THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Keterkejutan Fathir Akan Laporan Dari Andrean



Keesokan paginya di kediaman Fathir Aldama terlihat semua penghuninya sudah bangun dari tidurnya.


Nashita berada di dapur. Seperti biasa, menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak-anaknya. Dibantu oleh beberapa pelayan. Fathir berada di ruang kerjanya tengah menyelesaikan sedikit pekerjaannya agar ketika di kantor, dirinya tidak buru-buru akan semua pekerjaannya.


Sementara para anak-anaknya masih berada di kamar masing-masing. Ntah itu sudah dalam keadaan rapi atau masih tidur pulas.


Ketika Fathir sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Tatapan matanya beralih dari menatap berkas-berkas kini menatap kearah ponselnya yang ada di sampingnya.


Fathir melihat nama 'Andrean' di layar ponselnya sembari menggumam nama tersebut.


"Andrean! Kenapa Andrean menghubungiku pagi-pagi begini?" batin Fathir.


Setelah itu, Fathir pun langsung menjawab panggilan dari Andrean yang tak lain adalah sahabatnya.


"Hallo, Andrean. Ada apa?"


"Hallo, Fathir. Apa aku mengganggumu pagi-pagi begini?"


"Tidak Andrean. Kenapa? Apa kau lagi ada masalah? Terdengar dari suaramu."


"Fathir, maafkan aku!"


Seketika Fathir terkejut ketika mendengar kata permintaan maaf serta nada lirih dari Andrean. Fathir semakin dibuat bingung, penasaran dan khawatir.


"Ada apa Andrean? Kenapa kau minta maaf padaku?"


"Fathir, kau tidak lupakan dengan orang-orang yang ingin masuk ke dalam perusahaan Al'Xander Group dan ingin menghancurkan perusahaan itu dari dalam?"


"Iya, aku ingat! Kenapa? Apa mereka masih tetap dengan rencana tersebut?"


"Fathir, ini mengenai putrimu dan sahabatnya yang bernama Catherine!"


Deg..


Seketika Fathir terkejut ketika Andrean menyebut putrinya dan sahabat dari putrinya itu.


"Kenapa Andrean? Apa yang akan terjadi terhadap putriku dan Catherine?"


"Dua pria itu sudah mengetahui kalau rencananya gagal. Dua pria itu juga tahu kalau Kimberly dan Catherine yang telah menggagalkan rencana mereka dengan cara melaporkan apa yang mereka bicarakan kepadaku dan keluargaku."


"Apa?! Kau serius Andrean?!"


"Justru itulah yang saat ini sedang aku bicarakan Fathir. Aku mengkhawatirkan putrimu dan Catherine sahabatnya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu terhadap mereka berdua."


"Kau tahu dari mana jika mereka mengetahui bahwa putriku dan Catherine yang telah melaporkan masalah itu padamu dan keluargamu? Dan kau tahu dari mana jika yang ingin menghancurkan perusahaan Al'Xander Group, pelakunya dua orang pria."


"Dari tangan kananku. Kemarin tangan kananku menghubungiku dan melaporkan semua yang dia dapatkan kepadaku. Bukan itu saja Fathir, kedua orang itu memang mengincar Kimberly karena Kimberly adalah kekasih putraku Tommy."


"Maksud kamu apa Andrean? Aku tidak mengerti!"


"Ini ada hubungannya dengan kejadian di toko kue dimana putriku Salsa yang beradu mulut dengan beberapa pengunjung disana. Dua diantaranya terang-terangan menyerang Salsa. Melihat kejadian tersebut, Tommy yang sedang menunggu diluar seketika langsung masuk ke dalam dan menolong Salsa. Dan berakhir Tommy bersikap buruk terhadap gadis itu."


"Lalu apa hubungannya dengan putriku? Putriku tidak ada sangkut pautnya dengan masalah itu kenapa mereka mengincar putriku?"


"Mereka ingin melakukan pembalasan terhadap Salsa dan Tommy, Fathir!"


Mendengar perkataan dari Andrean. Apalagi ketika mendengar cara ucapan Andrean ketika mengatakan kata 'Pembalasan' Andrean mengucapkan dengan penuh penekanan.


"Jadi maksud kamu mereka mengincar putriku lalu menculiknya. Setelah itu, mereka akan meminta Tommy dan Salsa meminta maaf kepada anak-anak mereka atas apa yang dilakukan oleh Tommy dan Salsa ketika di toko kue itu. Begitu?"


"Iya, Fathir. Itulah yang aku maksud tadi diawal pembicaraan kita. Dan tambah lagi mereka juga marah akan rencananya yang gagal akibat ulah Kimberly dan Catherine."


"Brengsek!" Fathir seketika marah ketika mendengar laporan dari Andrean mengenai putrinya dan Catherine sahabat putrinya itu.


"Aku pastikan kalian akan mati ditanganku jika kalian sampai menyakiti putriku dan juga Catherine! Catherine adalah kekasih dari keponakanku Billy. Berarti Catherine adalah calon menantu keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo."


"Hallo, Fathir!"


"Ach, iya Andrean! Maaf! Sekarang kau dan keluargamu sudah mempersiapkan rencana apa?"


"Untuk saat ini aku, adik-adikku dan kedua putriku Arka dan Tommy memberikan perintah kepada anggotanya masing-masing untuk mengawasi, memantau dan melindungi Kimberly dan Catherine. Aku dan yang lainnya sudah memberikan foto Kimberly dan Catherine kepada semua anggota-anggota kami."


Mendengar jawaban dari Andrean membuat Fathir tersenyum. Dirinya bersyukur karena sahabatnya beserta keluarga sahabatnya itu langsung sigap untuk melindungi putrinya dan sahabat putrinya.


"Tapi aku benar-benar mengkhawatirkan Kimberly dan Catherine, Fathir!"


"Semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan terjadi apa-apa terhadap mereka berdua. Jika misalkan mereka berhasil menyakiti putriku. Aku minta padamu untuk tidak terlalu menyalahkan dirimu. Begitu juga dengan keluargamu."


Tanpa diketahui oleh Fathir. Andrean di seberang telepon sudah menangis ketika mendengar ucapan tulus dari Fathir.


"Ya, sudah! Aku akan tutup teleponnya. Dan aku akan membahas masalah ini bersama putra-putraku dan keluargaku."


"Baiklah Fathir."


Setelah selesai berbicara satu sama lainnya, baik Fathir maupun Andrean sama-sama mematikan panggilannya.


***


Di kediaman Andrean Alexander terlihat anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan. Terutama Andrean yang masih di ruang kerjanya.


"Papi mana?" tanya Salsa.


"Papi masih di ruang kerjanya. Terakhir Mami dengar kalau Papi akan menghubungi Fathir dan menceritakan semuanya kepada Fathir."


"Semoga om Fathir tidak menyalakan kita atas masalah ini ya Mi!" sahut Sovia yang memiliki sedikit rasa takut jika keluarga Kimberly menyalahkan keluarganya.


"Aku juga sempat berpikir seperti itu kak Sovia. Masalah ini kan timbul karena aku dan Tommy ketika di toko kue itu. Kemudian mereka ingin membalas perlakuan kami melalui Kimberly. Tommy begitu mencintai Kimberly. Jadi mereka menggunakan Kimberly untuk membalas kita berdua." Salsa berbicara sembari mengingat kejadian di toko kue itu dan juga mengingat ketika ayahnya menceritakan bahwa Kimberly dan sahabatnya dalam bahaya.


"Bukan itu saja, mereka juga membalas apa yang kak Salsa dan kak Tommy lakukan dengan cara ingin menghancurkan perusahaan Al'Xander Group. Jadi dengan kata lain, mereka membalas dua sekaligus. Padahal apa yang kak Salsa dan kak Tommy lakukan ketika di toko kue itu tidak membahayakan nyawa anak-anak mereka. Sementara mereka membalasnya dengan sangat keterlaluan. Ini pembalasan nggak adil dan sangat keterlaluan!" Tama berucap dengan menjelaskan secara detail pembalasan dua pria itu.


"Yang salah mereka. Kenapa mereka yang balas dendam!" ucap Tama lagi.


Mereka semua diam. Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan apa yang dikatakan oleh Tama.


"Mami tidak akan memaafkan orang-orang itu jika orang-orang itu sampai menyakiti Kimberly dan Catherine." Lusiana berucap dengan nada sedih.


"Mami tidak usah khawatir ya. Kimberly dan Catherine akan baik-baik saja. Mereka sudah dalam pengawasan dan perlindungan anggota-anggota kita," ucap Arka menenangkan ibunya.


"Dan aku akan menjaga Kimberly selama di sekolah, Mi!" sahut Tommy.


"Jaga juga Catherine," sela Lusiana.


"Iya, Mi!" jawab Tommy.


Ketika mereka tengah memikirkan keselamatan Kimberly dan Catherine, tiba-tiba Andrean datang menghampiri mereka semua di meja makan.


Setibanya di meja makan, Andrean langsung menduduki pantatnya di kursi.


"Pi! Bagaimana? Apa jawaban dari om Fathir? Apa om Fathir marah kepada kita?" tanya Salsa dengan menatap wajah ayahnya.


Semuanya menatap kearah Andrean. Mereka ingin tahu apa jawaban yang akan diberikan oleh Andrean kepada mereka.


Seketika terukir senyuman di bibir Andrean ketika mendengar pertanyaan dari putri ketiganya itu. Andrean tahu bahwa putrinya itu saat ini tengah ketakutan jika Fathir sahabatnya marah padanya dan keluarganya.


"Semuanya baik-baik saja sayang. Fathir ayahnya Kimberly tidak menyalahkan Papi dan keluarga kita atas masalah ini. Justru Fathir memberikan dukungan dan semangat agar kita jangan sampai menyerah dalam menghadapi masalah ini."


Mendengar jawaban dari suaminya/ayahnya membuat Lusiana, Arka, Sovia, Salsa, Tommy dan Tama merasakan kelegaan di dalam hatinya masing-masing.


"Om Fathir ngomong apa lagi sama Papi?" tanya Arka.


"Fathir hanya bilang, kita lakukan rencana kita. Sementara Fathir akan melakukan rencananya sendiri dengan keluarganya," jawab Andrean.


"Jadi dengan kata lain akan ada dua keluarga yang akan menghancurkan dua pria sialan itu beserta keluarganya," sahut Sovia marah.


"Dan dua pria sialan itu sudah salah mencari lawan dengan mengusik Kimberly. Mereka tidak tahu siapa Kimberly yang sebenarnya," sahut Tommy.


"Iya. Kau benar Tommy! Mereka bukan hanya tidak mengetahui siapa Kimberly dan keluarganya. Mereka juga tidak tahu siapa kita dan siapa itu keluarga Alexander yang sesungguhnya. Mereka berpikir bahwa keluarga Alexander itu keluarga yang mudah ditindas."


Mendengar perkataan dari Arka membuat Tommy menganggukkan kepalanya setuju. Begitu juga dengan Sovia, Salsa dan Tama.


"Bahkan mereka juga tidak tahu bahwa kita adalah anak-anaknya Andrean Alexander. Hanya kak Arka saja yang sudah diketahui oleh para pebisnis-pebisnis diluar sana. Dan untuk Perusahaan Al'Xander Group, kemungkinan hanya 30% saja yang tahu bahwa Papi dan om Judika yang memimpin perusahaan itu. Sementara untuk 70% lagi tidak tahu siapa pemimpin asli dari perusahaan Al'Xander Group."


"Dan kemungkinan besar para pebisnis-pebisnis diluar sana berpikir bahwa perusahaan Al'Xander Group hanya perusahaan biasa dengan pemimpinnya yang tidak ahli dalam menjalankan perusahaan sehingga mereka bisa memasukkan orang-orangnya ke dalam perusahaan Al'Xander Group dan menghancurkannya dari dalam." Tama berucap.


"Mereka salah besar!" seru Arka, Sovia, Salsa dan Tommy bersamaan.