
Setelah selesai mengganti pakaian...
"Ha... Hachi!!!" Rafa bersin dengan suara yang lumayan keras.
"Hoi! jangan berisik!" ujar Azka yang demam.
"Aku... Sruuk! flu karena Ayah! ngeselin!" ujar Rafa.
"Ayah sedang demam! Ayah lebih parah daripada dirimu!" kata Azka.
"Iyih siding dimim! Iyih libih pirih diripidi dirimi!" kata Rafa mengejek mengikuti Ayahnya tapi dengan huruf i.
PLAK! Azka melempar buku ke muka Rafa.
"A... Ayah!"
"Berisik!" kata Azka langsung tidur.
"Cih!" Rafa akhirnya memegang ponsel Amanda.
"Emangnya kalau itu terjadi... " gumam Rafa pelan.
"GROOK!!!" Azka mengorok.
(Guys, info! Azka kalau lagi demam atau kecapean dia bakalan ngorok kalau tidur).
"Hii! berisik!" pikir Rafa yang akhirnya turun dari ranjang mendekati Ayahnya.
Rafa menyelimuti Ayahnya dan langsung pergi ke Rooftop.
Sementara itu di Rosement pagi hari...
Di dapur...
"Ng? Kak Toni?" tanya Amanda.
"Apa?" tanya Toni tampang menyeramkan.
"Cuman nanya doang" kata Amanda mengambil 5 botol air mineral dan langsung pergi karena memang dia sedang lemas ngantuk.
Vian akhirnya lewat dan menyenggol Amanda tapi tidak sadar..
DUK! BRUK! Otomatis botol yang di lengan Amanda jatuh semua..
"Hoi! Hati-hati dong!" kata Vian.
"Aku ngga nyenggol dan diem aja tadi, dan yang nyenggol duluan siapa????" tanya Amanda dengan tampang kesal.
"Ke... kenapa dia? lagi PMS?" pikir Vian.
"Hoi! ni botol ngga di pungut?" tanya Vian.
"Ngga, capek mau balik kamar" kata Amanda lemas.
"Ya.... Ya udah" kata Vian.
GREP! Amanda mencengkeram lengan baju Vian.
"Partner! gimana soal yang penyelidikannya?" bisik Amanda.
"Eh... ng"
"Ce... pe... tan" kata Amanda tampang horor.
"A... anu! itu aku lagi nyari!" Vian takut di tonjok seperti saat SMA.
"Oh, ya udah" kata Amanda langsung pergi.
"Apaan sih? aneh" ujar Vian.
Di Kamar No. 10....
"Duh! badanku sakit semua!" ujar Amanda memegang bahunya.
Semalam aku sedang berlatih untuk tendangan berputar ku dan mengecek Laptop untuk menyelidiki tentang insiden kedua kota Helvetia, apakah ada hubungannya dengan organisasi itu atau tidak? karena aku tidak di helvetia karena sedang karya wisata di kota Yoshino.
( Season 2 Chapter 27 )
Karena Organisasi itu berhubungan dengan ibu, dan aku juga pulang setelah insiden kedua helvetia dan di kota Yoshino, aku pulang dan melihat ibu terkapar saat aku membawa ibu ke rumah sakit... ibu kritis dan sempat hampir sembuh, tapi tiba-tiba... ibu udah ngga ada.
"Aku ngga ngerti lagi! kepalaku sakit, belum lagi siapa kakakku" gerutu Amanda stres sambil memegang kepalanya yang di lapisi jilbab berwarna Hijau.
Sementara itu di kediaman Al Farisi...
"Ng? apa ini? data Ayah?" tanya Zaki.
"Salman Al Farisi... bukannya nama Ayah Eggy ya, Umma?" tanya Zaki.
"Eggy adalah nama akrab kecil Ayahmu, nama sebenarnya adalah Salman Al Farisi" kata Aisyah.
"Oh... bentar ma, aku ada telepon, ku ke kamar dulu, jangan masuk kalau ngga penting" kata Zaki.
"I... Iya" ujar Aisyah.
Di Kamar Zaki...
"Nomor tidak di kenal" gumam Zaki pelan.
Tit!
"Assalamu'alaikum Halo? siapa ini?" tanya Zaki.
"Halo Tuan Muda keluarga Al Farisi, Muzakki Al Farisi" kata sebuah suara.
"Siapa ya?" tanya Zaki.
"Dengan Hormat, saya adalah Raja Aliandra Jaffan Ameera, saya ingin menghubungi Anda karena suatu hal, semoga anda berkenan" kata Andra di telepon.
"A... A" Zaki ngga bisa berkata-kata mendengar kalau seorang bangsawan menelponnya.