleh asistennya itu di belakang.


^^^


Kini Tommy sudah berada di ruangan pribadinya. Begitu juga dengan asistennya.


"Ada apa? Kenapa kau menyuruhku datang ke perusahaan? Bukannya aku sudah memintamu dan Arman untuk menghandle perusahaan ini untuk beberapa hari ke depan?"


"Maafkan saya Bos. Saya terpaksa meminta Bos datang. Ada masalah besar, Bos!"


"Masalah besar?"


"Iya, Bos!"


"Masalah apa?"


"Ada sebuah perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan kita. Dua hari yang lalu perusahaan kita dan perusahaan tersebut sudah menandatangani kontraknya. Dan Bos sendiri yang telah menandatangani berkas itu."


"Terus, masalahnya dimana?" tanya Tommy yang masih belum mengerti.


"Masalah tersebut ada diberkas yang sudah Bos tandatangani itu."


"Mana berkas itu?" tanya Tommy.


"Ada di dalam laci kerja Bos, bagian atas."


Mendengar jawaban dari asistennya, Tommy langsung membuka laci kerjanya.


Ketika laci itu terbuka, terlihat map berwarna merah bagian atasnya.


Tangan Tommy langsung mengambil map merah itu dan membawanya keluar.


Tommy berlahan membuka map itu dan ingin membaca kembali isi berkas tersebut.


Dan detik kemudian...


"Kenapa bisa jadi begini? Bukankah ketika saya menandatangani berkas ini. Isinya tidak seperti ini," ucap dan tanya Tommy terkejut ketika membaca isi berkas itu.


"Berkas yang Bos tandatangani itu berkas yang tulisannya menggunakan tinta yang bisa hilang Bos. Dan menyisahkan tanda tangan Bos saja."


"Tidak. Ini tidak mungkin," ucap Tommy yang tatapan matanya masih menatap isi map itu.


"Kemarin pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan kita datang kesini, Bos! Dia mengancam akan mengambil alih perusahaan ini."


Mendengar penuturan dari asistennya itu membuat Tommy mengepalkan tangannya kuat.


"Tidak. Aku tidak akan pernah menyerahkan perusahaan ini kepada bajingan itu. Ini perusahaanku. Milikku! Selamanya akan menjadi milikku." Tommy berbicara dengan penuh amarah.


Tommy menatap wajah asistennya. "Apa bajingan itu akan datang kembali?"


"Iya, Bos! Katanya satu minggu lagi laki-laki itu akan datang perusahaan ini. Laki-laki itu tidak datang sendirian, melainkan dengan beberapa orang."


"Ini masalah besar. Dan mau tidak mau aku harus meminta bantuan Papi dan kak Arka. Hanya kak Arka yang bisa membantuku untuk mempertahankan perusahaanku. Jika masalah tidak sebesar ini, aku tidak akan meminta bantuan kak Arka." Tommy berbicara di dalam hatinya.


Tommy berdiri dari duduknya dengan memegang map merah itu di tangannya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Bos? Apa kita akan benar-benar kehilangan perusahaan ini?"


Tommy tersenyum menatap wajah asistennya itu. "Kau tenanglah. Kita tidak akan kehilangan perusahaan ini. Ini perusahaan kita. Selamanya akan menjadi milik kita. Untuk saat ini kau fokus saja dengan pekerjaanmu. Dan masalah ini jangan sampai bocor kepada para karyawan."


"Baik, Bos!"


"Ya, sudah kalau begitu. Saya pamit pulang. Aku akan mengurus masalah ini secepatnya."


"Baik, Bos. Semoga berhasil."


"Terima kasih."


Setelah itu, Tommy pergi meninggalkan ruang kerjanya dengan membawa map itu di tangannya. Tommy sudah bertekad untuk meminta bantuan dengan kakak laki-laki.


Jika masalah lain, Tommy akan menyelesaikannya sendiri. Tapi ini menyangkut perusahaannya dan juga masa depannya dengan calon istrinya.


Tommy membangun perusahaan itu dari nol dan dia tidak ingin kehilangan perusahaan itu dengan cara tak elit.


***


Tommy saat ini berada di sebuah cafe yang terkenal di kota Hamburg, Jerman.


Beberapa jam yang lalu, Tommy berniat untuk menceritakan masalah perusahaannya kepada Arka.


Namun setelah dipertengahan jalan, Tommy berubah pikiran. Tommy ragu untuk memberitahu kakaknya.


Tommy tiba-tiba berdiri dari duduknya, lalu melangkah menuju toilet.


^^^


Setelah tiba di depan toilet, matanya tak sengaja melihat sosok perempuan yang begitu dia benci. Perempuan yang sudah menyakiti kekasihnya.


Perempuan itu sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Dengan rasa penasaran dan rasa keingintahuannya akan pembicaraan perempuan itu, Tommy berlahan melangkah mendekati perempuan tersebut.


Setelah berada tak jauh dari perempuan itu, Tommy bersembunyi sembari memasang telinganya untuk mendengar pembicaraan perempuan itu.


"Bagaimana, Paman? Apa Paman sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan milik Tommy?"


Tommy yang mendengar perkataan perempuan tersebut seketika terkejut.


"Sudah. Dua hari yang lalu Perusahaan Paman dan Perusahaan dari laki-laki yang kau sukai sekaligus mantan kamu itu sudah menandatangani kontrak kerja sama."


"Paman sudah melakukan apa yang aku mintakan?"


"Sesuai keinginanmu. Berkas kerja sama itu Paman tulis dengan menggunakan tinta yang cepat memudar dan hilang."


"Wah! Terima kasih Paman. Berapa lama waktu yang paman berikan kepada pemilik perusahaan itu untuk paman datang lagi kesana dan mengambil alih perusahaan itu?"


"Satu minggu."


"Baiklah. Sekarang biarkan aku yang menyelesaikannya. Aku akan menjadi dewi penolong untuk Tommy."


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Eemm! Aku akan membantu Tommy untuk mendapatkan kembali perusahaan itu dan membantu Tommy untuk mempertahankannya. Dengan begitu Tommy akan bertekuk lutut didepanku dan bersedia menjadi suamiku."


"Lalu bagaimana kerja sama kamu dengan Clara?"


"Kerja samaku dengan Clara tetap berjalan, Paman. Jika rencanaku untuk membantu Tommy mempertahankan perusahaannya gagal. Masih ada rencana Clara. Menggunakan dua rencana, tak masalahkan?"


"Ide bagus. Ya, sudah kalau begitu. Paman serahkan semuanya padamu."


"Baik, Paman."


Setelah selesai berbicara dengan sang Paman. Perempuan itu langsung mematikan panggilannya.


"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku Tommy. Dan kau Kimberly, bersiap-siaplah menderita akan kehilangan Tommy karena Tommy akan sepenuhnya menjadi milikku." perempuan itu berbicara dengan wajah sombong serta wajah penuh kebanggaan.


Setelah mengatakan itu, perempuan tersebut pergi meninggalkan toilet dan memutuskan untuk pulang.


Sementara Tommy yang sedari tadi mendengar pembicaraan perempuan tersebut seketika tersenyum menyeringai.


"Kita lihat saja nanti siapa yang akan benar-benar hancur. Dan siapa yang akan memenangi permainan ini," ucap Tommy.


Tommy mengambil ponselnya, lalu mencari nama kontak tangan kanannya.


Tommy memerintahkan tangan kanannya itu untuk menghancurkan perusahaan milik laki-laki yang berstatus paman dari perempuan tersebut.


Setelah mendapatkan nomor tangan kanannya. Tommy langsung menghubungi nomor tersebut.


Beberapa detik kemudian...


"Hallo, tuan Tommy."


"Hallo, Delon. Apa kau sibuk?"


"Tidak, tuan! Ada apa, tuan?"


"Aku ada pekerjaan untukmu. Apa kau bisa melakukannya?"


"Apa itu, tuan? Katakanlah."


"Begini, perusahaanku yaitu perusahaan TMy'Alxdr Corp dan perusahaan Jy'Hs telah menandatangani kontrak kerja sama. Namun dengan kurang ajarnya, pemilik dari perusahaan Jy'Hs mencurangi perusahaanku dengan berkas palsu. Berkas yang ditulis dengan tinta yang bisa hilang."


Mendengar penuturan dari Tommy membuat Delon terkejut. Dia tidak menyangka jika ada orang yang berani mengusik Bos nya.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membalas banjingan itu, tuan?"


"Hal yang sama juga. Tapi bedanya, jika bajingan itu hanya ingin merebut perusahaanku. Sedangkan aku bukan hanya perusahaannya saja. Melainkan semua kekayaan milik bajingan itu dan keluarga besarnya."


"Baik, Tuan. Aku akan melakukan apa yang tuan minta. Sebelum melakukan hal itu. Apa tuan memiliki perusahaan lain atau perusahaan cadangan untuk dijadikan alat kerja sama dengan perusahaan Jy'Hs?"


"Ada. Beberapa bulan yang lalu aku baru saja mendirikan sebuah perusahaan. Nama perusahaan itu adalah TY'Alx. Gunakan saja perusahaan itu untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Jy'Hs. Lakukan apa yang dilakukan oleh bajingan itu. Perusahaan TY'Alx itu sebelas dua belas dengan perusahaan TMy'Alxdr Corp. Hanya saja orang-orang belum mengetahui siapa pemilik dari perusahaan itu."


"Baik, tuan. Saya akan melakukan pekerjaan saya dengan sebaik-sebaiknya. Dan akan membuat bajingan itu menyesal telah melakukan kecurangan terhadap perusahaan tuan."


"Terima kasih, Delon."


"Sama-sama, tuan."


"Beritahu semua rencana ini kepada Hendru agar dia juga bisa memainkan perannya. Hendru sebagai pemimpin perusahaan TY'Alx selama aku tidak ada."


"Baik, tuan."


Setelah berbicara dengan Delon. Tommy pun langsung mematikan panggilannya.


"Tunggu kehancuran kalian," batin Tommy.