THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Menceritakan Kisah Arlo



Kimberly saat ini berada di ruang tengah. Dirinya fokus dengan ponsel di tangannya. Dan jangan lupa tawanya yang terdengar di ruang tengah.


"Princess nya Daddy sedang bahagia nih!" seru Fathir yang datang bersama keempat putra-putranya.


Fathir dan keempat putra-putranya langsung menduduki pantatnya di sofa. Mereka tersenyum bahagia melihat kebahagiaan di wajah kesayangannya itu.


Kimberly menolehkan wajahnya melihat kearah ayah dan keempat kakak-kakaknya. Setelah itu kembali menatap layar ponselnya.


"Daddy, Kakak! Ini gamenya seru banget. Game ini rekomendasi dari Kak Arlo!" seru Kimberly.


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut.


"Arlo!" seru Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan.


"Iya."


"Arlo Fernandes?" tanya Riyan.


"Iya."


"Kamu sudah bertemu dengan Arlo?" tanya Enda.


"Sudah."


"Dimana? Kapan?" tanya Jason.


"Di sekolah."


"Di sekolah?" tanya Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Hm."


"Kok bisa?" tanya Uggy.


"Hah!"


Kimberly menghela nafasnya karena mendapatkan pertanyaan dari ayah dan keempat kakak-kakaknya yang tidak ada habisnya. Dan pada akhirnya, Kimberly menghentikan permainan gamenya dan menatap wajah tampan ayah dan keempat kakak-kakaknya.


"Maaf kalau aku belum cerita. Aku...," perkataan Kimberly terpotong karena Riyan sudah terlebih memotongnya.


"Buruan cerita sekarang!" seru Riyan.


"Ih, Kak Iyan! Ini aku mau cerita. Makanya jangan dipotong," jawab Kimberly dengan wajah merengutnya.


Mereka yang melihat wajah merengut Kimberly tersenyum gemas. Bagi mereka terutama Jason, Uggy, Enda, Riyan kalau tidak membuat adiknya kesal dan melihat wajah merengutnya. Maka hari mereka tidak akan menyenangkan.


"Oke! Oke! Maafkan kakak. Sekarang ceritakan," sahut Riyan. Mereka semua siap menjadi mendengar setia disaat Kimberly bercerita.


"Aku ketemu Kak Arlo di sekolah. Waktu itu aku lagi duduk sendirian di kantin. Bahkan aku gak gabung sama Billy, Triny, Aryan dan yang lainnya. Daddy dan kakak kan tahu masalah aku sama Tommy. Melihat aku duduk sendirian. Kak Arlo datang!"


"Saat Kak Arlo datang itu. Saat itu juga Kimmy sedang mengambil alih tubuhku. Kimmy langsung mengusir Kak Arlo."


"Terus apa yang terjadi?" tanya Jason.


"Kak Arlo yang tahu kebiasaan dan juga sikapku yang ketus. Kak Arlo langsung nyerang aku dan menyebut kata keramat itu," jawab Kimberly dengan wajah eneknya ketika mengingat panggilan keramat dari Arlo.


Melihat ekspresi wajah Kimberly. Baik Fathir maupun Jason, Uggy, Enda dan Riyan pun paham. Dan mereka juga tahu kata keramat yang dimaksud itu. Mereka hanya bisa tersenyum.


"Ketika mendengar Kak Arlo mengucapkan kata keramat itu, Kimmy pergi dan aku mengambil alih kembali tubuhku. Dan kami berdua bercerita banyak, terutama Kak Arlo. Kak Arlo menceritakan semuanya padaku alasanĀ  kenapa pergi begitu saja tanpa pamit."


"Jadi kamu sudah tahu alasan Arlo pergi begitu saja dan menghilang tanpa kabar?" tanya Uggy.


"Hm." Kimberly mengangguk.


"Kak Arlo punya masalah dengan kedua orang tuanya, Dad!"


"Masalah?" tanya Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Masalah apa sayang?"


"Kedua orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka dan tidak ada waktu sedikit pun untuk Kak Arlo dan adik perempuannya."


"Jadi Arlo punya adik perempuan?" tanya Enda.


"Punya Kak. Kak Arlo bilang adik perempuannya mirip aku. Dari mulai sikapnya, keceriaannya, manjanya, kejahilannya, juteknya. Semuanya mirip aku. Ketika aku dan Kak Arlo bertemu. Adiknya masih ada. Tapi adiknya Kak Arlo sakit keras. Kak Arlo udah berulang kali meminta kedua orang tuanya untuk pulang karena Kak Arlo mau menjelaskan tentang penyakit adiknya. Namun tetap saja kedua orang tuanya memilih pekerjaannya."


"Ketika hari terakhir adiknya. Adiknya Kak Arlo menyebut nama kedua orang tuanya. Adiknya ingin bertemu dengan kedua orang tuanya. Awalnya kak Arlo berusaha untuk membujuk adiknya. Namun Kak Arlo berpikir jika kedua orang tuanya hadir. Pasti akan ada harapan untuk adiknya. Dan akhirnya Kak Arlo menghubungi kedua orang tuanya. Namun lagi-lagi penolakan yang diterima oleh Kak Arlo. Dan saat itu juga adiknya Kak Arlo menghembuskan nafas terakhirnya."


"Ketika adiknya meminta untuk menghubungi kedua orang tuanya. Adiknya meminta untuk meloundspeaker panggilan itu. Dan ketika mendengar suara ibunya. Adiknya kak Arlo tersenyum. Dan seketika senyuman itu hilang ketika mendengar penolakan dari ibunya. Dan detik itu juga adiknya kak Arlo pergi untuk selamanya."


Mendengar cerita dari Kimberly membuat Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan menggeram marah akan sikap kedua orang tuanya Arlo. Mereka tidak menyangka kedua orang tuanya Arlo lebih memilih pekerjaan dari pada kedua anak-anaknya dan berakhir salah satunya pergi untuk selamanya.


"Kak Arlo sedih akan kehilangan adiknya. Ketika di rumah duka. Kedua orang tuanya pulang. Mereka diberi kabar oleh salah satu tetangga dekatnya kak Arlo. Tetangga itulah yang selama ini menemani Arlo dan adiknya. Ntah bagaimana caranya tetangganya itu menyuruh kedua orang tuanya kak Arlo untuk pulang. Saat melihat kepulangan kedua orang tuanya. Kak Arlo langsung berteriak tepat di hadapan kedua orang tuanya. Kak Arlo tidak peduli menjadi tontonan para pelayat. Dan kak Arlo juga gak peduli jika dikatakan anak durhaka. Kak Arlo melarang kedua orang tuanya untuk melihat wajah adiknya. Kak Arlo juga melarang kedua orang tuanya untuk menyentuh wajah adiknya. Berulang kali kedua orang tuanya menggumam maaf. Berulang kali juga Kak Arlo menolaknya. Bahkan Kak Arlo dengan wajah marahnya mendorong kuat tubuh kedua orang tuanya hingga tersungkur di lantai. Dan kak Arlo mengeluarkan semua kemarahan dan kekecewaan di hadapan kedua orang tuanya itu."


Mendengar cerita dari Kimberly. Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan ikut merasakan kesedihan atas apa yang terjadi kepada Arlo. Mereka tidak menyangka akan begini jadinya atas apa yang diperbuat oleh kedua orang tuanya.


"Setelah kejadian malam itu. Dan setelah adiknya dimakamkan. Kak Arlo memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah. Kak Arlo tidak mau tinggal di rumah itu lagi. Rumah itu banyak kenangannya dengan adiknya. Kak Arlo pergi dan tak lupa membawa bingkai foto adiknya untuk kenang-kenangan. Tanpa sepengatahuan kedua orang tuanya. Kak Arlo membeli sebuah rumah mewah. Di rumah itulah Kak Arlo tinggal. Kak Arlo juga punya usaha cafe yang dibangunnya selama ini."


"Apa nama cafenya Kim?" tanya Uggy.


"Cafe Roberto Cavalli," jawab Kimberly.


"Roberto Cavalli?" tanya Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Iya. Kenapa? Kakak kenal dengan cafe itu?" tanya Kimberly.


"Bukan kenal lagi adik kakak yang cantik. Cafe itu sudah menjadi tempat favorit keempat kakak-kakakmu yang tampan ini!" seru Riyan.


Mendengar kata terakhir dari kakak keempatnya yang mengatakan tampan membuat Kimberly seketika muntah.


"Huueeekkk!"


BUGH!


Riyan langsung melemparkan bantal sofa tepat ke wajah Kimberly karena kesal akan ulah adiknya yang mengejeknya ketika dirinya menyembut kata tampan.


Mendapatkan lemparan bantal dari kakak keempatnya itu membuat Kimberly mendengus kesal. Sementara Fathir, Jason, Uggy dan Enda tertawa.


"Teru bagaimana hubungan Arlo dengan orang tuanya, Kim?" tanya Enda.


"Auh, ach! Aku mau ke kamar."


Kimberly langsung berdiri dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan ayah dan keempat kakak-kakaknya untuk menuju kamarnya di lantai dua.


BUGH!


Enda melempar balik bantal sofa ke wajah Riyan. Dan hal itu membuat Riyan mendengus kesal.


"Yak! Kak Enda! Kenapa melempariku, hah?!"


"Apa mau lagi? Lihat tuh Kimberlynya merajuk. Kan kitanya gak tahu kelanjutan ceritanya seperti apa," ucap Enda dengan menatap kesal adiknya itu. Sementara Riyan sudah menciut.


Fathir, Jason dan Uggy hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihatnya.