THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Perlawanan Kimberly Terhadap Asena



Keesokan harinya Kimberly dan keempat sepupunya yaitu Triny, Billy, Aryan dan Risma sudah berada di sekolah. Jika Billy, Aryan, Triny dan Risma berada di kelas. Sedangkan Kimberly berada di kantin bersama keempat sahabatnya.


Kimberly bersama keempat sahabatnya di kantin karena ketika di rumah, Kimberly tidak sempat sarapan karena harus buru-buru ke sekolah ada rapat OSIS katanya.


Kenapa Kimberly bisa ikut rapat OSIS? Itu dikarenakan Kimberly sudah diangkat menjadi bagian anggota OSIS oleh Billy. Kimberly akan bergabung dengan keanggotaan kalau ada hal-hal penting saja seperti hari ini Rapat OSIS.


Namun ketika tiba di perkarangan sekolah, tiba-tiba keempat sahabatnya langsung menarik tangannya menunju kantin. Keempat sahabatnya menarik tangannya seperti menarik anak kambing.


"Kebiasaan." Kimberly menatap kesal keempat sahabatnya itu..


Mendengar ucapan dan wajah kesal Kimberly. Rere, Santy, Sinthia dan Catherine hanya tersenyum. Mereka memang sengaja membuat kesal Kimberly di pagi hari dengan alasan mereka malas untuk ke kantin jika tidak bersama dengan Kimberly. Menurut mereka tidak afdol jika tidak ada Kimberly bersama mereka.


"Jangan bilang jika ada rapat OSIS itu semua itu ulah kalian?" tanya Kimberly dengan tatapan menyelidik satu persatu wajah keempat sahabatnya.


Tanpa rasa bersalah. Rere, Santy, Sinthia dan Catherine langsung mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat. Dan bahkan mereka saling tunjuk menunjuk satu sama lainnya.


Seketika Kimberly membelalakkan matanya ketika melihat anggukan kepala keempat sahabatnya secara kompak sebagai jawabannya.


"Kalian ya."


"Hehehehe. Maaf kita," ucap Rere.


"Kita khilaf," ucap Santy.


"Terpaksa dan terdesak," ucap Sinthia.


"Nggak ada pilihan lain," ucap Catherine.


Mendengar ucapan demi ucapan dari Rere, Santy, Sinthia dan Catherine membuat Kimberly hanya bisa pasrah.


"Hah!" Kimberly menghela nafas kasarnya akan ulah dari keempat sahabatnya.


Ketika Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine sedang mengobrol sembari menikmati sarapan paginya, tiba-tiba seseorang menumpahkan minuman di atas kepala Kimberly.


Kimberly seketika membelalakkan matanya ketika merasakan dingin di bagian kepalanya.


"Lo apa-apaan sih!" bentak Catherine.


Catherine tak terima sahabatnya itu disiram dengan jus jeruk.


Orang yang menyiram kepala Kimberly denga jus jeruk itu adalah Asena. Dia datang bersama ketujuh sahabatnya.


"Itu hukuman buat lo karena sudah berani menggoda dan merayu cowok gue," ucap Asena.


"Sekali lagi lo masih dekat-dekat dengan cowok gue, maka nyawa lo sebagai taruhannya."


"Dengar tuh. Jadi cewek itu yang benar. Jangan murahan di sekolah," ucap Jihan.


"Sekali murahan tetap murahan," ejek Caria.


"Jika mau punya pacar. Cari yang lain. Diluar banyak. Jangan cowok orang yang diembat!" bentak Aiyla.


Melihat apa yang terjadi di hadapannya membuat beberapa penghuni kantin menatap jijik kearah Kimberly. Dan ada juga yang menatap kasihan terhadap Asena dan teman-temannya.


Kenapa mereka kasihan terhadap Asena dan teman-temannya. Sebagian penghuni kantin itu sudah tahu siapa sosok Kimberly sebenarnya. Dan mereka adalah teman-teman sekelasnya Kimberly dan keempat sahabatnya.


Brak..


Kimberly berdiri dari duduknya, lalu membalikkan badannya untuk menatap delapan gadis sampah yang sudah berani mengusiknya.


Kimberly menatap tajam kearah Asena. Begitu juga dengan Asena dan teman-temannya.


"Lo pikir gue takut sama ancaman lo, hah! Gue Kimberly Aldama tidak pernah takut dengan siapa pun di dunia ini. Apalagi sama manusia busuk kayak lo dan para antek lo ini."


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kimberly membuat Asena dan keempat temannya terkejut. Begitu juga para penghuni kantin. Apalagi ketika melihat tatapan mata Kimberly. Menurut mereka tatapan mata Kimberly begitu mengerikan.


"Kalian ngatain gue perempuan murahan. Kalian ngatain gue ke sekolah ini mau menjual diri. Kalian menuduh gue telah merebut pacar dari manusia busuk ini. Kalau gue perempuan kotor. Terus kalian apa?! Kalau kalian perempuan baik-baik, kalian tidak akan mengumbar lekuk tubuh kalian ke cowok-cowok di sekolah ini. Jika kalian perempuan baik-baik, kalian nggak akan tebar pesona kepada cowok incaran kalian. Tapi nyatanya kalian tak lebih dari perempuan murahan yang menjajakan tubuhnya kepada setiap laki-laki."


Kimberly berbicara dengan sangat kejamnya untuk Asena dan keempat sahabatnya. Dan jangan lupa senyuman menyeringainya.


Sedangkan Asena dan keempat sahabatnya tak terima akan perkataan dari Kimberly.


"Brengsek! Berani menghina gue dan teman-teman gue, hah?!" bentak Asena.


"Memangnya situ siapa? Kenapa gue harus takut? Kalian saja sesuka hati kalian menghina gue. Kenapa gue dilarang? Memangnya kalian itu anak presiden, anak menteri, anak pemilik sekolah ini atau anak seorang raja sehingga membuat gue harus takut dan tunduk, begitu?"


"Dengerin gue. Sekali pun lo dan ketujuh sahabat lo ini anak presiden atau atau anak seorang raja atau bahkan anak pemilik sekolah ini. Gue nggak peduli! Selama gue nggak pernah mengusik kehidupan lo. Selama gue berbuat hal-hal positif di sekolah ini. Selama itulah gue nggak pernah takut sama lo dan ketujuh sahabat lo! Lo bukan Tuhan. Dan gue nggak harus takut sama lo dan ketujuh sampah lo ini!"


"Dan satu lagi, lo tadi bilang kalau lo udah punya pacar. Emangnya pacar lo tuh siapa? Apa benar lo sudah jadian sama dia? Jangan kepedean lo. Lo pikir gue nggak tahu kalau lo selalu berusaha untuk mencuri perhatian cowok itu. Lo selalu nempelin dia setiap kali dia lagi bersama dengan sahabat-sahabatnya. Dia aja risih setiap kali lo dekat-dekati dia. Dan sekarang lo dengan rasa percaya diri menuduh gue telah merebut pacar lo. Hahahaha!"


"Selama gue sekolah disini. Gue nggak pernah lihat dia dekat sama cewek mana pun. Dan lo dengan gampangnya menyebut dia pacar lo. Pede amat anda!"


Asena menggeram marah dan tatapan matanya menatap tajam kearah Kimberly ketika mendengar perkataan kejam dari Kimberly. Begitu juga dengan Cherry, Caria, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira.


Kimberly melirik kearah minuman yang masih banyak di gelas Catherine. Tangannya bergerak mengambil minuman itu.


Kini minuman itu sudah di tangannya. Dan detik kemudian....


Byur..


Kimberly menumpahkan minuman itu ke atas kepala Asena sehingga membuat kepala dan baju Asena menjadi warna merah.


Minuman yang diminum oleh Catherine adalah jus strawberry.


Asena,Cherry, Caria, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira terkejut ketika melihat apa yang dilakukan oleh Kimberly. Mereka tidak percaya jika Kimberly berani melakukan hal itu kepada Asena yang berstatus anak pemilik sekolah.


"Brengsek! Apa yang kau lakukan, hah?!" bentak Tsamira.


"Apa kalian tidak bisa melihatnya? Aku sedang memandikan teman kalian ini. Otak teman kalian ini lagi panas. Jadi aku mendinginkannya dengan minuman ini. Seharusnya kalian berterima kasih kepadaku." Kimberly menjawab pertanyaan dari Tsamira dengan santai.


Setelah mengatakan itu, Kimberly pergi meninggalkan kantin dengan senyuman mengembang di bibirnya.


"Ayo, guys! Kita pergi dari sini. Pertunjukannya sudah selesai," ucap Kimberly dengan tersenyum manis.


Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine pun pergi meninggalkan kantin tanpa mempedulikan tatapan tak percaya dari beberapa penghuni kantin, kecuali yang sudah tahu siapa Kimberly sebenarnya dan orang-orang yang menyukai Kimberly.


Dari kejauhan Billy, Tommy, Andhika, Aryan beserta sahabat-sahabatnya tersenyum bahagia ketika melihat bagaimana Kimberly menghadapi perempuan yang selalu mengganggunya.


"Kau sudah salah mencari lawan, Asena!"


Tommy, Billy, Aryan dan Andhika berucap di dalam hatinya masing-masing.