
"Kak Sembilan!" panggil Amanda dengan tersenyum.
"Wah, Manda mau bicara sesuatu ya?" tanya Sembilan, sedangkan Randi hanya berjalan melewati mereka berdua di dapur.
"Ya! bener kak" kata Amanda.
"Kalau begitu... Manda mau ngga? kencan sama saya? kita jalan-jalan sekalian ngobrol?" tanya Sembilan.
"Oh.... Boleh!" kata Amanda sambil tersenyum.
SEMBYUUR!!! Randi menyembur mendengar jawaban Amanda.
Di Mall Helvetia...
"Wah, seneng rasanya ya... bisa kesini, ngga apa-apa sekali-kali izin dari kantor" kata Amanda.
Sebelumnya di Rosement...
Pak Randi yang mendengarku ingin pergi dengan Kak Sembilan langsung secepat kilat, maksudku... Instant Teleport?... membawa Kakek dan akhirnya aku bilang kalau kami hanya ingin refresing jalan-jalan sebatas teman.
"Tapi... kamu kenapa tidak ingin pergi denganku?" tanya Randi berusaha tetap Cool.
"Sudah pasti... saya pasti lebih imut dan menggoda" kata Sembilan menunjukkan wajah imut tapi mengerikan bagi Randi.
"Masa Siich?" tanya Randi.
"Anu... sebenarnya, aku bukannya tidak mau Pak, tapi... aku tidak terlalu penasaran dengan cerita Pak Randi dan...." belum selesai Amanda bicara.
"Sudah, aku mengerti" kata Randi yang tidak ingin lebih sakit hati.
"Ya, Ngomong-ngomong Manda hari ini pakai bajunya cantik ya?" kata Sembilan.
"Wah... makasih Kak Sembilan! hari ini Kak Vanora yang milihin Style nya" kata Amanda dengan tersenyum.
"Sebenarnya, aku mau pakai baju biasa aja sih... tapi kak Vanora.... " Amanda sambil memikirkan apa yang terjadi.
"Amanda, kamu mau kemana? katanya izin dari kantor ya?" tanya Vanora.
"Oh, aku mau kencan Kak" kata Amanda.
GREB! Vanora mencengkeram bahu Amanda saking kagetnya.
"Ke... Kencan!!? pakai baju kek gitu!? baju-baju dan aksesoris yang pernah ku kasih di pake dong Amanda! emangnya kurang!? ntar ku sediain se gudang baju and aksesoris buat kamu!" kata Vanora dengan geram serta antusias. Sebagai Designer ia risih, melihat orang apalagi yang dia anggap adik kandung sendiri memakai baju biasa.
"Makanya tadi siap-siap dulu Kak" kata Amanda.
"Ngga apa-apa, kamu terlihat Cantik lho Manda!" kata Sembilan sehabis dari toko boneka dengan Amanda.
"Emangnya..... Kak Sembilan suka boneka ya?" tanya Amanda.
"Ya,... saya suka koleksi beberapa, mereka juga bantu saya untuk cepat tidur" kata Sembilan.
"Oh ya... hari ini kita kemana dulu ya? setelah dari toko boneka?" tanya Amanda kepada Sembilan tidak sadar ada 4 orang yang membuntuti mereka.
"Cih! si Sembilan! nyari kesempatan dalam kesempitan!! ayo guys! kita buntuti mereka!" kata Randi, yang karena ingin melihat apa yang ingin Sembilan dan Amanda lakukan.
"Duh! aku kayaknya kurang setuju sama Plan-mu deh Ran, emangnya harus gini ya Ran? bahkan aku sampai harus izin dari kantor segala pula!" kata Vandro yang di paksa ikut Randi.
"Wah! aku takut nih! moga Amanda ngga kenapa-kenapa sama Sembilan!" kata Vanora yang ikut karena khawatir sama Amanda dan.... Karena Rahmat mungkin.
"Hm.... aku nyium bau modus" gumam Randi.
"Kalau kamu Mat?" tanya Rahmat.
"Aku cuman mau ke *Ece Hardware" kata Rahmat.
*Ece Hardware : Toko Ritel perlengkapan rumah tangga.
"Oalah! Ya udah guys! ayo!" kata Randi memimpin.
"Aku lumayan khawatir, karena Amanda itu mirip anak ilang! dan juga tentang dia yang sedarah dengan Andra, apa yang sebenarnya kau ingin perbuat Sembilan!?" batin Randi.
"Vandro dia ikut karena khawatir sama Amanda. Kalau Vanora ikut karena khawatir sama Amanda, atau Modus, kalau aku sudah tahu lah kalian para pembaca kan? iya kan? kalau Rahmat itu tipe ( House Daddy )" batin Randi agak pusing.
Sementara itu Amanda dan Sembilan....
"Aku suka perhatikan kalau kak Sembilan rupanya.... orang yang ramah, harmonis, komedian, dan juga menarik, waktu aku bilang mau kencan dengan Kak Sembilan, Kak Vanora.... " batin Amanda sambil berpikir.
"Hah!? kencan dengan Sembilan!? mending jangan deh! takut kamu kenapa-kenapa!" kata Vanora.
Aku juga pernah bertanya kepada Kak Vanora, Pak Vandro, dan Kak Rahmat pada saat 2 minggu setelah masuk Rosement...
"Emangnya nomor 9 ada dimana Pak?" tanya Amanda.
"Em... Sembilan.... ah... ada kerjaan, mu... mungkin dia bakalan kembali... ha... ha" kata Vandro merinding.
"Duh! kalau dia pulang, aku harus cepet-cepet masuk lemari!" kata Vanora.
"Kalau dia datang aku harus nyembunyiin semua benda tajam" kata Rahmat yang ikutan bergidik ngeri.
"Aku agak penasaran, apa yang membuat mereka seperti itu ke Kak Sembilan ya?" batin Amanda.
"Lho?" tanya Amanda.
"Ng? kenapa Manda?" tanya Sembilan.
"Ini.... Mypermart, tempatku dan Pak Vandro belanja saat sebelum hari di Rooftop" kata Amanda.
"Kak Sembilan... apakah Kak Sembilan punya nama?" tanya Amanda.
"Ya, nama 'Sembilan' itu samaran, tapi ngga akan saya kasih tahu meskipun itu kamu Manda" kata Sembilan.
"Oh... ya udah, ngga apa kak" kata Amanda agak sedih.
"Mungkin nanti saya akan kasih tahu" kata Sembilan mendekat sambil membisikkan sesuatu ke Amanda.
"Hah!? Sembilan ngapain!?" tanya Randi.
Vandro melihat mereka...
"Wah! beneran Kak!? janji ya?" tanya Amanda dengan senang.
"Aku memang terlalu keras dengan Amanda" pikir Vandro.
"Oh begitu.... Manda pernah ngga? main disini?" tanya Sembilan.
"Gamezone? aku sering main ke sini sama Nina, ini pakai kartu gesek kalau mau main ya Kak?" tanya Amanda.
"Ya, Manda mau main ngga? nanti saya yang traktir semuanya" kata Sembilan.
"Wah... makasih banyak lho kak!" kata Amanda senyum ceria.
Sembilan menatap Amanda dengan senang karena suka melihat Amanda yang senyumnya manis.
"Jadi.... mereka berniat bermain disini?" gumam Randi yang sekarang berada di Gamezone bersama Vandro dan Vanora.
"Si Sembilan! pasti nyuri-nyuri kesempatan buat mesra-mesraan sama Amanda! aku tahu insting dan tujuanmu Sembilan! kau!! suka mencuri-curi dan mengambil kesempatan dalam kesempitan" batin Randi yang kesal.
"Ayo guys! kita cari mereka!" kata Sembilan.
"Vandro! ayo! padahal dikit lagi lho!!!" kata Vanora yang asik sendiri dengan Vandro.
"Hei! kalian emang lagi ngapain?" tanya Randi.
"Hah! main capit boneka rupanya!" kata Randi.
"Yah! saldo kartu geseknya abis!" kata Vanora.
"Kalian! ayo cari Sembilan!" kata Randi.
"Papi!" kata Vandro dan Vanora merengek untuk dibelikan saldo kartu.
"Hah!?" tanya Randi.
"Papinya!? kok muda kali papinya, daripada anak-anaknya?" batin seorang pengunjung yang heran.
"Hadeeh! masalah baru!"