
Ini adalah kisah dimana Amanda dan Erlan belum menikah, silahkan membaca! ingat, ini adalah fiktif belaka, jangan di anggap serius tapi anggaplah agar ini dapat menghibur.
Di restoran X....
Rangga menggunakan raga aslinya dan tengah minum kopi di restoran X alias restoran yang menjadi insiden cakar naga beberapa bulan yang lalu.
"Mas Rangga! kenapa atuh? kok kayak serius amat memperhatikan sekitar?" tanya Amanda sambil senyum-senyum sendiri dan duduk berhadapan dengan Rangga.
"Yu.. Yumna!? kau ngapain disini? lagian kenapa duduk disini!?" tanya Rangga.
"Udahlah Mas, jangan pelit, sesama kawan dan jangan perhitungan" kata Erlan senyum-senyum sendiri sambil duduk di sebelah Amanda.
"INI LAGI SI NYEBELIN SATU IKUT-IKUTAN!!" Seru Rangga dengan kesal.
"Ada apa kalian kesini emang?" tanya Rangga.
"Aku ingin tahu... apakah kau menyimpan sebuah rahasia atau masa lalu saat kau masih bersama mendiang Ayah dan Ibu kandungku?" tanya Amanda.
"Kenapa tiba-tiba bertanya itu?" tanya Rangga agak kaget.
"Jawab aja napa sih genderuwo?" tanya Erlan.
"Diam!" kata Rangga.
"Itu dikarenakan, bahwa saat aku dan kak Andra mengalahkan Pascal semudah itu membuat kakak menjadi curiga, bahwa kenapa? Pascal yang bahkan telah merenggut nyawa kedua orang tuaku bisa musnah secepat itu? bahkan Organisasi Night Darkness kan?" tanya Amanda.
"Baiklah... aku akan cerita mulai secara perlahan" kata Rangga lagi.
"Ninja yang pelajarannya di tekuni oleh Mika-san dan Kaito-sensei adalah, tentang bagaimana caranya mempelajari ninjutsu secara astral" Jelas Rangga.
"Se.. Secara Astral?" tanya Amanda.
"Itu dikarenakan, Mika-san mempunyai Silent yang dapat melihat makhluk tak kasat mata jika dia mengaktifkannya, sedangkan Kaito-sensei menuruni titisan marga Hasegawa,.. yang terkenal bisa melakukan teleportasi dengan cepat itupun hanya beberapa orang marga Hasegawa saja yang bisa melakukannya"Jelas Rangga.
"L.. Lho!? bukankah Marga Hasegawa itu hanyalah samaran!? bagaimana sih!?" tanya Amanda.
"Itu dikarenakan darah marga Hasegawa menurun secara acakan, meski tidak sedarah... jika darah yang ada didalam tubuh seseorang cocok dengan marga Hasegawa maka dia diduga dapat melakukan teleportasi khas" Jelas Rangga lagi.
"Ah.. aku mengerti, itulah kenapa aku dan kak Andra dapat menggunakan Makko Ryudan sebagai teleportasi saat pernah dulu" kata Amanda.
"Lalu... bagaimana kau bisa menjadi pengawal pribadi Ibu Suri?" tanya Erlan.
BLUSH!
"I.. Ibu Suri!?" tanya Amanda.
"Itu karena.... "
Di istana...
"Kaito-sensei... bukan, maksudnya... tuan Shinobi legendaris ke 6, ada apa anda memanggil saya?" tanya Rangga.
"Rangga, istriku tengah mengandung seorang bayi" kata Arif.
"Bu.. bukankah itu hal yang bagus tuan? karena itu, mungkin saja dapat memperbanyak jumlah ninja lagi nanti kan?" tanya Rangga bersemangat dan tidak sadar dia terlalu bersemangat sampai menggebrak meja.
"Ma.. Maafkan saya" kata Rangga.
"Hahaha... tidak apa, karena itu aku ingin meminta tolong untuk mengawasinya sekaligus menjadi pengawal pribadinya secara diam-diam... aku takut Ryu akan bereaksi secara astral" Jelas Arif.
"Izinkan saya bertanya, lalu.. kenapa saat kelahiran Putra pertama anda... Mika-san baik-baik saja?" tanya Rangga.
"Itu karena Andra menuruni darah Hasegawa lebih banyak dan tidak terlalu mempengaruhi Ryu jadi kami tidak khawatir akan itu, karena saat aku menggunakan pemindai astral... kalau ternyata aku merasakan aura Fujiwara lebih kuat saat berada di dekat Afifah, itu menandakan kalau calon Putriku akan menuruni darah Fujiwara murni nantinya" Jelas Arif.
"Jadi... apakah kau ingin menerima penawaran ini?" tanya Arif.
"Baiklah... anda bisa mempercayakan yang satu ini pada saya" kata Rangga.
"Haha... terimakasih Rangga, aku harap kau bisa menjadi guru bagi Putra Putriku nanti" kata Arif.
Sejak saat itu, aku selalu berhati-hati dalam mengawasi Mika-san.... saat dia di rumah, di pasar, atau kemanapun, dan satu lagi! aku belum kehilangan ragaku saat itu.
Tapi... perlu diketahui, kalau Kaito-sensei adalah seorang Amdidextrous.
Flashback berhenti sementara.
"Amdidextrous?" tanya Erlan.
"Itu menandakan bahwa Ayahku adalah orang yang bisa menggunakan kedua tangannya dengan sama baiknya, seperti kak Andra juga gitu" Kata Amanda.
"Baiklah, kembali ke Flashback" kata Rangga.
Flashback kembali...
Aku akhirnya terus mengawasi dan menjaganya agar Mika-san maupun kandungannya tetap aman.
Akan tetapi... saat...
Flashback off...
"Kenapa?" tanya Amanda.
"Di umurmu ke 4 bulan sekaligus kematian Mika-san dan Kaito-sensei.... tepat saat itu juga aku kehilangan ragaku"