THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Ketakutan Ishana



Setelah selesai urusannya di Perpustakaan beberapa menit yang lalu ditemani oleh Tommy. Kini Kimberly hendak kembali ke kelasnya.


Kimberly berjalan acuh menuju kelasnya dan mengabaikan banyak pasang mata yang memperhatikannya.


Kimberly merasa dirinya saat ini menjadi artis dadakan di sekolahnya karena ketika Kimberly hendak ke Perpustakaan. Tommy datang dan langsung menggandeng tangannya dengan mesra dan membawanya ke Perpustakaan. Dan kejadian itu disaksikan oleh semua murid.


Para murid-murid itu memperhatikan Kimberly dengan intens. Ada yang menatap tak suka, ada yang jijik, ada yang tersenyum bahagia dan ada juga yang mendukung hubungan asmaranya dengan Tommy.


Seketika Kimberly menghentikan langkahnya ketika ada lima perempuan yang tak lain ada Kakak kelasnya menghadang jalannya.


"Mau apa lagi?" tanya Kimberly yang berusaha untuk tidak terpancing.


"Tidak. Aku dan teman-temanku hanya ingin menyapamu saja," jawab Alice menatap tajam Kimberly.


"Kau pasti saat ini merasa hebat dan bangga karena banyak laki-laki yang mengincarmu dan juga berusaha mendapatkanmu," sahut Ishana.


Mendengar ucapan dari Alice. Kimberly menatapnya dengan alis yang dinaikan ke atas lalu diturunkan kemudian mentautkannya. Kimberly menatap Alice dengan senyuman di bibirnya.


"Terus apa urusannya dengan kakak-kakak semua? Kalau memang mereka semua mengincarku dan juga ingin mendapatkanku. Itu artinya di sekolah ini hanya aku yang paling cantik. Berarti boleh dong aku merebut gelar Kakak yang sebagai PRIMADONA di sekolah ini?" tanya Kimberly dengan menatap wajah Ishana.


Kimberly menatap Ishana dan keempat teman-temannya. "Bahkan bukan aku saja yang jadi incaran dan rebutan para laki-laki tampan di sekolah ini. Keempat sahabatku juga. Berarti gelar kalian sebagai THE MOST BEAUTIFUL GIRL akan hilang. Dan sebagai gantinya aku dan keempat sahabatku yang akan mengambil posisi sebagai THE MOST BEAUTIFUL GIRL di sekolah ini." Kimberly berbicara sembari tersenyum manis.


Mendengar perkataan Kimberly membuat Ishana dan keempat teman-temannya tersulut emosi. Mereka tidak ingin gelar mereka sebagai THE MOST BEAUTIFUL GIRL direbut oleh Kimberly dan keempat sahabatnya.


Ishana menatap tajam kearah Kimberly. "Aku dan teman-temanku tidak akan membiarkanmu dan keempat sahabatmu untuk merebut posisi kami sebagai THE MOST BEAUTIFUL GIRL di sekolah ini!" bentak Ishana lalu mendorong bahu Kimberly.


"Apa yang kau lakukan Ishana?!" teriak Billy yang datang bersama Tommy dan para sahabatnya.


Mendengar teriakan dari Billy membuat Ishana dan keempat teman-temannya terkejut.


"Billy," ucap Ishana gugup.


"Apa kau tidak dengar aku bertanya apa barusan, hah?!" bentak Billy.


Tommy mendekati Kimberly dan menatap wajah Kimberly. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Tommy.


"Aku tidak apa-apa. Kamu gak usah khawatir," jawab Kimberly.


"Apa kalian masih belum jera juga saat kejadian waktu itu? Kalau aku, Aryan dan Triny tidak datang. Aku bisa pastikan kau sudah tidak ada di dunia ini lagi Ishana!" bentak Billy.


"Aku heran melihat kalian. Kenapa kalian hobi sekali mengganggu Kimberly? Memangnya salah Kimberly apa?" tanya Henry.


"Dari awal Kimberly masuk sekolah. Kalian yang selalu mencari masalah. Bukan Kimberly maupun keempat sahabatnya," ucap Lionel.


Ishana menatap tajam kearah Billy, Henry dan Lionel. "Ya. Memang aku yang selalu mencari masalah dengan wanita murahan itu. Dari awal dia masuk ke sekolah ini. Wanita murahan itu sudah berani mendekati dan merayu Marco. Bukan Marco saja bahkan Zaky, Radya, Daksa, Dorris juga!" bentak Ishana.


"Ya, benar!" seru Dira, Alice, Nattaya dan Zora bersamaan.


PLAAKK!


"Aakkkhh." Ishana merasakan panas di pipinya akibat tamparan dari Billy.


"Jaga ucapanmu itu sialan. Jangan pernah kau menyebut adikku sebagai wanita murahan!" bentak Billy dengan lantangnya.


Mendengar bentakkan dan juga perkataan Billy yang menyebut Kimberly sebagai adiknya membuat Ishana dan keempat sahabatnya terkejut.


"Apa? Adik? Jadi Kimberly adiknya Billy?" batin Ishana dan keempat sahabatnya.


"Aku sudah cukup sabar melihat kalian yang selalu mengganggu Kimberly dan sahabat-sahabatnya. Jika kalian marah karena pacar-pacar kalian selalu mendekati Kimberly. Jangan Kimberly yang kalian salahkan. Salahkan saja pacar-pacar kalian itu. Bukankah mereka yang selalu mengejar-ngejar Kimberly dan juga mengganggu Kimberly. Bahkan Kimberly tidak pernah tebar pesona kepada pacar-pacar kalian itu. Aku selalu mengawasi Kimberly, walau aku tidak selalu bersamanya. Setiap aku mengawasinya. Pacar-pacar kalian lah yang selalu datang dan mengganggu Kimberly." Billy menatap tajam kearah Ishana dan teman-temannya.


Kimberly mendekati Billy lalu memegang pergelangan tangan Billy. Tangan satunya mengelus lembut bahunya Billy. Billy yang merasakan usapan di bahunya langsung mengalihkan pandangannya melihat kearah Kimberly.


"Aku tidak apa-apa. Kita pergi dari sini ya!" Kimberly berbicara lembut kepada Billy dengan memperlihatkan senyumannya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Billy.


"Aku baik-baik saja," jawab Kimberly.


Billy menatap tajam kearah Ishana. "Aku sudah menyelidiki orang yang mencuri paper bag milik Kimberly ketika di mall waktu itu sehingga membuat Kimberly tertabrak mobil. Dan aku juga sudah mendapatkan keterangan dari orang itu. Orang itu ada bersamaku di suatu tempat. Dan orang itu mengaku bahwa kau yang telah membayar mereka berdua untuk mencuri paper bag milik Kimberly. Aku beri waktu kau satu minggu untuk mengembalikan barang yang telah kau curi dari Kimberly. Barangnya harus sama dan dalam kondisi baru. Jika dalam satu minggu kau tidak juga mengembalikan barang itu maka aku akan membawa masalah ini ke kantor polisi. Bahkan aku bisa jamin keluargamu akan ikut terseret."


Sementara Ishana saat ini benar-benar ketakutan ketika mendengar ucapan dari Billy.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Dan waktunya Kimberly dan teman-teman sekolahnya pulang.


KRIIINNGG!


KRIIINNGG!


Terdengar bunyi bell yang menandakan bahwa waktu belajar mengajar di sekolah telah selesai. Dan semua murid-murid pun berhamburan keluar kelas.


"Kamu pulang sama siapa Kimberly?" tanya Rere.


"Sama Billy. Aku gak bawa mobil. Tadi pagi pergi sekolah Kak Jason yang antarin aku," jawab Kimberly.


"Kenapa gak nebeng sama aku dan Satya? Arah pulang kita kan sama?" tanya Sinthia.


"Males. Ntar aku jadi obat nyamuk lagi," jawab Kimberly.


Mendengar jawaban dari Kimberly. Rere, Santy, dan Cathrine tertawa.


"Kenapa gak minta dianter sama Tommy?" tanya Santy.


"Emangnya aku ini siapa nya Tommy? Pacar aja bukan. Jadian juga belum. Masa iya aku minta dia buat anterin aku pulang. Malu kali." Kimberly menjawab pertanyaan Santy


"Yaelah. Gengsi amat sih bu," ledek Cathrine.


"Bukan gengsi Nyonya Billy. Tapi ini menyangkut harga diriku," jawab Kimberly dengan menyebut Cathrine dengan embel-embel sebagai Nyonya Billy.


"Apaan sih kamu Kimberly." Cathrine tersipu malu ketika Kimberly menyebutnya sebagai Nyonya Billy.


"Cieee... malu disebut Nyonya Billy sama calon adik ipar," ledek Rere, Santy dan Sinthia bersamaan.


"Apaan sih kalian." Cathrine langsung pergi meninggalkan keempat sahabatnya dengan wajah merona malu. Sementara Rere, Santy, Sinthia dan Kimberly tertawa.


"Hahahahaha."


"Ya sudah, yuk!" ajak Rere.


Mereka pun pergi meninggalkan kelas mereka untuk menuju parkiran.


***


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam. Akhirnya Kimberly tiba di gerbang rumahnya. Sementara Billy langsung pamit pulang.


"Masuklah," ucap Billy


"Kamu gak mampir dulu?" tanya Kimberly.


"Aku mau ajak Cathrine jalan-jalan," sahut Billy.


Kimberly tersenyum bahagia ketika mendengar ucapan dari Billy. "Jangan sakiti Cathrine. Dia gadis yang baik," ucap Kimberly dengan menatap wajah Billy.


"Aku tidak akan menyakiti perempuan yang sangat aku cintai. Kau tahukan selain kamu, Bunda, Kak Athaya. Cathrine masuk ke dalam daftar perempuan yang akan aku jaga dan aku lindungi. Kalian berempat perempuan yang sangat aku sayangi dengan cara yang berbeda."


Mendengar jawaban dari Billy. Kimberly merengut tak suka. Melihat Kimberly yang memperlihatkan wajah tak sukanya membuat Billy paham.


"Mana bisa kamu bicara seperti itu Billy. Kamu memiliki saudara sepupu perempuan itu tiga. Aku Triny dan Valen. Bukan aku aja. Bahkan Valen yang paling kecil," jawab Kimberly.


"Iya iya. Maaf. Ya, sudah! Masuklah," ucap Billy. Setelah itu, Kimberly keluar dari dalam mobil Billy.


"Kirim salam sama Mommy, Daddy, Kak Jason, Kak Uggu, Kak Enda dan Kak Riyan!" seru Billy.


"Males," jawab Kimberly dan langsung memasuki gerbang rumahnya. Sementara Billy hanya tersenyum.


Setelah dipastikan adik sepupunya memasuki rumahnya. Billy pun menghidupkan kembali mesin mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Kimberly.